SEMA-DEMA UIN Kendari Tak Banyak Diketahui Mahasiswa, Aktivitas Dipertanyakan

Kendari, objektif.id – Keberadaan Senat Mahasiswa (SEMA) dan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Universitas Islam Negeri (UIN) Kendari ternyata belum banyak diketahui mahasiswa. Bahkan, sebagian mahasiswa mengaku tidak mengetahui siapa ketuanya, apa tugasnya, hingga kegiatan yang telah dijalankan selama ini.

Minimnya pengetahuan tersebut terungkap dari pengakuan mahasiswa yang tidak aktif dalam organisasi. Mereka mengaku lebih mengenal organisasi kemahasiswaan di tingkat fakultas karena aktivitasnya lebih dekat dengan lingkungan perkuliahan, sementara SEMA-DEMA Universitas dinilai belum banyak terlihat di tengah mahasiswa.

Sasa, mahasiswa Jurusan Tadris Bahasa Inggris UIN Kendari, mengaku pernah mendengar tentang SEMA-DEMA tingkat universitas. Namun, ia mengaku belum mengetahui siapa yang menjadi ketua maupun aktivitas organisasi tersebut.

“Saya pernah dengar SEMA-DEMA, tapi tidak tahu ketuanya siapa. Menurut saya, mungkin kan ada PBAK, itu salah satu contohnya untuk perkenalan di maba. Tapi untuk kami yang kurang mengikuti organisasi, bahkan ketuanya pun tidak kami tahu. Mungkin bisa bikin acara-acara ataupun kegiatan-kegiatan supaya diketahui oleh mahasiswa, termasuk saya, biar ada terlihat progresnya,” ujar Sasa.

Menurut Sasa, kegiatan dan pengenalan yang dilakukan secara terbuka dapat menjadi salah satu cara agar mahasiswa yang tidak aktif berorganisasi tetap mengetahui keberadaan SEMA-DEMA Universitas. Ia berharap lembaga tersebut lebih sering membuat kegiatan yang dapat melibatkan dan diketahui mahasiswa secara luas.

Pengakuan serupa disampaikan Indri, mahasiswa Jurusan Ekonomi Syariah UIN Kendari. Ia mengaku tidak mengetahui secara jelas tugas maupun aktivitas SEMA-DEMA Universitas karena selama ini organisasi yang lebih dikenalnya berada dalam lingkup fakultas.

“Saya tidak tahu SEMA-DEMA tingkat universitas, sebenarnya toh kak sa nda terlalu tahu tugas-tugasnya apa, makanya sa nda terlalu bisa sebutkan. Soalnya selama ini yang kita tahu paling lingkup fakultas, sedangkan yang skala universitas kita tidak terlalu tahu tugas mereka sebenarnya apa,” ujar Indri.

Indri juga mengaku tidak mengetahui siapa ketua SEMA-DEMA Universitas maupun apa saja yang telah dikerjakan. Menurutnya, kondisi tersebut terjadi karena keberadaan organisasi mahasiswa tingkat universitas belum banyak terlihat oleh mahasiswa.

“Kalau menurutku mungkin SEMA-DEMA skala universitas, jujur secara pribadi sa tidak tahu SEMA-DEMA-nya, ketuanya tidak tahu, apa yang mereka kerjakan juga sa nda tahu,” katanya.

Ia berharap SEMA-DEMA Universitas dapat lebih aktif menggelar kegiatan maupun melakukan pengenalan kepada mahasiswa. Menurutnya, pola pengenalan seperti yang dilakukan di tingkat fakultas dapat membantu mahasiswa memahami keberadaan berbagai organisasi kemahasiswaan.

Indri menilai mahasiswa perlu mendapatkan informasi yang lebih jelas mengenai struktur dan keberadaan organisasi mahasiswa, mulai dari Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), SEMA-DEMA fakultas hingga SEMA-DEMA Universitas. Dengan adanya pengenalan tersebut, mahasiswa yang selama ini tidak mengikuti organisasi juga dapat mengetahui lembaga yang menjadi bagian dari kehidupan kemahasiswaan kampus.

Senada dengan itu Ani, mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Kendari, juga mempertanyakan minimnya aktivitas dan sosialisasi SEMA-DEMA Universitas. Ia mengaku hingga September ini belum melihat adanya kegiatan yang dilakukan, termasuk keterlibatan lembaga tersebut dalam merespon berbagai persoalan yang menjadi perhatian mahasiswa.

“Bagaimana mau ditau, sejauh ini sudah bulan 9 belum pernah ada kegiatannya, dengan kurang juga bersosialisasi saya tidak pernah itu lihat mereka, hanya saja katanya perempuan dengan laki-laki itu ketua SEMA-DEMAnya, cuman itumih tidak ditau yang mana orangnya, terus ini juga saya dengar banyak berita belakangan ini tapi saya tidak pernah lihat mereka mau angkat bicara terkait berita akhir-akhir ini, dari berita pelecehan, kekerasan belum ada juga itu, makanya saya bingung sebenarnya siapa itu ketua DEMA dan ketua SEMAnya,” ujar Ani.

Padahal, SEMA dan DEMA Universitas merupakan bagian dari struktur organisasi kemahasiswaan yang memiliki fungsi dalam kehidupan mahasiswa. Karena itu, informasi mengenai kepengurusan, fungsi kelembagaan, serta program kerja semestinya dapat diakses dan diketahui mahasiswa secara lebih luas.

Minimnya pengetahuan mahasiswa terhadap SEMA-DEMA institut menjadi catatan bagi pengurus untuk memperkuat publikasi dan komunikasi. Aktivitas organisasi tidak hanya perlu berjalan di internal kepengurusan, tetapi juga perlu dikomunikasikan kepada mahasiswa sebagai pihak yang menjadi bagian dari representasi organisasi tersebut.

KASUBAG IAIN Kendari Klarifikasi Proses Rekrutmen CAMABA, Tanggapi Pernyataan Ketua SEMA-I

Kendari, Objektif.id – Kepala Subbagian (KASUBAG) Layanan Akademik IAIN Kendari , Sakri merespon pernyataan ketua SEMA-I periode 2024/2025 terkait adanya manipulasi dalam perekrutan Calon Mahasiswa Baru (CAMABA) karena tidak melibatkan lembaga kemahasiswaan. Pada, Senin (22/7/2024).

Sebelumnya dilansir dari Sultraupdate.id, ketua SEMA IAIN Kendari, Apriansyah menyuarakan keprihatinannya terhadap perekrutan mahasiswa baru. Ia menuding IAIN Kendari melakukan praktik manipulasi karena, dalam kegiatan sosialisasi ke beberapa SMA/MA hanya melibatkan para dosen beserta jajarannya tanpa mengikut sertakan lembaga kemahasiswaan.

Menanggapi hal tersebut, KASUBAG layanan Akademik IAIN Kendari, Sakri mengatakan, bahwa proses sosialisasi untuk rekrutmen Camaba telah diatur dalam kebijakan kampus.

“Terkait terlibat dan tidaknya mahasiswa dalam kegiatan sosialisasi, itu sudah menjadi urusan pihak kampus karena sudah jelas protaknya, dan selama ini juga pihak kampus selalu melibatkan seluruh lembaga kemahasiswaan dalam kegiatan sosialisasi tersebut,” kata Sakri saat di temui oleh wartawan Objektif.id.

Lebih lanjut, ia menjelaskan persoalan ketidakterlibatan lembaga kemahasiswaan seperti pernyataan ketua SEMA IAIN Kendari dalam kegiatan sosialisasi mahasiswa baru pada bulan Januari-Februari tahun 2024 adalah tidak akurat.

“Mari kita mendalami terlebih dahulu pelantikan SEMA dan DEMA terjadi pada bulan Juni, sementara kegiatan sosialisasi yang kami lakukan pada bulan Januari hingga Februari dan yang saya tahu SEMA dan DEMA kepengurusan sebelumnya ikut serta dalam kegiatan itu, salah satunya ketua DEMA Ashabul Bersosialisasi di Konawe Utara bersama Wadek tiga FUAD, oleh karena itu tidaklah benar untuk mengklaim bahwa mereka tidak terlibat dalam kegiatan sosialisasi, karena kegiatan tersebut terjadi sebelum masa jabatan mereka,” jelasnya

Sakri juga menegaskan, dugaan adanya manipulasi dalam pelaksanaan sosialisasi tersebut tidak berdasar karena, proses tersebut melibatkan seluruh partisipasi komprehensif lingkup IAIN Kendari.

“Tidak ada juga manipulasi sebenarnya karena yang melaksanakan sosialisasi ini kan berasal dari civitas akademika seluruh program studi, seluruh dosen, kemudian pegawai tenaga pendidik turun ke lokasi, selain itu, mereka semua memiliki laporan baik dalam bentuk visual maupun tertulis untuk dipertanggungjawabkan, karena kita menggunakan anggaran Negara,” tegasnya

Sementara itu, Ashabul Akram demisioner Ketua DEMA IAIN Kendari Periode 2023/2024 Membenarkan bahwa dirinya dilibatkan dalam proses sosialisasi calon mahasiswa baru.

“Saya betul dilibatkan dalam proses sosialisasi mahasiswa baru, pada bulan Januari hingga Februari kemarin, dan penempatannya itu sendiri di Kecamatan Wiwirano, Kabupaten Konawe Utara,” pungkasnya

 

Penulis:Asran
Editor: Al-izar