Arsip Bulanan: Mei 2021
Pembagian Paket Internet Tidak Menyeluruh, Mahasiwa IAIN Kendari Gelar Demontrasi
Aliansi Mahasiswa IAIN Kendari Gelar Aksi Demonstrasi
| Suasana demo di pintu gerbang kampus IAIN Kendari. Foto: Al-Izar |
Perskampusbiru.com – Aliansi mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari kembali mengelar aksi demonstrasi menuntut kejelasan penyelesaian masalah kepengurusan lembaga kemahasiswaan, (31/05/2021).
Aksi demonstrasi yang lakukan di depan gerbang kampus itu berlangsung pukul 14.30 Wita, aksi bakar ban juga dilakukan.
Harpan fajar selaku kordinator lapangan mengatakan bahwa kegiatan- kegiatan yang dilakukan oleh kelembagaan mahasiswa tidak ada manfaatnya bagi mahasiswa(i).
“Dana Dipa senilai 60 juta hanya membuat dua kegiatan regional tanpa ada output yang jelas bagi mahasiswa,” Kata harpan dari orasinya.
Harpan juga menambahkan saat di temui wartawan perskampusbiru.com dia juga menilai dua kelembagaan kemahasiswan tertinggi tidak melakukan tugas sebagaimana mestinya.
“bahwa sangat disesalkan 2 lembaga kemahasiswaan tertinggi tingkat institut gagal memahami tugas dan kewajibannya sebagaimana yang tertuang di dalam KBM IAIN Kendari yakni, pasal 26 poin’ 1 dan 2, pasal 27 poin’1 dan 3, pasal 28 poin’ 1, pasal 31point 3, pasal 49 poin’ 1,2,3,5, dan 6, dan pasal 53 poin’ 2,” tambah Harfan Fajar.
Harpan Fajar berharap kepada Wakil Rektor Tiga Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari agar segera menyelesaikan permasalahan yang terjadi pada kepengurusan lembaga kemahasiswaan.
“Warek III agar serius dalam menanggapi kekacauan yang terjadi pada kepengurusan lembaga kemahasiswaan. Warek III harus mengambil sikap yang tegas dan tidak berdiam diri seperti sekarang ini, bahkan terkesan ingin lepas tanggung jawab dengan problematika yang terjadi,” harapnya.
Reporter: Al-Izar
Editor: Rizal
Dinilai Lamban, Ini Penjelasan Senat Mahasiswa IAIN Kendari
Lambatnya Pembentukan KPUM, Mahasiswa IAIN Kendari Soroti SEMA Institut
Reporter : Al-izar
Editor : Fitra
KENDARI, UKMPers – Beberapa mahasiswa IAIN Kendari menyoroti SEMA Institut terkait lambatnya pembentukan Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM).
Salah satu mahasiswa IAIN kendari, Jeri mengungkapkan, kepengurusan lembaga kemahasiswaan di periode ini sudah berada di akhir kepengurusan akan tetapi sampai saat ini Senat Mahasiswa (SEMA) Institut belum membentuk KPUM.
“Sekarang itu masa jabatannya sudah tujuh bulan sedangkan dalam KBM maksimal masa kepengurusan satu periode itu satu tahun” kata jeri (27/05/2021)
Ia juga menambahkan bahwa masa kerja KPUM itu memiliki rentan waktu yang cukup lama yang semestinya harus segera di antisipasi Ketua SEMA Institut sehingga Pemilihan Mahasiswa bisa tepat pada waktunya.
Senada dengan itu, Wakil Presiden Mahasiswa, Hendra Setiawan mengatakan, rentan waktu kinerja KPUM selambat lambatnya tiga bulan
“Sekarang itu sudah 7 bulan menjabat, KPUM itu paling lambatnya itu tiga bulan mereka berkerja”kata hendra.
Mahasiswa Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) ini juga menambahkan seharusnya sebelum berakhirnya masa kepengurusan pengurus yang baru harus sudah ada, tapi hingga saat ini KPUM itu belum di bentuk dan di sisi lain mahasiswa juga bisa lebih cepat mengetahui apakah PEMILMA tahun ini akan di gelar secara offline atau online.
Lebih lanjut ia mengambil contoh di sistem pemerintahan bahwa pemilihan serentak itu akan di lakukan pada tahun 2024 dan sekarang itu sudah di bahas bagaimana untuk pemilihan itu.
“2024 itu mau di adakan pemilihan umum serentak, tapi pembahasannya sudah 2021” pungkasnya.
Keluh kesah Mahasiswa IAIN Kendari, Dua Semester Jalani Kuliah Online
| Kuliah Daring. Foto: Repro Google.com |
Perubahan sistem perkuliahan yang semula luring (offline) menjadi daring (online) guna mencegah penularan virus corona ternyata menimbulkan respon yang berbeda beda dari mahasiswa, terutama dalam proses penerimaan materi.
Hal itu, dirasakan mahasiswa baru angkatan 2020 merupakan angkatan pertama ditengah wabah virus COVID-19, ini tentunya menjadi angkatan yang sangat berbeda dari kebanyakan angkatan sebelumnya, karena baru kali ini semua kegiatan dilakukan dalam bentuk yang berbeda, mulai dari test masuk, PBAK, dan kuliah langsung mereka lakukan secara online.
Rizki Ananda, salah satu mahasiswa IAIN Kendari mengaku, kesulitan mememahami materi perkuliahan online, dikarenakan ruang yeng bagitu terbatas.
“Kalo saya pribadi itu kendalanya dalam menangkap materi atau mengajukan pertanyaan kepada dosen itu sedikit susah karena ruang yang terbatas,” ungkap Rizki saat di hubungi via WhatsApp, selasa (25/5/2021)
Senada dengan Rizki Ananda, Rossy Pratiwi Noviyanti salah satu mahasiwi IAIN Kendari, mengatakan kurang efektifnya kuliah jika dilakukan secara online karena beberapa faktor jaringan kurang memadai dan paket data.
“Kendala utama itu jaringan, kedua soal paket data. Jadi secara keseluruhan saya kurang suka dengan kuliah online ini karena menurut saja tidak terlalu efektif sehingga kurangnya ilmu yang bisa kita dapatkan,” katanya
“Harapan saya semoga perkuliahan semester depan bisa dilakukan secara offline dan Corona cepat hilang dari negara kita. Aamiin,” tambahnya
Sementara itu, Alya salah satu mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FATIK) menuturkan suka dukanya dalam mengikuti kuliah online kepada perskampusbiru.com, selasa (24/5/2021).
“Kalo menurutku kendalanya itu di jaringan kak dan kalo sukanya itu untuk mahasiswa yang memang senang belajar sendiri kuliah online itu menguntungkan kak, tapi kalo untuk mahasiswa yang memang senang di jelaskan secara langsung tentu ini menyulitkan juga kak,” ungkap Alya.
Reporter: Slamet Fadillah
Editor: Rizal
Peduli Palestina, Umat Islam di Kendari Gelar Aksi damai
| (Suasana aksi solidaritas bela Palsetina di kendari Foto:Rizal Saputra) |
Repoter : Rizal Saputra
Editor : Elfirawati
PersKampusBiru.com – Ratusan umat islam di Kendari yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas bela Palestina, gelar aksi damai hingga berdoa bersama, di Kendari, senin (24/5/2021).
Dari pantawan PersKampusBiru.com, di lokasi, aksi dimulai dengan jalan kaki dari Stadion Lakidende hingga Pelataran Taman MTQ, aksi solidaritas yang di lakukan mulai pukul 08:00 sampai 10:00 Wita.
Koordinator lapangan (Korlap) aksi bela Palestina, Saharuddin mengatakan, aksi ini merupakan bentuk simpati dan pembelaan terhadap muslim Palestina.
“Kita sebagai sesama muslim, bahwa muslim Palestina itu saudara kita. Sehingga sudah selayaknya kita harus peduli dan memberikan pembelaan,” katanya
“Kita sebagai umat islam tidak bumkam melihat persoalan ini, takbir Allahu Akbar,” tambahnya.
Sementara itu salah satu orator Firdaus Madauna, mengatakan dalam orasinya,
Luka, kecemasan dan ketakutan yang dirasakan Umat Islam yang ada di Palestina hari ini adalah luka kita.
“tangis saudara kita di Pelestina adalah tangis kita, luka saudara kita di Palestina adalah duka kita bersama, dan kecemasan saudara kita di Palestina adalah kecemasan kita,” kata Firdaus saat menyampaikan orasinya, senin (24/5/2021).
Repoter : Rizal
Editor : Elfirawati
