Aku, Laut dan Pencemaran

Aku dan keluargaku tinggal di pesisir pantai dan menggantungkan kehidupan dari hasil laut.

Hampir seluruh aktivitasku tak luput dari desiran ombak yang selalu menderu, dari membuka mata dipagi hari, mandi, pergi sekolah, pulang dari sekolah, bermain dengan kawan sampai akan tidur kembali di malam hari, lantunan lagu dari laut itu tak pernah luput dari telingaku.

Tiap malam, sebelum tidur ayah selalu cerita tentang keindahan dan melimpahnya hasil laut di masa lalu, bercerita tentang ikan yang besar hingga ikan yang mengikuti perahu ayah yang membuat ayah merasa terhibur karena tingkahnya. Hampir tiap malam ayah bercerita tentang itu dan membuat aku penasaran dengan kehidupan di lautan lepas sana.

Aku merasa cerita ayah yang begitu membanggakan itu adalah kehidupan yang paling indah dan menyenangkan.
Sampai suatu ketika ayah mengajak aku untuk melaut agar aku mempunyai pengalaman tentang melaut dan menangkap ikan.

“Nak, besok kan hari Minggu jadi kamu ikut ayah melaut yah, biar bantu ayah tanggkap ikan. ”

Dengan hati gembira dan tanpa pikir panjang aku mengiyakan ajakan ayah. Yah meski aku sedikit ragu karena itu adalah pengalaman pertama aku menjajaki lautan lepas dan berkenalan dengan ikan ikan yang aku pikir akan besarnya seperti badan orang dewasa.

“Ok ayah..!! Besok bangunkan aku lebih pagi yah biar aku siap siap.”

“Iya nak.!! Tidurlah, agar esok bisa bangun lebih awal”

Pagi pagi sekali saya sudah bangun dan siap siap untuk mengikuti ayah berangkat kelaut. Setelah Berjam jam melaut aku dan ayah baru mendapat ikan yang besarnya hanya sekepal tangan, itupun masih bisa dihitung dengan jari tangan.

Aku mulai merasa kecewa dan putus asah dengan keadaan itu.
Aku merasa apa yang ayah ceritakan hanyalah dongeng dan khayalan belaka.
Perasaan jengkel pada ayah mulai merasuk dalam hati dan jiwa aku, namun aku belum berani melayangkan protes pada ayah.

Namun sampai menjelang sore apa yang kami dapat hanya kisaran bisa dimakan untuk malam hari saja. Tanpa ragu aku bertanya pada ayah.

“Ayah..!! apa yang ayah ceritakan tentang laut dan ikan besar itu cuman dongeng yah.??”

Dengan menunduk ayah mulai bercerita.

“Apa yang ayah ceritakan tiap malam pada kamu itu semua benar, ayah tidak mengarang ataupun mendongeng, namun apa yang ayah ceritakan itu hanyalah kenangan masa lalu, dimana masa itu ayah masih seumur kamu, ketika kakek mengajak ayah kelaut dan hasilnya seperti apa yang ayah ceritakan pada kamu tiap malamnya.”

“Namun saat ini kondisinya berbeda, saat ini ikan ikan sudah sangat sedikit yang tinggal di laut kita, mungkin karena banyaknya sampah yang mengotori laut kita, atau mungkin karena banyaknya pencemaran laut yang berasal dan tetesan kapal tangker pengangkut minyak dan solar untuk perusahaan dikota sebelah hingga membuat ikan ikan di laut kita tidak betah tinggal dan berkembang biak.”

Saat mendengar cerita ayah aku merasa bersalah pada ayah karena sudah berani protes pada ayah, sementara ayah pun tak tau kenapa ikan sudah tidak banyak lagi dilautan ini.

Dengan menghela nafas yang panjang lalu ayah berpesan pada aku.

“Nak.!! Sekolah lah yang baik agar kelak kamu menjadi orang pandai dan bisa mengajarkan pada generasimu tentang pentingnya menjaga kebersihan laut.”
Yah mungkin saja dengan kamu ajak dan edukasi mereka tentang laut, mereka paham untuk tidak membuang sampah dan mencemari laut lagi.

Penulis: Tinta Merah, alumni IAIN Kendari, suka jalan-jalan.

Silaturahmi IKBIP di Panti Asuhan Al-Iklas, Menuai Antusias dari Peserta Didik 

Reporter : Enggar Dwi Pratiwi
Editor : Rizal Saputra

Objektif.id, Kendari – Kedatangan Ikatan Beasiswa Indonesia Pintar (IKBIP) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, menuai antusias dari anak-anak Panti Asuhan Al-Iklas Baruga, Minggu (19/12/2021).

Ketau IKBIP, Rahmat Irfan mengatakan, anak-anak yang berada di Panti Asuhan Al-Ikhlas menyambut kedatangan Mahasiswa IKBIP dengan sangat baik ditunjukan dengan cepatnya anak-anak Panti akrab dengan Mahasiswa-mahasiswi yang datang di Panti tersebut.

“Antusias Anak-anak panti sangat baik, mereka menyambut kami datang di sini dengan Antusias mereka senang kita datang di panti ini, mereka akrab dengan kita dan saya juga sangat Apresiasi Kepada teman-teman Panitia yang telah menyukseskan kegiatan ini,” ungkapnya, Minggu (19/12/2021).

Sementara itu, Sekretaris Panti Asuhan Al-Ikhlas Baruga, Dedi purwanto mengucapkan Apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada Mahasiswa dan Mahasiswi IKBIP yang telah datang di Panti tersebut sehingga anak-anak di sana dapat merasakan Cinta, Kasih sayang, dan kehangatan yang tidak sering mereka dapatkan.

“Tentunya sangat bahagia ya, mereka di sini kedatangan kakak-kakak di luar sana yang Alhamdulillah dengan penuh cinta datang memberikan kasih sayang yang tidak sering mereka dapatkan,” ucapnya.

Dia juga berterimakasih atas yang telah diberikan Mahasiswa dan Mahasiswi IKBIP IAIN Kendari atas ilmu yang diberikan kepada anak-anak.

“Terima kasih banyak mereka mendapat kehangatan yang berbeda semoga ada ilmu-ilmu yang mereka bisa ambil dari apa yang di ajarkan saat ini dari kakak-kakak IKBIP.

Tidak hanya itu, Dedi Purwanto, berharap dengan adanya kegiatan ini, anak-anak bisa lebih baik lagi serta memiliki etika serta sopan santun.

“Kami berharap supaya adik-adik ini bisa lebih baik, bisa memiliki Etika yang sopan, karena apalah arti sebuah Ilmu kalau tidak beretika kan,” tuturnya.

IKBIP IAIN Kendari Gelar Santunan Anak Yatim

Repoter : Arnina Al Mutmainnah. Nj
Editor : Elfirawati

Objektif.id, Kendari- Ikatan Beasiswa Indonesia Pintar (IKBIB) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, Menggelar Santunan Anak Yatim, di Panti Asuhan Al-Iklas Baruga. Minggu, (19/12/2021).

Dari pantauan objektif.id di lokasi, yang ikut terlibat dalam kegiatan ini yaitu, anggota IKBIB, pengurus panti Asuhan serta anak-anak yang ada di Panti Asuhan Al-Iklas.

Kegiatan ini mengangkat tema Indahnya Berbagi Kebahagiaan dan Meningkatkan Kepedulian untuk Mempererat Ukhuwah Islamiyah.

Ketua Panitia, Maya Selviana mengatakan tujuan diangkatnya tema tersebut untuk bantu anak-anak panti.

“Karena kebersamaan panitia serta kegiatan yang digelar itu mulia untuk menolong anak anak,” kata Maya

Lebih jauh, dia menjelaskan, dana yang diperoleh untuk menyelenggarakan kegiatan ini bersumber dari iuran anggota IKBIB.

“Menggunakan dana tunai yang dikumpulkan oleh anggota IKBIB dari angkatan 2018 hingga angkatan 2021,” jelasnya.

Sementara itu, Sekertaris Panti Asuhan, Dedi Purwanto mengapresiasi kegiatan tersebut karena telah membantu keadaan ekonomi yang tidak stabil.

“Tentunya sangat luar biasa di tengah kekurangan, tapi mereka semangat membagikan sebagian rezekinya untuk adik-adik di sini. Tentunya kami berharap semoga apa yang di lakukan ini menjadi amal ibadah dan semoga kita semua mendapatkan barokah dari kegiatan ini,” tutupnya

Tentang Rumahku Yang Rehat Menjadi Surga

Sebagai seorang transmigran, saya merasa bangga ditempatkan di Provinsi Sulawesi Tenggara. Masyarakatnya sangat baik ditambah budaya toleransi yang menjadikan masyarakat transmigran merasa aman dan nyaman.

Banyak hal yang mendasari keindahan dan nyamannya Bumi Anoa ini. Disamping keragaman budaya, kehangatannya dan juga keanekaragamannya. Sebagai transmigran asal Jawa, saya tetap memilih Bumi Anoa sebagai tempat saya pulang. Sulawesi sepertinya sudah menjadi rumah dan tempat berlabuh terbaik.

Akhir-akhir ini, Kota Kendari sedang dilanda konflik antar ormas. Sangat disayangkan, mengapa hal tersebut bisa terjadi sampai berlarut-larut. Aksi ini menyebabkan korban jiwa dan kekhawatiran masyarakat kota Kendari.

Berdasarkan berita yang beredar, aksi ini berawal dari saling ejek dan ada sebuah teriakan yang membuat provokasi antar kedua ormas. Akhirnya, warga setempat merasakan dampak dari aksi tersebut.

Kabarnya, beberapa jalan kosong dan diasumsikan sebagai tempat yang dianggap menyeramkan. Selain itu, pertokoan tutup dan wargapun lebih memilih untuk berdiam diri di rumah mereka masing-masing demi menyelamatkan diri dari konflik tersebut.

Banyak kalimat-kalimat yang keluar dari mulut masyarakat seperti “jangan lewat sana, bahaya” atau “awas, hati-hati jika kesana nanti”. Masyarakat seolah terkepung oleh sesamanya.

Selain itu, masyarakatpun seolah menjadi buronan yang tak mengerti apa kesalahannya. Sangat ironi, jika kita tidak merasakan kenyamanan di rumah sendiri. Rumah yang seharusnya tempat berpulang dan tempat melepas penat serta meluapkan segala ekspresi justru menjadi tempat yang sangat menyeramkan.

Aksi-aksi yang menyebabkan korban jiwa dan keresahan masyarakat seharusnya tidak terjadi apalagi dalam lingkungan yang di tinggali. Disadari atau tidak, kegiatan tersebut sangat merugikan, baik dalam diri sendiri maupun orang lain.

Jika bisa mengambil jalan tengah untuk berdamai, mengapa tidak?. Orang tua kita terdahulupun sudah mengajarkan tentang perdamaian dan kasih sayang. Bukan tanpa alasan, yakni agar anak keturunannya dapat merasakan ketenangan dan kedamaian dalam menjalani hidup dan bersosial.

Masyarakat dan aparatur negara diharapkan tidak terprovokasi akan hal yang sedang terjadi ini. Sangat disayangkan, sikap toleransi dalam segala hal yang sudah dibangun harus runtuh karena oknum-oknum yang tersulut emosi.

Seharusnya, kita dapat dengan bijak menanggapi sebuah masalah dan menyelesaikannya. Karena, dampaknya bukan hanya tentang diri sendiri tetapi dirasakan bersama.

Harapannya, segala masalah segera selesai, kondisi segera  membaik dan silaturahmi kembali terjaga. Karena apapun alasannya, kekerasan tidak semerta-merta menyelesaikan masalah. Apalagi jika melibatkan banyak orang yang bahkan tak mengetahui apa-apa. Semoga kita terhindar dari kemungkinan-kemungkinan buruk yang akan terjadi.

Penulis: Iqromah
Mahasiswa biasa, suka ngopi dan jalan jalan, bisa disapa di ig:@ikromahiq, twitter: @ahikrom

Usai Terpilih, Wahyu Jisaid Optimis Bakal Tebar Manfaat.

Reporter : Farid Ahmad T
Editor : Elfirawati

Objektif.id, Kendari – Nahkodai Komunitas Mahasiswa Peduli Sosial (KOMAPS) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, Wahyu Jisaid optimis bakal tebar manfaat.

Hal ini ia katakan usai ditetapkan sebagai Ketua Umum pada Musyawarah Besar ke-III KOMAPS IAIN Kendari.

“Saya berharap selain menjadi wadah bagi mahasiswa BPI, Komaps juga tetap konsisten dalam menebar kebermanfaatan,” ungkapnya. Minggu, (19/12/2021).

Sementara itu, Demisioner Ketua Umum KOMAPS, Nanda Ayu Puspita Sabil berharap, ketua yang terpilih ini dapat membawa Komaps  ke arah yang lebih baik lagi.

“Semoga ketua terpilih dapat menahkodai Komaps ke arah yang lebih baik dengan tujuan sesuai dengan visi misi Komaps itu sendiri,” ungkapnya.

Lanjutnya, ia percaya pada ketua yang terpilih dapat memperbaiki kekurangan yang ada pada periode sebelumnya.

“Segala kekurangan yang terdapat di pengurus sebelumnya dapat diperbaiki dan ditingkatkan pada pengurus selanjutnya,” harapnya

Komaps Gelar Mubes Ke III, Ini Harapan Pengurus Sebelumnya

Reporter : Farid Ahmad T.
Editor: Elfirawati

Objektif.id, Kendari – Komunitas Mahasiswa Peduli Sosial (Komaps) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari gelar Musyawarah Besar (Mubes) ke – III dengan tema “Mewujudkan Kepemimpinan yang Berintegritas Untuk Membentuk Kader yang Solid Menuju Komaps yang Unggul”, Sabtu, 18 Desember 2021 kemarin.

Pantauan Objektif.id dilokasi, kegiatan Mubes mulai dilaksanakan pukul 08.00 – 22.00 Wita di Aula Mini, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Kendari.

Ketua Panitia, Ainun Al Fadillah N mengatakan dalam pemilihan Ketua Umum (Ketum) terdapat dua calon yang maju, untuk menahkodai komunitas sosial itu.

“Alhamdulilah tadi malam telah terpilih saudara Wahyudi Jisaid sebagai Ketua Umum baru Periode 2021-2022,” ungkap. Minggu, 19 Desember 2021.

Komunitas yang sudah berjalan selama kurang lebih 4 tahun itu, selalunya mengajak para kader untuk terus berkarya dan mendedikasikan untuk komunitas terkhusus Ketua yang baru terpilih.

“Setelah Musyawarah Besar dan pemilhan ini, kita sudah berada di Komaps, tetap bersemangat juga terus berkarya dan memberikan dedikasi terbaik untuk komunitas,” ucapnya.

Ditempat yang sama, Demisioner Ketua Umum sebelumnya, Nanda Ayu Puspita Sabil berharap Ketum yang terpilih dapat membawah Komaps IAIN Kendari menjadi lebih baik sesuai tujuan komunitas.

Lebih lanjut Nanda, segala kekurangan yang terdapat dipengurusan sebelumnya dapat diperbaiki, dan keinginan yang selama ini belum tercapai dapat diteruskan pada pengurus selanjutnya.

“Semoga Ketua terpilih dapat menahkodai Komaps ke arah yang lebih baik dengan tujuan sesuai dengan visi misi Komaps itu sendiri, segala kekurangan yang terdapat di pengurusan sebelumnya dapat diperbaiki dan di tingkatkan pada pengurusan selanjutnya,” harapanya.

Nantikan! Menyokong Budaya dalam Bingkai Kesenian oleh UKM Seni IAIN Kendari

Reporter : Tri Kurnia
Editor : Rizal Saputra

Objektif.id, Kendari – Unit Kegiatan Mahasiswa Seni (UKM-Seni) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari bakal menggelar kolaborasi seni.

Kegiatan yang mengusung tema Menyokong Ragam Budaya dalam Bingkai Kesenian itu, rencananya bakal digelar 8 Januari 2022 mendatang.

Ketua panitia, Apriansyah menjelaskan, tujuan dari kolaborasi seni yang akan diselenggarakan itu untuk menjalin silaturahmi sesama pegiat seni perguruan tinggi di Sulawesi Tenggara (Sultra) dan lembaga kemahasiswaan lingkup IAIN Kendari.

Selain itu, untuk mengangkat kembali nilai-nilai kebudayaan. Karena di era milenial saat ini kecenderungan tentang budaya mulai terlupakan.

“Jadi karena itu, kami ingin mengenalkan kembali budaya-budaya di Sultra agar tetap dilestarikan. Berangkat dari situ kami mengangkat tema menyokong yang artinya menumbuhkan dan merawat kembali kebudayaan,” kata Apri, Selasa, 14 Desember 2021.

Untuk konsep kegiatan, lanjut Apri, rencananya dalam kegiatan tersebut terbagi menjadi dua. Yakni, pawai dan pementasan.

“Pawainya kami akan melibatkan lembaga UKK, UKM dan mahasiswa IAIN Kendari. Sementara, untuk pementasan UKM Seni yang akan menampilkan penampilan inti terkait kebudayaan,” tutupnya.

Untuk diketahui kegiatan Kolaborasi Seni tersebut, rencananya akan diselenggarakan di Kampus IAIN Kendari.

Kedatangan Kapolri di Sulawesi Tenggara Menuai Kritik Oleh Mahasiswa IAIN Kendari

Reporter : Al-Izar
Editor : Rizal Saputra

Objektif.id, Kendari – Kedatangan Kapolri Jenderal Polisi Drs Listyo Sigit Prabowo M.Si, dalam memantau vaksinasi masal yang digelar di Lapangan Sepak bola Sorumba, Kecamatan Ranomeeto, Sulawesi Tenggara (Sultra), menuai kritik oleh mahasiswa, Rabu 15 Desember 2021.

Hal itu disampaikan oleh, Ketua Senat Mahasiswa (SEMA) IAIN Kendari, Sarman Al Ausy mengatakan, seharusnya kedatangan Listyo Sigit Prabowo di Bumi Anoa ini untuk meneyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM, hingga Pertambangan Ilegal yang belum ada kejelasan sampai saat ini.

“Sangat banyak permasalahan yang harus dituntaskan apalagi persoalan HAM yang di Sulawesi Tenggara masih juga belum bisa teratasi,” kata Sarman dalam keterangan tertulisnya yang diterima Tim Objektif.id.

Dirinya meminta, agar kasus-kasus yang sampai hari ini belum mendapat kejelasan agar secepatnya diselesaikan.

“Kapolri harus menyelesaikan semua problematika yang terjadi di Sulawesi Tenggara,” lanjut Sarman.

Tidak hanya itu, dia menyebutkan beberapa masalah yang saat ini masih juga belum terselesaikan yang ada di Sultra.

“Mahasiswa ditembak sampai tewas, wartawan ditangkap dan diintimidasi, pertambangan masih banyak yang ilegal,” ucap Sarman.

Senada juga disampaikan oleh, Wakil Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAIN Kendari, Hendra mengatakan, banyak kasus yang tidak dapat diselesaikan dengan baik dari pihak kepolisian.

“Mulai dari pelanggaran HAM hingga kasus penyelesaian pertambangan ilegal bahkan penangkapan seorang wartawan dengan tuduhan yang tak berlandas kan kebenaran, dan itu dugaan kami sudah by design oleh salah satu oknum Kasat Intel Konawe,” kata Hendra Setiawan.

Hendra menantang Kapolri agar segera menyelesaikan Kasus yang ada di Sultra yang sampai hari ini belum mendapatkan titik terang.

“Saya mewakili mahasiswa menantang Kapolri untuk menuntaskan semua kasus yang berada di Sultra dengan baik dan benar.” tutup Hendra Setiawan.

UKM-Seni IAIN Kendari Wakili Kendari Dalam Temu Teman Teater Nusantara di Palembang

Reporter: Ismail FM
Editor: Ardiansyah Rahman

Objektif.id, Kendari – Unit Kegiatan Mahasiswa Seni (UKM-Seni) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari telah membuktikan eksistensinya dengan turut andil dalam pementasan mewakili Kendari dalam Temu Teater Mahasiswa Nusantara Ke XVIII di Palembang.

Ketua Umum (Ketum) UKM-Seni IAIN Kendari, Misalin mengatakan setelah mendapatkan undangan dari pihak panitia pelaksana Temu Teater Mahasiswa Nusantara yang diselenggarakan di Palembang. Lanjutnya, pengurus mengutus anggotanya sebanyak 4 orang dalam kegiatan tersebut.

“Kami utus 4 orang di kegiatan temu teman di Palembang, yakni 3 laki-laki dan 1 orang perempuan, Yogi Indrayadin dari Mahasiswa Tarbiyah, Nandah dari Mahasiswa Febi, Muhammad Amirullah dari Mahasiswa Febi, Andi Nurcahayati Amir Soetejo dari Mahasiswa Tarbiyah,” ungkapnya, Selasa, 14 Desember 2021.

Misalin menambahkan, UKM-Seni IAIN Kendari, tak hanya hadir untuk memenuhi undangan akan tetapi juga akan tampil pentas pada kegiatan tersebut. Tentunya berharap ketika keempat anggotanya pulang nanti, mereka yang berangkat di sana bisa menerapkan ilmu yang mereka dapatkan kepada anggota UKM-Seni lainnya.

“Dalam kegiatan Temu Teman Teater, kami akan menampilkan monolog dengan judul Perempuan di Titik Nol adaptasi karya novel Nawal El Saadawi yang di perankan oleh Andi Tenri Nurcahyani Amir soetejo, Amirullah sebagai penata musik, Nandah sebagai penata cahaya, Yogi Indrayadin sebagai penata panggung dan untuk mensukseskan penampilan tersebut saya meminta Ibnu Sina Ali Hakim untuk mensutradarainya,” paparnya.

Sementara itu, Dewan Pembina UKM-Seni IAIN Kendari, Helvin Ezza., S.Sos.I, mengapresiasi setinggi-tingginya kepada pihak pengurus UKM-Seni IAIN Kendari, walaupun dengan keterbatasan biaya tapi tidak menyurutkan niat mengikuti Temu Teman Teater Nusantara di Palembang sebagai bentuk eksistensi kelembagaan.

“Kegiatan seperti ini agar mendapat perhatian khusus dari pihak kampus karena kegiatan seperti ini tak hanya membawa nama baik organisasi saja, tetapi tentunya nama kampus dan daerah Sulawesi Tenggara pada umumnya,” pungkasnya.

Untuk diketahui kegiatan Temu Teman Teater Nusantara di yang terletak di Provinsi Sumatera Selatan, Kota Palembang berlangsung selama seminggu, dari tanggal 9 hingga 16 Desember 2021.

 

 

Berawal Dari Iseng, Putri Meraih Juara Terbaik Dua

Reporter : Asrinawati Aziza
Editor : Rizal Saputra

Objektif.id, Kendari – Nur Saputri Ayu Tia Ningsih, mahasiswi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, berhasil meraih juara terbaik ke dua dalam lomba pesan singkat Anti Korupsi Tingkat Perguruan Tinggi se Kota Kendari.

Lomba pesan singkat yang diselenggarakan oleh Inspektorat Kota Kendari itu bukan hanya diikuti oleh mahasiswa saja. Bahkan peserta lomba juga berasal dari sekolah menengah untuk memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia.

Nur Saputri mengatakan, bahwa dalam mengikuti lomba tersebut berawal dari iseng. Namun justru keisengan itu mengantarkan menjadi juara terbaik kedua.

“Hanya iseng-iseng saja. Lomba yang saya ikuti untuk perguruan tinggi,” ucap mahasiswa Program Studi Tadris Matematika itu, Selasa, 14 Desember 2021.

Putri juga mengaku hanya membutuhkan waktu satu hari untuk menyelesaikan pesan singkat tersebut.

“Sebenarnya ndak lama. Tidak cukupji satu hari belajar sendiri, karena rasa kebosanan, langsung ikut-ikut saja,” ujarnya.

Putri mengungkapkan pesan singkat yang berhasil menarik perhatian juri hingga mengantarkannya menjadi juara terbaik dua yakni dengan pesan kekuasaan.

“Dan materi tidaklah bisa membuat orang korupsi sebab yang membatasi seseorang untuk berlaku jahat itu adalah nilai dan moral yang di yakini orang tersebut,” pungkas Putri membacakan pesan singkatnya.

UKM-Pers IAIN Kendari Gelar Diklatsar ke XXI

Reporter : Iksan Muhammad
Editor : Rizal Saputra

Objektif.id, Kendari – Unit Kegiatan Mahasiswa Pers (UKM-Pers) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, menggelar kegiatan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) ke XXI yang diselenggarakan di Gedung Aula Perpustakaan IAIN Kendari dan permandian Boro-boro pada tanggal 9 – 12 Desember 2021.

Kegiatan ini diselenggarakan UKM-Pers IAIN Kendari, sebagaimana telah menjadi program kerja tahunan dan merupakan satu hal yang wajib bagi setiap organisasi selain UKM-Pers IAIN Kendari dalam merekrut orang-orang pilihan untuk bergabung di sebuah organisasi tersebut.

Diklatsar ke-XXI, kali ini dilaksanakan di dua tempat yang berbeda yaitu Gedung Aula mini Perpustakaan IAIN Kendari selama 1 hari dan Permandian Boro-boro selama 3 hari.

Kegiatan ini diikuti 40 peserta dari berbagai program studi mulai dari semester 1 hingga semester 5. Adapun tema dari kegiatan kali ini adalah “Melahirkan Insan Pers yang Tangguh, Intelektual dan Profesional Dibidang Jurnalistik”.

Ketua Panitia, Andika mengatakan bahwa tujuan dari pada diusungnya tema kegiatan kali ini adalah bisa melahirkan anggota atau kader yang bisa menjadi pemimpin yang hebat yang nantinya akan memegang kepemimpinan perjuangan organisasi.

“Maksud diangkatnya tema ini, bertujuan agar Diklatsar Jurnalistik tahun ini bisa melahirkan anggota atau kader yang bisa menjadi pemimpin yang hebat yang nantinya akan memegang kepemimpinan perjuangan Organisasi,” kata Andika saat diwawancarai, Jumat (9/12/2021).

Sementara itu, Ketua Umum UKM-Pers IAIN Kendari, Muh. Ilham Pranata juga berharap dengan adanya kegiatan ini bisa melahirkan kader yang profesional dibidang jurnalistik dan bisa mempertahankan eksistensi organisasi.

“Semoga dengan dilaksanakannya kegiatan ini bisa melahirkan kader UKM-Pers yang profesional dibidang jurnalistik dan juga semoga bisa mempertahankan eksistensi organisasi UKM pers IAIN kendari,” harap Ilham.

Senada dengan hal itu, Pembina UKM-Pers IAIN Kendari, Ajemang juga berharap bahwa dengan adanya kegiatan Diklatsar ini bisa menciptakan kader-kader Yang memang bisa menjadi pewarta yang tangguh, handal, profesional dengan tetap memperhatikan undang-undang yang berlaku.

“Besar harapan kami supaya kegiatan ini bisa menciptakan kader-kader yang memang benar-benar bisa menjadi pewarta yang tangguh, handal, profesional dengan memperhatikan undang-undang yang berlaku,” harapnya.

Kasus Percobaan Pemerkosaan, Mahasiswa IAIN Kendari Minta Segera Diselesaikan

Reporter : Slamet Fadilah
Editor : Rizal Saputra

Objektif.id, Kendari – Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Program Studi, Manajemen Pendidikan Islam (HMPS-MPI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari menggelar aksi demonstrasi menuntut kasus percobaan pemerkosaan yang dilakukan oleh salah satu mahasiswa terhadap mahasiswi MPI segera ditindak lanjuti, Kamis, (25/11/2021).

Koodinator Lapangan (Korlap) La Ode Marjono, mengatakan, tindakan yang dilakukan oleh salah satu oknum mahasiswa tersebut tidak boleh dibiarkan, apalagi kampus kita berlatar belakang Islam.

“kita sebagai kampus yang berlatar belakang Islam tidak seharusnya membiarkan hal seperti itu” kata Marjono Kamis (25/11/2021).

Lanjut Marjono, dia meminta pihak Birokrasi untuk segera mengambil langkah untuk menyelesaikan kasus tersebut.

“Tuntutan kami yang pertama yaitu menuntut kepada pihak rektorat dan juga dekan fakultas tarbiyah untuk menindaklanjuti dan tidak diam terkait kasus percobaan pemerkosaan yang di lakukan oleh salah satu oknum mahasiswa terhadap salah satu mahasiswi MPI,” tegasnya.

Senada dengan Itu, Ketua Prodi MPI, Badarwan mengatakan, persoalan seperti ini harus di selesaikan dengan cepat karena menyangkut persoalan moralitas.

“Menurut saya respon itu harus cepat, tidak perlu kita harus menunggu bagaimana keputusan pihak kepolisian. Karena background nya kita ini adalah Lembaga pendidikan Islam, persoalan-persoalan sosial apalagi persoalan moral yang berhubungan dengan mahasiswa itu harus di respon dengan cepat dan tidak perlu menunggu keputusan secara hukum karena itu akan lama dan bisa dilakukan beriringan” uangkapnya saat melakukan hearing bersama masa aksi.

Menanggapi hal itu, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (Fatik), Masdin mengatakan bahwa pihak fakultas akan menindaklanjuti kasus ini dan akan mempersiapkan sanksi akademik kepada pelaku sesuai dengan kode etik yang ada.

“Kami sudah Menindaklanjuti kasus ini walaupun ini merupakan tindakan kriminal murni, tapi kami dari pihak fakultas sudah melibatkan diri untuk menyelesaikan kasus ini. Selanjutnya akan kami tindaklanjuti pada tingkat fakultas untuk melakukan persiapan untuk memberikan sangsi akademik sesuai dengan kode etik yang ada, dan yang terakhir saya mohon semoga kasus ini tidak menimbulkan sekat-sekat antar prodi karena ini merupakan kasus personal” kata Masdin.

Pemilihan Mahasiswa 2021 di Undur, Ini Alasannya

Reporter : Al-izar
Editor : Elfirawati

Objektif.id, Kendari – setelah di tetapkannya jadwal pemilihan mahasiswa pada pleno ke 2, ternyata di undur pada pleno ke 3 (Rabu, 24/November/2021).

Di undurnya jadwal pemilihan mahasiswa itu di karenakan adanya permasalahan terkait data mahasiswa yang akan melakukan pemilihan.

Seperti yang di katakan Amirullah selaku ketua umum komisi pemilihan umum mahasiswa (KPUM) 2021
Mengatakan bahwa mereka terkendali persoalan adanya mahasiswa yang wisuda pada tanggal 23 November 2021, dan terjadi perubahan DPT.

“Sebelumnya kami sudah tetapkan Jadwal Pemilma,Tapi tenyata ada Perubahan DPT karena adanya Wisuda pada tanggal 23 November 2021, sehingga kami terkendala dalam penentuan Jumlah Kursi Sema-I dan Sema-F, jadi kami menunggu hingga adanya Data Mahasiswa yang baru” kata Amirullah saat di wawancara (Kamis, 25/November/2021).

Tidak hanya itu pada pleno ke 3 itu sekaligus menetapkan nomor urut tiap partai.

“Sebelum pleno kami sudah mengundang Partai Politik Mahasiswa untuk hadir dalam pencabutan Nomor Urut Partai, agar dapat kami Plenokan” sambungnya.

Selain itu dalam pleno ke 3 itu juga membahas penetapan figur-figur calon yang akan menjadi pemimpin di IAIN Kendari.

“Terkait dengan Syarat Figur Calon Sema-I dan Sema-I kami mengacu pada UU Pemilma dan UU Parpolma IAIN Kendari, Sejauh ini tidak ada perubahan karena masih Relevan dengan Kondisi Institusi Saat ini” Tutupnya.

Ayo Gabung! UKM-PERS IAIN Kendari Buka Pendaftaran Anggota Baru

Reporter: Slamet Fadillah
Editor: Izar

Objektif.id, KENDARI – Unit Kegiatan Mahasiswa Pers (UKM-Pers) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari membuka pendaftaran anggota Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Jurnalistik ke – XXI pada 24 November hingga 3 Desember 2021 .

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya pengembangan diri di bidang jurnalistik dan ruang dialektika bagi mahasiswa. Selain itu pelatihan, Diklatsar juga merupakan proses awal bagi anggota baru dalam mengembangkan kemampuan jurnalistik.

Diklatsar kali ini bertema “Melahirkan Insan Pers Yang Tangguh, Intelektual dan Profesional di Bidang Jurnalistik”. Dan dilaksanakan pada Kamis – Minggu tanggal 9 – 12 Desember 2021.

Ketua Panitia, Andika mengatakan maksud diangkatnya tema tersebut adalah bertujuan agar Diklatsar Jurnalistik tahun ini bisa melahirkan kader-kader UKM-Pers IAIN Kendari yang berkualitas di bidang jurnalistik.

“Tujuan tema itu adalah semoga Diklatsar Jurnalistik kali ini bisa melahirkan kader UKM-Pers yang berkualitas, artinya mereka bisa menjadi pers mahasiswa yang kuat dan tangguh dalam menghadapi segala situasi”

Dia juga berharap setelah kegiatan nantinya para kader bisa loyal terhadap UKM-Pers IAIN Kendari.

“Saya berharap setelah selesai kegiatan Diklatsar ini, nantinya para kader bisa loyal terhadap organisasi dan melahirkan anggota pers profesional di bidang jurnalistik”

Adapun untuk para mahasiswa IAIN Kendari yang berminat mendaftar bisa mengikuti ketentuan sebagai berikut:

1. Syarat Pendaftaran:
• Mahasiswa aktif IAIN Kendari
• Semester 1-5
• Mengisi Formulir Pendaftaran di : https://bit.ly/3xlGF1K

2. Timeline
• Waktu pendaftaran : 24 November-3 Desember 2021
• Wawancara : 6-7 Desember 2021
• Pengumuman : 7 Desember 2021
• Pendidikan dan Latihan Dasar Jurnalistik: 9-12 Desember 2021

 

Tidak Pro Mahasiswa, Ketua Sema IAIN Kendari Minta Copot Kasubbag TU

Objektif.id, KENDARI – Dinilai tidak pernah mendukung lembaga kemahasiswaan, Ketua Senat Mahasiswa (Sema) Institut IAIN Kendari, Sarman Al-Usy angkat bicara soal lembaga kemahasiswaan yang selalu dipersulit dalam proses peminjaman.

“Lembaga kemahasiswaan selalu dipersulit diputar kiri kanan pada saat proses pengurusan peminjaman dan lain sebagainya, sementara kita ketahui kegiatan-kegiatan lembaga kemahasiswaan juga merupakan kegiatan yang dapat memberikan kontribusi positif khususnya akreditasi kampus,” ungkap Sarman, Minggu, 21 November 2021.

Lanjut, dirinya meminta Rektor IAIN Kendari untuk bertindak, dimana, kampus IAIN Kendari yang tidak lama lagi bertransofmasi menjadi UIN, justru menyayangkan sikap Kasubbag TU Humas dan Rumah Tangga IAIN Kendari yang membidangi proses peminjaman fasilitas yang sudah tidak profesional dalam melayani mahasiswa.

Menurutnya, lembaga kemahasiswaan IAIN Kendari merupakan bagian dari wadah pengembangan mahasiswa dalam mendukung peningkatan akreditasi kampus. Namun, pihak birokrasi hampir tidak pernah mendukung lembaga kemahasiswaan, buktinya selalu dipersulitnya segala bentuk peminjaman.

“Mewakili seluruh lembaga kemahasiswaan baik ekstra intra khusunya lembaga yang kemudian itu punya hak untuk menuntut, meminta kepada Rektor IAIN Kendari untuk copot Kasubbag TU Humas dan Rumah tangga IAIN Kendari,” tegasnya.

Dimana selama ini, bahwa orang yang diberikan tugas dalam mengurusi peminjam fasilitas, selalunya tidak profesional. Sarman menambahkan bahawa Birokrasi IAIN Kendari lebih mementingkan kepentingan segelintir oknum dari pada kepentingan lembaga kemahasiswaan.

“Kasubbag TU Humas dan Rumah tangga IAIN Kendari yang membidangi dalam proses peminjaman fasilitas tidak profesional dalam melayani mahasiswa. Mahasiswa hari ini yang selalu dipersulit meminjam untuk digunakan kegiatan-kegiatan, ketika lembaga kemahasiswaan meminjam fasilitas harus ada jaminan KTP, tidak lama lagi mahasiswa disuruh sewa gedung dan kursi,” tambahnya.

Laporan : Al-izar
Editor : Rizal Saputra