Banjir Lumpur Kembali Melanda Dua Desa di Pomalaa, Walhi Sultra Desak Penghentian Aktivitas Industri Nikel

Kendari, objektif.id – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sulawesi Tenggara menyampaikan keprihatinan mendalam atas banjir lumpur yang kembali melanda Desa Oko-oko dan Lamedai, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, pada Senin, 10 November 2025. Peristiwa ini diduga menimbulkan kerusakan pada permukiman dan lahan pertanian warga.

Menurut pemantauan Walhi Sultra, banjir lumpur tersebut terjadi akibat aktivitas pembukaan lahan berskala besar untuk proyek kawasan industri PT Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP) dan PT Vale Indonesia Tbk. Kegiatan tersebut dinilai dilakukan tanpa pengendalian lingkungan yang memadai, sehingga menyebabkan hilangnya tutupan hutan dan meningkatnya sedimentasi di daerah aliran sungai (DAS). Kondisi itu membuat air sungai meluap dan membawa lumpur ke permukiman warga.

Direktur Eksekutif Walhi Sultra, Andi Rahman, menilai kedua perusahaan tersebut tidak menjalankan kewajiban sebagaimana tertuang dalam izin lingkungan yang dimiliki. Ia menyebut banyak ketentuan dalam izin tersebut yang tidak dilaksanakan, sehingga berdampak pada rusaknya lingkungan dan terganggunya kehidupan masyarakat.

“Setiap kali hujan turun, warga Pomalaa harus bersiap menghadapi banjir lumpur. Ini menunjukkan bahwa aktivitas industri nikel di kawasan tersebut telah menimbulkan krisis ekologis yang serius,” kataya. “Kami sudah berkali-kali mengingatkan bahwa wilayah Pomalaa sedang berada di ambang krisis ekologis. Setiap kali hujan datang, masyarakat harus bersiap menghadapi banjir lumpur akibat kelalaian perusahaan. PT IPIP dan PT Vale Indonesia tidak menghormati izin lingkungannya dan telah mengabaikan keselamatan rakyat.”

Walhi menegaskan bahwa kondisi ini merupakan bentuk pelanggaran terhadap hak masyarakat atas lingkungan hidup yang bersih dan sehat sebagaimana dijamin oleh konstitusi. Air sungai yang berubah menjadi lumpur merah serta rusaknya lahan pertanian dan sumber air bersih menjadi bukti nyata dari dampak tersebut.

Melalui pernyataannya, Walhi Sultra mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk segera mengambil langkah tegas dengan menghentikan seluruh kegiatan pembangunan industri PT IPIP dan PT Vale di Pomalaa. “Pemerintah tidak boleh membiarkan warga terus menderita akibat aktivitas perusahaan yang abai terhadap lingkungan,” tegas Andi.

Peristiwa ini menambah catatan panjang masalah lingkungan di kawasan tambang nikel Pomalaa, yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan signifikan.

Kerja Sama Dengan PT Vale, Mahasiswa KKN Tanam 100 Pohon di Luwu Timur 

Luwu Timur, Objektif.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang berasal dari UIN Alauddin Makassar, IAIN Kendari, dan IAIN Bone telah melaksanakan program penanaman pohon di Desa Baruga, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Rabu, (9/10/2024).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kerja (Proker) yang melibatkan berbagai pihak, termasuk Kepala Dinas Lingkungan, PT Vale, Camat Kabupaten Malili, aparat TNI Angkatan Laut dan Darat, serta perangkat desa setempat.

Dalam kegiatan ini, tiga jenis pohon ditanam: pohon cemara, pohon minyak kayu putih, dan pohon dengeng. PT Vale turut berkontribusi dengan menyumbangkan 100 bibit pohon kepada mahasiswa KKN.

Salah satu anggota kelompok KKN, Resti Dewi Lestari, menekankan bahwa kegiatan penanaman pohon ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi program kerja, tetapi juga untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat setempat melalui upaya penghijauan dan pelestarian lingkungan.

PT Vale, melalui External Relation Officer Abdul Rauf Deang, mengapresiasi kegiatan kolaborasi ini dengan IAIN Kendari dan institusi lainnya sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam.

“Tentunya kita mengapresiasi yah teman-teman adik-adik mahasiswa dari IAIN Kendari jauh-jauh datang ke bumi batara guru terkhusus di wilayah pemberdayaan PT vale dan berkolaborasi dengan beberapa kampus yang ada Sulawesi Selatan seperti IAIN Palopo, UIN Alaudin Makassar, IAIN Bone. Kemudian agenda penanaman pohon atau agenda hijau seperti ini luar biasa”, pungkasnya.

Abdul Rauf Deang juga menegaskan bahwa kerja sama ini akan terus berlanjut selama orientasinya tetap fokus pada lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam.

“Tentu kita akan selalu membuka diri apalagi hal-hal kebaikan seperti ini, hal-hal yang orientasinya kepada lingkungan, sumber daya alam, karena memang visi misi PT Vale bagaimana kehidupan yang berkelanjutan”, sambungnya.

Reporter: Nita Aprilia 

Editor: Andi Tendri