Intrik Politik Etis di Indonesia

Melihat situasi dan kondisi perpolitikan di Indonesia hari ini kian memanas, menuju puncak tahun politik yaitu pada tahun 2024. Mulai dari calon-calon presiden yang akan maju, dapat dipastikan pesta demokrasi Indonesia akan sangat seru, dibanding tahun-tahun politik sebelumnya.

Tidak hanya itu berbagai macam ideologis juga akan bertarung pada pesta politik 2024, dilihat dari latar belakang semua calon, berasal dari latar belakang yang beragam, mulai dari TNI hingga masyarakat sipil akan turut meramaikan pesta demokrasi di tahun tersebut.

Demikian, apakah pembaca sekalian pernah mendengar tentang politik etis? Politik etis atau yang disebut juga dengan politik balas budi, sudah mulai masuk di Indonesia pada masa Hindia Belanda tepatnya sejak 17 September 1907 kemudian di senandungkan oleh salah satu tokoh nasionalis yaitu Amin Rais.

Beliau adalah salah seorang yang sering menggaungkan politik etis di setiap pidato politiknya. Politik etislah mengawali sejarah dimulainya era pergolakan pergerakan nasional yang bermula dari kebijakan tanam paksa.

Tujuan dan Tokoh Politik Etis

Munculnya kritikan dan kecaman atas tanam paksa pada masa Hindia-Belanda, baik dari pribumi maupun dari kalangan orang Belanda sendiri. Dikutip dari artikel bertajuk “Politik Etis sebagai awal lahirnya tokoh-tokoh pergerakan nasional” (Baca: kemendikbud), sistem tanam paksa akhirnya dihentikan pada 1863. Meskipun begitu, tanam paksa terlanjur menimbulkan kerugian besar bagi rakyat Indonesia.

Van Deventer pertama kali mengungkapkan perihal politik etis melalui majalah De Gids pada tahun 1899, desakan terkait ini diterima oleh pemerintah colonial Hindia-Belanda sejak 17 September 1901. Politik Etis pun resmi diberlakukan, beberapa tujuan politik etis ini disanggupkan oleh Van Deventer untuk mengecam Tindakan Belanda pada saat itu dimana Tanam Paksa sudah melanggar Hak Asasi Manusia.

Politik etis berfokus kepada desentralisasi politik, kesejahteraan rakyat dan efisiensi. Terkait isinya, terdapat beberapa program utama yaitu irigasi, edukasi dan emigrasi.

1. Irigasi

Dalam program ini, pemerintaha Hindia Belanda melakukan pembangunan fasilitas untuk menunjang kesejahteraan rakyat. Sarana dan prasarana guna menyokong aktivitas pertanian serta perkebunan diberikan, meliputi pembuatan waduk, perbaikan sanitasi, jalur transportasi pengangkut hasil tani dan lainnya.

2. Edukasi
Melalui program edukasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan upaya mengurangi angka buta huruf masyarakat dilakukan. Selain itu, mulai dilaksanakan pengadaan sekolah kerakyatan. Akan tetapi, berdasarkan penjelasan Suhartono dalam Sejarah Pergerakan Nasional dari Budi Utomo sampai Proklamasi 1908-1945, hanya laki-laki saja yang boleh mengenyam Pendidikan colonial itu, sedangkan perempuan belajar dirumah. (2001:7).

3. Emigrasi

Program Emigrasi diterapkan dalam rangka meratakan kepadatan penduduk di HIndia Belanda atau Indonesia. Pada 1900 saja, Jawa dan Madura telah dihuni pleh 14 Juta jiwa.

Intrik Politik Etis di Indonesia

Awalnya, kebijakan Politik Etis memang terlihat menguntungkan rakyat Indonesia. Akan tetapi, dalam perjalanannya terjadi penyimpangan Politik Balas Budi yang dilakukan oleh orang-orang Belanda. Meskipun terjadi banyak penyelewengan yang menimbulkan dampak negatif, Politik Etis setidaknya juga menghadirkan beberapa dampak positif bagi bangsa Indonesia.

Diterapkannya Politik Etis memicu lahirnya berbagai organisasi pergerakan dan perhimpunan yang bersifat kedaerahan maupun dalam skala luas nasional. Diantaranya adalah Boedi Oetama, Sarekat Islam, Indische Partij, dll.

Program edukasi yang diberikan dalam politik etis melajirkan kaum terpelajar dari kalangan pribumi. Mereka inilah yang kemudian mengawali era pergolakan pergerakan nasional dengan mendirikan berbagai organisasi yang berjuang melalui ideologi pemikiran hingga politik. Hingga pada akhirnya berbagai organisasi ini berganti wujud menjadi partai politik yang turut memperjuangkan dan merintis kemerdekaan Republik Indonesia.

Namun pada akhirnya di tahun 1942 pola politik etis berakhir di Nusantara akibat kekalahan Belanda oleh jepang dalam perang Asia Timur Raya atau yang di kenal dengan Perang Dunia Ketiga. Tahun 1945, giliran Jepang yang kalah didalam perang Dunia Kedua yang kemudian membuka ruang untuk kemerdekaan Republik Indonesia.

Hingga kini politik etis di Indonesia masih kerap menjadi senjata ideologi yang masih di konsumsi oleh beberapa pemikir ataupun organisasi yang dimana ini sangat berbeda dengan politik praktis yang dalam kandungan katanya bisa dinilai bahwa politik praktis dapat menghalalkan segala cara untuk menuju tujuan politiknya.

Meski demikian pada dasarnya politik kerap kali seperti itu, akan tetapi esensial dan kandungan politik etis ataupun politik balas budi menjunjung tinggi etika kemanusiaan dengan menjadikan kesejahteraan masyarakat umum sebagai pertimbangan awal sebelum mencapai tujuan politik itu sendiri. Dengan demikian selfcontrol politic dapat menjamin kesejahteraan dan mengurangi kemudorotan di pemerintahan juga masyarakat luas. Meski demikian politik balas budi kini banyak disalah artikan oleh para penganut politik etis itu sendiri.

Hegemoni Politik etis perlu untuk disuarakan agar memberikan pemahaman lebih terhadap masyarakat supaya masyarakat melek politik dan memahami cara untuk menanggapi pola perpolitikan, lebih lagi pesta demokrasi 2024 akan segera diselenggarakan apabila konsepsi politik etis ini dapat dipahami dengan baik hal ini akan cenderung mengurangi kecurangan politik kedepannya, karena dalam sejarahnya politik etis atau politik balas budi ini cukup memberikan dampak positif dan juga intrik politik yang baik di Indonesia.

Penulis : Rahmat Risaldi Basir salah satu Mahasiswa Hukum Keluarga Universitas Islam Indonesia.

Pengurus HMT Cabang Kendari Resmi Dilantik, Dhesela Sudirman : Fokus Tingkatan SDM Anggota

Objektif.id, Kendari – Himpunan Mahasiswa Taliabu (HMT) Cabang Kota Kendari masa bakti 2022 – 2023 Resmi dilantik.

Dalam agenda pelantikan yang digelar, Selasa 21 Juni 2022 di Gedung Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Kendari, juga dirangkaikan  dengan rapat kerja (Raker).

Ketua HMT Cabang Kendari Dhesela Sudirman mengatakan, pelantikan dan raker ini merupakan langkah awal untuk meningkatkan sumbernya daya manusia (SDM) bagi para anggota HMTHMT Kota Kendari.

“Fokusnya itu, untuk meningkatkan kajian-kajian supaya teman-teman pengurus serta kader HMT supaya SDM nya bisa meningkat,” kata Dhesela Sudirman saat ditemui awak media.

Menurutnya, untuk meningkatkan kader-kader yang berkualitas yang mempuni pihaknya berupaya merangkul anak-anak Taliabu agar bisa lebih solid, diakrenakan masih banyak dari mereka yang belum bergabung di HMT.

“Yang pertama yaitu untuk meningkatkan solidaritas,  pengurus bisa merangkul dan meningkatkan komunikasi kepada ade-ade yang baru masuk di universitas, karena masih banyak anak-anak Taliabu yang belum bergabung di HMT, ” ungkapnya.

Selain itu, para pengurus HMT juga siap memfasilitasi atau mendampingi anak-anak Taliabu yang ingin berkuliah di Kendari, walaupun mereka tidak mempunyai sanak saudara disana.

“Jadi mungkin ada ade-ade yang ingin kuliah di Kendari dan bingung karena tidak ada keluarga, saudara, atau temannya bisa untuk menghubungi kami ketua atau pengurus HMT, kami siap mengawal,” lanjutnya.

Dhesela Sudirman berharap, agar para kader HMT bisa menjadi SDM yang berkualitas dan bisa bersaing dengan teman-teman mahasiswa dari Kota Kendari untuk maju lebih Kedepan.

“Harapan saya semoga para kader HMT bisa menjadi SDM yang berkualitas,  agar mereka bisa bersaing dengan teman-teman dari kota Kendari dan tidak selalu berada dibelakang. Dan untuk teman-teman pengurus semoga bisa meningkatkan komunikasi yang baik antar kader”

Senada dengan itu, Pengurus PB HMT melalui Bidang Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Perguruan Tinggi (PTKPT) Sauti Jamadin Berharap, agar para pengurus HMT Cabang Kendari bisa menjadi wadah organisasi perjuangan dan kritis, serta bisa menjunjung tinggi nilai-nilai organisasi.

“Saya berharap wadah HMT ini tidak di jadikan lahan bisnis, tapi bagaimana menjadikan organisasi ini sebagai organisasi perjuangan dan kritis, serta bagaimana kita mampu menjunjung tinggi nilai-nilai organisasi,” harapnya.

Repoter : Slamet Fadila / Editor : Redaksi

Polisi Qatar, Larangan Sex Bebas Pada Gelaran Piala Dunia Tahun 2022

Objektif.id – Piala Dunia 2022 akan di gelar di Qatar pada akhir tahun ini, tepatnya akan diselenggarakan pada 21 November-18 Desember 2022 dan akan di ikuti oleh 32 tim sepakbola terbaik yang lolos kualifikasi.

Untuk pertama kalinya, pagelaran sepakbola terakbar sejagad ini diselenggarakan pada musim dingin atau akhir tahun, yaitu dengan pertimbangan akan cukup menyulitkan jika digelar pada jadwal biasa yaitu pada pertengahan tahun atau musim panas, mengingat suhu di Qatar yang cukup tinggi.

Selain itu, untuk pertama kalinya juga, Piala Dunia 2022 di Qatar ini akan menerapkan aturan larangan bagi para pengunjung melakukan perbuatan yang tidak sesuai dengan syariat Islam dan budaya di negara tersebut.

Larangan yang dimaksud ialah seperti seks bebas, pesta minuman keras (Miras) , dan hal lainnya termasuk LGBT, yang mana kegiatan tersebut lumrah dilakukan oleh orang-orang barat, namun cukup tabu bagi budaya ketimuran.

Dilansir dari CNN Indonesia,  selama pagelaran turnamen, polisi Qatar akan sangat melarang para pengunjung untuk melakukan seks bebas kecuali mereka adalah memang pasangan suami istri.

“Seks adalah hal yang sangat terlarang, kecuali anda datang sebagai suami istri. Hubungan cinta semalam akan benar-benar dilarang selama turnamen” kata sumber polisi dikutip dari CNN Indonesia.

Selain hal yang disebutkan diatas, polisi juga akan menindak orang-orang yang melakukan pesta miras dan berkelakuan tidak sesuai dengan norma yang berlaku di negara itu, dengan konsekuensi yang tidak main main, yaitu akan dijebloskan ke dalam penjara.

“Nanti juga tidak akan ada pesta sama sekali. Semua orang harus menjaga pikiran mereka, kecuali mereka ingin mengambil resiko lagi mendekam di penjara” lanjutnya.

Ketua Panitia Penyelenggara Piala Dunia Qatar 2022, Nasser Al Khater mengatakan bahwa seks bebas dan menebar kemesraan di tempat umum bukan merupakan budaya dari negara Qatar dan aturan larangan dan sanksi mengenai hal tersebut berlaku untuk semua orang, baik warga lokal maupun turis asing.

“Memadu kasih di tempat umum itu bukanlah budaya kami dan itu berlaku untuk semua orang” Jelasnya.

Reporter : Slamet Fadila / Editor: Redaksi

Ketua Umum PB HIPTI Ajak Pelaku UMKM Manfaatkan Pembayaran Digitalisasi

Kendari, Objektif.id – Ketua Umum Pengurus
Besar (PB) Himpunan Pengusaha Tolaki Indonesia (HIPTI), Rusmin Abdul Gani kunjungi lokasi pameran UMKM FEBI Wave mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, Sabtu malam 18 Juni 2022.

Dalam kunjungan tersebut Rusmin Abdul Gani yang kerap disapa RAG itu, memberikan apresiasi atas semangat  para mahasiswa dalam memasarkan produk dimasing-masing stand.

RAG juga menyempatkan membeli produk di masing-masing stand, dan memberikan sumbangan berupa uang yang dikirim menggunakan aplikasi digital atau aplikasi pembayaran online.

Hal ini dilakukan RAG guna membantu para mahasiswa dan mengajak mahasiswa menggunakan sistem pembayaran digitalisasi untuk memperluas pemasaran.

“Saat ini sistem pembayaran sudah berbasis digitalisasi, untuk memperluas pemasaran pelaku UMKM dapat memanfaatkan itu. Seperti pembayaran online via ovo, dana, dan lain-lain,”

Ia juga menyarankan kepada para mahasiswa untuk memasarkan produk menggunakan media sosial.

“Diera digitalisasi saat ini, para pelaku UMKM berpeluang untuk memasarkan produk, seperti memasarkan di media sosial yang dimiliki,” kata RAG.

Dikesempatan itu, RAG berjanji siap berkolaborasi dengan pelaku UMKM agar kedepannya bisa membuka lapak produk sendiri.

“HIPTI siap berkolaborasi terkhusus di bidang usaha kuliner. Dari pendampingan tehnik pembuatan produk dan akses permodalan,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua DEMA FEBI IAIN Kendari, Jefriansyah mengucapkan Pihaknya berterima kasih atas kehadiran Ketua Umum PB HIPTI di kegiatan FEBI Wave yang diselenggaran di Pelataran GOR IAIN Kendari itu.

“Semoga dengan adanya kunjungan Ketua Umum PB HIPTI semangat peserta FEBI Wave dalam menjalankan UMKM semakin tinggi dan semoga tidak hanya di kegiatan ini, tapi ke depan mampu bersaing dengan pelaku UMKM di luar,” ungkapnya.

Jefriansyah berharap, dengan adanya janji kolaborasi yang di tawarkan Ketua Umum PB HIPTI, mahasiswa dapat menjemput momen tersebut untuk lebih mengembangkan kreatifitas dalam berwirausaha.

“Mudah-mudahan dengan ini pelaku UMKM mahasiswa kedepannya bisa membuka lapak sendiri, dan memasarkan produk-produknya,” tutupnya.

Laporan: Redaksi

Bawa Nama Pena 98 FC, UKM Pers IAIN Kendari Siap Berlaga di Febi Wave

Kendari, Objektif.Id – Tim futsal Unit Kegiatan Mahasiswa Pers (UKM-Pers) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari dengan membawa nama Pena 98 FC akan berlaga dilomba Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Wave IAIN Kendari 2022. Seluruh punggawa tim Pena 98 FC siap 80% menghadapi Febi Wave 2022.

Febi Wave tinggal beberapa hari lagi akan segera bergulir. Seluruh tim telah mempersiapkan diri dan timnya agar bisa tampil di Febi Wave 2022 itu.

Tak terkecuali Pena 98 FC yang diduga tergabung dalam group ‘neraka’ bersama dengan Pai 19 dan Muamalah A.

Kapten tim Pena 98 FC, Izar, mengatakan timnya telah mempersiapkan diri baik secara fisik dan mental sehinga siap berlaga diajang bergengsi FEBI 2022 itu.

“Persiapan kita kini sudah 80% karena sejak dibentuknya tim ini saya sudah mengarahkan anggota tim untuk berlatih secara mandiri, sehingga sekarang tinggal memperbaiki komunikasi antar sesama pemain agar bisa tampil maksimal,” ungkap Izar, Rabu (15/6/2022).

Sementara itu FEBI Wave ini rencananya akan digelar Gedung Olahraga (Gor) IAIN Kendari pada, 17 – 19 Juni 2022.

Laporan: Rull

Oasis Sultra Sukses Gelar Mubes Ke-IV

Kendari, Objektif.Id – Organisasi Akademisi Mahasiswa Islam Sulawesi Tenggara (Oasis Sultra) sukses menggelar Musyawarah Besar (Mubes) ke IV (Empat) yang diselenggarakan di gedung Aula Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Minggu (12/06/2022).

Ketua Panitia Mubes Oasis Sultra, Abdul Rahmat mengatakan, bahwa kegiatan ini dihadiri oleh lembaga kemahasiswaan dan Organisasi Kedaerahan (Organda) lingkup Sultra.

“Turut hadir beberapa organisasi kemahasiswaan dan Organda lingkup Sultra,” ucapnya.

Dia juga menjelaskan tujuan dari Mubes ke-IV ini sebagai wadah silaturahmi sekaligus menyalurkan gagasan.

“Kami menilai tali silaturahmi kader-kader Oasis Sultra perlu diperkuat. Melalui kegiatan Mubes ini diharapkan bisa memperkokoh kesatuan dan persaudaraan sesama kader”, jelas Rahmat.

Sekretaris Umum Oasis Sultra, Muhammad Kaharuddin Kaso, Dalam Sambutan nya mengungkapkan melalui kegiatan Mubes ini berharap agar kedepannya Oasis Sultra terus melahirkan kader kader yang mampu bertahan dalam keadaan genting dan mampu keluar dari masalah masalah dan hadir membawa solusi dan juga bisa melahirkan kader-kader yang berkualitas dan  berkarakter.

Menurutnya, saat ini mahasiswa khususnya kader-kader Oasis Sultra tidak memiliki gairah untuk berorganisasi.

“Walaupun gairah kawan-kawan untuk berproses di Oasis Sultra masih lemah, saya yakin suatu saat mereka akan membuka mata untuk membangun lembaga ini”, lanjut Kahar.

Ditempat yang sama Dewan Pendiri Organisasi (DPO) Oasis Sultra, Amar Ma’aruf, S.Sos, dalam sambutan-Nya menekankan kepada pengurus agar lebih memperhatikan kader-kader Oasis Sultra dalam hal memberikan asupan asupan materi, dan juga terus menghadirkan program kerja yang unggul untuk kemajuan Lembaga ini.

Dia juga berharap agar kedepannya pengurus Oasis Sultra mampu menjawab dari setiap permasalahan yang muncul di internal organisasi dan bisa merangkul semua kader kader sudah mulai hilang satu persatu,” tambahnya.

“Tapi masalah ini saya rasa semua organisasi merasakan hal yang sama,” tutupnya.

Laporan: Rull

Nilai Pelayanan Akademik Buruk, Aliansi Mahasiswa FEBI Gelar Aksi Unjuk Rasa

Kendari, Objektif.Id – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari gelar aksi unjuk rasa.

Dalam orasinya ketua Senat Mahasiswa FEBI, Ilham, aksi untuk rasa ini menuntut kepada pihak birokrasi FEBI IAIN Kendari untuk mencopot Kasubag Akademik, Kemahasiswaan dan Alunmi (Kasubag-Akma) yang dinilai tidak ramah, soluktif dan bijaksana dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

“Banyaknya teman-teman mahasiswa ketika melakukan pengurusan administrasi di akademik keluar dalam keadaan mengeluh karena respon dari Kasubag Akma,” bebernya.

Ditempat yang sama, Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FEBI, Jefriansyah mengungkapkan aksi ini juga dipicu adanya fasilitas kampus yang perlu perbaikan namum sampai saat ini belum juga ada tindak lanjut dari birokrasi terkait perihal itu.

“FEBI hari ini terlihat angker karena kurangnya pencahayaan dibeberapa tempat dan adanya falitas-fasilitas yang perlu perbaikan, infokus ruang ujian dan perkuliahan tidak dapat difungsikan dengan baik,” ungkapnya.

Sempat terjadi kericuhan dalam aksi tersebut disebapkan adanya tarik-menarik ban yang akan dibakar masa aksi dengan pihak security. Beruntung kericuhan tersebut dapat diredam dan pihak FEBI IAIN Kendari bersedia menemui masa aksi.

Dari hasil diskusi pihak birokrasi dengan masa aksi, tuntutan masa aksi diterima dan selanjutnya akan dibahas dalam rapat pimpinan fakultas.

Laporan: Rull

Gelar Raker, UKM-Pers IAIN Kendari Fokus Mengedepankan Nilai-Nilai Pers Mahasiswa

Reporter : Slamet Fadillah

Objektif.id, Kendari – Upaya tingkatkan kinerja pengurus, Unit Kegiatan Mahasiswa Pers (UKM-Pers) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, melaksanakan Rapat Kerja (Raker).

Dari pantauan dilokasi, raker yang digelar di Aula Mini IAIN Kendari berlansung selama dua hari (3-4 Juni 2022), dimana raker diawali dengan dialog publik denga tema Perenpuan, Teknologi dan Kekerasan Seksual.

Ketua panitia kegiatan, Alfi Yorifal mengatakan, tema pada rekar ini adalah Optimasi Nilai Persma Terhadap Amplifikasi  Kinerja yang Efektif dan Efisien, tujuannya agar bisa memberikan arah yang jelas terhadap kinerja para pengurus UKM-Pers IAIN Kendari.

“Tujuan tema yang kami angkat pada kegiatan kali ini yaitu dimana diharapkan raker UKM-Pers IAIN Kendari mampu memberikan sebuah arah yang jelas terhadap kerja pengurus dengan mengedepankan nilai-nilai Pers Mahasiswa,” katanya.

Alfi berharap setelah terlaksananya kegiatan raker ini, agar kepengurusan tahun ini bisa lebih mengoptimalkan kinerjanya dan bisa menjalankan program kerja secara efektif dan efisien.

“Kami mengharapkan untuk pengurus tahun ini untuk dapat lebih mengoptimalkan lagi kinerja-kinerjanya di UKM-Pers IAIN Kendari,  dan kami juga mengharapkan adanya pengembangan dari UKM-Pers itu sendiri sehingga lebih efektif dan efisien dari sebelumnya,” sambungnya.

Ketua umum UKM-Pers IAIN Kendari, Arini Triana Suci Ramadhani juga berharap, agar kepengurusan tahun ini bisa lebih berkomitmen terhadap apa yang telah disepakati pada rapat kerja dan mengharapkan untuk seluruh anggota agar selalu solid.

“Saya harap teman-teman pengurus bisa lebih memperhatikan apa yang telah menjadi kesepakatan kita dirapat kerja sampai tuntas, dan kalau untuk para anggota semoga tetap solid,,” tukasnya.

Editor : Andika

BPI FUAD Gelar Pelatihan Digital Calon Penyuluhan Agama Islam

Kendari, Objektif.id – Program Studi (Prodi) Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari menggelar pelatihan digital calon Penyuluh Agama Islam.

Dari pantauan OBJEKTIF.ID Sabtu (28/5/2022) Pelatihan ini digelar secara Luring selama dua hari, yakni 28-29 Mei yang bertempat di Aula Mini IAIN Kendari. Kegiatan ini bertajuk ‘Transformasi Kompetensi Penyuluh Berbasis Digital’.

Dalam agenda yang digelar Prodi BPI ini, turut menghadirkan dua pemateri yakni Zulkifly Said, S.SI., M.Eng yang merupakan pakar dan penggiat IT dan Andy asy’hary J. Arsyad l, S.I.Kom., M.I.Kom juga sebagai Dosen Ilmu Komunikasi Upri peneliti dan praktisi.

Kaprodi BPI Ni’matuz Zuhrah mengatakan, kedepannya penyuluh Islam harus memiliki kompetensi komunikasi publik dan harus memiliki kompetensi digital yang mumpuni.

“Sebab seorang penyuluh masa depan akan menghadapi masyarakat yang lekat dengan digital. Sehingga media digital merupakan salah satu alternatif utama sebagai media dakwah,” kata Ni’matuz Zuhrah, kepada awak media Sabtu (28/5/2022).

Fatur Rahman, salah satu mahasiswa Program Studi BPI sebagai mahasiswa sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini.

“Saya sangat terbantu dengan adanya kegiatan pelatihan digital calon penyuluh agama Islam sehingga kami para calon penyuluh agama Islam, Memudahkan kami dapat menyampaikan pesan-pesan agama baik berupa poster dan Video yang bisa menjangkau lebih banyak masyarakat”, Ucap Fatur Rahman.

Sementara itu, Dekan FUAD memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan pelatihan digital yang di selenggarakan oleh Program Studi BPI.

“Semoga kegiatan ini tidak hanya sampai di sini tetapi harus berkesinambungan sehingga para mahasiswa dapat memanfaatkan media digital sebagai bagian dari penyuluhan untuk menyampaikan pesan-pesan agama. Karena kedepan para penyuluh akan menjadi ujung tombak dari Kementerian Agama,” Ungkapnya.

Untuk diketahui, dalam agenda itu, puluhan mahasiswa perwakilan dari Prodi Menejemen Dakwa (MD), Prodi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI), Prodi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) dan Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) FUAD.

Para peserta yang berjumlah 40 orang, yang terdiri dari 30 orang Mahasiswa FUAD dan 10 orang dari Penyuluh KUA se-Kota Kendari.

Report : Farid Ahmad Tomalatea
Editor : Andika

Warek III IAIN Kendari Diduga Tutupi Polemik LPJ Lembaga Kemahasiswaan  Periode 2020-2021

Kendari, Objektif.id – Konsorsium Mahasiswa Melawan (KMM) kembali melakukan demonstrasi di Gedung Rektorat Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari.

Dari pantauan OBJEKTIF.ID di Lokasi, Jumat 27 Mei 2022, kedatangan masa aksi di Gedung Rektorat IAIN Kendari, dipicu karena adanya dugaan kongkalikong serta kesengajaan pihak Rektorat di bidang kemahasiswaan dalam menyembunyikan anomali perihal Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ ) beberapa Lembaga Kemahasiswaan periode 2020/2021  yang belum dikumpulkan hingga hari ini.

“Teman-teman mahasiswa menduga ada keterlibatan Wakil Rektor (Warek) III IAIN Kendari dalam menutupi polemik ini, bahkan seperti sedang melindungi mantan Ketua Lembaga Kemahasiswaan yang belum melakukan penyetoran LPJ,” ucap Arpan Sangga selaku wakil ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ekonomi Syariah (ESY) saat berorasi, Jumat 27 Mei 2022.

Ia mengaku, dua hari sebelum melakukan unjuk rasa, pihaknya telah mengonfirmasi terlebih dahulu kepada Warek III IAIN Kendari, terkait apakah masih ada ketua lembaga kemahasiswaan yang belum menyetor LPJ setelah habis masa kepengurusannya.

“Sebelum turun lapangan kami telah komunikasi kepada warek III lewat chat dengan menanyakan apakah memang LPJ kepengurusan tahun lalu itu sudah tuntas?  Dan kata beliau (Warek III) semuanya sudah LPJ,” tambahnya.

Namun jawaban dari Warek III bapak Herman, itu berbanding terbalik dengan pernyataan Pihak Keuangan IAIN Kendari, pasalnya ada beberapa lembaga kemahasiswan sampai saat ini belum menyetor LPJ seperti Dewan Eksekutif Mahasiswa Periode 2020-2021 yang lalu.

“Bersama masa aksi, saya telah mengecek data yang telah LPJ dan yang belum di bagian keuangan juga akademik, Hasilnya ternyata masih ada yg belum sama sekali LPJ salah satunya yaitu Dewan Eksekutif Mahasiswa Institut (DEMA-I) yang dinahkodai Buyung M Rantau periode 2020/2021,” beber Yahya Selaku Koordinator Lapangan.

Menurutnya, Wakil Rektor III yang hari ini diberikan amanah dibidang kemahasiswaan sudah memberikan contoh yang buruk dan mencerminkan hal yang tidak pantas untuk dipertontonkan.

“Artinya apa yang di sampaikan warek III hanya omong kosong belaka,” tegasnya.

Laporan : Hajar
Editor : Rizal Saputra

Rumah Warga di Buton Utara Ludes diLalap Sijago Merah

Objektif.id, Buton Utara – Sebuah rumah warga di Desa Waode Kalowo, Kececamatan Bonegunu, Kababupaten Buton Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra) ludes dilalap sijago merah, Jumat 13 Mei 2022 lalu.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 01.30 Wita, saat pemilik rumah Muhammad Asdar dan Ibu Norma Teti  sedang berkunjung ke rumah keluargannya.

Seorang saksi mata yang berada di sekitar kejadian Adrian Hafiz mengatakan, belum ditau apa pemicu dari kebakaran itu. Namun, warga yang berada di Desa itu berupaya memadamkan api dengan menggunakan peralatan seadanya.

“Banyak sekali warga yang berdatangan untuk membantu hampir dia menjalar di rumah tetangga untung dekat dengan kali untuk ambil air,” ungkap Adrian Hafiz warga yang berada di tempat kejadian, Jumat (13/05/2022).

Hingga pukul 04.00 wita api baru bisah di padamkan. Atas kebakaran yang menimpa bapak Muhammad Asdar dan Ibu Norma Teti, diperkirakan mengalami kerugian mencapai Rp 100 juta.

Untuk diketahui, pihak kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran di Desa Waode Kalowo. Berdasarkan informasi terakhir, tidak ada korban jiwa dari insiden tersebut.

Reporter : Adrian Saputra / Editor : Arini

Mengenal Karia’a, Cara Masyarakat Wakatobi Mempererat Silaturahmi

Objektif.id – Wakatobi tidak hanya terkenal dengan keindahan wisata lautnya saja, tetapi di Wakatobi juga kaya akan seni tradisi dan kebudayaan salah satunya adalah tradisi khitanan atau masyarkat di Wakatobi menyebutnya Karia’a (sunatan).

Karia’a (Sunatan) merupakan tradisi yang masih kental dan dilakoni masyarakat Wakatobi khususnya di Desa Wanci, Kecamatan Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Biasanya, tradisi ini sering dilakukan oleh masarakat Wakatobi saat selesai merayakan hari raya Idul fitri dan Idul Adha yang berlansung selama dua hari.

“Karia’a ini bisa dilakukan kapan saja tetapi biasanya diadakan ketika selesai Lebaran Idul Fitri atau Idul Adha,” Ungkap Wa Bida salah seorang warga di Wakatobi 4 Mei 2022.

Tidak hanya itu, tradisi ini juga digunakan masyarakat Wakatobi sebagai momentum  mempererat tali silaturahmi antara keluarga, kerabat, tetangga. Karna selain tetangga yang hadir, saudara yang jauhpun ataupun yang berada di luar kota turut diundang untuk memeriahkan acara ini.

Karia’a ini adalah sebuah tradisi yang sangat unik yang dilakukan oleh para tokoh-tokoh adat dan agama yang ada di wakatobi.

Tradisi karia’a ini ditujukan kepada para gadis-gadis yang beranjak dewasa (Kalambe) dan kepada seorang laki-laki (Anamoane).

Bagi perempuan akan menghias dan mempercantik dirinya serta memakai pakaian adat dan tanda pungo (hiasan kepala). Setelah menghias diri mereka akan di pikul (Lemba) menggunakan tandu (Kansoda) kemudian dipikul (arak) keliling kampung.

Sedangkan untuk laki-lakinya setelah memakai pakai adat mereka akan berjalan dan berlari-lari kecil (Lengko) sambil memutar-mutar sapu tangan yang mereka pegang serta mengikuti para tokoh adat dan agama.

Ketika diarak keliling kampung para ibu-ibu akan berjalan mengikuti rombongan
kansoda dan Lengko sambil makanjara dan kadandio (menyanyikan lagu daerah wanci) dengan penuh semangat dan gembira.

“Kadandio dan makanjara itu sudah dilakukan dari dulu karena rasa senang mereka sebagai orang tua bahwa anaknya sudah kalambe dan anamoane”.
Ucap sufiati salah seorang warga Wakatobi.

Dari pantauan Objektif.id di lokasi, 4 Mei 2022, Suasana pada saat karia’a ini sangat meriah bahkan hampir seluruh masyarakat yang ada di Wangi-wangi turut beraprtisipasi dalam memeriahkan tradisi tersebut.

Reporter : Azliza Editor : Rizal

Pimpin PPI Pulau Taliabu, Ucok Rahmad Opitmis Beri Manfaat

Objektif.id, Taliabu – Guru Pendidikan Kewaranegaraan (PKN) di Madrasa Aliya Nurul Ilmi Meranti Jaya, Ucok Rahmad  menahkodai Purna Paskibraka Indonesia (PPI) wilayah Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara masa bakri 2022-2027.

Ucok Rahmad terpilih secara aklamasi dalam Musyawara  Kabupaten I yang digelar di Aula Kantor Bupati Kabupaten Pulau Taliabu, Sabtu 23 April 2022.
Turut dihadiri oleh beberapa Operasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di Pulau Taliabu.

Penyerahan simbolis sebagai bentuk pergantian pemimpin, Foto: Istimewa

Ia mengatakan, dibawah kepemimpinannya akan menjadikan PPI sebagai organisasi kemasyarakatan yang hadir di tengah masyarakat Kabupaten Pulau Taliabu, menjadi teladan yang dapat dicontoh bagi generasi muda dimanapun dan kapanpun.

Untuk itu, lanjut Ucok Rahmad, dirinya akan menjalin kerjasama antar Instansi, Lembaga, dan Organisasi lainnya yang ada di Pulau Taliabu serta merangkul seluruh anggota PPI Pulau Taliabu agar tercapai tujuan organisasi dengan generasi muda yang mempunyai soft skill.

Dirinya berharap, pengurus dan anggota PPI Pulau Taliabu agar lebih kompak lagi serta profesional dalam menjalankan amanah yang telah diembannya.

“Saling bekerja sama saling suport untuk mengembangkan Purna Paskibraka Taliabu,” ucap Ucok Rahmad, Rabu 4 Mei 2022.

Tidak sampai disitu, untuk pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Taliabu, agar PPI Pulau Taliabu dapat lebih di perhatikan lagi dan di berikan berbagai fasilitas pendukung untuk dapat melaksanakan apa yang menjadi program kerja PPI Pulau Taliabu.

Suasana foto bersama

Untuk dikatehui, OPD yang terlibat dalam Musyawarah Kabupaten I tersebut turut dihadiri oleh, Kaban Kesbangpol Kabupaten Pulau Taliabu Husain Adam, Ketua PPI Provinsi Maluku Utara Mahli Aweng, Ketua Biro Hukum dan Advokasi Pengurus Provinsi PPI Maluku Utara Sugandi Hi. Gani, Sekretaris PPI Kabupaten Kepulauan Sula Jul.

Pelatih paskibraka dari TNI dan POLRI, anggota DPRD Kabupaten Pulau Taliabu, OKP yang ada di Pulau Taliabu serta seluruh anngota PPI Pulau Taliabu.

Laporan: Rizal

Sambut Hari Raya Idul Fitri 1443 H, Ratusan Warga Desa Kramat Pawai Obor

Objektif.id – Momentum Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri, tidak terlepas dari tradisi perayaan malam takbiran. Tradisi takbiran sendiri yang berlangsung pada malam hari, menandakan bahwa keesokan harinya telah masuk pada Hari Raya Idul Fitri.

Perayaan malam takbiran pun dirayakan oleh uamat muslim yang ada di  penjuru dunia, salah satunya Di Desa Kramat Kecamatan Taliabu Barat Kabupaten Pulau Taliabu Provinsi Maluku Utara.

Pawai obor, dimulai dari Masjid Al-Mujahidin menuju Dusun I, lalu Dusun II, disambung Ke Dusun III setelah itu menuju Dusun IV lalu Kembali Ke Masjid Al-Mujahidin.

Dari pantauan di lokasi, Minggu 1 Mei 2022, Pukul 20.09 – 22.43 WIT, pawai obor diikuti oleh anak-anak hingga orang dewasa. Terlihat bagian depan rangkaiyan pawai diawali dengan memikul miniatur menyerupai mesjid yang dihiasi lampu-lampu.

Di belakang diikuti oleh anak-anak hingga remaja lainnya. Peserta pawai bahkan nampak terlihat membawa obor untuk menerangi ruas jalan. Selama pawai berlansung, juga diiringi dengan nyanyian lagu-lagu salawat Nabi.

“Selamat tinggal ramadhan semoga kita berjumpa lagi di tahun-berikutnya. Mohon maaf lahir dan batin,” ucap salah satu pemuda disela-sela pergantian lagu.

Ketua Beduk Sahur, Harjono mengatakan, pawai obor yang digelar malam ini adalah bentuk malam puncak perayaan takbiran sekaligus  penutupan dari kegiatan beduk sahur yang sudah dijalankan sejak awal ramadhan 1443 Hijriah.

“Masuk hari pertama puasa sudah mulai dan tidak pernah putus. Malam ini adalah puncaknya,” tutur harjono saat ditemui awak media.

Ia mengungkapkan, ramadhan yang akan datang pada tahun 2023, akan melaksanakan kegiatan yang serupa.

“Iya kita akan buat lagi yang seperti ini tahun depan,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Ketua Karang Taruna Desa Kramat Harbianto Arjuna mengatakan, kegiatan seperti ini harus tetap dijalankan, sebab ini adalah salah satu bagian untuk membagun Desa ini.

“Insya Allah pemerinta Desa bisa melihat inisiatif dari pemuda supaya kegiatan berikutnya lebih baik lagi dari hari ini,” uangkapnya saat ditemui di lokasi.

Sementara itu, Kepala Desa Kramat, Ardin Ramli mengaku, sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Dirinya berharap kegiatan seperti ini akan terus dilaksanakan setiap tahunnya.

“Saya sebagai Kepala Desa, berterimakasi kepada para pemuda atau Karang Taruna Desa Kramat. Sekaligus memberikan apresiasi kepada rombongan beduk sahur,” bebernya.

Ia berharap, momentum hari-hari besar seperti ini jangan ditinggalkan. Sebab hari besar itu penting sebagai hari kemengan setelah berpuasa uatamanya dimalam takbiran.

Laporan: Rizal Saputra