Tidak Terima HMPS Dibekukan, Mahasiswa Minta Wadek Tiga Legalkan HMPS Versi Dema Fasya

Reporter : Rizal

Editor : Amir

Kendari, Objektif.id – Puluhan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari melakukan unjuk rasa di pelataran Gedung terpadu IAIN Kendari, Rabu 22 September 2022.

Aksi tersebut dilakukan lantaran kecewa dengan kebijakan Pimpinan Fakultas Syariah (Fasya) yang membekukan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) yang ada di Fasya.

“Demo yang kami bangun hari ini merupakan bentuk keresahan terhadap pimpinan yang ada di Fakultas Syariah terkhusus Wakil Dekan tiga,” Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Fasya Abdul Hasib.

Ia mengatakan, keputusan yang diambil pihak Fakultas tersebut merupakan bentuk intervensi terhadap eksistensi kinerja Dema Fasya.

“Sengketa HMPS itu bisa ditangani dan diberikan solusi yang baik, tetapi Wadek tiga Fakultas Syariah selalu menginterfensi terkait bagi-bagi jabatan yang ada di Fakultas Syariah,” ucapnya.

Dimana hal itu sudah tidak bisa dicampuri oleh pimpinan Fakultas karna itu merupakan hak priogratif lembaga kemahasiswaan sesuai dengan regulasi yang telah ditentukan.

“Pasal 47 pion 5 yaitu pemilihan ketua HMPS dilaksanakan melalui mubes HMPS Fasya, yang telah ditentukan. Apa bila ketua HMPS tidak melaksanakan mubes sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, Ketua Dema Fasya memiliki wewenang untuk membentuk kepengurusan HMPS Fasya yang baru,” terangnya.

Atas insiden tersebut pihaknya menuntut Wadek tiga mencabut passing out HMPS di Fakultas Syariah, Menuntut Wadek tiga untuk mengakui legalitas HMPS yang telah disahkan oleh Dema Syariah dan Mendesak Dekan Fakultas Syariah untuk mengamanahkan Wadek tiga agar menjalankan sesuai tupoksinya.

Sementara itu, Ketua Senat Mahasiswa (Sema) Fakultas Fauzan Pandu menegaskan kebijakan Wadek Tiga untuk membekukan HMPS Fasya bukan solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah sengketa HMPS yang ada.

“Keputusan Wadek Tiga untuk di passing out HMPS itu bukan solusi,” tegasnnya.

Untuk diketahui, sejak Maret 2022 hingga saat ini polemeik dualisme HMPS Fasya tak kunjung mendapatkan titik terang.

Saat ini HMPS Hukum Tata Negara diketuai oleh La Ode Rahmat Fagil dan Rahmadi Nur, HMPS Hukum Perdata Islam dipimpin oleh Muhammad Rizal Rizki dan Ibnu Qoyyim dan HMPS Hukum Ekonomi Islam di nahkodahi oleh Andi Nuraeni dan Muh. Taufik Hidayat.

Mahasiswa Kembali Demo Tolak HMPS Siluman Jebolan Dema Fasya

Reporter : Hajar
Editor : Rizal

Kendari, Objektif.id – Massa aksi yang tergabung dari Aliansi Mahasiswa Bersatu (AMB) melakukan demonstrasi di depan Pelataran Fakultas Syariah (Fasya), menolak Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) versi Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (DEMA-F) Syariah yang menuntut dilegalkan oleh birokrasi Fakultas, Rabu 21 September 2022.

Massa aksi menganggap Lembaga kemahasiswaan tingkat fakultas syariah tersumbat saluran pemikirannya dalam memahami aturan main yang termaktub dalam Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) dan Pedoman Umum Kemahasiswaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari.

Gerakan aspirasi ini untuk kembali mengingatkan bahwa birokrasi fakultas jangan memberikan legitimasi pihak DEMA-F yang mengklaim diri bahwa HMPS versi mereka paling legal.

“Persoalan Dualisme HMPS ini adalah bentuk kebobrokan dari Lembaga Kemahasiswaan dan juga pihak birokrasi fakultas syariah yang tidak jelih melihat perkara masalah ini” kata Mansur selaku koordinator lapangan dalam orasinya

Permasalahan HMPS yang tidak mendapatkan titik temu sampai hari ini, itu adalah ulah DEMA-F yang begitu arogan langsung melakukan penunjukan ketua HMPS tanpa melalui proses demokrasi Musyawarah Besar (Mubes).

“Penunjukan secara definif ketua-ketua HMPS di fakultas syariah Saya ingin katakan itu cacat secara yuridis, sebab Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) landasan mereka melakukan penunjukan adalah prodak hukum siluman yang dimana pembuatan AD/ART tersebut dibuat hanya sepihak saja” tegasnya.

Menanggapi hal demikian, melalui Wakil Dekan (Wadek) 3 Bidang Kemahasiswaan sebagai perwakilan fakultas yang berdiskusi bersama massa aksi ia memberikan pernyataan secara tegas akan mengundurkan diri ketika ada pelegalan HMPS.

“Saya jamin tidak akan ada yang melegalkan HMPS versi DEMA-F ataupun versi lainnya, jika itu terjadi maka selaku wadek 3 saya akan mengundurkan diri dari jabatan yang diamanahkan hari ini,” Tutupnya.

Sampai berita ini terbit pihak Dema-F sedang tidak berada di kantor kerjanya untuk dimintai keterangan.

Diklatsar Jurnalistik Pers IAIN Kendari Ditutup, 33 dari 96 Pendaftar Dinyatakan Lulus

Repoter : Asrina
Editor : Redaksi

Kendari, Objektif.id – Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Jurnalistik ke-22 oleh UKM Pers IAIN Kendari yang diselenggarakan sejak 15 September resmi ditutup. Penutupan berlangsung di Pelataran Kantor UKM Pers IAIN Kendari, Minggu 18 September 2022.

Diklatsar yang mengusung tema “Membumikan Gerakan Sehat Nalar Persma, Menjawab Fragilisasi Literatur di Era Distrupsi’ ini meluluskan sebanyak 33 dari 96 pendaftar.

Ketua Panitia, Harpan Pajar mengungkapkan, terdapat beberapa ketentuan dan persyaratan agar bisa dinyatakan lulus, diantaranya mengikuti rangkaian kegiatan dari awal sampai akhir.

“Untuk lulus, kami punya syarat dan ketentuan, seperti peserta harus mengikuti Diklatsar ini dari awal sampai akhir, dan lainnya yang menjadi aturan kami,” ungkapnya.

Harpan berharap, semua yang lulus ke depan dapat mengembangkan UKM Pers hingga mengikuti program magang dan menjadi penerus yang dapat diandalkan.

“Semoga 33 orang itu ke depan akan lanjut magang dan menjadi angkatan yang solid dan bertanggung jawab,” pungkas Harpan.

Senada dengan itu, Ketua Umum UKM Pers IAIN Kendari, Arini Triana Suci juga berharap, antusisme anggota baru yang telah dilantik dalam cinta literasi tidak pudar.

“Semoga antusiasme anggota baru tidak pudar dan tetap komitmen untuk sama-sama kembangkan organisasi yang kita cintai ini” singkat Arini.

Gelar Dikdas ke-23, UKM Seni IAIN Kendari Lahirkan 59 Seniman Kampus

Reporter : Muhammad Arya Saputra
Editor : Asrina

Kendari, Objektif.id – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari sukses menyelenggarakan Pendidikan Dasar (Dikdas) ke-23. Sebanyak 59 Anggota baru resmi bergabung sebagai angkatan baru dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan yang diselenggarakan di Agrowisata California Cialam, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) itu mengusung tema ‘Sun Flower’ dan berlangsung selama empat hari dari tanggal 15 hingga 18 September 2022.

Sekertaris Umum UKM Seni, Nandah mengatakan, pada Dikdas kali ini ada sebanyak 59 Anggota baru yang secara resmi bergabung sebagai anggota angkatan 23 UKM Seni IAIN Kendari. Dengan bergabungnya anggota baru ini merupakan spirit baru bagi UKM Seni.

“Dengan bergabungnya anggota baru ini tentu menjadi spirit baru bagi UKM Seni, karena pertama sesuai dengan harapan-harapannya kita untuk merekrut itu bisa dicapai kemudian akan banyak program bagus yang nanti melibatkan anggota-anggota baru,” kata Nandah, Senin 19 September 2022.

Nandah berharap, anggota baru bisa menjadi regenerasi selanjutnya untuk UKM Seni, kemudian aktif dan fokus terhadap kekaryaan mereka.

“Tentu saja pertama untuk anggota baru bisah menjadi regenerasi selanjutnya untuk UKM Seni IAIN Kendari, kemudian aktif dan fokus terhadap kekaryaan mereka,” harap Nandah.

Untuk diketahui, UKM Seni merupakan salah satu organisasi internal yang terdapat dilingkup IAIN Kendari. UKM Seni memiliki enam apresiasi seni yakni seni tari, seni musik, seni teater, seni sinematografi, seni religi dan seni rupa.

Jadi Narasumber Diklatsar Jurnalistik UKM-Pers IAIN Kendari, Ketua SMSI Sultra Bahas 10 Elemen Jurnalistik

Repoter : Dila Lestari
Editor : Rizal

Kendari, Objektif.id- Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Gugus Suryaman bawakan materi 10 Eleman Jurnalistik pada Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Jurnalistik Unit Kegiatan Mahasiswa Pers (UKM-Pers) ke-22 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari di Auditorium IAIN Kendari, Kamis 15 September 2022.

Pada moment itu, ia menjelaskan tentang sepuluh elemen jurnalistik yang menjadi dasar utama atau landasan dalam ilmu jurnalistik. Sepuluh elemen jurnalistik yakni Jurnalisme mengutamakan kebenaran, Loyalitas utama kepada publik, Esensi jurnalistik adalah verifikasi.

Jurnalisme harus memantau kekuasaan, Jurnalisme sebagai forum publik, Jurnalisme harus memikat dan relevan, Berita harus proporsional dan komprehensif, Jurnalis harus mendengarkan hati nurani serta Hak dan kewajiban dalam sebuah berita.

Dia juga menambahkan bahwa sepuluh elemen jurnalistik tersebut merupakan dasar utama dalam ilmu jurnalistik yang harus di imani sebagai bentuk tanggung jawab moral seorang jurnalis.

“Sepuluh elemen jurnalistik itu dalam bahasa agamanya bagaikan rukun iman. Jadi kita harus imani sebagai bentuk tanggung jawab moral sebagai seorang jurnalis,” ungkapnya.

Selain itu, dia juga mengungkapkan rasa bangganya terhadap UKM-Pers IAIN Kendari yang masih terus eksis hingga saat ini dan telah menjadi corong informasi yang baik dan benar bagi publik terutama di kalangan mahasiswa.

“Saya bangga ternyata UKM Pers-IAIN Kendari ini masih eksis dan menjadi corong informasi yang baik dan benar bagi publik utamanya di kalangan mahasiswa itu sendiri, ini yang paling kami harapkan di tengah gempuran informasi dan banyaknya media publik yang agak susah di percaya,” Lanjutnya.

Gugus sapaan akrabnya, mengaku sangat senang diundang untuk menjadi pemateri pada kegiatan Diklatsar UKM-Pers IAIN Kendari. sebab ruang diskusi seperti inilah momentum berbagi ilmu dan pengalaman terkait dunia jurnalistik.

“Saya senang karna ternyata teman-teman UKM-Pers IAIN Kendari ini mengharapkan interaksi dengan kita-kita yang sudah duluan atau senior untuk berbagi pengalaman dan wawasan yang kami miliki,” ungkapnya.

Dia berharap melalui kegiatan Diklatsar ini calon anggota UKM-Pers IAIN Kendari nantinya dapat menjadi seorang jurnalis yang menyebarkan informasi dan berita-berita postif yang tidak menyesatkan, namun tetap kritis dan menyuarakan idealismenya.

“Yang paling penting adalah saya berharap agar mereka menjadi penyebar informasi dan berita-berita positif dan tidak menyesatkan, tentu saja kritis dan menyuarakan idealisme. Harus menjadi agen informasi yang baik,” Pungkasnya.

FEBI IAIN Kendari, Latih Mahasiswa Tingkatkan Kualitas Penelitian

Reporter: Renaldi Rausan
Editor: Slamet F.

Kendari, Objektif.id- Program Studi (Prodi) Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari menyelenggarakan kegiatan pelatihan Enumerator dan Model Cibest, sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas penelitian mahasiswa, pada Kamis, 15 September 2022.

Kegiatan ini di laksanakan di Gedung Aula Mini IAIN Kendari dengan menghadirkan narasumber Irfan Syauqi Beik, M.Sc., Ph.D, yang merupakan dosen Ilmu Ekonomi Syariah di Institut Pertanian Bogor (IPB).

Pantauan di lokasi, kegiatan ini diikuti oleh seluruh civitas akademika  di lingkup Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Kendari, dengan rincian 10 dosen dan 60 mahasiswa.

Kepala Program Studi (Kaprodi) Ekonomi Syariah, Abdul Wahid Mongkito mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan program kerja dari prodi Ekonomi Syariah, dan bertujuan untuk menambah pengetahuan baru dari berbagai aspek di bidang ilmu penelitian.

“Kegiatan ini adalah program kerja dari Prodi  Ekonomi Syariah  FEBI IAIN Kendari dalam hal menambah keilmuan khususnya dalam ilmu Ekonomi Syariah dan mau memperbanyak ilmu penelitian baru, baik dari judul dan tema nya,” katanya.

Dia juga berharap bahwa setelah kegiatan ini, dosen-dosen Febi bisa menguasai ilmu penelitian ini dengan baik dan materi ini bisa di terapkan terhadap mahasiswa dengan baik juga nantinya.

“Sebagimana tujuan kegiatan, saya berharap dosen-dosen bisa menguasai ilmu penelitian yang di berikan hari ini dan bisa membimbing mahasiswa dengan baik menggunakan materi ilmu penelitian ini” harapnya.

Pemateri kegiatan, Irfan Syauqi juga berharap para peserta di kegiatan ini bisa memahami konsep ilmu yang telah di paparkan dan dapat mempraktikkannya di berbagai lini.

“Saya berharap agar teman – teman  peserta dapat memahami konsep Model Cibest dan bisa juga bisa mempraktikan dalam berbagai lini, misalnya dalam riset-riset, dalam advokasi kebijakan.” tukasnya.

Sebanyak 35 Peserta Ikuti Diklat Jurnalistik UKM Pers IAIN Kendari

Reporter : Andi Ardian Dwi Rahmat
Editor : Slamet F.

Kendari, Objektif.id- Unit Kegiatan Mahasiswa Pers (UKM-Pers) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari menyelenggarakan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Jurnalistik ke-22 pada tanggal 15-18 September 2022.

Kegiatan ini akan di laksanakan di dua tempat, yaitu di auditorium IAIN Kendari dan wisata permandian Boro-Boro, dengan diikuti oleh 35 peserta yang berasal dari berbagai macam jurusan yang ada di IAIN Kendari.

Adapun tema yang diangkat pada kegiatan ini yaitu “Membumikan Gerakan Sehat Nalar Persma, Menjawab Fragilisasi Literatur di Era Disrupsi”, dengan optimisme akan melahirkan kader jurnalis mahasiswa yang milenial.

Ketua Umum UKM-Pers IAIN Kendari, Arini Triana Suci Rahmadani mengatakan semoga nantinya para calon kader baru bisa mengambil ilmu dari pendidikan ini dan dapat di terapkan di waktu yang akan datang sebagai pers mahasiswa.

“Ditargetkan calon anggota baru UKM-Pers ini bisa terima ilmu yang bermanfaat yang nantinya bisa diaktualisasikan,” katanya, Kamis 15 September 2022.

Selain itu dia juga berharap diklatsar ini bisa menjadi wadah perkenalan dan silaturahmi untuk mempererat tali persaudaraan antar mahasiswa, baik mahasiswa baru angkatan 2022 maupun angkatan yang diatasnya.

“Semoga kegiatan yang kita lakukan ini bisa jadi ajang silaturahmi antar sesama mahasiswa IAIN Kendari, baik itu teman-teman angkatan 2020 hingga mahasiswa yang baru memasuki dunia kampus,” harapnya.

Perwakilan Dewan Pembina Organisasi, Supriyadin Tungga berharap agar para pengurus UKM-Pers IAIN Kendari agar bisa terus berbenah dan bisa untuk memperbaiki kekurangan yang ada pada kegiatan kali ini supaya lebih baik kedepannya.

“Harapannya apa yang menjadi kekurangan hari ini jika kita menilai masih ada yang kurang dan bisa menjadi pembelajaran pengurus siapapun ketua umumnya, semangat kepada ukk ukm agar terus melakukan yang terbaik begitupun sebaliknya.” tukasnya.

Bentuk Karakter Mahasiswa, Dema Fuad Siap Laksanakan LKM

Reporter : Nining Astuti

Editor      : Al-izar

Kendari, Objektif.id – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, melaksanakan kegiatan Sosialisasi Latihan Kepemimpinan Mahasiswa (LKM) bagi Mahasiswa Bara (MABA). Senin, 12/09/2022.

Kegiatan itu dilaksanakan di Aula mini Fuad dengan mengangkat tema ” Lead Your Self To Be A Great Leader (yang muda yang memimpin).

Ketua panitia, Laode Muh. Fasril saat diwawancarai melalui via WhatsApp mengatakan, Bahwa tujuan diadakannya kegiatan itu sebagaimana untuk membentuk karakter Mahasiswa, sehingga mempunyai jiwa kepemimpinan.

“Karena mereka adalah generasi yang akan memimpin kedepannya, jadi kami adakan kegiatan semacam ini untuk wadah mereka bisa berproses, Tuturnya.

Lanjut, dia mengatakan, Adapun yang berpartisipasi dalam kegiatan ini, yakni seluruh pengurus Dema karena ini merupakan program kerja dari Dema Fuad sendiri, kemudian seluruh Maba Fuad 2022.

Dia juga menambahkan, meski ada beberapa kendala dalam sosialisasi tersebut nampak para peserta tetap antusias dalam mengikuti sosialisasi itu, dan siap untuk mengikuti kegiatan.

“nampak mereka sangat antusias dalam menyambut kegiatan, karena setelah dilaksanakan sosialisasi pada sore dini hari tadi. Ada seputar tanya jawab mengenai keluhan dan kendala mereka, tetapi sudah selesai dan mereka siap mengikuti kegiatan”. Lanjutnya.

Ia pun berharap kegiatan seperti tetap untuk terus berjalan, dan bisa dilanjutkan pengurus Dema berikutnya.

“semoga dengan adanya kegiatan ini dapat terus berkelanjutan sampai kedepannya, dan diteruskan oleh pengurus berikutnya”. Harapnya.

Edukasi Peran Pers Mahasiswa, UKM-Pers IAIN Kendari Gelar Diskusi Publik

Reporter : Slamet
Editor : Redaksi

Kendari, Objektif.id – Unit Kegiatan Mahasiswa Pers (UKM Pers) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari menggelar Diskusi Publik dengan tema “Analisis Kritis : Pers Mahasiswa dalam Membangun Karakter Publik” yang di laksanakan di warung kopi (warkop) Bamboe Tiga yang terletak di kota Kendari pada Sabtu, 10 September 2022.

Selain anggota Ukm-Pers sendiri, diskusi ini juga di hadiri oleh organisasi internal dan eksternal di lingkup kampus IAIN Kendari dengan menghadirkan Jurnalis sultrademo.co, Muh. Sulhijah sebagai pemantiknya.

Ketua Umum UKM-Pers IAIN Kendari, Arini Triana Suci Rahmadani mengatakan bahwa pemberitaan yang di buat oleh pers mahasiswa juga cukup berpengaruh dalam menggiring opini di masyarakat umum.

“Peran Pers Mahasiswa sangatlah fatal dalam memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat, Sebab setiap pemberitaan yang disampaikan teman teman Pers Mahasiswa sedikit banyaknya pasti akan mempengaruhi opini publik,” katanya.

Menurutnya opini publik akan membentuk stigma publik dan stigma publik akan menjadi ideologi publik sehingga pelan pelan itu akan menjadi karakter publik.

Dia juga mengatakan bahwa karena pengaruh pemberitaan dari pers mahasiswa yang begitu signifikan, jadi baik atau buruknya kualitas masyarakat bisa tergantung dari pemberitaan yang di sampaikan.

“Kalau informasi yang kita sampaikan itu berkualitas maka publik juga akan berkualitas begitupun juga sebaliknya,” sambungnya.

Di tempat yang sama, Muh. Sulhijah mengatakan bahwa pers mahasiswa merupakan sebuah instrumen perjuangan, jadi mereka akan memberitakan kampus secara netral, yaitu dari sisi baik maupun sisi buruknya, karena itu merupakan ideologi dari pers mahasiswa sendiri.

“Pers Mahasiswa itu bukan humasnya kampus, tetapi Pers Mahasiswa merupakan alat perjuangan mahasiswa, Ideologi Pers Mahasiswa adalah idealismenya, sebab Infomasi yang diberikan Pers Mahasiswa adalah wujud perjuangan,” tukasnya.

Tingkatkan Penguatan Mahasiswa KIP, IAIN Kendari Gelar Workshop Moderasi Beragama 

 

Reporter : La Ode Sultan Mahmud

Editor : Andika

 

Kendari, Objektif.Id – Pengelola penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari mengadakan kegiatan Workshop bertema “Penguatan moderasi beragama” yang dilaksanakan di Gedung Auditorium IAIN Kendari, Kamis 8 September 2022.

 

Dalam kegiatan ini, dihadiri oleh Rektor IAIN Kendari, Wakil Rektor III, serta tiga pemateri hebat yakni H. Akhmad Al Jufri (Pimpinan wilayah Muhammadiyah Sultra), Drs. KH. muslim, M. Si (Ketua PW NU Sultra), dan AKBP Dr. Sutadi M.Pd (Polda Sultra).

 

Amin Nasir selaku Ketua Panitia mengatakan, tujuan dalam mengadakan kegiatan Workshop ini adalah memberikan penguatan moderasi beragama bagi penerima KIP angkatan 2020 dan 2021.

 

“Kegiatan ini bukan hanya sekedar mendapatkan KIP, tapi tetap kami kawal juga dengan pembinaan-pembinaan, baik itu pembinaan terkait dengan penguatan moderasi beragama, pembinaan keterampilan, ilmu pengetahuan dan lain-lain,” Ucapnya.

 

Dirinya berharap seminar penguatan moderasi beragama yang digelar sekali dalam setahun ini bisa ditingkatkan agar kedepannya lebih baik lagi.

 

“Kegiatan-kegiatan yang seperti ini harus perlu dilaksanakan malah kalau perlu di tingkatkan, bisa dalam setahun sekali atau kedepannya kita bisa tingkatkan dua kali setahun”.Harapnya.

 

Rektor IAIN Kendari, Faizah Binti Awad, berharap mahasiswa penerima KIP Kuliah dalam moderasi beragama kita harus saling menghargai terhadap sesama.

 

Orang nomor satu di IAIN Kendari mengajak mahasiswa agar menjadi corong moderasi beragama di Indonesia terkushusnya di Sulawesi Tenggara (Sultra) terutama di lingkup IAIN Kendari.

 

“Mari kita sama-sama menjadi corong sebagai orang-orang yang memiliki moderasi beragama di Indonesia terkushusnya di Sulawesi Tenggara (Sultra) terutama di lingkup IAIN Kendari “. Tukasnya

Tolak Kenaikan Harga BBM, Mahasiswa IAIN Kendari Gelar Demonstrasi

Reporter : Renaldi Rausan
Editor : Slamet Fadilah

Kendari, Objektif.id – Puluhan Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari melakukan aksi demonstrasi terkait penolakan terhadap rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada Kamis, 1 September 2022.

Aksi ini di gelar di gerbang batas kota Kendari – Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) dan aksi ini juga mengakibatkan  lalu lintas di sekitaran gerbang harus di alihkan.

Jendral lapangan, Danang Saputra mengatakan bahwa aksi yang di gelar hari ini hanya menyoal terkait kenaikan harga BBM dan tidak ada kepentingan lainnya.

“Pada dasarnya tuntutan yang kami bangun pada pagi ini hanya satu yaitu menolak kenaikan BBM, di luar pada itu tidak ada dan tuntutan ini akan kami aspiraskan ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR),”  katanya.

Dia berharap kepada pihak-pihak yang mempunyai andil dalam kenaikan harga BBM ini, agar lebih mempertimbangkan keputusan tersebut karena akan berdampak buruk bagi masyarakat.

“Menaikan harga BBM bukan solusi, bahkan cenderung menyensarakan masyarakat. jadi saya berharap kepada pihak-pihak yang berwenang terkait hal ini untuk lebih memilah lagi keputusannya,” harapnya.

Ketua Dema IAIN Kendari, Hendra Setiawan berharap bahwa rencana kenaikan harga BBM ini hanya sekedar wacana, apabila hal ini benar terjadi maka mahasiswa akan menggelar aksi yang lebih besar lagi.

“Semoga wacana ini hanya sekedar wacana, apabila pemerintah sampai melaksanakannya, yakin dan percaya seluruh mahasiswa IAIN Kendari akan menggelar unjuk rasa yang lebih besar dari pada ini,” tukasnya.

Pamerkan 60 Produk Unggulan, IAIN Kendari Adakan Expo Hasil KKN

 

Reporter : Andi Ardian Dwi Rahmat

Editor : Al-izar

 

Kendari, Objektif.id – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari melaksanakan EXPO, guna memamerkan sejumlah produk mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN). Rabu, 31 Agustus 2022.

 

KKN EXPO itu mengangkat tema “Mengabdi dan Berkarya dari Desa, Wujudkan Indonesia Maju” kegiatan bertempat di gedung Auditorium IAIN kendari itu langsung oleh Warek I IAIN kendari, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Ketua Lembaga Pusat Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Kendari, Kepala LP2M IAIN Pare-pare, Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) provinsi Sulawesi Tenggara, Dosen Pembimbing KKN, Dan Seluruh Mahasiswa KKN 2022.

 

Kepala LP2M, Abdul Gaffar Mengatakan, Kegiatan ini bertujuan untuk Memperlihatkan dan mempresentasikan hasil produk KKN juga menjadi penghargaan Bagi mereka yang telah Melaksanakan KKN 2022.

 

“Kegiatan KKN EXPO ini nantinya Mahasiswa yang telah melakukan KKN dapat Memperlihatkan dan mempresentasikan hasil produknya baik itu melalui video juga berupa bahan jadi serta dapat menjadi penghargaan bagi mereka supaya terlihat oleh masyarakat, “ungkapnya.

 

Abdul Gaffar Menambahkan, produk yang dinilai paling inovatif dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi sumber pendapatan masyarakat akan diberikan bantuan dana pengembangan produk melalui program pengabdian oleh LP2M IAIN Kendari.

 

“Jadi ada penilaian dari Dispenda dan nanti kita ingin sekali produk-produk yang memang memungkinkan untuk di tindak lanjuti dalam bentuk bantuan pengabdian, maka kami akan memberikan kesempatan untuk mengajukan proposal supaya mendapatkan bantuan dana pengabdian tersebut, ” lanjutnya.

 

Dia berharap dengan diadakannya KKN Expo ini maka dapat meningkatkan kreativitas mahasiswa baik itu dari sisi inovasinya dan memiliki prospek yang bagus untuk kedepannya juga muncul Keterlibatan masyarakat dalam pengolahan nya.

 

“Jadi harapannya itu agar terbangun kreativitas dari sisi inovasinya, memiliki prospek yang bagus untuk kedepannya nanti dan hadir berbagai keterlibatan masyarakat dalam pengolahan nya, ” harapnya.

 

Warek I IAIN Kendari, Husain Insawan, menyebutkan bahwa terdapat 60 produk Usaha Mikro dan Kecil yang dikembangkan oleh peserta KKN. Contoh nya ada kripik kulit pisang, kripik pohon pisang, gula-gula dari kelapa, abon ikan, Teh daun kelor, produk kecantikan dan masih banyak lagi. Pengembangan produk ini terbagi secara merata pada empat kabupaten di Sulawesi Tenggara yang menjadi tempat lokasi KKN yaitu Konawe Kepulauan, Wakatobi, Bombana dan Konawe Utara.

 

“Saya sangat mengapresiasi Kegiatan ini yang mana sangat bagus untuk pengembangan mahasiswa dan baru pertama kali ini diadakan, Nah sempat saya survai tadi ada sekitar 60 produk yg di sajikan, ada kuliner, jamu, produk kecantikan, pupuk organik dan lain sebagainya yang pengembangannya terbagi secara merata pada empat kabupaten di Sulawesi Tenggara yang menjadi tempat lokasi KKN tahun 2022”, tutupnya.

Renovasi Ruangan Telat, Ini Tanggapan Pihak Fakultas!

Reporter : Hajar
Editor : Redaksi

Kendari, Objektif.id – Renovasi ruang perkuliahan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari yang terlambat menjadikan proses perkuliahan menjadi tidak efektif.

Pasalnya banyak dari pihak civitas akademika FEBI terhambat dalam menjalankan proses perkuliahan karena tidak adanya ruangan.

Dari informasi yang didapatkan awak media objektif.id awalnya pihak kontraktor menyanggupi untuk menyelesaikan proyek sebelum waktu perkuliahan semester ganjil tahun 2022 dimulai.

Menanggapi hal tersebut, pihak FEBI telah melakukan antisipasi agar civitas akademika FEBI IAIN Kendari tetap dapat menjalankan perkuliahan.

“Pihak FEBI telah menyurat ke Pascasarjana untuk meminjam gedung perkuliahan sementara waktu, selama satu bulan sambil menunggu selesainya proses renovasi”, ucap Dekan FEBI, Rusding Mohaling, Selasa, 30 Agustus 2022.

Keterlambatan pembangunan ini disebabkan juga oleh tukang yang menangani pekerjaan sangat minim serta pengelolaan penganggaran infrastruktur masih terpusat sepenuhnya dipihak rektorat IAIN Kendari.

“Dari hasil pantauan kami di fakultas pengerjaan ruang kelas ini hanya dikerjakan beberapa tukang, dan idealnya angggaran pembangunan itu dikelola langsung saja oleh pihak fakultas supaya bisa menentukan sendiri kapan harus melakukan penataan infrastruktur agar tidak terjadi hal seperti sekarang, dimana mahasiswa menumpuk sedang ruang perkuliahannya belum tersedia,” tambahnya.

Untuk diketahui, renovasi gedung perkuliahan Febi berlangsung sejak akhir juli hingga sekarang. Padahal perbaikan gedung sudah disodorkan ke rektorat sebelum mahasiswa baru tahun 2022 masuk, bahkan jauh sebelum itu.

Maba Keluhkan Fasilitas Infrastruktur dan Critical Thinking Lembaga Kemahasiswaan

Reporter : Hajar
Editor : Redaksi

Kendari, Objektif.id – Polemik terlambatnya renovasi ruang perkuliahan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari mengundang sejumlah reaksi dari berbagai kalangan. Tanggapan itu salah satunya datang dari seorang Mahasiswa Baru (Maba).

“Setelah dikukuhkan sebagai mahasiswa pasca Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) IAIN Kendari 2022, tentu saya berharap pemenuhan hak akademik mahasiswa bisa terwujud,” ucap MT, Selasa, 30 Agustus 2022.

Proses renovasi ruang perkuliahan FEBI IAIN Kendari.

Seyogyanya kampus harus memenuhi segala fasilitas perkuliahan sebab orientasi pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) salah satunya diperuntukkan juga untuk menunjang ketersediaan kebutuhan mahasiswa dalam proses belajarnya.

“Kami sudah bayar UKT pas mau masuk kampus, tiba kita ingin kuliah, gedungnya belum disediakan,” lanjutnya.

Ia juga sempat mempertanyakan tentang fungsi Senat Mahasiswa (Sema) dan Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema)  FEBI Maupun Institut terkait fungsi pengawasan dan critical thinking terhadap seluruh aktivitas kegiatan birokrasi kampus.

“Sangat disesalkan ketika ada keluhan mahasiswa seperti ini tidak ada lembaga kemahasiswaan yang kawal, masa didepannya ji maba jago bicara baru dibirokrasi takut,” tutupnya.

Sebagai tambahan informasi bahwa renovasi tersebut tidak memiliki papan proyek yang menjelaskan secara gamblang masa pengerjaan hingga rincian penganggaran.

Sampai berita ini terbit, masing-masing lembaga kemahasiswaan  FEBI ataupun Institut sedang tidak ada di kantornya untuk dimintai keterangan terkait anomali pembangunan gedung perkuliahan.

Tingkatkan Skill Mahasiswa, Lab Mini Bank Syariah FEBI Adakan Workshop SBDP

Reporter : Andi Ardian Dwi Rahmat

Editor      : Objektif

Kendari, Objektif.id – Lab Mini Bank Syariah Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari gelar Workshop Students Banking Development Program (SBDP) yang dilaksanakan di Aula Mini IAIN Kendari, Senin 29 Agustus 2022.

Workshop ini akan berlangsung selama dua hari 29-30 Agustus 2022 yang diisi oleh narasumber asal UIN Alauddin Makassar dan Micro Staff BSI cabang Kendari.

Kepala Lab Mini Bank Syariah, Muljibir Rahman mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menjadikan mahasiswa Sebagai Officers Development Program (ODP) Yang memiliki kemampuan dan Skill yang bagus.

“Di dalam workshop ini menambah Kemampuan dan skill mahasiswa yang nantinya dapat menjadi ODP,” ungkapnya.

Dia berharap dengan diadakannya workshop ini mahasiswa nantinya bisa menjadi pemimpin di cabang-cabang perbankan.

“Diharapkan dengan bertambahnya wawasan dan skill mahasiswa ini nantinya dapat menjadi pemimpin di cabang-cabang perbankan di kemudian hari,” harapnya.

Dekan FEBI, Rusdin Muhalling, juga mengatakan bahwa pelaksanaan workshop SBDP ini sangat berguna untuk melatih kemampuan dan skill mahasiswa untuk menghadapi era digitalisasi yang sekarang ini.

“Iya, kegiatan workshop ini sangat bagus, karena kemampuan dan skill mahasiswa bisa bertambah yang mana sekarang ini kita sedang berada di era digitalisasi”, tutup nya.