Upaya Tingkatkan Kompetensi, UKM-Pers IAIN Kendari Kirim Anggota Untuk Magang

Kendari, Objektif.id – Dalam rangka untuk meningkatkan kompetensi anggotanya, Unit Kegiatan Mahasiswa Pers (UKM-Pers) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari menyelenggarakan kegiatan magang di salah satu media online, Sultrademo.co pada hari Rabu, 24 Mei 2023.

Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja tahunan dan akan diikuti oleh 6 anggota UKM-Pers IAIN Kendari dalam jangka waktu satu bulan kedepan.

Salah satu peserta magang, Tessa menuturkan perasaan antusiasnya dalam mengikuti kegiatan tersebut.

“Perasaan saya waktu perkenalan magang awalnya merasa tegang tapi setelah melakukan perkenalan saya lebih merasa santai karena mungkin disinilah tempat kita belajar tentang dunia jurnalistik lebih mendalam,” Ungkapnya.

Selain itu, Direktur Utama Media Sultrademo.co, Suprin mengatakan bahwa kegiatan magang ini merupakan momentum penting bagi para anggota UKM-Pers IAIN Kendari untuk dapat belajar mengenai cara kerja jurnalistik yang baik.

“Magang kali ini merupakan momentum yang penting agar kiranya teman-teman bisa belajar bagaimana pentingnya memahami kerja-kerja jurnalistik, yang kedua bahwa wartawan itu sedikit tahu tapi banyak artinya apa kita harus tahu segala macam hal sekalipun itu tidak spesifik,” katanya.

Ketua Umum UKM-Pers IAIN Kendari, Andika berharap para perserta magang tahun ini dapat menjaga nama baik organisasi dan mampu mendapatkan ilmu yang bermanfaat yang bisa diterapkan pada organisasi kedepannya.

“Bisa menjaga nama baik organisasi selama magang dan selamat berkerja semoga bisa menghasilkan karya-karya atau tulisan dengan bertambahnya wawasan, skill, dan kemampuan supaya ketika selesai dari magang skill itu bisa diterapkan dalam UKM-Pers itu sendiri,” Harapnya.

Reporter : Melvi Widya
Editor: Asrina

Waspada! Marak Pencurian Helm di Parkiran Kampus IAIN Kendari

Kendari, Objektif.id- Dalam beberapa hari terakhir ini, telah terjadi kasus kecurian helm di parkiran Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari yang dialami oleh beberapa mahasiswa.

Salah satu korban, Hafid yang merupakan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) mengatakan bahwa dirinya mendapati helm yang dia miliki telah hilang setelah usai jam perkuliahan, dan dia pun langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak keamanan kampus.

“Jadi pas setelah jam 12 saya keluar pada saat saya mau pulang saya cek helm ku sudah hilang tidak ada, makanya saya langsung lapor ke security kalau hilang helm ku, kemudian kami sama-sama cari sampai sore tapi tidak dapat-dapat juga itu helm ku,” Katanya,(19/5/2023)

Selain itu, Hafid juga telah berusaha meminta untuk diperlihatkan hasil rekaman kamera pengawas yang ada disekitar parkiran dari pihak keamanan, namun ternyata kamera pengawas tersebut tidak ada yang berfungsi pada saat kejadian berlangsung.

“Nah saya sempat juga tanyakan untuk cek kamera pengawas siapa tahu bisa di dapat lewat CCTV ternyata saat di cek CCTV di fakultas tidak ada yang menyala,” sambungnya.

Mengetahui hal tersebut, dirinya pun berupaya mencari solusi dengan mengadap pihak pengelola Fakultas, karena hal ini menyangkut keamanan dan kenyamanan para mahasiswa.

“Nah yang paling saya kecewakan ternyata CCTV di FEBI satupun tidak ada yang aktif, dan saya bersama teman-teman untuk datang menghadap ke kabag umum untuk meminta solusi terkait CCTV demi kenyamanan mahasiswa, tapi dari pihak kabag umum katanya sudah sementara memanggil pihak teknisi dan sampai sekarang kami masih menuggu kelanjutannya,” ungkapnya.

Salah satu korban lainnya, Inal, yang merupakan mahasiswa Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) mengatakan bahwa dirinya yang biasa menyimpan helm bersama motornya di parkiran kampus, namun harus mendapati helm yang dia miliki telah hilang diambil pencuri pada hari Senin, 15 Mei 2023.

“Jadi, setiap saya berangkat ke kampus saya melihat cuaca terlebih dahulu dan kebetulan di hari Senin itu cuacanya cerah lalu saya simpan saja helm itu di motor, pas selesai matakuliah terakhir tiba-tiba sudah hilang helmku di motor,” Katanya (19/5/2023).

Dia berharap kasus pencurian helm ini bisa diatasi oleh pihak kampus agar dapat menciptakan suasana aman bagi para mahasiswa.

“Harapan saya untuk kasus ini bisa lebih dinetralisir keamanannya untuk ditingkatkan jika perlu ini diadakan tempat penyimpanan helm sudah aman baru tidak usah lagi kita bolak-balik ambil helm diparkiran jika tiba-tiba hujan” Harapnya.

Reporter: Melvi, Tesa
Editor: Redaksi

Wajib Tahu, Berikut Jadwal Tahapan Pemilu 2024

Penulis : Hajar

Melalui laman resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia telah merilis infografis tahapan Pemilu 2024 yang akan dilaksanakan.

Sebagai warga negara yang akan menikmati momentum pesta demokrasi tentunya harus mengetahui pasti apa saja dan sudah sampai dimana tahapan pemilu yang sedang berlangsung.

Mengapa ini perlu diketahui sebab masyarakat memiliki peran penting terhadap kejelasan informasi tahapan pemilu agar bisa mengawal dan mengawasi kerja-kerja KPU dalam menghasilkan produk demokrasi yang baik.

Adapun jadwal penyelenggaraan tahapan Pemilu 2024 sebagai berikut.

  • Penyusunan peraturan KPU dari 14 Juni 2022 s.d. 14 Desember 2023.
  • Pemutakhiran data pemilih dan penyusunan daftar pemilih dari 14 Oktober 2022 s.d. 21 Juni 2023.
  • Pendaftaran dan verifikasi peserta pemilu dari 29 Juli 2022 s.d. 13 Desember 2022.
  • Penetapan peserta pemilu pada 14 Desember 2022.
  • Penetapan jumlah kursi dan penetapan daerah pemilihan dari 14 Oktober 2022 s.d. 9 Februari 2023.
  • Pencalonan Presiden dan Wakil Presiden dari 19 Oktober 2023 s.d. 25 November 2023.
  • Pencalonan Anggota DPR-RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota dari 24 April 2023 s.d. 25 November 2023.
  • Pencalonan Anggota DPD dari 6 Desember 2022 s.d. 25 November 2023.
  • Masa kampanye pemilu dari 28 November 2023 s.d. 10 Februari 2024.
  • Masa tenang dari 11 s.d. 13 Februari 2024.
  • Pemungutan suara 14 Februari 2024.
  • Penghitungan suara dari 14 s.d. 15 Februari 2024.
  • Rekapitulasi hasil penghitungan suara dari 15 Februari 2024 s.d. 20 Maret 2024.
  • Penetapan hasil pemilu tanpa permohonan perselisihan hasil Pemilu paling lambat 3 hari setelah KPU memperoleh surat pemberitahuan dari Mahkama Konstitusi (MK).
  • Penetapan hasil pemilu dengan permohonan perselisihan hasil pemilu paling lambat 3 hari pasca putusan MK.
  • Pengucapan Sumpah/Janji Presiden/Wakil Presiden pada 20 Oktober 2024.
  • Pengucapan Sumpah/Janji DPR dan DPD pada 1 Oktober 2024.
  • Pengucapan Sumpah/Janji DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota disesuaikan dengan akhir masa jabatan masing-masing anggota.

Diminta Untuk Menindak KPUM, Ini Tanggapan Ketua SEMA IAIN Kendari

Kendari, Objektif.id – Polemik Pemilihan Umum Mahasiswa (Pemilma) tahun 2023 yang terus saja muncul dikarenakan ketidakpastian kapan waktu pelaksanaan pemilihan hingga dipertanyakan bagaimana tanggung jawab Senat Mahasiswa (SEMA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari dalam hal ini.

Ketua Sema IAIN Kendari, Wahyudin Wahid saat ditemui objektif.id, mengatakan bahwa Sema Institut memang berkewajiban untuk mengawal jalannya Pemilma di IAIN Kendari.

“Teman-teman perlu pahami bahwa sudah menjadi tugas dan kewajiban kami untuk kemudian mengawal Pemilma ini sampai selesai, sesuai dengan mekanisme yang tertuang dalam regulasi yang ada di IAIN Kendari,” Katanya, Jum’at, 12 Mei 2023.

Selain itu dia juga mengatakan bahwa tidak setuju dengan adanya tuntutan terkait pembekuan Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) saat ini yang dinilai gagal dalam menjalankan Pemilma, dikarenakan hal tersebut dapat mencederai kemerdekaan demokrasi.

“Sebenarnya bukan diminta untuk dibekukan, tapi meminta untuk membentuk KPUM baru melalui tangan birokrasi karena KPUM yang saat ini dinilai tidak bertanggung jawab, yang justru hal tersebut mencederai kemerdekaan demokrasi mahasiswa itu sendiri,” Sambungnya.

Wahyudin Wahid mengatakan bahwa KPUM saat ini belum bisa dikatakan gagal dalam menjalankan Pemilma karena masih melakukan proses dalam persiapan pelaksanaannya.

“Gagal itu ketika kemudian pemilma ini tidak berlangsung. ini kan kita lihat bersama bahwa pemilihan masih dalam tahap proses pelaksanaan. Yang membuat pemilma ini molor ialah karena banyak perbaikan yang harus dilakukan oleh KPUM baik itu yang berkaitan dengan websait maupun teknis pelaksanaan lainnya,” Ujarnya.

Dia juga berharap agar Pemilma tahun ini bisa cepat untuk terlaksana dan tidak ada gesekan yang terjadi sehingga dapat berjalan dengan aman dan tertib.

“Kalau harapan saya selaku ketua Senat Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Kendari, bagaimana kemudian pemilihan tahun ini bisa cepat terlaksana dengan aman, tertib tanpa ada gesekan gesekan sesama mahasiswa ataupun gesekan mahasiswa dengan birokrasi.” Pungkasnya.

Reporter: Fitrah Ardiansyah H.
Editor: Redaksi

Sempat Tidak Jelas, Pemilma IAIN Kendari 2023 Akan Tetap Dilaksanakan

Penyelenggaraan Pemilihan Umum Mahasiswa (Pemilma) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari tahun 2023 yang tak kunjung terlaksana kini telah memasuki babak baru.

Berdasarkan hasil rapat yang digelar dengan agenda pembahasan terkait polemik penyelenggaraannya, dengan menghadirkan seluruh unsur yang terlibat, dan melahirkan keputusan bahwa Pemilma IAIN Kendari tahun 2023 akan tetap dilaksanakan. Jumat, (12/5/2023)

Ketua Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) IAIN Kendari, Al-Izar mengatakan bahwa keputusan tersebut sudah merupakan kesepakatan dari seluruh partai politik mahasiswa yang akan bertarung pada Pemilma kali ini.

“Terkait kesekapatan para partai politik tetap kita lanjutkan pemilihan. Tetapi sebelum itu Kita harus adakan simulasi web dulu,” ujarnya.

Selain itu, dia juga mengatakan bahwa sebelum dilaksanakan, terlebih dahulu akan dilakukan proses simulasi website yang akan digunakan pada Pemilma IAIN Kendari tahun 2023 ini.

“Persoalan tahapan pemilma itu kita akan masuk pada tahapan simulasi web jadi sistem pemilihan kita nanti ini semi offline jadi makanya sebelum pemilihan kita akan adakan simulasi web,” Lanjutnya.

Al-Izar mengatakan bahwa proses pemilihan nanti akan dilakukan secara semi offline, jadi walaupun menggunakan website, para pemilih harus langsung datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk dapat melakukan pemilihan.

“Mekanisme pemilihan itu semi offline jadi tetap datang di tempat pemungutan suara. Jadi nanti teman-teman mahasiswa pemilih harus datang di TPS dan memilih tempat secara offlinenya itu datang di TPS. Untuk informasi selanjutnya nanti setelah simulasi baru ada tata cara pemilihan.” Tutupnya.

Reporter: Fitrah

Editor: Slamet

Kematian Demokrasi dan Penghianatan Nilai-Nilai KBM di Kampus IAIN Kendari

Oleh: Rafli Tahir (Mahasiswa IAIN Kendari)

Adagium Antonio Gramsci; “The aim of education is to create autonomous and critical individuals who are capable of making their own judgments, and not simplyaccepting the judgments of others.” Artikulasi adagium diatas disambut kritis oleh Rocky Gerung bahwa sistem pendidikan kita perhari ini menghindari ketajaman argumentasi, sehingga tajamnya argumentasi dianggap tidak sopan. Secara semiotik, hal tersebut bertujuan menciptakan dominasi kekuasaan yang mutlak di tangan para dosen dan pimpinan kampus. Kultur feodal yang mendominasi lingkungan kampus membatasi kebebasan dan kemerdekaan. Sebagai laboratorium peradaban, kampus seharusnya mencetak kebenaran, kebebasan, dan kemerdekaan serta mencerdaskan generasi bangsa. Namun, kampus yang bersifat feodal justru menjadi penjara intelektual bagi mahasiswa dan aktivis intelektual. Kita harus prihatin karena saat ini kampus telah menjadi imperium-imperium kerajaan yang kebal terhadap kritikan dan gugatan warga kampus terkait kebijakan yang tidak sejalan dengan kebebasan dan kemerdekaan.

Mahasiswa di persimpangan kiri jalan dan di kiri sudut kampus sama-sama berjuang untuk menegakkan demokrasi yang sehat dan melawan rezim feodal yang kembali muncul di negara ini. Namun, kenyataannya sistem pendidikan saat ini secara tidak langsung menerapkan sistem feodal dimana kebenaran ada di tangan dosen dan kebebasan berpendapat dibatasi, sehingga memunculkan krisis kebebasan dan ketajaman argumen dianggap sebagai propaganda. Mahasiswa juga terkadang mencari kedekatan dengan dosen untuk mendapatkan nilai 4.0, bukan dengan daya berfikir kritis dan ketajaman argumen. Gerakan protes dan aksi aktivis mahasiswa juga sering dibungkam oleh pimpinan kampus, dengan menggerakan sekuriti kampus. Hal ini menunjukkan bahwa demokrasi yang diterapkan di kampus mungkin sudah redup bahkan mati.

Mahasiswa di IAIN Kendari harus mampu memperbaiki kekacauan yang terjadi di kampus dan melihat ruang-ruang intelektual yang ada di sekitarnya. Pemahaman demokrasi harus ditanamkan sejak dini dan intelektual harus mendahului elektabilitas dalam memimpin. Seharusnya, mahasiswa dapat mengembangkan daya berfikir kritis dan analisa yang kuat dengan mengkaji kultur kajian yang terlupakan. Kampus harus menjadi tempat yang dapat mencetak ilmu pengetahuan dengan melibatkan nalar kritis yang lebih tinggi.

Mahasiswa di IAIN Kendari harus memahami sistem pendidikan kampus yang sedang berjalan dengan jelas, terutama dalam merawat demokrasi yang sehat. Karena demokrasi yang sehat dimulai dari pendidikan demokrasi, sehingga dapat membentuk daya berpikir dan nalar yang baik bagi generasi selanjutnya. Untuk itu, KPUM dibentuk sebagai sarana aktualisasi demokrasi melalui PEMILMA di IAIN Kendari. KPUM harus memahami sistem demokrasi yang sehat agar demokrasi tidak tercoreng di kampus dan eksistensi demokrasi tetap terjaga. Meskipun kampus lain berlomba-lomba untuk menegakkan demokrasi yang sehat, sangat memalukan bahwa di kampus IAIN Kendari penerapan demokrasi sangat melenceng sehingga PEMILMA IAIN Kendari tidak dapat berjalan dengan baik.

Sebagaimana yang di ucapkan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin, sejarah membuktikan bahwa pemerintahan diktator dan otoriter hanya sementara, sementara demokrasi adalah sistem yang lebih baik dan berkesinambungan. Namun, di kampus IAIN Kendari terlihat adanya praktik pendidikan yang otoriter dan diktator. Apakah mahasiswa IAIN Kendari akan menerimanya? Hal ini akan berdampak pada negara kita. Kampus yang independen adalah kunci kesuksesan dalam menerapkan demokrasi dalam pendidikan. Siapa yang berperan aktif dalam memperjuangkan demokrasi di kampus ini? Bukannya lembaga mahasiswa hanya berbicara tentang kelompok masing-masing yang memunculkan disparitas? Namun, yang harus terlibat dalam perjuangan demokrasi adalah seluruh elemen mahasiswa IAIN Kendari. Mereka harus menghidupkan kembali SUMPAH MAHASISWA dan menjaga semangatnya agar tetap terdengar di seluruh kampus.

Che Guevara, seorang tokoh revolusioner, pernah mengatakan bahwa demokrasi digunakan sebagai alat untuk membenarkan kediktatoran kelas eksploitasi. Namun, dikampus IAIN Kendari, manajemen yang kurang transparan dan regulasi yang tidak jelas mengakibatkan kurangnya ruang untuk didikan demokrasi dalam pelaksanaan PEMILMA. Meskipun seharusnya politik dan dinamika demokrasi menjadi topik yang menarik perhatian mahasiswa di setiap sudut kampus, atmosfer kompetisi yang seharusnya ada justru minim terwujud karena sistem pendidikan yang sudah bergeser secara hakikat. Hal ini menjadi senjata ampuh untuk mematikan semangat dan kepedulian mahasiswa terhadap permasalahan di kampus dan negara ini.

Mahasiswa dianggap sebagai kaum intelektual yang berpendidikan dan diharapkan sebagai agen perubahan dan pengendali, tetapi dalam kenyataannya hanya sebatas ucapan saja dan tidak terlihat dalam tindakan. Seharusnya, mahasiswa memegang teguh tujuannya dan menjaga budaya kampus, seperti perhelatan demokrasi kampus yang selalu menarik untuk dibahas. Namun, realitanya berbeda, karena miniatur dari politik praktis yang buruk di negara terlihat jelas pada PEMILMA IAIN Kendari saat ini. Kampus yang seharusnya menjadi ruang intelektual tercoreng karena ketidakpastian dari KPUM dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai penyelenggara PEMILMA Tahun 2023, yang menunjukkan kelemahan mereka dalam mengelola acara tersebut. Keputusan yang sudah kadaluarsa namun PEMILMA belum terlaksana menimbulkan keraguan akan kepentingan yang terlibat di dalamnya.

Setiap individu memiliki kepentingan yang berbeda, tetapi penting bagi kita untuk memastikan bahwa kepentingan tersebut dapat diterima secara universal. Fenomena di kampus IAIN Kendari menunjukkan bahwa kepentingan yang diusung saat ini telah cacat secara mental dan moral, dan ini akan menjadi hambatan di masa depan. Oleh karena itu, kelembagaan mahasiswa di setiap fakultas harus dinonaktifkan karena masa jabatan telah berakhir dan tidak produktif, seperti yang tercantum dalam Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh Rektor IAIN Kendari. Konstitusi Keluarga Besar Mahasiswa Institut Agama Islam Negri (KBM IAIN) Kendari menyatakan bahwa SEMA I sebagai lembaga tertinggi di kampus harus menganalisis dan menegakkan demokrasi melalui pengurus KPUM yang telah dibentuk. Namun, nilai-nilai demokrasi yang sehat tidak terwujud, dan SEMA I, DEMA I, dan KPUM harus dinonaktifkan karena telah merusak nilai-nilai demokrasi. Hal yang sama berlaku untuk pelaksanaan PEMILMA, yang harus dilaksanakan secara menyeluruh oleh lembaga legislatif dan eksekutif sesuai dengan waktu yang telah ditentukan oleh KPUM IAIN Kendari, namun tidak terlaksana. Oleh karena itu, KPUM IAIN Kendari menjadi beban dan merugikan negara.

Penulis mengamati banyak fenomena yang terjadi di kampus IAIN Kendari, terutama terkait dengan kepengurusan KPUM yang tidak dapat dipercaya dalam menjalankan tugas mereka. Meskipun janji-janji manis telah diberikan oleh KPUM, termasuk tentang pelaksanaan PEMILMA, hingga saat ini belum ada kepastian terkait dengan pelaksanaannya. Penulis merasa bahwa KPUM yang telah diberi mandat pada tahun 2023 untuk memastikan keberlangsungan demokrasi di kampus, namun harapannya tidak sesuai dengan kenyataan. SEMA I, DEMA I, dan KPUM harus bertanggung jawab atas keterlambatan ini, dan penulis bertanya-tanya tentang alasan di balik kegagalan tersebut. Mungkin ada kendala anggaran atau kurangnya keterampilan dalam memimpin, atau bahkan lemahnya pengawasan dari WAREK III IAIN Kendari. Apapun penyebabnya, penulis berharap bahwa tindakan yang tepat akan diambil untuk memastikan keberlangsungan demokrasi dan kepercayaan di kampus.

Analogi sederhana yang dapat disimpulkan adalah seperti sebuah hulu yang menentukan arah aliran sungai ke hilir. Apabila niat yang baik dipadukan dengan instrumen atau cara yang tepat, maka tujuan yang diinginkan dapat tercapai. Namun, apabila niat yang mendasari tidak sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi yang baik,maka instrumen yang digunakan juga akan seiring dengan tujuan tersebut. Akibatnya, tindakan korupsi, kolusi, dan nepotisme akan muncul kembali. Niat yang hanya untuk mendapatkan pengalaman atau CV yang baik tanpa disertai dengan semangat untuk berkontribusi bagi masyarakat hanya akan menghambat kemajuan dalam pembangunan kehidupan berpolitik yang bersih, baik, dan sehat.

“Seburuk apapun aturan, jika dibarengi dengan konsistensi, maka akan lebih baik daripada peraturan yang bagus tetapi sumber daya manusianya tidak menerapkannya. Kegigihanmu hari ini merupakan pesan kehormatan yang disampaikan kepada orang lain tanpa suara atau kalimat, percaya atau tidak. Tidaklah tampangmu yang membuatmu dikenang, tidaklah ucapanmu yang membuatmu bijak, tetapi gerakanmu yang membuatmu bermakna. Harapan bangsa terletak pada pundak mahasiswa yang menyadari tanggung jawab dan fungsinya. Mari kembali pada lingkaran ketidaktahuan agar dapat menjadi tahu, sehingga mahasiswa akan tetap ada. HIDUP MAHASISWA!”

Nahkoda KPUM Tak Siap Berlayar 

Objektif.id – Apa kabar pesta demokrasi mahasiswa di Kampus biru tercinta.?  Tulisan ini kubuka dengan pertanyaan manis ini, sebagaimana manisnya janji-janji yang mereka rencanakan.

Seperti yang sudah kita saksikan yang terjadi pada Kampus tercinta kita di mana pesta demokrasi yang sudah banyak dinanti-nantikan oleh Mahasiswa-mahasiswa yang berkecimpung pada partai-partai yang menjadi idaman mereka, yang sampai saat ini tak kunjung digelar. kita semua sama-sama menantikannya.

Ibarat sebuah kapal para penumpang yang sudah bersiap dengan riang gembira menantikan euforia perjalanan yang sangat menarik hingga menghantarkan mereka pada tujuan, namun tidak akan pernah sampai disebabkan nahkoda kapal yang belum ingin berpisah dari dermaga.

Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) sudah memasuki bulan ke lima semenjak dibentuk pada Desember lalu, namun semenjak terbentuknya belum ada jadwal pasti terkait kapan pemilihan pada periode ini akan dilaksanakan. Layaknya tiupan angin yang menghempaskan asap dalam seketika hingga menghilang tanpa jejak.

11 April lalu dengan tegas Ketua KPUM Al- Izar membeberkan alasan mengapa pemilihan tidak dilaksanakan pada 2 bulan pertama semenjak terbentuk adalah karena bertepatan dengan libur mahasiswa dan juga belum cairnya anggaran untuk kegiatan akbar ini.

Namun alasan pertama telah tertepis dengan sendiri nya yaitu masa libur mahasiswa dan alasan yang kedua apakah sampai sekarang anggaran belum cair.? Ini tentunya hanya mereka yang bisa menjawab

Upaya dari teman-teman mahasiswa sudah banyak dilakukan mempertanyakan hal ini sampai dengan menggelar demontrasi, dan tidak hanya mahasiswa yang turut serta mempertanyakan bahkan Wakil Rektor III Kampus biru pun turut andil, namun yang kita lihat sekarang belum pula terlaksana hingga ini menjadi pertanyaan besar. Ketua Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa dimana kah anda.?

Penulis: Fitri
Editor: Redaksi

Resmi Nahkodai UKM Pers, Ini Program Utama Andika

Kendari, Objektif.id – Usai terpilih sebagai Ketua Umum Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pers pada Musyawara Mubes (Mubes) ke-23 di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari Senin 17 April 2023, ini program utama Andika.

“Meningkatkan kinerja kepengurusan periode 2022-2024, Mensolidkan kepengurusan UKM-Pers,” ucap Andika saat ditemuai awak media, Senin (17/4/2022).

Menurutnya, program tersebut merupakan langkah awal untuk mencapai visi serta tujuan organisasi kemahasiswaan yang bergerak di bidang Pers.

“Menjadikan UKM Pers sebagai lembaga organisasi yang aktif dan kreatif serta menjunjung tinggi kekeluargaan,” tuturnya.

Ditempat yang sama, mantan Ketua Umum UKM Pers periode 2022-2023 Arini Triana Suci R, berharap agar Ketua baru yang baru terpilih (Andika) agar memberikan yang terbaik untuk kemajuan organisasi.

“Saya harap semua niatan baiknya dari adiku Andika yang hari ini baru terpilih sebagai Ketua Umum agar terealisasi sesuia apa yang dia cita-citakan,” harap Arini Triana Suci R.

Reporter : Tesa
Editor : Rizal

Tiga Bulan Masa Kerja KPUM, Pemilma IAIN Kendari Belum Terlaksana

Kendari, Objektif.id – Pemilihan Umum Mahasiswa (Pemilma) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari merupakan pesta demokrasi Mahasiswa yang tiap tahunnya diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM).

Diketahui, KPUM ini dibentuk sejak tanggal 29 Desember 2022 lalu yang diketuai oleh Al-Izar, namun masa kerja KPUM terhitung mulai dari tanggal 11 Januari – 11 April 2023 yang tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Rektor.

Dari pantauan Objektif.id, sudah terhitung tiga bulan berjalan masa kerja KPUM, belum juga ada kejelasan terkait jadwal pelaksanaan pemilihan umum mahasiswa.

Ketua KPUM, Al-Izar mengatakan bahwa Pemilma enggan terlaksana di dua bulan awal pertama karena bertepatan dengan libur mahasiswa.

“Alasan karna masih masa libur mahasiswa serta masih pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT), Hal itu menjadi kendala di bulan satu dan di bulan dua kami tidak menjalankan Pemilihan Umum Mahasiswa,” katanya.

Dia juga mengatakan bahwa salah satu faktor utama belum jelasnya jadwal Pemilma ini dikarenakan keterlambatan dari pencairan anggaran yang akan dialokasikan untuk pelaksanaan Pemilma IAIN Kendari.

“Karena tahapan-tahapan tersebut diatur oleh internal KPUM dan ada beberapa kendala salah satu nya dari anggaran juga telat turun, kita mau jalankan pemilihan secepat mungkin tapi kurang support dari anggaran tersebut,” sambungnya.

Reporter : Aksan
Editor : Slamet

PEMILMA : Kejahatan Yang Tersembunyi ?

Objektif.id – Mari kita simak secara ringkas terlebih dahulu apa itu KPUM? jadi, KPUM atau Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa berperan sangat penting dalam PEMILMA (Pemilihan Umum Mahasiswa) mulai dari merencanakan persiapan pelaksanaan pemilihan, menerima serta menetapkan partai-partai politik mahasiswa sebagai peserta pemilihan yang nantinya akan berkampanye pada saat berlangsungnya pemilihan.

Sudah tidak lama lagi akan dilaksanakan Pemilma di sebuah kampus biru yang bertepatan juga di bulan ramadhan nantinya. Namun, belum pelaksanaan Pemilma dimulai sudah beredar sebuah desas-desus melalui pamflet yang disebar di beberapa grup chat para mahasiswa yang mengatakan bahwa ada “seseorang” yang tidak jelas delegasinya dari mana. Namun, malah diangkat menjadi bagian dari KPUM. Ditambah lagi “seseorang” ini juga tergabung di salah satu Partai Politik Mahasiswa (PARPOLMA).

jika ditelisik bukankah hal ini sudah termasuk melanggar aturan dalam Undang-Undang Pemilihan Umum Mahasiswa yang mana tepatnya pada BAB IV, pasal 10 tentang penyelenggara Pemilma yang mengatakan bahwa KPUM terdiri atas :

a. Masing-masing 1 delegasi dari UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa)

b. Masing-masing 2 delegasi dari DEMA (Dewan Eksekutif Mahasiswa)

c. Masing-masing 3 delegasi dari SEMA (Senat Mahasiswa)

Sudah sangat jelas tertera di situ orang-orang yang berhak menjadi bagian dari KPUM adalah orang yang didelegasi secara sah. Namun masih terindikasi bahwa ada oknum petinggi KPUM belum mengantongi surat mandat dari delegasi UKM yang mengutusnya, jadi seakan-akan oknum petinggi KPUM tersebut mengklaim salah satu UKM dalam mendelegasikan dirinya. sangat penuh konspirasi sekali ya teman-teman.

Mari kita flashback ke 2 tahun lalu tepatnya di tahun 2021, pada saat penyelenggaraan Pemilma yang dilangsungkan secara online itu berakhir dengan kericuhan. Sekiranya terdapat puluhan mahasiswa lakukan demonstrasi di depan gedung rektorat menuntut kejelasan akan akses pemilihan yang tiba-tiba error.

Usut punya usut nih, ternyata sistem yang tiba-tiba error itu karena di hack oleh salah satu “oknum” dengan mengubah data voting dari para mahasiswa untuk kemudian data itu diberikan kepada salah satu Parpolma agar nantinya Parpolma tersebut dapat menang dalam pemilihan.

Sekarang kita beralih ke sudut pandang pihak KPUM itu sendiri. Kenapa pihak KPUM seakan-akan menutup-nutupi hal ini ya? apakah pihak KPUM ini ditekan oleh mereka yang mempunyai kuasa yang tinggi sehingga ia terpaksa untuk membuat kecurangan? atau apakah memang KPUM sang sutradara sebenarnya dengan mempermainkan Pemilma ini? yah, tidak ada yang tahu. Karena, kembali lagi kepada definisi sebenarnya bahwa politik itu KOTOR. Jika tidak patuh dalam permainan maka siap-siap saja nyawa melayang.

Dari rangkaian di atas maka dapat kita simpulkan bahwa pihak penyelenggara Pemilma a.k.a KPUM secara garis keras dinyatakan cacat.

Pesan penulis, semoga tulisan ini dibaca oleh mereka dan pihak KPUM semoga memberikan tanggapannya secepat mungkin secara terperinci dan jujur terkait desas-desus yang telah menyebar ini.

Penulis : Rian
Editor: Redaksi

Tak Kunjung Diberi Kejelasan Mengenai Sertifikat LKM, Mahasiswa Lakukan Aksi Demonstrasi

Kendari, Objektif.id – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pemerhati Kampus melakukan aksi demonstrasi di depan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari pada Kamis (2/3/2023).

Dalam aksi demonstrasi tersebut mereka mengusung dua tuntutan, yang pertama yaitu terkait kejelasan pemberian sertifikat bagi para peserta Latihan Kepimimpinan Mahasiswa (LKM) FEBI yang belum diberikan oleh pihak panitia penyelenggara kegiatan sejak bulan September 2022 lalu.

Sedangkan tuntutan kedua yaitu mengenai tata cara berbusana mahasiswi FEBI yang dinilai menyalahi  kode etik dalam hal berbusana di lingkup kampus IAIN Kendari yang merupakan kampus dengan latar belakang agama Islam.

Koordinator Lapangan, Arya Saputra mengatakan bahwa para peserta LKM hanya diberikan janji palsu terkait penyerahan sertifikat LKM sehingga mendorong mereka melakukan protes lewat aksi demonstrasi di hari ini.

“Kami sudah komunikasi dengan ketua panitia penyelenggara pada bulan Desember 2022, tetapi beliau hanya memberikan janji kepada kami yang  sampai saat ini masih belum terpenuhi,” Ucapnya.

Mereka juga mengkritik cara berpakaian dari para mahasiswi IAIN kendari, khususnya di lingkup FEBI yang dinilai tidak sesuai dengan aturan kampus dan menginginkan pihak kampus menindak hal tersebut.

“Menurut kami tidak sepantasnya mahasiswi menggunakan pakaian seperti itu dan kami meminta kepada pihak birokrasi kampus agar ketika menemukan yang berpakaian seperti itu untuk itu diingatkan dan diberikan teguran,” Sambungnya.

Sementara itu saat sesi hearing, Wakil Dekan III FEBI IAIN Kendari, Sodiman M.Ag menanggapi tuntutan masa aksi dengan mengatakan bahwa sertifikat peserta LKM akan diberikan minggu depan, namun dia belum menanggapi tuntutan mengenai tatacara berpakaian mahasiswi yang dinilai tidak sesuai aturan.

“InsyaAllah terkait dengan sertifikat LKM sudah bisa diambil minggu depan tepatnya di hari selasa tanggal 7 Maret 2023,” pungkasnya.

Reporter : Melvi Widya
Editor: Redaksi

Upaya Pencegahan Praktik P2GP, IAIN Kendari Lakukan Syuting Film Dokumenter Sekaligus Edukasi dan Sosialisasi di Desa Rambu-Rambu Jaya

Kendari, Objektif.id – United Nation Fund For Population Activities (UNFPA), Pemerintah Kanada, Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI), ALIMAT, dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari membentuk program kerja sama dengan menggelar syuting untuk film dokumenter tentang Pencegahan Pelukaan Dan Pemotongan Genital Perempuan (P2GP) pada 6-8 Januari 2023. Selain itu, dilaksanakan pula edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat di Desa Rambu-Rambu Jaya.

Kegiatan syuting dan edukasi ini dilaksanakan di dua tempat berbeda, yang pertama, di IAIN Kendari sendiri dengan menginterview beberapa mahasiswa, Jaringan KUPI (Kongres Ulama Perempuan Indonesia) IAIN Kendari, Kepala Biro Administrasi Umum Akademik dan Kemahasiswaan (AUAK) IAIN Kendari, serta Rektor IAIN Kendari yang dalam hal ini diwakili oleh Warek 1 terkait responnya terhadap kegiatan Pencegahan Praktik Pelukaan dan Pemotongan Genitalia Perempuan (P2GP). Yang kedua, di Desa Rambu-Rambu Jaya, Konawe Selatan, dengan menyorot masyarakat setempat.

Irma Irayanti, selaku dosen IAIN Kendari, menuturkan bahwa kegiatan ini bertujuan mengedukasi masyarakat di Indonesia yang melakukan praktik P2GP atau biasa dikenal dengan Sunat Perempuan yang diselenggarakan sebagai tradisi keagamaan.

“Kami memastikan masyarakat yang masih mempertahankan tradisi keagamaan ini tidak melakukan pelukaan apalagi pemotongan yang dapat membahayakan perempuan baik jangka pendek maupun jangka panjang,” Tuturnya.

Beliau juga mengatakan, kegiatan ini merupakan serangkaian dari misi KUPI untuk mencegah praktik-praktik P2GP atau Female Genital Mutilation (FGM).

“FGM ini merupakan kegiatan yang dilarang oleh WHO karena sangat berbahaya, sehingga UNFPA bersinergi untuk bergerak cepat mengedukasi masyarakat dengan menggandeng Perguruan Tinggi,” Sambungnya.

Tuturnya lebih lanjut, dari kegitan ini akan diangkat menjadi film dokumenter. Film dokumenter yang juga disponsori oleh Pemerintah Kanada ini nantinya akan disebarluaskan di media sosial UNFPA, sebagai output dari kegiatan Pencegahan P2GP, diharapkan menjadi film dokumenter yang dapat mengubah pola pikir masyarakat terkait praktik-praktik keagamaan yang berdampak bahaya terutamanya pada kalangan perempuan dan anak.

“Diharapkan masyarakat merubah paradigma berfikir terkait dengan praktik-praktik keagamaan yang dapat mendatangkan bahaya bagi perempuan dan anak. Selain itu Rasulullah tidak pernah menyunat anak perempuan beliau. Jadi, semoga kegiatan ini bernilai ibadah dan diharapkan lagi tidak adanya praktik pelukaan dan pemotongan.” Pungkasnya.

Upaya Penerapan Tri Bina Pramuka, UKK Racana IAIN Kendari Lakukan Kemah Kerja Nyata

Kendari, Objektif.id – Unit Kegiatan Khusus (UKK) Racana Sultan Qaimuddin Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari menggelar Kemah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sawapudo, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe pada 24-31 Desember 2022.

Kegiatan ini mengangkat tema “Melahirkan Generasi, Mengabdikan Diri Berlandaskan Tri Satya dan Dasa Dharma” dan melaksanakan dua program kerja inti, yang pertama yaitu program kerja fisik berupa bakti sosial pemasangan tapal batas desa dan yang kedua yaitu program kerja non fisik yakni berupa pelatihan pengelolaan bank sampah, pelatihan istinja dan pelatihan pengurusan jenazah.

Selain itu, kegiatan ini juga diisi oleh perlombaan-perlombaan yang diikuti oleh anak-anak dari Desa Sawapudo sendiri, diantaranya ialah lomba balap karung, balap kelereng, masukan paku dalam botol, dan penyaluran Al-Qur’an.

Ketua Dewan Racana IAIN Kendari, Rizal mengatakan Kegiatan Kemah Kerja Nyata (KKN) ini berbasis pengabdian masyarakat dengan tujuan untuk melatih para kader Racana IAIN Kendari dalam mengimplementasikan Tri Bina Pramuka serta pembekalan untuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang sesungguhnya kedepan.

“Melatih dan Memberikan bekal kepada kader-kader muda UKK Racana IAIN Kendari untuk bisa mengimplementasikan Tri Bina Pramuka ada bina satuan, bina diri, dan di poin ketiga yaitu bina masyarakat jatuh kepada kegiatan kita disini kita mau lihat bagaimana caranya kita bersosialisasi dan berinteraksi dengan masyarakat sehingga pada saat teman-teman melakukan kuliah kerja nyata atau KKN teman-teman itu sudah ada bekal yang dimiliki untuk menjemput kegiatan yang nantinya akan dihadapi,” Katanya.

Dia juga berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan serta dapat dijadikan sebagai sarana untuk meningkatkan dan mengembangkan  pengetahuan serta kemampuan para kader Racana IAIN Kendari menjadi lebih baik lagi sesuai dengan prinsip Pramuka.

“Harapan saya semoga kegiatan ini bukan kegiatan pertama dan terakhir untuk lingkup internal Racana, yang kedua semoga dengan adanya kegiatan ini pengetahuan dan pengalaman Dasa Dharma dan Tri Satya mampu dilaksanakan dengan baik sesuai pola pembinaan yang ada di gerakan pramuka yaitu bina satuan, bina diri, dan bina masyarakat dan yang terakhir, semoga kegiatan ini  dapat disalurkan untuk para kader yang nantinya akan bergabung di internal Racana,” Harapnya.

Reporter: Tesa ASN
Editor: Slamet

KPUM IAIN Kendari Periode 2022-2023 Resmi Dibentuk, Al-Izar: Mari Bersama Sukseskan Pesta Demokrasi

Kendari, Objektif id- Senat Mahasiswa (SEMA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari gelar Rapat Paripurna pembentukan Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) IAIN Kendari periode 2022-2023 pada Kamis, 29 Desember 2022.

Dari pantauan Objektif.Id, rapat tersebut dibuka pada Pukul 17.33 WITA dan dihadiri oleh sejumlah delegasi dari unsur Senat Mahasiswa Institut, Dewan Eksekutif Mahasiswa Institut, serta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) lingkup IAIN Kendari dan menetapkan Al-Izar sebagai ketua KPUM terpilih.

Ketua SEMA IAIN Kendari, Wahyudin Wahid mengatakan bahwa delegasi tersebut merupakan respon dari DEMA-I dan UKM se-IAIN Kendari terhadap surat yang diedarkan oleh SEMA IAIN Kendari.

“Untuk mekanismenya sendiri, sebelumnya kami sudah menyurat ke masing-masing lembaga untuk mengirimkan delegasi dalam rapat pembentukan KPUM sekaligus delegasi tersebut menjadi fungsionaris KPUM IAIN Kendari periode 2022-2023,” katanya kepada Objektif.id.

Dia juga menambahkan bahwa rapat tersebut digelar dengan tujuan memenuhi hak-hak demokrasi mahasiswa.

“Yang pertama bahwa rapat paripurna ini bertujuan untuk membentuk KPUM yang nantinya akan bekerja sebagai pelaksana pesta demokrasi mahasiswa atau sering kita sebut pemilihan umum mahasiswa sekaligus dengan pemilihan Ketua KPUM itu sendiri,” sambungnya.

Lebih lanjut, dia berharap ketua KPUM terpilih mampu menjalankan tanggung jawab dengan baik, jujur, sesuai dengan mekanisme yang ada serta tidak bertentangan dengan aturan-aturan pemilihan umum mahasiswa.

“Harapan saya kepada ketua KPUM yang terpilih, mudah-mudahan bisa menjalankan tanggung jawab dengan baik, jujur, sesuai dengan mekanisme yang ada dan juga tidak bertentangan dengan KBM IAIN Kendari. Serta harus bersifat objektif, dan dapat melaksanakan pemilihan umum mahasiswa IAIN Kendari dengan aman dan damai,” harapnya.

Ketua KPUM IAIN Kendari 2022-2023, Al-Izar juga berharap kepada seluruh anggota KPUM IAIN Kendari agar bisa bersama-sama menyukseskan pesta demokrasi mendatang.

“Saya mengucapkan terimakasih banyak kepada seluruh anggota KPUM Karena telah mempercayakan saya untuk mengemban amanah sebagai ketua dan yang saya harapkan tentunya kepada seluruh anggota Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa untuk bersama-sama kita menyukseskan pesta demokrasi di IAIN Kendari,” pungkasnya.

Reporter: Asrina
Editor: Slamet

18 Peserta Memperkenalkan Produknya Dalam Festival Kewirausahaan

Kendari, Objektif.id– Kegiatan festival Kewirausahaan yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kewirausahaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari diisi dengan seminar dan penampilan produk dari 18 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Sulawesi Tenggara (Sultra). Rabu, 28 Desember 2022.

Dalam penampilan produk tersebut menghadirkan dewan juri diantaranya adalah Ketua Forum UMKM-IKM SULTRA, Dr. H. Abdul Hakim S.E.,MS, Owner Toko UBFI, Irawati, serta Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PB HIPTI, Meiyanti S.IP.

Salah satu peserta yang merupakan mahasiswa IAIN Kendari, Nila Asriani menampilkan produk olahan pangan “Abon Kalandue Kendari” mengaku produk ini berasal dari kerang Kalandue kemudian diolah menjadi Abon bersama kedua temannya Andriani Tenri dan Magfira. Produk ini mulanya berawal dari sebuah tugas mata kuliah, kemudian menjadi sebuah inovasi yang sebelumnya tidak pernah ada menjadi ada.

“Saat itu saya dan kedua teman saya itu berbincang mengenai kerang-kerangan terutama Kalandue yang di masyarakat itu hanya dimasak biasa kemudian kami berfikir mengelola Kalandue ini menjadi produk yang tak pernah ada sebelumnya dan bisa tahan lama yaitu Abon,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan bahwa proses pembuatan Kerang Kalandue ini menjadi abon butuh proses yang sangat lama karena semakin lama dan kering abon itu maka semakin bagus kualitasnya. Dibalik proses yang panjang tersebut menyimpan sebuah cerita yang menarik dan seru terlebih produk tersebut dibuat oleh 3 orang.

“Kita Sebenarnya Sangat Senang karena buatnya ini kan bertiga jadi seru, mulai dari belanja semua dilakukan bersama dan tidak baiknya karena ada tiga orang jadi dalam prosesnya itu ada saja perdebatan,” Sambungnya.

Selain itu, peserta dari UMKM, Miftah Udin yang mempresentasikan proyek lembaga jasa les private, menjelaskan bahwa jasa tersebut sudah berjalan 6 bulan yang berawal dari keresahannya melihat problema dunia pendidikan di indonesia dan juga permintaan masyarakat yang semakin banyak akan jasa guru mengajar pribadi sehingga memotivasinya untuk membentuk sebuah lembaga private sendiri yang dinamai “Main Private” dan telah menghasilkan tentor sebanyak 12 orang hingga saat ini.

“Karena banyaknya permintaan yang membutuhkan guru private kemudian saya melihat banyak problem mengenai dunia pendidikan sehingga saya buat lembaga private bernama Main Private,” Jelasnya.

Dia juga berharap dengan adanya lembaga private ini dapat meningkatkan prestasi dan kualitas belajar dari para pelajar terkhususnya di Kota Kendari dan juga untuk membuka peluang kerja bagi para mahasiswa dan fresh graduate.

“Main Private punya harapan agar bisa menjadi lembaga private yang terus meningkatkan prestasi dan kualitas belajar anak-anak di kota Kendari dan terus membuka lapangan pekerjaan baik bagi mahasiswa maupun Fresh Graduate,” Harapnya.

Reporter : Tesa ASN
Editor : Asrina