Usai Terpilih Sebagai Ketua Umum HMI Cabang Kendari, Enggi Indra Syahputra Optimis Bakal Lahirkan Kader Berkualitas

Reporter : Rizal Saputra
Editor : Al-Izar

Objektif.id, Kendari – Setelah terpilih sebagai Formatur atau Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kendari Periode 2022-2023, melalui forum Kenferensi Cabang (Konfercab) ke-XXIX, Enggi Indra Saputra Optimis bakal lahirkan kader-kader yang berkualitas.

Hal tersebut disampaikan Enggi Indra Saputra setelah terlaksananya forun Konfercab ke-XXIX di Gedung Wisma Lafran Pane, Kota Kendari, Kamis (3/2/2022).

“Saya bukan sisapa-siapa tanpa adanya teman-teman sekalian, saya percaya bahwa ketika teman-teman mampu menopang saya, kita akan mampu melahirkan kader-kader Himpunan Mahasiswa Islam yang berkualitas lagi,” Ucapnya saat menyampaikan sepatah kata setelah namanya terpilih sebagai ketua Umum HMI Cabang kendari.

Ket. Penyerahan hasil sidang Konfercab dari pimpinan sidang ke tim Karateker, Foto: Rizal Saputra

Hal senada juga disampaikan Mide Formatur II, Muh. Fadri Laulewulu mengatakan, dengan kepengurusan Enggi Indra Saputra periode 2022-2023 bisa merangkul serta menampung aspirasi-aspirasi dari tiap-tiap komisariat yang ada di Kota Kendari.

“Saya yakin dengan kepengurusan Enggi Indra Saputra ini mampu mengakomodir seluruh komisariat-komisariat Himpunan Mahasiswa Islam yang ada di Kota kendari ini,” kata Muh. Fadri Laulewulu.

Di tempat yang sama, Muh Zulhijah yang terpilih sebagai Mide Formatur I, juga mengajak seluruh kader HMI Cabang Kendari untuk bahu-membahu mengawal kepengurusan ini agar kedepannya lebih baik lagi.

“Mari sama-sama kita berjuang memperbaiki himpunan ini, mari sama-sama kita menata himpunan ini yang lebih baik sesuai tujuan Himpunan Mahasiswa Islam,” tuturnya.

Sementara itu, Tim Karateker yang diwakili oleh Karimul Hamid mengatakan, HMI cabang Kendari dengan Forum Konfercab yang kami laksanakan ini bersama Tim Karateker dan tiga kandidat, melahirkan 12 suara denga jumlah komisariat banyak, maka PB HMI untuk menyatukan seluh perpecahan di cabang-cabang dan Badko harus melihat dimana mayoritas dan dimana yang konstitusional.

“Harapan saya sebagai tim Karateker bersama saudara Rido adalah HMI Cabang Kendari harus menyatu, Semoga HMI Cabang Kendari bisa kembali berkiprah, membawa nama baik HMI dan mengabdi untuk umat dan Bangsa,” harapnya.

Foto bersama usai Konfercab, Foto: Rizal Saputra/Objektif.id

HMPS HTN Gelar Sosialisasi: Pentingnya Pendidikan Demokrasi Pada Pemilih Pemula

Reporter : Fitriani

Editor : Atsr

Objektif.id, Kendari – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Hukum Tata Negara (HTN) gelar sosialisasi pendidikan demokrasi pada pemilih pemula di SMAN 14 Konawe Selatan dan SMAN 13 Konawe Selatan, Senin (24/01/2022).

Kegiatan Sosialisasi ini di ikuti oleh Mahasiswa semester satu serta siswa siswi kelas tiga dan di pimpin oleh ibu Irma Irayanti S.HI., M.Pd selaku dosen mata kuliah pendidikan kewarganegaraan.

Beliau selaku pembina kegiatan sosialisasi mengatakan tujuan di laksanakan sosialisasi ini adalah untuk mengedukasi para pemilih pemula untuk menggunakan hak suaranya.

“Pada sosialisasi pemilih pemula ini tujuannya adalah untuk mengedukasi pemilih pemula dalam hal ini anak-anak SMA yang di tahun ini mereka sudah masuk usia 17 tahun bahkan ada yang sudah pernah ikut pemilihan kepala desa”, ungkapnya.

Selain itu karena adanya kekhawatiran terkait kegiatan pemilihan yang akan datang, maka dari itu sosialisasi ini dilaksanakan.

“Indonesia akan memasuki masa-masa tahun pesta demokrasi tahun 2024 akan ada pemilihan presiden dan pemilih-pemilih pemula ini banyak sekali yang belum pernah ikut pemilihan umum karna usia mereka baru masuk 17 tahun otomatis mereka harus di edukasi dan di ajarkan bagaimana cara memilih,kemudian bagaiman menyongsong pemilu berkualitas, bagaimana menyalurkan pendapat mereka sehingga bisa menjadi pemilih yang cerdas”, jelasnya.

Kegiatan ini di buka dengan pengantar panitia pelaksana dan dari pihak sekolah dan penerimaan materi yang di bawakan oleh Ibu Irma Irayanti S.HI., M.Pd selaku Narasumber pada kegiatan tersebut.

Kemudian berlanjut dengan sesi tanya jawab dan di akhir acara untuk siswa dan siswi yang bertanya dan menjawab pertanyaan di berikan Hadiah.

5 Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konfensional yang Wajib Anda Tau

Setiap orang tentu ingin memiliki masa depan yang baik. Untuk mencapainya, ada banyak cara yang bisa dilakukan. Salah satunya adalah dengan menabung.

Memiliki tabungan menjadi hal yang wajib dilakukan sebagai bentuk investasi di masa depan. Saat ini, banyak cara dan jenis yang bisa dilakukan dalam menabung, misalnya di bank.

Ada dua jenis bank yang dikenal masyarakat di Indonesia, yaitu bank syariah dan bank konvensional. Bank syariah merupakan perusahaan keuangan yang menerapkan prinsip hukum Islam sesuai dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Sementara bank konvensional, yaitu perusahaan keuangan yang menerapkan kegiatan usaha secara umum berdasarkan prosedur dan ketentuan yang telah ditentukan oleh negara.

Dari kedua bank tersebut tentu memiliki  perbedaan. Dilansir dari linkaja.id, Berikut perbedaan mendasar antara Bank Konvensional dan Bank Syariah:

1. Prinsip Pokok Bank Syariah dan Bank Konvensional

Perbedaan bank syariah dan bank konvensional pertama dilihat dari prinsip yang dijalankan keduanya. Ada beberapa prinsip dasar yang dijalankan baik bank syariah maupun bank konvensional, di antaranya:

a. Prinsip pertama berkaitan dengan pertumbuhan dana yang disimpan nasabah pada bank tersebut. Bank syariah tidak menerapkan sistem bunga, namun lebih menerapkan pada sistem bagi hasil. Di bank konvensional, uang biasanya bertumbuh dari bunga yang diberikan pihak bank.

b. Prinsip yang berkaitan dengan nilai. Bank syariah cenderung tidak bebas nilai. Artinya hanya berinvestasi pada usaha yang halal menurut ajaran Islam. Sedangkan, bank konvensional memegang prinsip bebas nilai. Artinya bank konvensional bebas dari nilai-nilai agama sehingga bisa menjalankan peran dan kegiatan apa saja selama menghasilkan keuntungan dan tidak melanggar aturan yang berlaku dari lembaga keuangan negara seperti OJK maupun Bank Indonesia.

c. Prinsip yang berkaitan dengan pandangan pada uang. Bank syariah menganggap uang sebagai bagian dari alat tukar, bukan sesuatu yang bisa diperdagangkan. Bank syariah lebih menganggap uang bisa ditukarkan dalam bentuk lain sesuai kebutuhan. Sementara itu, bank konvensional memberlakukan uang sebagai barang yang bisa diperdagangkan.

2. Kegiatan Bank Syariah dan Bank Konvensional

Dari sisi kegiatan yang dijalankan, bank konvensional menjalankan fungsi sebagai penyedia jasa keuangan dan intermediasi atau perantara dari penabung dan peminjam seperti individu/rumah tangga, pemerintah, dan usaha.

Sedangkan bank syariah, bukan hanya sebagai penyedia layanan keuangan dan intermediasi, tapi juga menjalankan fungsi sebagai investor sosial.

3. Risiko Usaha Bank Syariah dan Bank Konvensional

Adapun perbedaan bank syariah dan bank konvensional lainnya dilihat dari risiko usaha yang diterapkan. Risiko usaha yang terdapat pada bank syariah lebih mengedepankan nilai yang dipikul bersama baik keuntungan dan kerugian antara kedua belah yaitu nasabah maupun bank.

Pada bank konvensional, pihak bank tidak mengurusi risiko yang akan muncul pada nasabahnya. Begitu pun sebaliknya, pihak nasabah juga tidak perlu mengurusi risiko yang muncul pada pihak bank tersebut.

4. Sumber Likuiditas Jangka Pendek Bank Syariah dan Bank Konvensional

Baik bank syariah maupun bank konvensional, sama-sama mendapatkan likuiditas dari dua sumber, yaitu bank sentral dalam hal ini bank Indonesia dan pasar uang. Namun, sumber pasar uangnya berbeda. Likuiditas bank syariah memiliki sumber dari pasar uang yang menerapkan nilai syariah. Lain hal dengan bank konvensional, pasar uang bebas bersumber dari mana saja.

5. Struktur Pengawas Bank Syariah dan Bank Konvensional

Perbedaan bank syariah dan bank konvensional yang terakhir, yaitu dari struktur pengawas. Setiap bank pasti dilengkapi dengan dewan pengawas yang tersusun dalam struktur organisasi pada lembaga keuangan tersebut. Adanya pengawas pada kedua bank ini agar segala aktivitas yang dijalankan sesuai dengan fungsi serta tujuannya.

Bank syariah, memiliki struktur pengawas yang terdiri dari beberapa bagian, yaitu dewan syariah nasional, dewan pengawas syariah, dan dewan komisaris. Pada bank konvensional, struktur pengawas biasanya dipegang oleh dewan komisaris.

Penulis: Abdan

Sebanyak 161 Mahasiswa Fakultas Syari’ah IAIN Kendari Mengikuti Pembekalan PPL

Reporter : Al-izar
Editor : Elfirawati

Objektif.id, Kendari – Fakultas Syariah (FASYA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari melaksanakan kegiatan pembekalan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) tahun 2022 di hotel Zahra, Jum’at (7/1/2022).

Kegiatan pembekalan itu mengangkat tema “Pengembangan Kompetensi Mahasiswa Fakultas Syari’ah IAIN Melalui Transformasi Pelayanan Umat Menuju Indonesia Emas Tahun 2045”.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Rektor 1 IAIN Kendari Dr, Husain Insawan M.Ag, Dekan Fakultas Syari’ah Dr. Hj. Ipandang, M.Ag, Kanwil Kemenkuham, Pengadilan Agama, Pengadilan Negeri, Polda serta para dosen pembimbing lapangan dan para peserta pembekalan dari kelompok mahasiswa.

Wakil Rektor I, Husain Insawan mengatakan, bahwa dalam melaksanakan magang atau PPl ini ada dua komponen besar yang harus diperhatikan yaitu, hard skill dan soft skill.

“Berbicara tentang hard skill itu berarti, kita bicara mengenai kompetisi. Baik itu pengetahuan, maupun keterampilan yang berjalan dan diberlakukan pada instansi tersebut kemudian dipadukan dengan kompetensi yang telah kita miliki,” katanya.

Lanjutnya, ia juga mengatakan, agar kreativitas mahasiswa yang mengikuti PPL ini harus senantiasa dibangun.

“Soft skill ini terkait dengan kreativitas mahasiswa yang melaksanakan praktek pengalaman lapangan, kreativitas harus senantiasa di bangun, harus ada inisiatif kretivitas dari mahasiswa kita,” tambahnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Syariah, Ipandang, memberi pesan kepada mahasiswa(i) yang mengikuti PPL tersebut agar disiplin ketika di lokasi PPL masing-masing.

“Jangan menyusahkan di tempat yang dituju nanti, di Pengadilan Agama, Pengadilan Tinggi, Pengadilan Negeri dan lain sebagainya. Kenapa harus seperti itu, karena ada konsekuensi nilai di situ bagaimana kedisiplinan para mahasiswa yang mengikuti PPL,” ucapnya saat menyampaikan sambutan.

Ia juga berharap kepada seluruh mahasiswa(i) Fakultas Syari’ah agar dapat memberikan yang terbaik.

“Berikan yang terbaik dimana anda ditempatkan,” harapnya.

Pentingnya Kebersihan Pantai, HMPS PAI Gelar Bakti Sosial di Pantai Nambo

Reporeter: Fitriani
Editor: Elfirawati

Objektif.id, Kendari – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Agama Islam (PAI) gelar bakti sosial bersih-bersih di Pantai Nambo, Kelurahan Nambo, Kecamatan Abeli, Kabupaten Kendari, Rabu (5/1/2022).

Dari pantauan objekjif.id dilokasi, aksi bersih-bersih pantai itu diikuti oleh mahasiswa semester satu dipimpin lansung oleh Irma Irayanti S.HI., M.Pd serta beberapa anggota Dinas Pariwisata.

Pembina Kegiatan, Irma Irayanti mangatakan, aksi bersih-bersih pantai ini merupakan bagian kecil dari nasionalisme mahasiswa atau implementasi dari mata kuliah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.

“Bersih-bersih pantai ini sebenarnya kita sedang mengajarkan kepada mahasiswa secara tidak langsung bagaimana Sustainable Development Goals (SDGs) dan bagaimana itu nilai-nilai nasionalisme, bagaimana mencintai negeri kemudian menghargai linkungan serta sadar untuk menjaganya,” kata Irma Irayanti.

Irma Irayanti, menambahkan, bahaya dari sampah jenis plastik ini antara lain pencemaran air laut yang dapat mengganggu rantai makanan dan membunuh hewan laut, pencemaran air tanah karena sampah plastik tidak mudah terurai, sehimgga target utama dari kegiatan ini adalah sampah plastic.

“Target kegiatan ini adalah sampah plastic,” tambahnya.

Dikutip dari icctf.or.id, Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan dasar pijakan Pemerintah Indonesia dalam melakukan pembangunan berkelanjutan. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menetapkan target mendesak terkait SDGs urusan ekosistem laut tersebut.

Targetnya, pada 2020 ini ada upaya mengatasi dampak merugikan tersebut guna tercipta laut yang sehat dan produktif. Serta melakukan konservasi setidaknya 10% wilayah pesisir. Sementara pada 2025 targetnya adalah mengurangi polutan laut termasuk sampah plastik.

Sementara itu, Ketua Panitia, Wahyu Dias Ramadan berharap, aksi bersih-bersih tidak hanya dilakukan pada tempat ini, akan tetapi di lingkungan masing-masing.

“Harapan saya kepada seluruh masyarakat dan mahasiswa, bukan saja kebersihan itu kita lakukan di satu tempat dalam rangka tertentu. Akan tetapi,kebersihan itu harus kita jaga dalam rangka kebersamaan dan kebersihan lingkungan kita,” tuturnya.

Hilangnya Ketua KPUM IAIN Kendari Usai Pemilma

Reporter: Rizal Saputra

Editor: Riski

Objektif.id, Kendari – Kabar Ketua Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) Amirulah, telah mengilang heboh di jejaring media sosial, terutama di berbagai grub WhatsApp.

“Dicari Ketua KPUM yang telah mengilang sejak pemilma ditutup……

“Dia kemana kah ini Ketua KPUM bela…?” tulis Nandar digrub WhatsApp yang diterima objektif.id, Kamis (30/12/2021).

Salah satu mahasiswa yang enggan disebutkan namanya, mengeluhkan hingga saat ini belum ada hasil dari pemilihan kemarin.

“Padahal, itu pemilihan sudah selesaimi tapi belum ada hasilnya,” ucapnya saat diwawancarai.

Untuk diketahui, saat dikonfirmasih terpisah melalui via seluler, Ketua KPUM tidak dapat dihubungi, hingga berita ini diterbitkan.

Pentingnya Kesehatan, HMPS BPI Gelar Seminar Milenial Mental Health 

Reporter : Syafira
Editor : Rizal Saputra

Objektif.id, Kendari – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) menggelar seminar Milenial Mental Health dengan tema In Mental Health Means, di Gedung Aulamini Perpustakaan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN)  Kendari, Selasa (28/12/2021).

Ketua Program Studi PBI, Ni’matuz Zuhrah mengatakan, tujuan dari seminar ini, untuk memberikan pemahaman serta selalu berpikir posistif dalam mejalankan peran dan fungsinya sebagai mahasiswa.

“Kegiatan ini juga bertujuan bagaimana nanti mahasiswa selalu berpikiran positif disetiap menjalankan perannya, apalagi ini sebagai mahasiswa yang kemudian sedang berada dimasa pandemi, pasca pandemi ya, masih banyak permasalahan-permasalahan yang dihadapi,” ucapnya saat menyampaikan sambutan.

Tidak hanya itu, ia berpesan untuk mahasiswa yang mengikuti seminar ini, dapat memberikan gambaran kepada masyarakat sekekilingnya khususnya mahasiswa lainnya yang tidak sempat mengikuti seminar ini.

Bahwa, setiap manusia selalu diuji dengan permasalaha, baik itu masalah dalam kehidupan maupun masalah dalam menjalankan fungsi dan perannya sebagai mahasiswa. Namun perlu dingat setiap masalah pasti punya sisi baik dan buruk.

“Caranya kita supaya bisa menerima keadaan diri kita dengan baik, supaya bisa mengintropeksi diri kita dengan baik dan bisa merubah itu dengan baik dengan mengambil selalu sisi positif bukan negatif,” ujarnya.

Wakil Dekan III Fakultas Ushuliddi Adab dan Dakwah (FUAD) Dr. H Iksan berpesan kepada mahasiswa yang mengikuti seminar Milenial Mental Health ini, agar menyimak baik-baik apa yang disampaikan pemateri.

“Dengarkan baik-baik apa yang disampaikan, kemudian anda merauk sebanyak-banyaknya ilmu dari ibu Nurhaerani Haebah,” ucapnya saat menyampaikan sambutan.

Sementara itu, Ketua Panitia, Wahyudi Jisaid mengungkapkan, perencanaaan kegiatan ini sudah sejak lama diperbincangkan pada tatanan pengurus. Namun hari ini baru bisa diselenggarakan.

“Persiapan untuk Kegiatan ini sebenarnya sudah lama di rencanakan tapi karena satu dan lain hal,” ungkapnya.

Lanjut Wahyudi, Besar harapannya kepada mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini, dapat mengetahui bagaimana cara kita mengatasi masalah yang terjadi dalam diri kita.

“Setelah mengikuti kegiatan mental health ini, mahasiswa jadi tau, bagaimana sih sebenarnya cara kita mengatasi masalah dalam diri kita,” harapnya.

Sedangkan Rahma, selaku Ketua Hmps BPI, mengatakan bahwa harapan kedepannya kepada Hmps BPI agar bisa menciptakan kegiatan-kegiatan yang bisa bermanfaat bagi seluruh mahasiswa.

” Untuk harapan hmps kedepannya lagi semoga bisa menciptkaan lagi kegiatan – kegiatan yang bisa bermanfaat lagi kepada seluruh mahasiswa, bisa menjadi terobosan baru lagi kedepannya menjadi lebih baik lagi,” ungkapnya.

Adakan Kelas Literasi, UKM-Pers IAIN Kendari Hadirkan Penulis Sekaligus Stand Up Comedian

Reporter : Elfirawati

Editor : Al-izar

Objektif.id., Kendari — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pers Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari adakan Kelas Literasi bagi Anggota Muda UKM-Pers Angkatan XXI.

Kelas literasi adalah kegiatan mengenal dunia literasi sebagai upaya menarik minat dan menumbuhkan budaya baca dan tulis bagi anggota muda UKM Pers IAIN Kendari.

Kelas literasi tersebut akan berlangsung selama tiga minggu di mana kelasnya terbagi menjadi literasi fiksi, literasi jurnalistik, dan literasi ilmiah. Setidaknya, terdapat delapan sub materi dalam kelas literasi itu. Beberapa materi tersebut di diantaranya ; Teknik Penulisan Cerpen, Teknik Penulisan Novel, Teknik Penulisan Artikel, Teknik Penulisan Jurnal, Teknik Penulisan Essay, Teknik Penulisan Berita, Teknik Penulisan Opini, dan Teknik Penulisan Picture.

Ketua Umum UKM-Pers, M. Ilham Pranata mengatakan, bahwa kegiatan tersebut diadakan untuk mengenalkan dunia literasi kepada anggota muda sebagai upaya untuk menumbuhkan ketertarikan dan minat baca dan tulis.

“Iya, jadi kegiatan ini kami adakan agar adik-adik bisa lebih mengenal tentang dunia literasi dan juga menumbuhkan minat baca dan tulis mereka. Juga sekaligus untuk melihat kemampuan adik-adik ini di mana letak ketertarikan dan juga kemampuan mereka agar kami bisa memfokuskan mereka di bidang literasi yang mereka tekuni, ” jelasnya. Minggu, (26/12/2001).

Kelas literasi ini sudah berlangsung dua hari dan akan diadakan setiap sabtu dan minggu selama tiga minggu berturut-turut.

Menariknya, pemateri yang dihadirkan dalam kelas literasi fiksi “Teknik Penulisan Novel” tersebut adalah Yusuf Idris Wilo seorang penulis sekaligus Stand Up Comedian.

Beberapa karyanya telah diterbitkan, berikut ini karya-karya Yusuf diantaranya ; Is This Love? (Novel), Lembah Lelaki (Kumpulan Puisi), Lantai 2 (Kumpulan Cerpen), Cinta Yang Candu (Novelet), dan Latihan Melupakan (Life Style).

Yusuf mengungkapkan, bahwa ia juga tak hanya sibuk menulis akan tetapi, ia juga aktif mengisi kelas-kelas kepenulisan di kota Kendari.

“Iya, selain menjadi Penulis dan Stand-Up Comedian saya juga aktif mengisi kelas-kelas kepenulisan di kota Kendari,” ungkap Yusuf.

Ia juga mengungkapkan, bahwa akan menggelar sebuah projek diberi nama Writer Laboratory.

“Jadi, projeknya itu Writer Laboratory yang rencananya akan diadakan bulan Januari nanti dan projek ini akan terbuka untuk umum,” ungkap Yusuf.

Sebagai informasi, Writer Laboratory adalah sebuah kelas kepenulisan yang nantinya akan digelar bulan Januari nanti. Namun, Projek Writer Laboratory ini akan berbeda dengan kelas-kelas kepenulisan pada umumnya. Karena konsep yang akan digunakan Yusuf jauh berbeda dan tentunya menarik diikuti. Projek baru Yusuf ini sangat menarik untuk diikuti bagi teman-teman yang tertarik dan ingin terjun di dunia tulis-menulis.

Upaya Mempererat Silaturahmi, HMPS MPI Mengadakan Bina Akrab

Reporter : Rheka Vandita

Editor : Al-izar

Objektif.id, Konawe – Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (HMPS MPI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari menggelar bina akrab.

Kegiatan yang tema Management Running Maze itu digelar di Permandian Toronipa Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, pada tanggal 26 Desember 2021.

Ketua Panitia, Alya Lidya Zahira menjelaskan, tujuan dari kegiatan Bina Akrab dengan tema Management Running Maze ini adalah untuk mempererat tali persaudaraan antara mahasiswa dengan alumni MPI yang ada di IAIN Kendari.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mempererat tali persaudaraan, tali rasa kekeluargaan antara program studi manajemen pendidikan Islam mulai dari alumni, senior angkatan 2017 sampai 2021 dan kalau bisa ya dengan dosen juga,” ungkapnya.

Di tempat yang sama salah satu peserta, Meri Patmawati menuturkan, setelah mengikuti kegiatan bina akrab tersebut dia lebih mengenal yang mana senior dan mana yang junior.

“Dengan adanya kegiatan ini, saya lebih mengenal teman-teman seangkatan saya, kemudian saya dapat mengenal mana yang senior mana yg junior, karena pepatah mengatakan tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta.” tutupnya.

Upaya Melanjutkan Ragenerasi, UKK Mahiscita IAIN Kendari Gelar Mubes

Reporter : Asrinawati Aziza

Editot : Rizal Saputra

Objektif.Id, Kendari – Mahasiswa Islam Pencinta Alam (Mahiscita) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari menggelar Musyawarah Besar (Mubes) ke XXIV di Gedung Auditorium IAIN Kendari, pada 25-26 Desember 2021.

Ketua Panitia, Abdul Rahmat mengatakan, Mubes kali ini mengangkat tema Mewujudkan Regeneritas Kepemimpinan Yang Berintegritas Demi Kejayaan Mahiscita IAIN Kendari.

Menurutnya, tema yang diusung pada mubes ke-24 ini adalah langkah untuk mendorong UKK Mahiscita agar lebih baik lagi.

“Tema ini akan lebih mendorong MAHISCITA kedepannya selalu memenuhi standar-standar yang diharapkan,” Tutur Rahmat saat menyampaikan laporan Ketua Panitia.

Ditempat yang sama, Wakil Rektor III, Herman, berpesan pada calon ketua mahiscita, agar menerima hasil keputusan dari Mubes ini.

“Saya berpesan bahwa silahkan melakukan musyawarah yang tentunya para kandidat ini mencalonkan diri pasti yang namanya siap kalah dan siap menang, oleh karena itu siapapun dia kalau menang mari kita dukung bersama-sama. Jangan terjadi bentrok, jangan terjadi saling singgung menyinggung,” ujarnya saat menyampaikan sambutan.

Sementara itu, Atas nama Ketua Mahiscita, Intan Nurmainah, berharap siapapun peminpin yang akan terpilih nantinya mampu menciptakan generasi-generasi yang bertanggung jawab mewujudkan cita-cita Mahiscita IAIN Kendari.

“Mampu menciptakan generasi-generasi yang hebat berintegritas dan berkualitas dalam segala bidang, mampu melahirkan pemimpin yang mampu bertanggung jawab sehingga dapat mewujudkan cita-cita MAHISCITA IAIN Kendari,” Harap Intan Nurmainah.

Diduga Oknum Dosen Ikut Campur Proses Pemilma, Ini Tanggapan Warek III IAIN Kendari

Reporter: Lisa
Editor: Rizal Saputra

Objektif.id, Kendari – Diduga salah satu oknum Dosen terindikasi ikut bermain kotor pada proses Pemilihan Mahasiswa (Pemilma) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, Kamis (24/12/2021).

Hal itu dikatakan oleh Ketua Sema I, Sarman, pada pemilihan yang baru saja dilaksanakan, banyak masalah-masalah pada saat pemilihan.

“Bagaimana tidak, pada saat akses sia mahasiswa baru. Sementer Satu khusus satu tidak bisa masuk dan memilih,” ucap sarman.

Anehnya, sehari sebelum dilaksanakannya pemilihan, untuk mahasiwa baru angkatan 2021, tidak bisa login di akun sia mereka.

Menurutnya, hal tersebut adalah ulah salah oknum dosen yang sedang mencoba memenangkan salah satu Parpolma.

“Kenapa timbul kecurigaan dan indikasi ada yang bermain karena posisinya hanya semester satu dan satu hari sebelum pemilihan sia semester satu tidak bisa di akses nanti tadi sekitar jam 8 baru bisa,” tuturnya.

Hal itu menuai tanggapan dari Wakil Rektor III, Herman, iya mengatakan, hal tersebut belum tentu betul benar adanya.

“Itukan sebenarnya tidak faktual, itu hanya opini apa bukti apabila ada dosen yang terlibat seperti itu, itu hanya dugaan-dugaan,” ungkapnya.

Lagi, Pemilma IAIN Kendari Diduga Alami Indikasi Kecurangan

Reporter : Fadli

Editor : Elfirawati

Objektif.id, Kendari — Gedung Rektorat Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari diwarnai aksi kericuhan hal tersebut diduga adanya indikasi kecurangan dan unsur kesengajaan dari pihak birokrasi kampus.

Lagi-lagi Pemilma IAIN Kendari diduga alami indikasi kecurangan. Sama seperti Pemilma sebelumnya, Pemilma tahun ini juga diduga alami indikasi kecurangan.

Pemilma tahun ini berakhir ricuh, dikarenakan aplikasi yang digunakan mahasiswa(i) angkatan tahun 2021 untuk memilih calon SEMA Institut dan SEMA Fakultas mengalami error.

Beberapa Ketua Partai menganggap adanya indikasi kecurangan dan unsur kesengajaan yang dilakukan pihak birokrasi IAIN Kendari guna menjegal Parpolma lain.

Oleh karena itu, para pimpinan setiap Parpolma menggerakan masa aksi untuk menggeruduk Gedung Rektorat kampus IAIN Kendari guna menuntut dan meminta kejelasan dari adanya indikasi kecurangan Pemilma tahun ini.

Harpan Pajar, selaku Koordinator Lapangan (Korlap) pada aksi demo hari ini, mengatakan bahwa aksi tersebut dilakukan mahasiswa guna menuntut kejelasan dari adanya indikasi kecurangan dalam pemilma IAIN kendari.

“Aksi demo yang dilakukan oleh mahasiswa IAIN kendari kali ini, karena mahasiswa menggap Pemilma tahun ini terindikasi adanya kecurangan yang dilakukan Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (TIPD ) IAIN Kendari,” ungkap Harpan.

Sementara itu, Ketua Senat mahasiswa ( SEMA ) IAIN kendari, Sarman Al-Ausy menanggapi aksi demo mahasiswa pada hari ini.

“Saya tidak berpihak pada parpolma manapun, saya selaku ketua SEMA IAIN Kendari saya harus menengahi setiap permasalahan yang dialami mahasiswa IAIN kendari,” kata Sarman.

Lanjutnya, Sarman berharap agar pihak TIPD memperbaiki kembali permasalahan Pemilma kali ini.

“Tentunya harapan saya agar kiranya pihak pihak TIPD memperbaiki kembali permasalahan Kali ini, agar kiranya tidak terjadi lagi di kemudian hari. Saya juga menghimbau agar pihak dosen dan pihak birokrasi tidak campur tangan dan tidak mengintervensi mahasiswa dalam pemilma,” tutup Sarman.

Pemilma IAIN Kendari Diundur, Ini Alasannya

Reporter : Dila Lestari
Editor : Elfirawati

Objektif.id Kendari – Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) Institut Agama Islam Negeri Kendari mengundur  Pemilihan Umum Mahasiswa (Pemilma) Institut

Sejak pagi mahasiswa IAIN Kendari sudah memenuhi Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang telah disiapkan oleh KPUM di beberapa tempat yang tersebar di seluruh fakultas serta auditorium.

Namun, saat berlangsungnya Pemilma mahasiswa (i) angkatan tahun 2021 tidak bisa mengakses dan memilih di laman SIA IAIN Kendari. Hal tersebut memicu reaksi dari mahasiswa untuk melakukan aksi demo di depan Gedung Rektorat IAIN Kendari.

Aksi yang sempat diwarnai  kericuhan tersebut akhirnya berhasil mereda setelah pihak birokrasi turun dan mengadakan mediasi dengan mahasiswa.

Pihak Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (TIPD), Wahyu menjelaskan, bahwa kendala yang dialami saat pemilma  dikarenakan kurangnya sosialisasi saat proses simulasi.

“Sosialisasi saat simulasi masih kurang, tidak sampai sepuluh orang yang uji coba sistemnya,” kata Wahyu saat mediasi. Kamis, (23/12/2021).

Ia juga menambahkan, bahwa feedback dari pengguna dalam hal ini mahasiswa sangat perlu dilakukan agar bisa menguji sistem yang nantinya akan digunakan.

“Dalam mengembangkan sistemnya, kita perlu feedback dari pengguna dan saat digunakan secara riil baru ketahuan ada kendala,” tambahnya.

Akibat adanya  kendala tersebut pihak birokrasi serta KPUM  berdiskusi bersama mahasiswa memutuskan dan menyepakati untuk menunda pemilma dan memperbaiki sistem yang akan digunakan.

Wakil Rektor III, Dr.H. Herman, M.Pd.I mengatakan, bahwa Pemilma akan ditunda.

“Pemilma kami tunda hingga minggu depan, tapi itu belum pasti karna KPUM dan semua ketua partai akan melakukan rapat dahulu,” kata Herman.

Hal tersebut selaras dengan Ketua KPUM, Amirullah, ia mengatakan bahwa pihaknya bersama ketua-ketua partai akan menyelenggarakan rapat untuk penetapan hari Pemilma nanti.

“Untuk penetapan hari pemilihan nanti, pihak KPUM akan menyelenggarakan rapat bersama ketua-ketua partai terlebih dahulu. Nanti kita buat rapat tersendiri antara KPUM dan Parpolma,” tuturnya.

Ini Pesan Warek III, Dr. H. Herman M.Pd.I Pada Pemilma IAIN Kendari

Reporter: Syafirah

Editor: Rizal Saputra

Objektif.id, Kendari – Pesan Wakil Rektor III, Dr.H. Herman M.Pd.I Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, Pada Pemilihan Mahasiswa (Pemilma) yang melibatkan seluruh mahasiswa, Kamis, (24/12/2021).

Ia mengatakan, pemilihan Senat Mahasiswa Fakultas (Sema F) dan Senat Mahasiswa Institut (Sema I) adalah salah satu langka mengembangkan kampus ini.

“Siapapun yang terpilih itulah yang menjadi corong kita untuk mensosialisasikan lembaga kita ini, karena Institut kita ini adalah salah satu lembaga Islam yang ada di Sulawesi tenggara,” kata Herman.

Lanjut Herman, kata dia dalam pemilihan ini sama-sama menjaga keamanan dan ketertipan sehingga bisa menimbulkan rasa aman.

“Ya, tidak ada istilah saling adu jotos yang jelasnya mari kita bersama-sama mahasiswa dan seluruh sivitas akademika menjaga kondusivitas kampus kita, keamanan kampus kita, kedamaian kampus kita, agar supaya betul-betul kampus kita menjadi, ya harapan-harapan, menjadi dambaan – dambaan seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara,” lanjutnya.

Ia berharap, siapapun yang nantinya terpilih bisa nantinya bisa membawa marwah kampus IAIN Kendari menjadi harapan bagi masyarakat Sulawesi Tenggara.

“Tentunya harapan kami kampus ini dambaan – dambaan seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara,” harapnya.

Lima Parpolma, Siap Berlaga Pada Pemilma IAIN Kendari

Reporter : Nining Hastuti A

Editor : Elfirawati

Objektif.id., Kendari – Lima Partai Politik Mahasiswa (Parpolma) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari siap berlaga pada Pemilihan Mahasiswa (Pemilma) periode 2021-2022.

Ketua KPUM, Amirullah menjelaskan bahwa, ada lima Partai yang mencalonkan diri dan sudah diperiksa sudah lolos verifikasi berkas dan sampai saat ini belum ada pengurangan dan juga penambahan terkait kelima Partai tersebut.

“Diantara lima Partai yang siap bertarung ialah; Partai Bintang Mahasiswa (PBM), Partai Pergerakan Demokrasi Mahasiswa Merdeka (PANDAWA), Partai Serikat Mahasiswa Islam (PASMI), Partai Persatuan Lintas Mahasiswa (PELITA) dan Partai Amanat Mahasiswa (PANTAS),” kata Amir. Selasa, (21/12/2021).

Lanjutnya, ia berharap agar kelima Parpolma ini dapat bertarung secara sportif.

“Harapannya, teman-teman Parpolma ini dapat bertarung secara sportif dan selanjutnya, ketika terpilih menjadi Ketua atau menjadi perwakilan mahasiswa, Senat Mahasiswa (SEMA) bisa menjalankan fungsinya sebagaimana yang telah dikampanyekan dan sebagaimana visi misi dari partai politik itu sendiri,” tutup Amir.