UKM-Pers Gelar Diskusi Flim Dokumenter

(Suasana nonton bersama flim dokumenter “semes7a)

Reporter : Rinaldi
Editor : Rizal Saputra

Kendari, PersKampusBiru.com – Pentingnya menjaga ekosistem alam. Unit Kegiatan Mahasiswa Pers (UKM-Pers) gelar diskusi flim dokumenter, jumat (27/8/202).

Kegiatan diskusi flim dokumenter yang berjudul “SEMES7A” di laksanakan di pelataran kantor UKM-Pers, dimulai pukul 20. 00 – 23-00 WITA.

Ketua Umum UKM-Pers M. Ilham Pranata mengatakan, tujuan diakan diskusi flim ini, agar dapat mengambil hikma dari flim semensta yang ditayangkan.

“Adapun tujuan dengan di adakan diskusi film ini yaitu agar teman2 dapat mengambil pelajaran dam hikmah dari film semesta ini,” kata M Ilham, jumat, (27/8/2021).

Pemantik dalam diskusi flim dokumenter Muh. Sulhijah mengatakan, ada tiga poin penting yang bisa kita ambil dari flim dokumenter ini.

“Pertama, indonesia dengan berbagai Suku Budaya dan Agama, punya cara atau metode masing-masing untuk menjaga alam. Kedua, menjaga alam tudak musti harus persoalan yanag besara dulu, minimal tidak pada hal-hal yang kecil. ketiga hutan adalah ibu sedangkan air adalah darah, karna hutan adalah ibu air adalah dara maka harus kita jaga,” ungkap M. Sulhijah saap memulai diskusi jumat,  (27/8/2021).

Muh. Sulhijah melajutkan, “untuk menjaga alam tidak musti dari hal-hal yang besar saja akan tetapi hal-hal yang kecil juga perlu”.

Dia berharap diskususi-diskusi seperti ini harus tetap dilaksanakan. “Diskusi seperti ini akan menjadi hal yang kemudian kita istikomakkan, mungkin seminggu sekali atau dua minggu sekali itu penting,” harap Muh Sulhijah.

Di akhir dia berpesan diskusi ini tidak berhenti sampai di sini saja, tetapi harus sampai pada tahap implementasi.

“Untuk pengurus UKM-Pers bahwa diskusi ini tidak hanya berhenti di sini tetapi harus sampai pada taham implementasi, minimal kita tidak membuang sampah semabarang” tutup.

Hanya Coretan

(Muh.Aksan.  foto:Istimewa)

Oleh : M.A


Ketika mulut..

Tak dapat lagi berkata – kata

Tak mau lagi keluarkan suara

Disini… hanya disini ku merasa

Bisa kutuangkannya menjadi kata

 

Sekali lagi,

Hanya disini

Baca Juga: Agustua Dari Sudut Pandang Yang Berbeda

Aku meratap

Melihat dinding

Menatap lampu

Memohon petunjuk

Tentang suka yang kadang menyejukkan hati

Tentang duka yang menyesakkan dada

Dan disini…

Hanya jemari ini

Yang mampu menemani

Menekan tombol demi tombol

Tuk merangkai kata – kata

Menyampaikan isi hati  yang ku pendam.

UKM-Pers IAIN Kendari Gelar Diskusi Film Bumi Manusia

Reporter : Andika
Editor : Muh. Aksan

Kendari, PersKampusBiru.com – Unit Kegiatan Mahasiswa Pers (UKM-Pers) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari gelar nonton bersama dan Diskusi Film, sabtu (21/8/2021)

Kegiatan itu dilaksanakan di Taman Literasi UKM-Pers IAIN Kendari, pukul 20:00  hingga pukul 01:35 WITA .

Pelaksana Tugas (PLT) Ketua Umum UKM -Pers, Al-Izar menyampaikan bahwa, tujuan diadakannya diskusi Flim berjudul Bumi Manusia, iyalah menjadi wadah belajar serta untuk menambah wawasan teman-teman khususnya Anggota UKM-Pers. 

“Tujuan film Bumi Manusia ini, supaya ada media belajar atau diskusi untuk teman-teman Anggota UKM-pers IAIN kendari dalam menambah wawasan,” kata Al-izar minggu, (21/8/2021).  

Pemantik dalam diskusi flim, Dedi Hardianto mengatakan, karakter generasi sekarang ini minat baca bukunya kurang.

“karakter generasi sekarang ini kan sudah malas membaca,” kata dia saat diwawancarai, sabtu (21/8/201).

Lanjut dia dengan menonton dan mendiskusikan flim seperti ini akan lebih baik. Tapi alangkah lebih baaiknya harus membaca bukunya.

“Menonton film itu lalu mendiskusikannya akan lebih mudah ketimbang membaca buku, tapi karena menonton itu akan memotong jalan cerita, jadi supaya lebih tertarik lagi dan bagus lagi kita harus membaca buku juga, jadi harus imbangi antara membaca dan menonton film nya,” tambahnya 

Senada dengan itu, salah satu peserta diskusi flim “Bumi Manusia” Ismail Fathar Makka mengatakan, dalam flim tidak menceritakan full itu artinya sutradara mengarahkan kita untuk membaca bukunya.

“Film ini tidak tuntas itu artinya sutradara menginginkan kita untuk membaca bukunya tersebut”. ungkapnya saat berdisk.

Diakhir Dedi Hardianto selaku pemantik mengharapkan kegiatan-kegiatan seperti ini harus dilestaraikan apalagi generasi sekarang sudah malas membaca buku.

“Kegiatan begini harus tetap ditumbuhkan dan dilestarikan karena wadah belajar itu ada beberapa macam selain Membaca buku dan juga menonton film.” harapnya.

(Ketgam: suasana nonton bersama di pelataran kantor UKM-Pers. Foto: Amir)

Agustus Dari Sudut Pandang Berbeda

Oleh : AI

76 tahun sudah indonesia merdeka.

Ya…

Usia yang tak muda bagi sebuah bangsa.

Bangsa yang lahir dari tumpah darah.

Hingga teriakan kata MERDEKA.

76 Tahun sudah indonesia merdeka.

Bayang bayang pejuang masih terasa.

Seiring nyanyian indonesia raya.

Terlukis indah dalam kibaran Sang Saka.

Baca Juga: Katamu, Kita Abadi

  “Tujuh belas Agustus tahun 45

    Itulah hari kemerdekaan kita

    Hari merdeka nusa dan bangsa

    Hari lahirnya bangsa Indonesia”

Binar binar kemerdekaan masih terasa.

Tergambar dengan goresan pena.

Husain Mutahar dalam syairnya.

Kini Agustusku telah berbeda.

Upacara bendera dipagi buta.

Hanya sebatas merayakan saja.

Sedang terlihat di halaman rumah.

Merah putihku dipaksa bergairah.

Karena takut dicibir tetangga.

Kini Agustusku telah berbeda.

Kata mereka kita itu IKA.

Tak perduli Ras dan Bahasa.

Warna kulit yang berbeda.

Sayang hanya semboyan bangsa.

Kini Agustusku telah berbeda.

Kata MERDEKA hanya untuk penguasa.

Dan sedikit bagi penjilat ludah.

Sedang jelata masih terjajah.

Dimanakah sila ke lima ??

Kendari, 17 Agustus 2021

(Wahyudin Wahid tanah Toraja. Foto: Istimewa)

Peringati Hari Kemerdekaan RI ke-76, UKM-Seni Gelar Pentas Seni

Reporter : Rizal Saputra

Editor : Al-Izar 

Kendari, perskampusbiru.com – Dalam memperingati hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76, Unit Kegiatan Mahasiswa Seni (UKM-Seni) Gelar Pentas Seni, Selasa (17/8/2021).

Dari pantauan perskampusbiru.com di lokasi, Kegiatan mulai dilakukan 20:30 sampai  22:00 WITA, dengan beragam tampilan-tampilan diantaranya Musikalisasi Puisi, Tari Kreasi, Mix Berkibarlah Benderaku, Penayangan Video Visual, Puisi Musikal, Pembacaan Puisi, Penayangan Vidoe Karya dan Video Dukumenter Perjalanan UKM-Seni.  

Ketua Pelaksana Kegiatan Aditia Furqansyah mengatakan, Tema yang diangkat dalam kegiatan Pentas seni ini iyalah “Merdeka Berkarya” Kegiatan ini, kita konsepkan untuk mengenang para pahlawan yang telah memperjuangkan Indonesia. 

“Kita konsep untuk mengenang para pahlawan yang telah memperjuangkan Indonesia,” kata Aditia Furqansyah saat ditemui wartawan kampusbiru.com

Lanjut dia, Tidak hanya itu Pentas Seni kali ini sebagai bentuk kritikan kami atas beberapa kebijakan-kebijakan Pemerintah selama 76 tahun Indonesia merdeka. 

“Untuk mengkritik beberapa kebijakan-kebijakan Pemetintah selama 76 tahun merdeka,” ungkapnya.

Di akhir Aditia Furqansya berharap dengan adanya kegiatan pentas seni kali ini bisa membangun sprit anak muda agar selalu berkarya.

“Beberapa karya-karya kami yang telah kami tampilkan bisa merefleksi  terus membangun spirit untuk anak-anak muda agar selalu berkarya” harap Aditia Furqansya.

(Penampilan tari kreasi. foto: Rizal Saputra)

IAIN Kendari Buka Tahap Dua Pembayaran UKT

Reporter: Rizal Saputra

Editor: Al-Izar

Kendari, PersKampusBiru.com – setelah berakhir hari ini 13 Agustus 2021, pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari buka kembali Pembayara UKT tahap II, 18 sampai 28 Agustus 2021.

Hal itu dilakukan karena masih banyak mahasiswa yang belum melakukan pembayaran UKT.

“Namun setelah dipresentasi masih sekitar 30% mahasiswa yang belum menyelesaikan pembayaran SPP/UKT atau terlambat bayar” dikutip dari surat Wakil Rektor II, nomor: 0002/R.2/HM.00/08/2021, perihal Penyampaian Pembayaran UKT Mahasiswa. Jumat (13/08/2021).

Lebih lanjut, Pembayaran SPP/UKT Tahap II dimulai pada tanggal 18 sampai dengan 28 Agustus 2021 pada Bank Syariah Indonesia (BSI) Kendari.

Alwan Aprilianto salah satu mahasiswa IAIN Kendari yang terlambat membayar UKT merasa bersyukur atas perpanjangan pembayaran UKT Tahap Dua ini.

“Alhamdulilah masih ada perpanjangan,” ugkap Alwan saat diwawancarai lewat via telepon, jumat 13 Agustus 2021.

Lanjut Alwan Aprilianto dia mengatakan kalau tidak apa perpanjangan pembayaran UKT kemungkinan besar urusan-urusan kita dikampus akan tertunda, apalagi mahasiswa semester akhir.

“Syukurlah, Kalau tidak ada perpanjangan mungkin segala kegiatan dikampus pasti akan tertunda apalagi untuk mahasiswa semester akhir.” Kata Alwan.

(Gedung terpadu IAIN Kendari. Foto: istimewa)

Info Terkait Pengenalan Budaya Akademik (PBAK) Online


Reporter: Al-Izar

Editor: Rizal 

Kendari,Perskampusbiru.com – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari akan melaksanakan pengenalan budaya akademik (PBAK) secara virtual atau online.

PBAK online tersebut akan di mulai dari tanggal 13-15 Agustus 2021 dengan tema.

“Membentuk akademisi unggul, moderat, dan empati untuk kemanusiaan,” waktu pelaksanaan PBAK online 07:30 Wita di via zoom dan live streaming di YouTube.

Sebelum pelaksanaan PBAK online mahasiswa baru (Maba) di harapkan untuk mengisi pendaftaran terlebih dahulu. di https://bit.ly/RegPBAK2021.

Yang dimana pendaftarannya dari 9-12 Agustus 2021.

Untuk informasi lebih lanjut mungkin bisa menghubungi

Tommy  (085331019999)

Rahma (085241519281)

Ermida (081241200121)

Novi (082187714300).

(Pamflet PBAK VIRTUAL. Foto: Ist)

Mahasiswa IAIN Kendari Gelar Unjuk Rasa Tolak PBAK Online

 

(Suasana demonstrasi dipelataran Rektorat. Foto: Al-Izar)

Reporter : Rizal Saputra

Editor : Al-Izar

Kendari,Perskampusbirum.com- Beberapa mahasiswa yang tergabung dalam konsorsium mahasiswa menggugat, kembali melakukan aksi demonstrasi menolak pelaksanaan PBAK secara online, selasa (10/8/2021).

Aksi yang dilakukan di depan auditorium itu berlangsung dari pukul 08:00 hingga 10:00 WITA.

Ilham salah satu masa aksi mengatakan dalam orasinya bahwa PBAK tahun 2020 kemarin tidak ada output yang didapatkan  bagi para mahasiswa apa lagi untuk Maba tahun 2021

“Kami mahasiswa angkatan 2020 yang melaksanakan PBAK online Tidak ada output sama sekali yang kami dapatkan Apa lagi mahasiswa baru untuk tahun ini,” kata Ilham dalam orasinya.

Sementara itu, Ashabul Akram selaku penanggung jawab aksi mengatakan, berapa alasan mereka menolak pengenalan budaya akademik secara online di antaranya mahasiswa tidak akan mendapatkan output bagi mahasiswa dan PBAK tidak akan terlaksana secara efisien seperti tahun 2020.

“Alasan pertama PBAK secara online tidak mendapatkan output terhadap mahasiswa angkatan 2021 yang kedua PBAK secara online tidak bisa terlaksana secara efisien kita bisa melihat di tahun 2020 ada live streaming di YouTube bahwa diksi atau narasi yang di keluarkan komentar yang di keluarkan oleh mahasiswa baru sama sekali tidak etis tidak mencerminkan sebagai mahasiswa” kata ashabul saat di temui wartawan perskampusbiru.com.

Lanjut Ashabul dia menilai bahwa kegiatan aktivitas yang di lakukan oleh rektor IAIN Kendari itu tidak secara online melainkan secara offline, yang seharusnya di lakukan secara online seperti surat keputusan rektor IAIN Kendari.

Baca Juga: Mahasiswa IAIN Kendari Demo Tolak Perkuliahan Secara Online Dimasa Pandemi

“Sesuai dari keputusan dari rektor IAIN Kendari bahwa seluruh kegiatan aktivitas yang di laksanakan di institut agama Islam negeri IAIN Kendari dilaksanakan secara online namun nyatanya kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh rektor IAIN Kendari bisa kita lihat sendiri secara fakta dan nyata bahwa mereka melaksanakan secara offline,” Tambahnya.

Masa aksi lain Afdal mengatakan kenapa tidak mengadakan PBAK offline secara fakultas atau prodi kalau memang tidak bisa secara institut.

“Kalau tidak bisa melakukan PBAK offline secara institut maka kenapa tidak secara fakultas, kalau memang tidak bisa secara fakultas, kenapa tidak secara prodi”. kata Afdal.

Mahasiswa IAIN Kendari Demo Tolak Perkuliahan Secara Online Dimasa Pandemi


(Suasana demonstrasi di depan Rektorat. Foto: Rizal)

Reporter: Rizal Saputra
Editor: Al-Izar

Kendari, perskampusbiru.com – Beberapa mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari yang tergabung dalam Aliansi Pemerhati Kebijakan Kampus, gelar demonstrasi menolak perkuliahan secara Offline dimasa pandemi COVID-19, selasa (10/8/2021).

Dari pantauan perskampusbiru.com di lokasi, Masa aksi mulai berdemonstrasi pukul 09:00 hingga 12:30 Wita. di pelataran gedung terpadu hingga ke gedung rektorat IAIN Kendari.

Fahril Asyiraf Aknur selaku Koordinator Lapangan (KORLAP) satu mengatakan, aturan dari pemerintah, pelaksanaan perkuliahan harus dilaksanakan secara Daring dengan menggunakan media-media yang tersedia.

“Perintah dari pemerintah itu sendiri bahkan dari Rektor itu sendiri, kuliah secara online, menggunakan media-media untuk menunjang kuliah online itu sendiri,” kata korlap satu saat menyampaikan orasinya.


Hal itu berbanding terbalik dengan yang terjadi di lapangan, faktanya masih ada oknum dosen yang melaksanakan perkuliahan secara offline.

“Tapi faktanya di lapangan itu ada kemudian dosen yang melaksanakan perkuliahan secara offline,” lanjutnya.

Senada dengan Fahril Asyiraf Aknur.

Muhammad Masyu Masa selaku KORLAP dua mengatakan, Kementerian Agama tidak pernah mengizinkan perkuliahan dilaksanakan secara offline.

“IAIN Kendari berada dibawah naungan Kementeran Agama, dan Kementrian Agama tidak pernah mengeluarkan atau mengizinkan perkuliahan secara offline,” ungkapnya.

Dia juga mempertanyakan aktifitas perkuliahan yang dilaksanakan secara blended campuran online dan ofline.
“Minggu lalu kita kuliah secara online, satu minggu kedepannya kulian secara offline. Apa dasarnya hingga dosen-dosen melakukan hal tersebut”. Tanya Muhamad Mansyur Masa saat melakukan hearing kepada warek satu dan tiga.

Menanggapi aspirasi yang disampaikan masa aksi yang tergabung dalam Aliansi Pemerhati Lebijakan Kampus.

Wakil Rektor I Husain Insawan mejelaskan.
“Surat edaran rektor itu belum dicabut, masih menggunakan sistem Daring. Tetapi perlu diingat bahwa sudah keluar surat keputusan bersama empat menteri yaitu mentri yakni menteri Agama, mentri pendidikan dan kebudayaan, kementria pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi dan kementerian dalam negeri,”

Penyelenggaraan pembelajaran itu bisa saja dilakukan dalam tiga model, yang pertama ada online morni yang kedua ada blended dimana ada sebagian online sebagian offline bakan ada yang offline manakala zonanya itu sudah masuk zona hijau tetapi tetap mematuhi protokol kesehatan.

Beranjak dari situ kemudian maka sesungguhnya surat edaran dari rektor itu mengalami pelemahan karna surat edaran dari rektor itu keluar pada bulan maret 2020. Sementara surat keputusan bersama keluar pada bulan juli 2020.

Kalau kita pake teori nasih dan mansyu maka sesungguhnya surat edaran rektor itu gugur dengan sendirinya ketika sudah ada aturan yang lebih tinggi yaitu SKB dari ke empat menteri tersebut “Memteri Agama, Kemendikbud, menteri dalam negeri dan menpan RB.

Nah kalau kita mengacu dari peraturan ini maka sesungguhnya apa yang dilakukan dosen itu sepanjang tidak mengakumulasi banyak orang kemudian tetap mematuhi protokol kesehatan saya kira itu sah- sah saja berdasarkan empat mentri ini.

Karnakan rektor itu bawahan dari mentri agama. Kalau disana sudah menggariskan boleh dalam bentuk blendit itu bisa saja tetapi harus menerapkan tiga M, mencuci tangan, Menjaga jarak dan memakai Masker,” jelas Husain Insawan saat melakukan hearing bersama masa aksi.

Mahasiswa Demo Tolak PBAK Offline di IAIN Kendari

 

(Suasana hearing. Foto: Al-Izar)
Reporter: Al-Izar
Editor: Rizal
Kendari, Perskampusbiru.com – Beberapa mahasiswa yang tergabung dalam aliansi permehati kebijakan kampus melakukan aksi demonstrasi, senin (9/8/2021).

Aksi yang dilakukan di pelataran kampus dan  depan gedung rektorat IAIN Kendari itu menuntut tolak PBAK offline 2021.

Setelah sebelumnya pihak kampus mengajukan surat permohonan kepada Satgas kota Kendari untuk meminta kebijakan terkait pelaksanaan PBAK offline

Fharil asyiraf selaku koordinator lapangan mengatakan bahwa pihak institut agama Islam negeri (IAIN) Kendari tidak peka dalam kondisi saat ini.

“Kami menilai institut agama islam negeri kurang peka seharusnya institut agama Islam negeri ikut berperan khusus dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19 ini,” kata fharil saat di temui wartawan perskampusbiru.com Senin (9/8/2021).

Lanjut Fharil untuk aksi hari ini untuk mempertanyakan surut permohonan izin PBAK secara offline.

“Sekaligus kita turun hari ini untuk mempertanyakan dan kemudian apapun keputusannya, maupun di terima ataupun di tolak kita tetap konsisten untuk menolak PBAK offline ini,” lanjut Fharil.

Sementara itu, Amin Nasir Selaku panitia Pengenalan Budaya Akademik dam Kemahasiswaan (PBAK) mengatakan,  bawah sejak di buatnya permohonan izin kegiatan, kami tidak membicarakan pelaksanaan PBAK secara ofline.

“Sejak di buat SKnya itu tidak pernah kami membicarakan pelaksanaan PBAK itu secara ofline sama sekali tidak,” kata amin
Saat melakukan hearing dengan massa aksi.

Ia juga membenarkan terkait surat permohonan izin untuk melaksanakan PBAK offline.

“Surat itu betul adanya dan di tandatangani oleh wakil rektor III,” ungkapnya.

Lanjut Amin, ia menambahkan bahwa pelaksanaan PBAK tahun 2021 ini secara online.

“Pelaksanaan PBAK ini bukan offline tapi online di buktikan dengan persiapan-persiapan yang kami lakukan terkait dengan pemateri,” uangkapnya.

Bukan Puisi

 

(Ai. Foto: Istimewa)

Oleh: Ai

Ini tulisan, bukan puisi.

Yaa.. karena aku tidak tahu membuat puisi.

Yang ku tahu hanya menulis agar bait terisi.

Aku tak pandai merangkai kata.

Aku hanya ingin memegang pena.

Lalu menulis apa yang ku rasa.

Tanpa mengganti diksi agar terdengar indah.

Menurutku itu memusingkan.

Karenanya, satu bait pun tak tertulis.

Toh percuma merangkai kata indah.

Jika pembaca tak menganggapnya indah

Ingat!!! 

Ini tulisan, bukan pusisi

Tapi, jika kau menganggapnya puisi.

Maka ini adalah puisi.

kendari 02, Agustus 2021.

Mahasiswa KKN Kolaborasi Nusantara Mengadakan Diskusi Bersama Kaum Pemuda

         

Reporter : M. Ilham Pranata
Editor : Al-izar

KONAWE SELATAN, Perskampusbiru.com – mahasiswa KKN Nusantara Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari mengadakan MABAR (malam bersama) dengan para pemuda setempat.

Kegiatan tersebut bertempat dibalai desa Sindangkasih, kec ranomeeto barat, kab Konawe Selatan. dengan bertemakan Eksistensi pemuda antara ada dan tiada? Sabtu, 31 Juli 2021 , pukul 19:30 WITA.

Khatibul Umam Saleh selaku ketua panitia mengatakan, bahwa dengan diskusi bersama anak muda setempat semoga bisa mendorong kaum pemuda untuk bisa lebih aktif dan membawa perubahan bagi masyarakat terkhusus di desa sidangkasih.

“Diadakannya kegiatan ini, anak muda yang sekarang bisa lebih aktif dan berani terjun ke masyarakat dengan tujuan yang positif demi suatu perubahan yang lebih baik juga” kata Khatibul Umam saleh.

Lanjut Khatibul Umam, kegiatan dialog pemuda itu memang harus lebih sering diadakan mengingat masih banyak pemuda desa Sindangkasih yang berprestasi, dan yang mumpuni dalam segi SDM namun belum terekspos oleh media.

Lanjut ketua panitia tersebut, Alasan mereka mengangkat tema tersebut dalam diskusi, mereka menilai bahwa pemuda seharusnya memiliki peran besar dalam membangun desa mereka.

“karena seperti yang kita tahu bahwasanya banyak pemuda atau masyarakat Keberadaan di Indonesia, khususnya di desa Sindangkasih dewasa ini telah banyak kehilangan jati dirinya, terutama dalam hal wawasan kebangsaan dan pembinaan karakter, kita tau bahwa pemuda memiliki peran yang strategis dan merupakan garda terdepan dalam mendukung pembangunan desa berkualitas, Pemuda merupakan generasi penerus, penanggung jawab dan pelaku pembangunan masa depan” ujarnya.

Sementara itu koordinator desa (kordes) Chandra Wijaya Hi Noor mengharapkan, kegiatan diskusi seperti itu bisa berkelanjutan karena sangat banyak manfaat yang bisa didapatkan khususnya oleh pemuda Desa Sindangkasih.

“bisa meningkatkan sikap saling menghormati dan menghargai, mengembangkan daya pikir, berpikir kritis, inovatif dan kreatif serta melatih para pemuda untuk mahir berbicara didepan umum” ucap Chandra wijaya.

“Tentunya hal-hal tersebut menjadi potensi dasar yg diharapkan dimiliki oleh para pemuda agar bisa membangun desa menjadi lebih baik dari sebelumnya,” ujarnya.

Diskusi tersebut tidak hanya menghadirkan para pemuda melainkan dengan para aparat desa Sindangkasih dan tokoh-tokoh masyarakat setempat.

(Suasana foto bersama. Foto: Ist)

Guna Menumbuhkan Karakter Keislaman Sejak Dini, Mahasiswa KKN Membentuk Rumah Reradaban

Reporter : M.ilham pranata
Editor : Al-izar
KONAWE SELATAN, Perskampusbiru.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari tahun 2021 membentuk Rumah Peradaban di Kelurahan Kolono Kecamatan Kolono Kabupaten Konawe Selatan, Minggu (1/8/2021). 
Rumah peradaban adalah hasil kolaborasi mahasiswa KKN keluruhan kolono yang terdiri dari dua kelompok, yaitu kolono 1 dan kolono 2.
Laode Irwan Setiawan selaku Koordinator Desa (Kordes) Kelurahan Kolono 1 mengatakan tujuan dibentuknya rumah peradaban ini untuk membentuk karakter keislaman kepada anak sejak dini, dengan mengenalkan  dasar-dasar agama dan kisah-kisah teladan Nabi Muhammad SAW dan para sahabat. 
“rumah peradaban ini dibentuk agar untuk membentuk karakter islam, mengajarkan dasar agama, dan kisah teladan Nabi Muhammad SAW dan para sahabat,” kata irwan. Minggu (1/8/2021).
Lanjut Irwan ia juga berharap bahwa dengan program kerja yang mereka terapkan ini bisa bermanfaat kepada anak-anak dan bisa meningkatkan antusias belajar mereka agar menjadi generasi islam pembawa perubahan untuk kedepannya.
“Semoga dengan adanya rumah peradaban ini anak-anak dapat belajar dengan baik, dan menciptakan generasi yang islami,” harapnya.
(Suasana belajar mengajar. Foto: M. Iham Pranata)

IAIN Kendari Siap Berpartisipasi Dalam (POROS INTIM) PTKIN se Indonesia

Reporter: Al-izar
Editor: Rizal Saputra

KENDARI, PersKampusBiru.com – kabar baik untuk seluruh mahasiswa institut agama islam negeri (IAIN) Kendari, dalam rangka pelaksanaan POROS INTIM II PTKIN tahun 2021 yang akan di selenggarakan di IAIN Sultan Amai Gorontalo Sulawesi Utara pada bulan September 2021.

Bagi mahasiswa yang memiliki bakat dan minat serta pernah mengikuti dan menjuarai dalam cabang olahraga/seni yang akan di pertandingkan pada POROS INTIM II PTKIN silahkan mendaftar dan mengikuti seleksi.

Untuk pendaftaran dapat di akses melalui link https://iainkendari.ac.id/go/porosintim2021.

Adapun jadwal pelaksanaan pendaftaran dan seleksi sebagai berikut 

1. Pendaftaran peserta (28 juli-10 Agustus 2021)

2. Verifikasi berkas dan persiapan seleksi oleh tim masing-masing bidang (11-12 Agustus 2021)

3.  Seleksi oleh tim (13-18 Agustus)

Untuk informasi lebih lanjut mungkin bisa hubungi 

1. Elvisnawati (081280271001)

2. Tommy Irawan Patra (085331019999)

3. Sukadir kete (085241629756)

4. Emida Hamid (08124120021)

5. Rahma noor (085241819291)

Perlu di ketahui informasi ini tertuang dalam surat pengumuman kementrian agama republik Indonesia institut agama Islam negeri Kendari NO : 0580/In.23/R.3/HM.00/07/2021.

(Risat dan Ornamen seni PTKIN se Indonesia. Foto:  Ist)

Mahasiswa KKN IAIN Kendari Gelar latihan Kepengurusan Jenazah

(Suasana foto bersama usai kegiatan. Foto: Ist) 

Reporter: Slamet Fadillah
Editor: Rizal Saputra

KOLAKA, PesrKampusBiru.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari tahun 2021 menggelar pelatihan pengurusan jenazah di masjid Desa Woise Kecamatan Lambai Kabupaten Kolaka Utara.

Kegiatan ini diadakan oleh posko 40 desa Woise pada tanggal 26-28 Juli 2021 dan diikuti oleh Imam Desa, masyarakat setempat dan semua mahasiswa KKN IAIN Kendari yang ada di kecamatan Lambai.

Bambang Ekalaya selaku koordinator Desa Woise mengatakan, dalam proses pelatihan pengurusan Jenazah, dimulai dari proses memandikan hingga menguburkan jenazah.

“Dalam kegiatan ini yaitu mulai dari proses tata cara memandikan jenazah, kemudian bagaimana mengkafani jenazah, sampai pada proses pemakaman jenazah,” kata Bambang saat dihubungi lewat via telepon, rabu (28/7/2021).

Lanjut, Bambang Ekalaya, dimasukannya kegiatan ini didalam program kerja KKN bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat umum tentang kepengurusan jenazah.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengajarkan orang-orang di desa Woise supaya mereka paham tentang kepengurusan jenazah,” lanjutnya.

“Respon masyarakat alhamdulilah baik dan mereka mendukung kegiatan ini. Karena mereka merasa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi mereka disebabkan kurangnya kepengurusan jenazah yang ada di kecamatan Lambai, khususnya di desa Woise,” Sambungnya.

Di akhir Bambang Ekalaya berharap, setelah dilaksanakannya kegiatan ini masyarakat desa Woise memahami tata cara kepengurusan jenazah secara menyeluruh dengan baik.

“Saya berharap nantinya seluruh masyarakat desa Woise bisa paham tentang kepengurusan jenazah, dalam artian bahwa mereka paham betul caranya dari memandikan jenazah sampai menguburkan jenazah itu,” harap Kordes tersebut.