Pengurus LPS HI Fakultas Syariah, Resmi Dilantik

 Reporter : Andika
Editor : Omo

Kendari, Objektif.id – Dalam meningkatkan kualitas kader Lembaga Peradilan Semu Hukum Islam (LPS HI) menyelenggarakan Pelantikan dan Rapat Kerjar di Laboratorium Peradilan Semu, Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri(IAIN) Kendari. Selasa, (5/10/2021).

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 5 sampai dengan 6 Oktober 2021 dengan mengangkat tema “Meningkatkan Kualitas Kader  Yang Produktik Dalam Mengembangkan  LPS HI”.

Puspita selaku ketua panitia  mengatakan, bahwa dalam mengembangkan LPS HI sebagai langka  awal dalam meningkatatkan kualitas kader yang produktif.

“Perlunya meningkatkan kualitas kader  yang produktif  sehingga bisa berdiskusi dan lain sebagainya untuk  kemudian dengan bekal kader yang berkualitas  sehingga mampu  mengembang LPS HI ini menjadi lembaga yang lebih baik kedepannya,” kata Puspita.

Senada dengan itu Ketua LPS HI Fakultas Syariah Jeklin Dermawan, mengatakan dalam sambutannya, Bahwa, dalam kegiatan ini semoga menjadi langkah awal yang kemudian akan mengkualitas kita sebagai mahasiswa dan kemudian  mengkualitaskan kita sebagai kader-kader dari LPS HI Fukultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari.

“Semoga seluruh pengurus dan anggota dapat bekerja sebagai satu sistem yang saling melengkapi,” kata jekling

Hal senada juga disampaikan oleh Wakil  Dekan III (WADEK III) Fakultas Syariah
Asrianto zainal, S.H, M.Hum. Berharap,  dengan adanya LPS HI ini bisa membuat mahasiswa Fakultas Syariah mahir dalam bidang hukum karena meraka akan dibina dalam lembaga ini.

“Dengan adanya LPS HI ini para mahasiswa Syariah akan mahir berpraktek di pengadilan, karena nantinya mereka akan dibimbing oleh pembina-pembina yang lahir dibidangnya,” harapnya.

Tanggapi Inventaris Hilang, DEMA: Tidak Hilang, Hanya Diamankan

 

Reporter : Rainan

Editor : Opik

KENDARI Objektif.id – Dewan Eksekutif (DEMA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari membantah bahwa inventaris DEMA hilang. Inventaris tersebut tidak hilang tapi diamankan. Sabtu, (02/10/2021)

Sekretaris Jenderal DEMA IAIN Kendari, Syarif Hidayatulah menerangkan bahwa dirinya mengamankan komputer dikarenakan Sekretariat DEMA sudah tidak aman.

“Komputer itu saya amankan dan atas persetujuan Ketua DEMA karena pintu sekretariat mudah terbuka, kuncinya hilang,” ungkap Syarif.

Baca Juga: Lama Pasif, Inventaris Lenyap Tanpa Jejak

Hal ini dibenarkan oleh Ketua DEMA IAIN Kendari, Buyung M Rantau, Ia mengatakan bahwa sekretariat DEMA beberapa kali di bobol orang dan barang-barang didalamnya sengaja di hamburkan dan dikotori.

“Sekretariat itu selalu bersih dan terkunci. Sekitar bulan 7 ada keanehan, kursi hilang (komputer masih ada), ada yang sengaja buang air kencing di situ, dan ada noda-noda dilantai,” terang Buyung M Rantau.

Ia kemudian menambahkan, setelah dibersihkan sekretariat dikunci kembali karena masih pandemi, akan tetapi beberapa minggu kemudian pintu sekretariat terbuka, kunci dan gemboknya hilang. Maka dari itu Sekjen DEMA berinisiatif untuk mengamankan komputer dan itu atas persetujuannya.

“Bukan hilang atau dicuri tapi komputer diamankan oleh Sekjen dan sebelumnya sudah konfirmasi ke saya,” ujar Buyung.

Terakhir Ia menekankan bahwa kepengurusan Dema masih aktif dan berkegiatan.

“Sekretariat kosong bukan berarti kepengurusan mati,” pungkasnya.

Berdasarkan pantauan perskampusbiru.com sampai berita ini diterbitkan kondisi Sekretariat DEMA telah dibersihkan dengan inventaris lengkap didalamnya dan pintu terkunci.

HMI Se-Komisariat IAIN Kendari Gelar Maperca

Reporter : Muh. Aksan
Editor : Rizal Saputra

Kendari, Objektif.id –Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Se-Komisariat Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari menggelar Masa Perkenalan Calon Anggota (MAPERCA) di gedung PKM Lantai II. Sabtu, (2/10/2021).

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 2 Oktober 2021 dan diikuti oleh 20 peserta ini mengangkat tema “Melahirkan pemimpin berkualitas dalam menjawab tantangan zaman melalui rahim HMI.”.

Ketua panitia Ibnu Qayyim mengatakan, bahwa Tujuan dari tema ini adalah membuka ruang atau rumah kedua kepada mahasiswa.

“Bahwa kami membuka ruang atau rumah kedua buat teman-teman mahasiswa yang ingin bergelut di himpunan mahasiswa islam. Agar calon anggota ini bisa menjawab tantangan zaman dan problematika saat ini,” ucapnya.

Senada dengan itu, Iwan Husein selaku Ketua Umum komisariat  Al-Ghazali mengatakan, tiga poin penting pada kegiatan maperca ini.

“Pertama, Ini sebenarnya terobosan awal yang kita lakukan di IAIN Kendari selama ini HMI di IAIN Kendari belum pernah melaksanakan yang namanya maperca. Padahal, dalam konstitusi jelas bahwa maperca itu harus dilaksanakan setiap komisariat. Kedua, Maperca ini adalah ajang untuk konsolidasi kepada adik-adik seluruh jurusan dan fakultas harus kita rangkul untuk memperkenalkan organisasi sejatinya penting sebagai penunjang akademis dikampus. Ketiga, untuk menyelamatkan adik-adik yang selama ini mereka belajar daring dan mempunyai banyak-banyak kelemahan pembelajaran daring tersebut untuk mengasah potensi mereka kita harus rangkul di maperca ini,” ucapnya.

Ia Juga berharap kegiatan maperca ini Tetap konsisten dan komitmen untuk mengembalikan tujuan mereka menuntut ilmu.

“Tetap konsisten, komitmen mengembalikan tujuan dari mereka belajar di kampus untuk bisa menuntut ilmu dalam hal ini bisa berbicara karna kuliah pada esensinya itu bisa berbicara nah untuk bisa berbicara kita harus berproses diorganisasi,” pungkasnya.

(Foto bersama usai kegiatan Maperca. Foto: Muh. Aksan)

Lama Pasif, Inventaris Lenyap Tanpa Jejak

 

Tampak bagian dalam Sekertariat DEMA IAIN Kendari

 

Reporter : Rainan

Editor : Opik

KENDARI –  Sekretariat Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari kini kosong melompong yang tersisa hanya lemari, meja, dan kursi yang sudah tidak terurus. Jum’at, (01/10/2021).

Menurut kesaksian Harpan Fajar yang merupakan salah satu pengurus UKM Olahraga dan berkantor tepat disamping sekertariat DEMA tersebut mengatakan bahwa kepengurusan DEMA IAIN Kendari sejak lama memang sudah tidak aktif, sekretariat DEMA IAIN Kendari sudah lama tidak digunakan, setiap orang bebas keluar masuk sekretariat hingga kemudian inventaris didalamnya hilang diambil orang.

“Kemarin itu pernah inventaris tidak ada tetapi mungkin karena sempat ada kabar mau diangkat isu hilangnya (inventaris), maka dikembalikan sekitar dua minggu lalu sampai ada yang kerja administrasi di sini (sekretariat dema) tapi beberapa hari setelahnya, hilang kembali itu komputer sampai sekarang,” terang Harpan Fajar, Sekretaris Umum UKM-Olahraga.

Baca Juga : Dicari! Hilangnya Presma IAIN Kendari

Hal ini serupa dengan apa yang disampaikan oleh Ketua Umum UKK Menwa bahwa kepengurusan DEMA sudah tidak aktif dan inventaris di dalam sekretariat itu sudah tidak ada.

“Pokoknya saya datang itu sudah tidak ada mi itu komputer,” ujar Taufik Hidayat.

Tampak luar Sekertariat DEMA IAIN Kendari

 

 

Dilain sisi, Wakil Ketua DEMA IAIN Kendari mengatakan bahwa Ia tidak tahu menahu bagaimana hilangnya inventaris tersebut.

“Saya tidak tahu, tanpa adanya kabar, tiba-tiba saya datang berkantor sudah tidak ada alat (komputer, printer, stempel dll), di grup pengurus juga tidak ada yang membahasnya” terang Hendra Setiawan, Wakil Ketua Dema IAIN Kendari.

Menanggapi hal ini, Ketua Senat Mahasiswa IAIN Kendari, menyatakan bahwa hilangnya inventaris tersebut merupakan pelanggaran yang bahkan telah diketahui oleh pihak SPI. Selanjutnya,  pihaknya akan menyurati Warek III IAIN Kendari untuk segera menindak Dema IAIN Kendari.

“Dengan data dan bukti yang ada itu (DEMA) bisa diberikan sanksi yang sebanding,” ucap Sarman.

Sampai berita ini diterbitkan, Buyung M Rantau selaku Ketua DEMA IAIN Kendari belum bersedia memberi tanggapan.

Sultra Darurat HAM! Mahasiswa IAIN Kendari Inginkan 26 September Jadi Hari Nasional

Reporter : Renaldi
Editor : Rizal Saputra

Kendari, PerskampusBiru.com – Peringati tewasnya Yusuf dan Randi 26 September 2019 silam, Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari yang tergabung dalam Koalisi Mahasiwa Melawan (Kawan)  gelar aksi damai dengan berbagai tuntutan, Senin (27/9/2021).

Demonstrasi yang digelar Koalisi Mahasiswa Melawan (Kawan) tersebut, dilakukan di pelantaran Gedung Terpadu IAIN Kendari hingga menuju ke Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra).

Koordinator Lapangan (Korlap) Abdan dalam orasinya menyampaikan beberapa tuntutan yaitu: Pertama, Mendesak polda untuk segera menguak  siapa dalang dari pembunuhan tersebut. Kedua, kami menuntut kepada bapak DPR bahwa tanggal 26 September ini harus menjadi peringatan nasional yang setara dengan matinya munir. Ketiga, Polda dan Polri harus menjaga kaptimnas dalam mengawal demokrasi.

Di tempat yang sama Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Al-Gazali, Iwan Husain mengatakan, tujuan dari gerakan yang kami bagun hari ini menuntut keadilan atas wafatnya saudara kami Yusuf dan Randi, yang sampai hari ini belun ada kejelasan.

“hari ini, kita memperingati hari tertembaknya Yusuf dan Randy itu adalah matinya keadilan di negeri ini.  Maka yg kami lakukan gerakan ini bukan hanya untuk sekedar berteriak tapi untuk menuntut keadilan sampai hari ini siapakah dalang pembunuhan 26 september,” kata Iwan, senin (27/9/2021).

Menurutnya, Pemerintahan Provinsi Sulawesi Tenggara hari ini darurat akan Hak Asasi Manusia sebap kebebasan berpendapat  didalam Republik Indonesia itu tidak di jamin lagi dalam UUD.

“Penegak hukum sejatinya polisi itu adalah mereka  yang harus menegakkan UU yang senantiasa mengawal kebebasan berpendapat. Tapi realitas hari ini, mereka selalu membubarkan masa aksi bahkan pada 26 september hari ini, kita memperingati hari tertembaknya Yusuf dan Randy itu adalah matinya keadilan di negeri ini,” ungkapnya.

Senada dengan hal itu, Wakil Presma IAIN Kendari Hendra Setiawan menilai Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) sebagai penegak hukum sudah lalai dalam menjalankan tugasnya.

“Aksi ini, Sebagaimana mestinya kita menginginkan hak dan keadilan yaitu  untuk teman-teman, Kapolda Sultra karena seperti kita lihat tidak melakukan sebagaimana tugasnya,” ujarnya.

Diakhir Korlap berharap, mahasiswa jangan bersikap masa bodoh terhadap persoalan gerakan yang kami bagun hari ini.

“Harapan saya kepada mahasiswa hari ini, jangan terlalu bersifat apatis ketika ada pergerakan-pergerakan, apa lagi pergerakan yang kami bangun adalah aksi moral aksi kemanusiaan karena pada dasarnya IAIN selalu berada dibagian depan ketika ada masalah-masalah diluar kampus.” Tutupnya.

(Suasana demonstrasi di pelataran Kampus IAIN )

UKM Seni IAIN Kendari Gelar Malam Sejuta Seni

Reporter : Andika

Editor : Elfirawati 

Kendari, PersKampusBiru.com – Upaya meningkatkan kreativitas anggota, Unit Kegiatan Mahasiswa Seni (UKM-Seni) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari menggelar Malam Sejuta Seni di Gedung PKM lantai II  IAIN Kendari. Sabtu, (25/9/2021).

Baca Juga: Berkarya Dengan Bahagia Ala Seniman Kampus

Kegiatan yang berlangsung pada pukul 20.00 WITA tersebut dengan bangga menampilkan sebanyak empat jenis pentasan di antaranya; teater, musik,  tari dan religi.

Ketua Umum UKM-Seni IAIN Kendari,  Masalin mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda rutinitas yang dilaksanakan selama dua minggu satu kali.

“Kegiatan ini merupakan program kerja UKM seni,” ucap Misalin.

Baca Juga: UKM-Pers Gelar Diskusi Film Dokumenter

Lanjut Misalin, malam sejuta seni ini iyalah implementasi dari latihan-latihan dari anggota UKM-Seni itu sendiri.

“Sebagai bentuk implementasi hasil karya dari teman semua. Jadi, apa- apa yang dipelajari, dilatihankan dan malam ini dipentaskan, ” lanjutnya.

Diakhir mahasiswa semester akhir ini, memyampaikan kegiatan Malam Sejuta Seni ini akan kami laksanakan dua minggu sekali.

“Selama untuk kedepannya tidak ada kegiatan besar di UKM-Seni ini, maka Malam Sejuta Seni ini akan kami lakukan dua minggu satu kali” tutupnya

Perlu diketahui bahwa penonton kegiatan tersebut tidak dibatasi akan tetapi, tetap menerapkan protokol kesehatan.

 

Marak Parkir Liar di luar kampus, SPI IAIN Kendari Himbau Mahasiswa Tertib

 

(Puluhan kendaraan roda dua parkir liar area luar kampus, Foto : Slamet Fadillah)

Reporter : Slamet Fadillah

Editor : Elfira Wati

Kendari, perskampusbiru.com – Dampak ditutupnya gerbang di samping masjid Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari mengakibatkan banyak mahasiswa memarkirkan kendaraan di area luar kampus atau terjadi parkir liar pada rabu, (22/9/2021).

Menanggapi hal tersebut Kepala Satuan Pengawas Internal (SPI) IAIN Kendari, Aliwar S.Ag, M.Pd. mengatakan bahwa hal tersebut bisa mengganggu lalu lintas.

“Saya kira parkir di luar pagar IAIN itu pastinya bisa mengganggu tertibnya lalu lintas, dan itu perlu penataan,” kata Aliwar Saat dihubungi via telepon.

Dia juga mengatakan, bahwa jika mahasiswa yang memarkirkan kendaraannya di luar area IAIN Kendari tidak mendapatkan jaminan keamanan dari kampus.

“Apabila parkir itu terjadi di dalam wilayah kampus tentunya sudah menjadi tanggung jawab pihak keamanan untuk menertibkan, tapi kalo itu terjadi di luar wilayah kampus, tentunya bukan tanggung jawab kami,” sambungnya.

Terakhir Aliwar menghimbau, untuk para mahasiswa agar tidak memarkirkan kendaraannya di luar kampus.

“Dihimbau kepada para mahasiswa untuk tidak memarkirkan kendaraannya di luar kampus karena kami tidak bisa menjamin keamanan kendaraan mereka.” Tutupnya.

Dicari! Hilangnya Presma IAIN Kendari

Objektif.id – Sejatinya dunia kemahasiswaan itu ibaratnya miniatur Negara di mana dalam proses pembentukan karakter terdapat Lembaga kemahasiswaan baik itu dalam orientasi Legislatif (SEMA) dan orientasi Eksekutif (DEMA), yang memiliki peran penting dalam proses pembentukan karakter tersebut. Dalam konteks organisasi eksekutif memiliki peran penting sebagai implementator terkhusus dalam mengawal aspirasi mahasiswa. Presiden mahasiswa sejatinya icon ideal sebagai representasi kampus bukan hanya dalam ruang lingkup internal kampus tetapi juga dalam lingkup eksternal kampus. Sehingga berwibawah atau tidaknya suatu kampus itu tergantung dari pembawaan presiden mahasiswanya. Maka penting bagi seorang presiden mahasiwa memang benar benar harus aktif dan progresif dalam melaksanakan tanggung jawabnya bukan malah sebaliknya. 

Ada istilah yang mengatakan bahwa pemuda adalah ujung tombak suatu zaman maksudnya di sini baik dan buruknya suatu zaman tergantung dari sikap pemuda itu sendiri maka tentunya berkenaan dengan ini sikap pemuda sangat menentukan masa depan suatu bangsa. Begitupun halnya dengan dunia lembaga kemahasiswaan yang merupakan regenerasi pemimpin bangsa yang tentunya di masa depan merekalah yang diharapakan akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan bangsa ini. Sehingga tolak ukur regenerasi kepemimpinan di masa depan salah satunya adalah bagaimana melihat kinerja para pemimpin lembaga kemahasiswaan hari ini.

Jika berbicara persoalan lembaga kemahasiswaan saya cenderung merujuk pada kinerja ketua DEMA IAIN Kendari. Soalnya sudah terlalu lama bersikap hening dan tenang. 

Apa kabar Pak Presma? sudah terlalu lama saya tidak mendengar kabar tentang anda. Apakah anda baik-baik saja?  Kantormu kini sudah dipenuhi oleh ribuan butiran debu dan berbagai macam spesies sampah hingga telah terbangunnya dinasti laba laba. Bukankah itu secara tersirat sebagai bentuk pengkudetaan? Alangkah kurang ajarnya laba-laba itu ya!. Ataukah mungkin laba laba itu lebih mengerti peran dari seorang Persiden Mahasiswa atau Presiden Mahasiswa yang tidak mengerti akan perannya? Jujur kawan fenomena ini mengisyaratkan suatu bentuk ketidak becusan seorang presiden mahasiswa sebagai tambuk pimpinan tertinggi lembaga kemahasiswaan. Inikan lucu dan konyol bagaimana mau hadir dalam mengawal aspirasi mahasiswa mengelolah internalnya sendiri saja tidak becus. Apakah sesulit itu menjadi presiden mahasiswa? kalau memang seperti itu alangkah bijaksananya kalau anda mengundurkan diri saja!

Bukankah saat terpilihnya anda sebagai presiden mahasiswa itu menggabarkan bahwa anda adalah representasi keterwakilan ribuan mahasiswa IAIN Kendari. Pertanyaannya apa yang anda wakilkan selama ini? Jujur saja kami sudah muak dengan sikap anda dan saya percaya salah satu musibah di masa pandemi adalah terpilihnya anda sebagai presiden mahasiswa.  Ingat pak presma setiap amanah yang di berikan itu akan di mintai pertanggung jawaban di hadapan Tuhan saya kira anda paham persoalan itu. memangnya anda tidak takut kelak nanti akan di siksa oleh Tuhan karena menjadi presiden mahasiswa yang tidak bertanggung jawab?

Oh ya! bagaimana kabar tentang alokasi kuota internet bagi mahasiswa yang sedang kuliah online? Saya yakin pasti anda tidak tau. Bagaimana sikap anda juga terkait kewajiban vaksin untuk mahasiswa yang akan kuliah offline? Saya yakin anda binggung mau bersikap seperti apa. Oh ya hampir lupa bagaimana anggaran DIPA yang jumlahnya sebanyak 60 juta yang katanya LPJ (laporan pertanggung jawaban )nya yang sudah di terima di birokrasi kok saya nggak dapat maanfaatnya sama sekali, itu di apakan saja? Kalau alasannya buat seminar di dalam hotel dengan menghadirkan Warek 3 dan anda sendiri yang menjadi narasumber saya rasa tidak akan sebanyak itu anggarannya bahkan anak kecilpun tau kalau penggunaan anggarannya tidak realistis ataukan jangan jangan sekalian anda tanam saham di hotel itu?. 

Bagaimana bisnis lancar? Oh iya, dengar-dengar  mau ada pencairan anggaran lagi. Rencana mau bisnis apa lagi yang mau di buat? Ya kalau bisa sekali kali bisnis kucing juga minimal tidak kalau tidak untung pahalanya dapat kan lumayan untuk investasi akhirat.

Tidak usahlah anda berbicara persoalan negara yang lebih luas seperti Jokowi The King Off Liff Service yang di cetuskan oleh BEM UI karena saya tau anda pasti takut atau gerakan vaksinasi yang di lakukan oleh BEM UHO karena saya tau juga anda pasti gugup. Tidak usah itu, terlalu berat buat anda cukup eksistensi dan kontribusi anda yang kami butuhkan yang berdampak bagi kami mahasiswa itu saja sudah cukup. Jangan karena alasan pandemi anda menjadikan jabatan presiden mahasiswa sebagai ajang arogansi dan mengisi kurikulum vitai saja, jujur kawan itu menjijikan. 

Melalui tulisan ini saya sebagai mahasiswa IAIN Kendari yang aktif berkecimpung dalam dunia organisasi menyampaikan Mosi tidak percaya lagi dengan Presiden Mahasiswa IAIN Kendari sejak detik ini. Sebagai mahasiswa yang waras dengan pertimbangan secara realistis saya menyampaikan bahwa Presiden Mahasiswa IAIN Kendari sudah tidak layak lagi memimpin lembaga kemahasiswaan di lingkup IAIN Kendari. Penegasannya sederhana apa karya anda? Prestasi anda? Apa kontribusi anda? Yang tentunya bagian dari pada mengawal hak hak dan aspirasi mahasiswa sehingga dasar kami untuk melegitimasi anda itu jelas.

Berhenti berpura pura amnesia karena itu akan semakin memperburuk citra anda jika anda masih merasa memiliki tanggung jawab besar persoalan kemahasiswaan saatnya mulai berbenah tetapi jika itu sudah di luar dari kemampuan anda maka mengundurkan diri itu adalah pilihan yang tepat.

Semestinya anda harus merasa malu sebab eksistensi anda saat ini memberikan contoh yang buruk untuk generasi selanjutnya. Distorsi dan kemandulan kreatifitas yang saat ini menggrogoti anda adalah penyakit akut yang harus segera anda sadari karena itu hanya akan berdampak pada pandangan public dalam menilai kualitas anda.

Note:

Al-Izar adalah mahasiswa aktif IAIN Kendari angkatan 2019 aktif sebagai pegiat literasi dan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Ibnu Rusyd Fakultas Syariah IAIN Kendari.

Penulis: Al-Izar
Editor: Rizal

 

Lembaga Pemerhati Kebijakan Kampus Menggelar Aksi Ceremonial Untuk Maba

Kendari, PersKampusbiru.com – Lembaga Pemerhati Kebijakan Kampus menggelar aksi demonstrasi bertajuk Ceremonial untuk menyambut Mahasiswa baru angkatan 2021 di pelataran gedung terpadu Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, Senin (13/09/2021).

Selain sebagai Ceremonial, aksi ini juga digelar untuk menuntut para pimpinan kampus untuk mengontrol dengan baik kinerja yang dilakukan oleh Organisasi Kemahasiswaan yang ada didalam kampus.

Jendral Lapangan. Taichi mengatakan bahwa, aksi ini adalah awal untuk mewujudkan tuntutan mereka terkait bagaimana kinerja para pucuk pimpinan kampus.

“Aksi ini akan ada aksi lanjutan untuk mewujudkan tuntutan kami, karena banyak informasi yang kami dapatkan terkait kinerja-kinerja yang dilakukan oleh para pucuk pimpinan kemahasiswaan dalam hal ini yaitu Warek 3 dan Pimpinan Organisasi yang ada didalam kampus ini” kata Taichi saat ditemui Wartawan perskampusbiru.com.

Taichi meminta agar Warek 3 selaku bidang Kemahasiswaan, mengawasi dengan sungguh-sungguh kinerja dari Organisasi kampus.

“Saya meminta kepada Warek 3 untuk mengawal baik-baik terkait kinerja daripada Sema dan Dema, sehingga Organisasi-Organisasi tersebut kinerjanya bisa berjalan sesuai regulasi yang ada” harapnya.

Salah satu massa aksi, Masyur juga berharap kepada pucuk pimpinan kampus untuk lebih serius dalam mengemban tugas dan melakukan pengawasan terhadap Lembaga-Lembaga Kemahasiswaan jika mereka memang bertekad untuk bertansformasi menjadi UIN.

“Saya berharap kepada pucuk pimpinan kampus jangan hanya menggaungkan cita-cita untuk menjadi UIN atau juga hanya berharap dipuji tapi kurang persoalan untuk bisa di puji, tetapi saya meminta mereka untuk lebih serius dalam mengemban tugas dalam melakukan fungsi pengawasan terhadap Lembaga-Lembaga Kemahasiswaan, sehingga cita-cita untuk menjadi UIN ini bukan hanya sebatas angan-angan saja.” Tukasnya.

Reporter: Renaldi Rausan
Editor 
: Ai

UKK Mahiscita Gelar Upacara Pelepasan Peserta Dikdas Angkatan ke-XXVI

Reporter : Rizal Saputra
Editor : Elfirawati 

Kendari, PersKampusbiru.com – Unit Kegiatan Khusus Mahasiswa Islam Pencita Alam (UKK Mahiscita) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, gelar upacara seremonial sekaligus pelepasan peserta Pendidikan Dasar (Dikdas) angkatan XXVI di Pelataran Gedung Rektorat IANI Kendari, senin (13/9/2021).

Ketua Panitia Dikdas angkatan XXVI Mahiscita IAIN Kendari, Muh. Syah Futra H. mengatakan tema yang diangkat pada Dikdas ini “Membentuk kader pencinta alam melalui petualangan yang tangguh berani disiplin dan beriman”.

“Tema yang diangkat pada pendidikan dasar angkatan XXVI kali ini yaitu, membentuk kader pencinta alam melalui petualangan yang tangguh berani disiplin dan beriman,” ucap Muh. Syah Futra saat menyampaikan laporan dalam upacara.

Menurut Muh. Syah Futra H bahwa, untuk membentuk kader mahasiswa islam pecinta alam yang tangguh perlu adanya petualang.

“Dalam membentuk suatu kader pencinta alam itu kita memerlukan suatu petualangan. Kepetualangan itu kita perlu tangguh, tangguh kepada semuah aspek yang ada di alam. Kita juga harus berani mengambil suatu keputusan ketika kita telah dihadapkan dengan alam liar,” tuturnya. 

Sementara itu, Pembina UKK Mahiscita IAIN Kendari, Dr. Muh. Iksan Ma.g mengatakan, kita sebagai manusia harus menjaga dan memelihara alam itu sama halnya dengan kita menjaga saudara kita sendiri.

“Dalam islam itu ada dua ayat, ada yang disebut ayat Qauliyah dan ayat kauniyah. Yang difirmankan kepada tuhan itulah yang sementara ini kita pake,” tuturnya.

Menurut dia, ayat Qauliayah itu yang diciptakan, manusia alam itu ayat Qauliyah. Jadi kita ini ayat tuhan, alam pun ayat tuhan. Kenapa anda kemudian berjibaku untuk memelihara alam itu karna kita secara positif bersaudara dengan alam.

“kalau tidak percaya buka surat attin, kenapa ketika tuhan sudah bersumpah demi alam lalu kemudian ayat ke empat berbicara persolana penciptaan manusia yang sempurnah, itu artinya secara hakiki kita punya hubungan atau persaaudaran denga alam,” paparnya.

Di akhir Ketua Panitia Dikdas angkatan XXVI Mahiscita IAIN Kendari, Muh. Syah Futra H, berharap UKK Mahiscita lebih baik lagi.

“Kedepannya semoga kelembagaan ini selalu sukses jaya selalu,” harapnya.

Untuk diketahui, kegiatan Dikdas angkatan ke-XXVI dilaksanakan di Desa Wolasi Kecamatan Wolasi Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) pada 13-19 September 2021.

 

IAIN Kendari Bersama Polda Sultra Gelar Vaksinasi Tahap I Gelombang II, Mahasiswa Jadi Sasaran

 

Reporter : Rizal Saputra
Editor : Elfirawati

Kendari, PersKampusBiru.com – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari bersama Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali melaksanakan vaksinasi tahap pertama gelombang II bagi mahasiswa IAIN Kendari dan masyarakat sekitar, Selasa, (7/9/2021).

Kegiatan itu dilakukan di Aula Mini Perpustakaan IAIN Kendari pada pukul 08.00-17.00 Wita, dengan menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19 yang begitu ketat.

Supervisor Gerai III Polda Sultra, Dr. Rima Anggraini Asbar mengatakan jenis vaksin yang diberikan kepada mahasiswa dan masyarakat berupa jenis sinovac dengan persediaan vaksin 1000 dosis.

“Jenis vaksin yang diberikan kepada mahasiswa dan masyarakat adalah jenis sinovac, sasaran awal itu 400. Setelah saya koordinasi dengan denga pak Amari ternyata yang mendaftar itu 870 orang. Jadi setelah saya Tanya kembali, kira-kira tembus anggka 1000 nda ini pak? inysAllah bisa. Jadi kami bawa vaksin 1000 dosis,” kata Dr. Rima Anggraini Asbar, selasa (7/9/2021).

Dia juga mengungkapkan sasaran vaksinasi gelombang II kali ini adalah mahasiswa tapi bisa juga masyarakat umun yang ada di sekitaran kampus IAIN Kendari.

“Sasaran awalnya mahasiswa di sini, karna untuk percepatan pembelajaran tatap muka disini. Tapi, kami juga tidak bisa menolak mayarakat atau warga sekitar seperti dosen atau mahasiswa yang punya adik atau kakak atau keluarganya silahkan dibawah,” ungakapnya.

Senada, Ketua Tim Kerja Vaksinasi IAIN Kendari, Amari, M.AP mengatakan, sasaran vaksinasi tahap pertama gelombang ke II ini mahasiswa dan maysrakat sekitar.

“Sasarannya itu mahasiswa tetapi, juga boleh diikuti oleh masyarakat”

Untuk diketahui vaksinasi tahap pertama gelombang I dilaksanakan di Aula Mini Perpustakaan IAIN Kendari pada senin 6 september 2021.

 

Sinopsis Film Dokumenter Semesta

 

 

(Flim dokumenter Semeta. Foto: Kompas.com)

 

Penulis : Slamet Fadillah

Film Semesta (SEMES7A) adalah film dokumenter berdurasi 90 menit yang menceritakan kisah orang-orang pegiat lingkungan dengan berbagai latar belakang yang berbeda dari 7 daerah di Indonesia yang tersebar dari Sabang sampai Marauke.

Film ini adalah keluaran rumah produksi Tanakhir Film yang di sutradarai oleh Chairun Nissa,dengan produser Nicolas Saputra dan Mandy Marahimin. Film ini dirilis pada Desember 2018 di Festival Film Indonesia dan pada 30 Januari 2020 rilis di bioskop-bioskop seluruh Indonesia.

Baca Juga: Nggak Ada Manfaatnya, Apakah Kampus Masih Memaksankan Kuliah Online?

7 cerita di dalam film ini adalah  tokoh dan juga orang-orang disekitarnya yang mempunyai kesadaran yang tinggi terhadap keseimbangan dan pelestarian alam, tidak harus dalam skala yang besar tetapi mereka memulai dari hal-hal kecil disekitarnya. Yang menjadi menarik adalah cara yang mereka gunakan dalam melakukan hal itu berbeda-beda sesuai dengan asal daerah masing-masing, ada yang di latar belakangi oleh Agama, budaya turun temurun, ilmu pengetahuan, kesadaran diri dan hal-hal yang lainnya.

Bali

Tjokorda Raka Kerthyasa, tokoh dari Bali menceritakan tentang hari suci umat Hindu yang dirayakan setiap tahun, yaitu hari raya Nyepi. Dia mengatakan hari raya Nyepi sangat erat kaitannya dengan manusia dan alam secara universal.

Pada saat hari raya Nyepi, masyarakat di Bali tidak diperbolehkan untuk melakukan aktivitas apapun dan bahkan tidak menyalakan listrik selama 24 jam dan dampaknya adalah alam bisa mengadakan pembenahan diri, walaupun hanya satu hari tapi dampak yang dirasakan itu sangat luar biasa terhadap lingkungan dengan menghemat 30.000 ton karbon bagi atmosfer bumi dan mengurangi emisi harian di Bali hingga sepertiga.

Sungai Utik, Kalimantan Barat

Jauh dari kota besar dan kehidupan yang modern  menjadikan masyarakat di Sungai Utik sangat menggantungkan hidupnya pada alam, akan tetapi hal tersebut tidak lantas membuat mereka semena-mena mengeksploitasi alam di sekitarnya. Mereka sangat memiliki kesadaran dalam menjaga keseimbangan alam, karena itu merupakan tradisi atau warisan turun temurun dari leluhur yang masih di pertahankan.

Agustinus Pius Inam, tokoh di dalam film tersebut yang juga masyarakat asli Sungai Utik menceritakan, apapun yang ada di hutan itu adalah milik mereka mulai dari obat-obatan, makanan, air dan kebutuhan lainnya sudah disediakan oleh alam.

Pohon-pohon di daerah itu tidak diperbolehkan untuk ditebang sembarangan, dan masyarakan hanya di perbolehkan untuk menebang 3 pohon dalam setahun. Itulah bukti bahwa kepercayaan leluhur tetap mereka pertahankan, jika tidak maka semua budaya dan tradisi akan hilang, termasuk menjaga hutan. Karena itulah masyarakat adat seperti mereka adalah harapan terbesar sebagai pelindung hutan di Kalimantan.

Bea Muring, Nusa Tenggara Timur

Menuju ke NTB dengan tokoh di film ini yaitu Romo Marselus Hasan, dia menceritakan bahwa pada awalnya di daerah Bea Muring itu tidak memiliki listrik dan hanya mengandalkan mesin generator. Akan tetapi karena setiap malam itu kurang lebih terdapat 50 mesin generator, maka itu akan menimbulkan sebuah polusi.

Pada akhirnya mereka menemukan solusi yang ramah lingkungan, yaitu dengan memanfaatkan aliran arus sungai besar di daerah tersebut dan mereka membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH).

Yang mengesankan dari sikap masyarakat di daerah ini adalah ketika terjadi kerusakan pada PLTMH itu karena banjir, merekas secara swadaya memperbaikinya tanpa menunggu atau mengharapkan bantuan dari pihak manapun, itu artinya mereka mau mengubah nasib mereka dengan usaha sendiri.

Dan alasan mengapa mereka sangat menfokuskan pada pengembangan PLTMH ini karena supaya masyarakat menjadi semakin memiliki kesadaran untuk terus menjaga lingkungan, khusunya menjaga mata air sebagai energi utama PLTMH itu.

Kapatcol, Papua Barat

Tokoh film di daerah ini adalah seorang perempuan bernama Almina Kacili, dia bersama kelompok perempuan di daerah Kapatcol berusaha melestarikan kembali sumber daya laut di daerah itu yang akhir-akhir ini semakin berkurang karena eksploitasi yang berlebihan bahkan dilakukan oleh masyarakat di luar Kapatcol yang juga mengakibatkan rusaknya terumbu karang dan hal negative lainnya.

Pada akhirnya Almina Kacili dan Kelompoknya memutuskan melakukan “Sasi” selama 6 bulan di wilayah laut yang memang menjadi hak mereka. Sasi sendiri adalah adat masyarakat bagian Indonesia timur yang melarang siapapun mengambil hasil laut di daerah tertentu dalam jangka waktu yang telah disepakati.

Manfaat dari Sasi ini juga adalah untuk menghindari eksploitasi berlebihan pada sumber daya laut dan memberikan kesempatan untuk biota laut beregenerasi sehingga mereka akan tetap lestari di wilayah itu.

Pameu, Aceh

Pada bagian ini menceritakan tentang sekelompok gajah Sumatra yang sering memasuki pemukiman masyarakat bahkan membuat masyarakat ketakutan, namun tidak membuat masyarakat di situ marah ataupun sampai berbuat anarkis terhadap gajah.

M. Yusuf sebagai tokoh didalam film ini menjelaskan bahwa manusia tidak harus menyalahkan seekor gajah karena merusak pemukiman, tetapi manusia harus berfikir bahwa pasti sedang ada yang salah dengan kondisi alam sebagai tempat habitat gajah dan rusaknya alam itu sendiri karena ulah manusia, karena baik prilaku manusia terhadap alam, maka akan baik juga alam membalasnya, begitu juga sebaliknya. Oleh karena itu betapa pentingnya kita sebagai manusia untuk tetap menjaga keseimbangan alam.

Imogiri, Yogyakarta

Tokoh film di daerah Imogiri ini adalah Iskandar Waworuntu, dia adalah seseorang yang sangat menekankan “Thayyib” di dalam hidupnya. Thayyib sendiri berasal dari bahasa arab yang berarti baik dan mulia. Itu berarti Iskandar Waworuntu sangat berlandaskan ajaran agama Islam di dalam menjalani hidupnya,

Oleh jarena itu dia dan keluarganya menjalankan pelatihan permakultur, yaitu sebuah model pertanian uang meniru ekosistem alami, pelatihan ini menekankan hubungan antara manusia dengan alam. Dan artinya dalam prosesnya sangat ramah lingkungan tetapi juga bisa bermanfaat untuk manusia, dengan model bercocok tanam seperti ini yang ramah lingkungan dan berpihak kepada alam, maka akan lebih bermanfaat walaupun masih dalam skala yang kecil.

Jakarta

Yang terakhir adalah kota Jakarta, dan tokoh di dalam film ini adalah seorang wanita bernama Soraya Cassandra bersama suaminya yang membuat Kebun Kumara untuk mengarap sayuran organic.

Kendala membuat hal seperti ini di kota besar Jakarta adalah sulitnya mencari lahan yang ideal, namun dengan niat menjadikan lahan itu menjadi hijau, lestari dan tempat pendidikan maka itu bukan menjadi sebuah kendala bagi Soraya.

Pada akhirnya terciptalah sebuah Kebun Kumara ini, selain untuk menghasilkan sayur-sayuran organic, kehadiran kebun hijau di tengah tengah kota urban seperti Jakarta merupakan sebuah hal yang positif tentunya dan berharap semakin banyak yang melakukan itu untuk membuat perubahan iklim menjadi lebih baik.

 

 

 

Mahasiswa KKN On Campus Adakan Wibinar Literasi Artikel Ilmiah

 

(Ketgam, suasana web seminar literasi artikel ilmiah via zoom. Foto: Ist)

Reporter : Slamet Fadillah
Editor : Elfirawati

Kendari, PersKampusBiru.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) On Campus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari tahun 2021 mengadakan Web Seminar (Webinar) literasi artikel ilmiah series pertama via zoom meeting yang diikuti oleh 67 peserta pada hari Sabtu, (7/8/2021).

Webinar ini diadakan dalam rangka program kerja KKN On Campus IAIN Kendari tahun 2021 dengan tema “Mengenal Literasi Artikel Ilmiah di Kalangan Mahasiswa IAIN Kendari” dengan menghadirkan narasumber Dr. Fahmi Gunawan S.S., M.Hum. yang juga merupakan dosen IAIN Kendari, editor buku, reviewer jurnal nasional dan internasional.

Adapun KKN On Campus adalah KKN yang dilakukan di lingkungan kampus dan sekitarnya. KKN on campus  ini diikuti oleh mahasiswa yang tidak bisa bepergian ke tempat yang jauh karena terkendala sakit ataupun hal sejenisnya.

Jeklin Dermawan, selaku koordinator dan juga ketua panitia webinar mengatakan, alasan diadakannya kegiatan ini adalah karena masih banyak mahasiswa yang belum memahami betul apa itu karya tulis ilmiah.

“Karena pada kenyataannya masih banyak mahasiswa khususnya IAIN Kendari yang belum memahami secara komplit apa itu karya tulis ilmiah, seperti artikel, makalah, skripsi dan lainnya, serta bagaimana cara mengkonstruksikan secara baik dan benar tanpa adanya copy paste,” kata Jeklin saat sambutan virtual via zoom meeting.

“Sering kita jumpai atau alami, dalam menyusun karya tulis ilmiah kadang kita masih mengalami kendala dan akhirnya sering kita melakukan copy paste, dimana seharusnya kita sebagai mahasiswa dituntut untuk menciptakan hal baru,” sambungnya.

Lanjutnya, Jeklin berharap dengan terselenggaranya webinar series pertama ini, mahasiswa partisipan dapat memahami mengenai literasi artikel ilmiah.

“Saya berharap mahasiswa partisipan dapat lebih memahami mengenai literasi artikel ilmiah dan juga untuk series berikutnya, saya punya harapan agar mahasiswa yang mengikuti webinar ini dapat tertolong dalam memahami dan mengkonstruksi karya tulis ilmiah dengan baik dan benar,” harapnya.

Dr. Jumardin La Fua S.SI., M.Si, selaku dosen pembimbing mahasiswa KKN On Campus juga berharap kegiatan ini bisa bermanfaat untuk peningkatan kemampuan  mahasiswa tentang literasi artikel ilmiah secara mendalam.

“Saya berharap kegiatan ini bisa membantu tingkat pemahaman adik-adik dalam hal penguasaan terhadap konsep literasi artikel ilmiah, berikutnya mampu menumbuhkan nuansa-nuansa akademik di lingkungan kampus  dan juga yang paling penting adalah bisa menumbuhkan budaya literasi,” tutupnya.

Antisipasi Abrasi, Mahasiswa Dan Warga Tebongeano Tanam Pohon Bakau

 

(Suasana penanaman pohon bakau, Foto: Ist)

Reporter: Sultan

Editor: Rizal Saputra

KOLAKA, PersKampusBiru.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari  melaksanakan Baksos dan Reboisasi, bersama warga di Desa Tebongeano Kecamatan Lambia Kabupaten Kolaka, rabu (4/8/2021).

Kegiatan ini melibatkan Mahasiswa KKN Sekecamatan Lambai dan Masyarakat Desa Tebongeano.

Jamil selaku Koordinator lapangan posko 44 Desa Tebongeano mengatakan, dalam proses pelaksaanaan kegiatan ini berjalan dengan lancar dan tidak ada kendala.

“Alhamdulillah, proses pelaksanaan kegiatan ini berjalan dengan lancar mulai dari pengambilan bibit sampai pelaksanaan penanaman. Tidak ada kendala dalam proses tersebut karena masyarakat juga ikut turun langsung membantu kami,” kata jamil, kamis kepada media, (5/8/2021).

Jamil berharap dengan adanya kegiatan ini bisa bermanfaat untuk masyarakat setempat.

“saya Berharap semoga dengan kegiatan tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat, begitupun dengan kami Mahasiswa KKN angkatan VII IAIN KENDARI Kecamatan Lambai mampu melaksanakan Tri Darma perguruan Tinggi,”.

Untuk diketahui, sebelum kegiatan ini dilaksanakan observasi lapangan dan wawancara ke aparat Desa sudah terlebi dahulu kami lakukan.

“Sebelum Kami Mengangkat proker tersebut, kami mahasiswa KKN Posko 44 Tebongeano melaksanakan observasi lapangan dan wawancara kebeberapa aparat Desa, kemudian kami mendapatkan Salah satu permasalahan dan keresahan masyarakat yaitu terjadinya abrasi, suatu proses pengikisan pantai yang diakibatkan oleh tenaga gelombang laut dan arus laut atau pasang surut arus laut yang bersifat merusak. Sehingga kami sepakat untuk melakukan BAKSOS DAN REBOISASI penanaman pohon Bakau dengan tujuan menghentikan proses abrasi,” ungkap Jamil selaku koordinator Lapangak posko posko 44 kepada perskampusbiru.com

Waktu Kegiatan Poros INTIM Belum Ada Kejelasan, IAIN Kendari Tetap Akan Adakan Seleksi Untuk Persiapan

 

Reporter : Andi Ardian Dwi Rahmat
Editor : Al-izar

Kendari, Perskampusbiru.com – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari mengadakan tahap seleksi dan memilih mahasiswa(i) terbaik untuk mengikuti kegiatan POROS INTIM II PTKIN tahun 2021 yang akan dilaksanakan di IAIN Sultan Amai Gorontalo sulawesi utara pada bulan september tahun 2021.

Kegiatan poros intim II PTKIN merupakan Pekan Olahraga Riset Ornamen dan Seni Indonesia Timur ke dua Perguruan Tinggi Keagamaan Islam negeri.

Akan tetapi pelaksanaan kegiatan tersebut belum sepenuhnya akan di laksanakan di bulan september ini, dikarenakan gorontalo merupakan zona merah. Namun akan tetap dilaksanakan seleksi untuk persiapan.

Herman selaku penanggung jawab mengatakan, Kegiatan tersebut untuk mempersiapkan Keikutsertaan dalam pelaksanaan poros intim II ptkin yang di gelar setiap dua tahun sekali.

“Untuk memperoleh siapa yang terbaik maka itulah yang akan menjadi pemenang dan nantinya dapat mewakili IAIN kendari untuk berpartisipasi dalam kegiatan poros intim II ptkin,” kata herman Saat di temui wartawan perskampusbiru.com (Senin,2/8/2021).

Ia menambahkan, mahasiswa(i) yang dapat mengikuti seleksi tersebut harus yang memiliki KTM (Kartu Tanda Mahasiswa).

“Jadi yang dilihat disini itu mahasiswa(i) aktif yang dapat kita tandai dengan cara Mempunyai Kartu tanda mahasiswa,” tambahnya

Lanjut Herman ia sangat mengharapkan kepada calon mahasiswa(i) yang nantinya akan mengikuti kegiatan tersebut.

“saya berharap nantinya mahasiswa(i) yang terpilih mengikuti kegiatan ini dapat pulang membawa medali emas(dapat juara) bukan cuma berpartisipasi saja nah oleh karenanya kita adakan seleksi untuk memilih yang terbaik,” harapnya

Adapun cabang lomba yang akan dilakukan penyeleksian yaitu berjumlah tiga cabang, diantaranya ialah bidang olahraga, bidang riset dan bidang seni. Dalam pelaksanaan seleksi nantinya akan dilakukan secara online, namun ada juga yang dilakukan secara offline dengan memperketat protokol kesehatan.

Pendaftaran peserta sudah di mulai sejak tanggal 28 juli – 10 agustus 2021. Kemudian pada tanggal 11 – 12 agustus 2021 akan dilakukan verifikasi berkas dan persiapan seleksi oleh tim masing-masing bidang. Selanjutnya, pada tanggal 13 – 18 agustus 2021 diselenggarakan seleksi oleh para tim penyeleksi.

Perlu di ketahui informasi ini sudah tertuang dalam surat pengumuman kementrian agama republik Indonesia institut agama Islam negeri Kendari NO : 0580/In.23/R.3/HM.00/07/2021.

 

(Gambar logo POROS INTIM. Foto: washilah.com)