Mahasiswa KKN Reguler IAIN Kendari Melakukan Bakti Sosial

 

(Suasana bakti sosial di Desa Woiso kec. Lambai. Foto. Ist)

Reporter: Andika 
Editor: Al-Izar

KOLAKA, perskampusbiru.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari tahun 2021 melaksanakan kerja bakti sosial dan bersih bersih di Desa Woise Kecamatan Lambai Kabupaten Kolaka Utara, jum’at (30/7/2021).

Bambang Ekalaya selaku koordinator desa Woise mengatakan Bakti sosial yang dilakukan pada pukul 08:30 Wita – selesai. ini bertujuan Untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat akan pentingnya kebersihan. 

“Dalam kegiatan ini mahasiswa juga melakukan penanaman tanaman terong dan cabai di polibag,” Kata Bambang telepon (30/07/2021).

Selain itu, di kecamatan lambai yang terdiri dari desa yaitu Desa Woise, Woitombo,Lambai, Latawaro, Raoda,Tebongeano, dan La Pasi Pasi.

Dan Sebelumnya  kegiatan bakti sosial ini sudah dilaksanakan di berapa-rapa desa yang diantaranya desa Latawaro, Woitombo, Tebongeano.

Sarman selaku koordinator kecamatan, berharap bahwa dengan program kerja ini, dapat memberikan edukasi positif kepada masyarakat dan semoga kecamatan lambai bisa menjadi kecamatan yang indah dan tentram.

“Karena pada dasarnya kegiatan ini sebagai edukasi kami kepada masyarakat di kecamatan Lambai,” ucap sarman.

Lanjut ketua Sema(i) tersebut, semoga dengan kegiatan ini juga bisa menjadi motivasi masyarakat untuk menjaga kebersihan.

Di dalam kegiatan tersebut juga diikuti oleh aparat desa, masyarakat setempat dan semua mahasiswa KKN IAIN Kendari yang ada di kecamatan Lambai.

Berdasarkan pantauan, kepala desa serta aparat, dan masyarakatnya memberikan respon yang baik.

Untuk di ketahui Kegiatan ini merupakan program kerja kecamatan yang dilaksanakan di  Desa Woise, Desa Woitombo, Desa Lambai, Desa Latawaro, Desa Raoda, Desa Tebongeano danDesa La Pasi Pasi. 

Secerah Harapan Di Bawah Timbunan Penderitaan

 

(Harpan Pajar. Foto: Istimewa)

Sulawesi Tenggara, sebuah pulau bagian tenggara Sulawesi diantara 18.306 pulau dalam wilayah geografis Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kaya akan adat istiadat budaya, potensi sumber manusia yang mumpuni, dan sumber daya alam yang begitu melimpah sehingga menjadi salah satu tempat strategis bahkan surganya para investor melakukan investasi. Beribu kota, Kendari terletak tak jauh dari kampung halamanku Desa Lalonggombu, Kecamatan Andoolo, Konawe Selatan.

Ada sesuatu yang kontras terlihat disana. Sebelum memasuki Kendari, kita akan disuguhi pemandangan pemukiman kumuh di sepanjang jalan. Kemudian pemandangan itu berubah menjadi rumah-rumah besar dan gedung setengah pencakar langit. Situasinya begitu senjang. Cara termudah melihat kesenjangan dari provinsi berkembang adalah dengan melihat ibu kotanya atau setidaknya daerah-daerah yang menjadi sentral industrial.

Sulawesi Tenggara tampak sebuah kota yang gelisah dalam bangunan yang rapuh. Rumah-rumah warganya begitu senjang. Ada yang hanya terbuat dari bambu dianyam sudah tak layak pakai, tapi ada yang tinggi menjulang membelah langit. Jika kita memasuki rongga-rongga perkampungan kumuhnya, Sulawesi Tenggara, serupa muara dari sungai yang baru saja dilanda banjir bandang. Kumuh dan tak terurus, tempat menumpuknya segala sisa-sisa barang dan manusia yang diseret banjir dari perkampungan-perkampungan pedesaan bumi anoaku.

Orang-orangnya hiper agresif mereka saling sikut demi sesuap nasi, itu adalah sebuah preferensi sebagai bentuk defensif untuk bertahan hidup melewati kemelaratan dan dan penderitaan oleh angkara murka penguasa. Jika suatu saat terjadi konfrontasi yang besar aku tidak tahu apakah tubuh kecilku ini bisa selamat dari sana. Haruskah konflik antar saudara sebangsa dibenarkan untuk tujuan tertentu, katakanlah itu keadilan ? Jika pun boleh, apakah ia harus berbentuk perang ?

Sementara itu, jika kita melihat kantung-kantung kemewahan ditengah-tengahnya, Sulawesi tenggara adalah sebuah ballroom untuk pesta bersama gadis-gadis seksi dengan kue-kue dan minuman mahal. Percakapan gelak tawa, dentingan suara gelas, dan jeritan suara gadis yang mencapai puncak klimaksnya di atas kasur empuk, menyembunyikan suara-suara tangisan kemiskinan di luar sana. Hamparan karpetnya pun menyembunyikan butiran debu yang terinjak-injak dan tak kasat mata di bawahnya. Debu itu adalah aku dan orang-orang yang bukan bagian dari pesta itu.

Memasuki ruangan tersebut, bekal rekaman kemiskinan desa telah mengasingkanku. Aku tahu karena kakakku yang mempunyai teman para investor asing kadang mengajakku ke acara-acara perusahaannya. Olehnya aku sering diajak mengikuti pesta orang-orang “beradab” itu. Akupun dikenalkan terhadap kolega teman kakakku, Mereka terbata-bata bicara dalam bahasa tanpa kebohongan, dan aku tak tahu satu kosa kata pun yang diucapkan, mereka gagal meyakinkanku untuk menyukai permainan mereka.

Aku bukan anti asing, karena banyak juga pahlawanku adalah orang asing seperti yang berada di buku 100 tokoh paling berpengaruh di dunia. Lagi-lagi bayangan sahabat-sahabat kecilku yang tak bisa sekolah di TK mengejar-ngejarku. Sebuah kutukan Cartesian masih melekat pada dunia pendidikan kami semua tanpa kami menyadarinya. Sialnya, pemerintah yang suka memberi perintah itupun tak kunjung berbuat apapun untuk menolong mereka. Mungkin menjadi sedikit saja seperti pahlawan-pahlawan dibuku 100 tokoh dunia itu, rasanya tidak terlalu buruk untuk anak – anak dipelosok pedesaan yang tanpa dosa menjadi korban dari keserakahan penguasa.

Mencampur-campur secuil terhadap Seokarno, sepotong Tan Malaka, Seutas Marx, maupun sepenggal Thomas Jefferson sudah cukuplah untuk bisa membagi-bagi “wikoro” (olahan makanan yang terbuat dari ubi hutan) untuk anak-anak desa agar tidak mati kelaparan karena kemiskinan. Mungkin aku juga perlu mencampurkan mereka semua adonan newton, Einstein, Marie currie dan Thomas Edison untuk memastikan sains fisika dan kimia bermanfaat bagi anak-anak dusun itu.

Entah bagaimana mimpi-mimpi itu akan terjadi. Penguasa tidak pernah menginginkan matahari kembar di atas langit kekuasaannya. Selama berkuasa, dia tidak akan pernah membiarkan para oposisi hidup. Orang-orang yang selalu mengkritik pemerintah (mengancam popularitasnya), penguasa cenderung akan menyingkirkan dengan cara-cara tidak demokratis bahkan berujung tragis.

Hei! penguasa yang dilegitimasi secara konstitusional oleh rakyat  Bumi anoa. Tegakkan hukum diatas sumpahmu, lihat itu banyak raut petani yang tak lagi tersenyum lega. Apa kau dengar? jangan tutup telingamu, jangan kau pejamkan matamu. Apa kabar tanah kelahiranku, yang penuh dengan intrik, banyak drama layaknya sinetron berepisode lama.

Lihat itu banyak parade penganggur yang tampak murung, suara yang kalian kantongi seolah mati tertimbun kubur. Ada sampah diatas sumpah, mereka bersantai sambil memegang lembaran, berseragam elegan dengan atribut pemerintah, memoles citra melemahkan kepekaan.

Pemangku jabatan, inikah hadiah dari kotak kardus bergembok baja? Bagaimana nasib jelata. Sudahlah anggarkan saja untuk bangun ibukota, pendidikan, dan kesejahteraan rakyat. Jangan bicara perihal kemakmuran, lihat disana ada kerusuhan sebab nasi mereka telah dicuri. Kemana perikemanusiaan adil dan beradab, Kemana ? Ditengah bencana rela begadang demi agenda pengusaha. Entah mengapa kelakuan mereka tak lebih dari anak TK. Jago retorika dan pandai bersandiwara. Bangsa sudah merdeka mengapa larut dalam sistem berduka.

Pemerintah provinsi Sulawesi Tenggara cenderung masih berkonotasi terhadap pengaturan yang bernuansa kekuasaan bukan pelayanan. Dalam buku teori dan analisis politik pemerintahan yang ditulis oleh inu kencana syafiie mengatakan bahwa Antara kekuasaan dan pelayanan harus diseimbangkan. Pelayanan yang tidak baik dan benar akan beresiko dekadensi moral sedangkan kekuasaan yang sewenang-wenang akan beresiko tirani. Sehingga bisa kita terjemahkan bahwa Pelayanan hendaknya memiliki unsur yaitu membuat masyarakat semakin puas, mutunya semakin membaik, lapangan kerja semakin terbuka lebar, dan estimasi pengerjaan administrasi publik yang efektif. Kekuasaan hendaknya ditujukan bagi pengaturan pemerintah, yang pada hakikatnya bertugas sebagai pengajak kebaikan dan mencegah terjadinya kebatilan. Untuk itulah ada berbagai departemen dan lembaga non departemen di bawah eksekutif. Seperti polisi, kejaksaan (untuk antisipasi keburukan) dan semacamnya. Sedangkan transmigrasi, sosial, agama, pendidikan (untuk mengarahkan rakyat kearah kebaikan), dan masih banyak lagi lembaga yang sangat berperan aktif dalam upaya menjaga stabilitas ketertiban masyarakat.

Seharusnya penguasa tanah lulo hari ini sadar diri dengan anomali dalam pemerintahannya.  penyebab utama sering terjadi konflik vertikal maupun horizontal adalah kesenjangan dan kecemburuan sosial antara si kaya dan si miskin, jadi bukan sama sekali pertentangan antar agama, ras, dan etnis. Ya, walaupun sering digiring menuju isu sara oleh para elit yang mempunyai kepentingan pribadi.

Mangkraknya roda pemerintahan yang sudah tidak sesuai lagi dengan amanat konstitusi dan harapan masyarakat Sulawesi tenggara karena ada indikasi perilaku birokrasi yang impersonal (membedakan orang/pilih kasih). Berdasarkan kekerabatan (koncoisme), sanak keluarga (nepotisme), sehingga memacetkan jalannya pelaksanaan birokrasi yang bersih, disiplin, sistematis, dan hirarkis. Karena muncul pihak yang memotong jalur menuju puncak pimpinan. Munculnya krisis kepercayaan karena eksekutif yang diberi mandat oleh rakyat mengurus pemerintahan tidak bisa mengurus dengan efektif, begitu juga legislatif yang seharusnya mengatur peraturan tidak bisa mengatur. Bahkan terjadi kolusi antara eksekutif dan legislatif dengan pedagang yang dilindungi perdagangannya, korupsi sebagai usaha penggelapan pelaksanaan  uang negara, dekadensi moral para pejabat serta tidak berjalannya hukum sebagaimana mestinya karena pihak yudikatif berada di bawah kontrol eksekutif. Monopoli perdagangan juga terjadi dari anak pejabat Sehingga terjadi penjajahan dari anak negeri terhadap negerinya sendiri, kendati bila pihak asing luar negeri ikut serta membenahi dituding sebagai imperialisme modern yang berdalih liberalisme. Hilangnya unsur pelayanan dan transparansi terhadap masyarakat dari pemerintah sebagai abdi masyarakat karena tingginya harga tiap pengurusan seperti SIM, KTP, dan lain-lain. Lamanya pengerjaan pelayanan publik bagi yang tidak mempunyai uang pelicin. Itulah hal kompleks terjadinya konflik masyarakat.

Aku menyerukan adanya dialog untuk menjamin rasa keadilan dan kesetaraan dalam merawat kebebasan berpendapat hak setiap masyarakat. Tanpa itu semua di Sulawesi tenggara akan terjadi genosida yang hanya akan menambah catatan buruk pemerintah. Kesejahteraan ekonomi rakyat pun harus dijamin dengan cara mengakhiri  monopoli kekuasaan yang berlindung dibalik layar tabir kepalsuan. Cabang-cabang produksi untuk kesejahteraan rakyat harus dikelola oleh pemerintah dengan benar dan bersih, dimana persaingan usaha juga harus dijamin keadilannya, sehingga tidak menimbulkan korupsi yang mengorbankan banyak umat.

Kenapa tidak pemerintah Sulawesi Tenggara bercermin kepada Provinsi tetangganya Sulawesi Tengah dalam menyelesaikan berbagai problem yang memberdayakan sumber manusianya. Pemerintah Sulawesi Tengah melakukan dialog yang sangat signifikan untuk menyadarkan berbagai golongan atau kelompok kemasyarakatan bahwa semua memiliki potensi yang sama besarnya untuk mengalami konflik sosial. Dengan adanya kesadaran tersebut, diharapkan satu dengan lainnya bahu membahu mencegah timbulnya konflik sejak dini yang disebabkan oleh kemiskinan dan keserakahan penguasa. Cara-cara yang terstruktur, konsisten, dan aktif merangkul berbagai kalangan baik masyarakat, aparat kepolisian dan militer, organisasi sosial masyarakat, organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan, serta organisasi keagamaan, guna mendapatkan masukkan-masukkan dalam setiap upaya pencegahan konflik.

 
Merekalah yang sangat fundamental berada pada ranah akar rumput (grass root) dan memahami akar konflik. Pencegahan konflik dan kesenjangan sosial yang tepat sasaran pada akhirnya akan lebih menjamin rasa keamanan, kenyamanan, juga kesetaraan masyarakat.

Penulis: Harpan Pajar

Jokowi Perpanjang PPKM Lever 4 Hingga 2 Agustus

 

(Presiden Joko Widodo saat menyakpaikan perpanjangn PPKM level 4. Foto: Ist)

Reporter: Rizal Saputra
Editor: Al-Izar


JAKARTA, PersKampusBiru.com– Persiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan melanjutkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4, dari tanggal 26 Juli hingga 2 Agustus 2021.

Kebijakan tersebut diambil setelah Presiden dan jajarannya mempertimbangkan dengan beberapa hal, baik aspek kesehatan, aspek ekonomi, hingga dinamika sosial.

“Dengan mempertimbangkan aspek kesehatan, aspek ekonomi dan dinamika sosial, Saya memutuskan, melanjutkan PPKM level empat dari tanggal 26 juli sampai dengan 2 agustus 2021,” di kutip dari  akun YouTube Sekretariat Presiden, senin (26/7/2021).

Jokowi mengatakan, kita akan melakukan beberapa penyesuaiyan terkait aktifitas dan mobilitas masyarakat yang di lakukan secara bertahap dengan pelaksanaan yang ekstra hati-hati, Salah satunya yang berkaitan dengan pasar rakyat.

“Pasar rakyat yang menjaul sembako sehari-hari diperbolehkan untuk buka seperti biasa dengan protokol kesehatan yang ketat, dan pasar rakyat yang menjual kebutuhan sehari-hari bisa buka dengan kapasitas maksimum 50 persen sampai dengan pukul 15:00,” kata Jokowi.

Ia menjelaskan, pelaku UMKM di izinkan buka dengan menerapkan protokol kesehatan sampai dengam pukul 21:00.

“Pedagang kaki lima, toko kelontong, agen atau toko voucher, pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan dan usaha kecil lainnya yang sejenis di izinkan buka dengan menarapkan protokol kesehatan ketat sampai dengan pukul 21:00, yang pengaturannya, teknisnya akan di atur oleh pemerintah daerah,” Jelas Jokowi.

“Warung makan, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya. Yang memiliki tempat usaha di ruang terbuka, di izinkan buka dengan protokol kesehatan dengan ketat sampai pukul 21:00 dan maksimum waktu makan bagi setiap pengunjung 20 menit,” lanjut Jokowi

Di akhir Jokowi mengajak seluruh komponen untuk bahumembahu melawan COVID-19 ini.


“saya mengajak seluruh lapisan masyarakat, seluruh komponen bangsa bersatu padu dan bahu-membahu melawan Covid-19 ini. Dengan usaha keras kita bersama, Insya Allah kita bisa segera terbebas dari Covid-19 dan kegiatan sosial ekonomi masyarakat bisa kembali normal,” ucap orang nomor satu di Republik ini.

OMG! Jokowi Perpanjang PPKM Darurat

Reporter: Rizal saputra
Editor: Al-Izar

JAKARTA, PersKampusbiru.com – Pemerintah resmi memperpanjang masa penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. PPKM Darurat yang berlangsung sejak 3 Juli hingga 20 Juli, diperpanjang hingga 25 Juli mendatang.

Hal ini disampaikan secara langsung oleh Presiden Joko Widodo melalui konferensi pers yang disiarkan di akun YouTube Sekretariat Presiden, selasa (20/7/2021).

Jokowi mengatakan PPKM darurat yang berlaku sejak 3 Juli adalah kebijakan yang tidak bisa dihindari yang harus diambil pemerintah, meskipun sangat-sangat berat.

“Penerapan PPKM darurat yang di mulai tanggal 3 Juli yang di mulai 2021 yang lalu adalah kebijakan yang tidak bisa kita hindari, yang harus di ambil pemerintah meskipun itu sangat sangat berat,” kata Jokowi di akun Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (20/7/2021).

Lanjut, Jokowi Perpanjangan PPKM darurat itu dilakukan untuk menurunkan penularan COVID-19 dan mengurangi kebutuhan masyarakat untuk pengobatan di rumah sakit, agar layanan kesehatan untuk pasien kritis tidak terganggu.

“Ini dilakukan untuk menurunkan penularan COVID-19 dan mengurangi kebutuhan masyarakat untuk pengobatan di rumah sakit, sehingga tidak membuat lumpuhnya rumah sakit lantaran overkapasitas pasien COVID-19, serta agar layanan kesehatan untuk pasien dengan penyakit kritis lainnya tidak terganggu dan terancam nyawanya,” Lanjut Jokowi.

Jokowi mengakui PPKM darurat berdampak terhadap penurunan penambahan kasus dan bed ratio occupancy (BOR) rumah sakit. Jokowi menyatakan selalu memantau dinamika di lapangan dan mendengar suara masyarakat yang terdampak PPKM darurat ini.

“Karena itu, jika tren kasus terus mengalami penurunan, maka tanggal 26 Juli pemerintah akan melakukan pembukaan secara bertahap,” kata Jokowi.

Lanjut jokowi, usaha di sektor informal akan diperbolehkan dibuka kembali setelah tanggal 26 Juli nanti dengan ketentuan waktu dan kapasitas pengunjung yang akan diatur oleh pemerintah daerah.

“Pasar tradisional yang jual kebutuhan pokok sehari-hari diizinkan dibuka sampai pukul 20.00 dengan kapasitas pengunjung 50 persen,” katanya.

Sementara pasar tradisional yang menjual selain kebutuhan pokok sehari-hari diizinkan dibuka sampai dengan pukul 15.00 dengan kapasitas maksimal 50 persen dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat yang pengaturannya akan ditetapkan oleh pemerintah daerah,” katanya.

Pedagang kaki lima, toko kelontong, agen atau toko voucher, pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, benkel kecil, cucian kendaraan dan usaha kecil lainnya yang sejenis di izinkan buka dengan menarapkan protokol kesehatan ketat sampai dengan pukul 21:00, yang pengaturannya, teknisnya akan di atur oleh pemerintah daerah.

Warung makan, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya. Yang memiliki tempat usaha di ruang terbuka, di izinkan buka dengan protokol kesehatan dengan ketat sampai pukul 21:00 dan maksimum waktu makan bagi setiap pengunjung 30 menit.

Di akhir, Jokowi mengajak masyarakat untuk bahu-membahu dan bersatu melawan COVID-19 ini.

“Memang ini situasi yang sangat berat, tapi dengan usaha keras bersama insyaallah kita terbebas dari COVID-19 dan kegiatan sosial, kegiatan ekonomi masyarakat bisa kembali normal,” harap orang nomor satu di Indonesia.

(Jokowi Presiden RI. Foto: Ist

Peduli Korban Longsor Di Konut, HIPPMAKON Salurkan Bantuan Sembako

KONUT, PersKampusBiru.com – Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Konda (HIPPMAKON) menyalurkan bantuan kepada korban bencana longsor di Desa Tapunggaeya Kecamatan Molawe, Konawe Utara (Konut), sabtu (17/7/2021).

Ketua HIPPMAKON, Jefriansya mengatakan, sudah sepatutnya kita sebagai manusia harus membantu saudara kita ketika terkena bencana alam.

“Kalau sodara kita terkena musibah begitu  kita harus bantu,” kata Jefriansya saat diwawancarai lewat via telepon. sabtu (17/7/2021).

Lanjut Jefriansyah, Pembagian paket sembako langsung kami berikan kepada korban longsor, berupa Beras, Indomie Gula dan Teh.

“Paket bantuannya cuman sembako. Beras, Indomie, gula, telur,” lanjut Jefriansyah.

Dia juga berharap semoga bantuan ini bisa membantu menutupi kebutuhan saudara-saudara kita yang ada disana.

“Semoga bisa menutupi sesedikit keresahan yang ada disana, karna memang di sana terdampak sekali,” harap Jefriansya.

“Sebenarnya longsor ini pelajaran untuk kita, kalau ada yang iming imingi tambang itu kesejatraan untuk masyarakat nda usa di percaya karna ini mi dampaknya sekarang,” tutup ketua HIPPMAKON.

Reporter: Rizal Saputra

Editor: Al-Izar

(Suasana penyerahan bantuan sembako kepada korban di dampingi aparat desa. Foto: Ist)

Peduli Palestina, Umat Islam di Kendari Gelar Aksi damai

(Suasana aksi solidaritas bela Palsetina di kendari
Foto:Rizal Saputra)

Repoter : Rizal Saputra

Editor : Elfirawati


PersKampusBiru.com – Ratusan umat islam di Kendari yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas bela Palestina, gelar aksi damai hingga berdoa bersama, di Kendari, senin (24/5/2021).

Dari pantawan PersKampusBiru.com, di lokasi, aksi dimulai dengan jalan kaki dari Stadion Lakidende  hingga Pelataran Taman MTQ, aksi solidaritas yang di lakukan mulai pukul 08:00 sampai 10:00 Wita. 

Koordinator lapangan (Korlap) aksi bela Palestina, Saharuddin mengatakan, aksi ini merupakan bentuk simpati dan pembelaan terhadap muslim Palestina.

“Kita sebagai sesama muslim, bahwa muslim Palestina itu saudara kita. Sehingga sudah selayaknya kita harus peduli dan memberikan pembelaan,” katanya 

“Kita sebagai umat islam tidak bumkam melihat persoalan ini, takbir Allahu Akbar,” tambahnya.

Sementara itu salah satu orator Firdaus Madauna, mengatakan dalam orasinya, 

Luka, kecemasan dan ketakutan yang dirasakan Umat Islam yang ada di Palestina hari ini adalah luka kita.

“tangis saudara kita di Pelestina adalah tangis kita, luka saudara kita di Palestina adalah duka kita bersama, dan kecemasan saudara kita di Palestina adalah kecemasan kita,” kata Firdaus saat menyampaikan orasinya, senin (24/5/2021).

Repoter : Rizal

Editor : Elfirawati

Nahkodai UKM-Bahasa, Saddam Muhammad Optimis Angggota Bakal Kuasai Bahasa Internasional

Ketgam : Saddam Muhammad, Ketua UKM-Bahasa terpilih

Reporter : Rizal Saputra
PersKampusBiru.com – Menahkodai Unit Kegiatan Mahasiswa Bahasa (UKM-Bahasa) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, Saddam Muhammad optimis anggota bakal menguasai bahasa nasional dan internasional.
Hal ini dikatakannya usai ditetapkan sebagai Ketua Umum pada Musyawarah Besar ke-IV UKM-Bahasa IAIN Kendari.
“Insya Allah kedepannya UKM-Bahasa akan melahirkan kader-kader yang pandai dengan bahasa asing, bahasa nasional maupun bahasa internasional,” ungkapnya Saddam Muhammad. Sabtu, (28/3/2021).
Demisioner Ketua Umum UKM-Bahasa, Ulwia Hamsi percaya bahwa kepengurusan selanjutnya dapat memainkan perannya dengan sangat baik.
“Saya juga percaya bahwa kepengurusan  pada periode ini (periode 2021) lebih hebat daripada periode sebelumnya,” ujarnya. 

Temu Sapa Tadris Biologi, WADEK-I Berikan Tantangan.

 

Ketgam: Foto bersama mahasiswa dan alumni. 


Reporter: Opik

Kendari,
perskampusbiru.com-Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Biologi adakan temu sapa Tadris Biologi di Auditorium IAIN Kendari, yang dihadiri oleh alumni dan mahasiwa aktif Program Studi Biologi. Sabtu, 27 Februari 2021 

Wadek I dalam sambutannya menyampaikan tantangan kepada mahasiswa Tadris Biologi agar dapat melakukan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan dalam membuat Nata Decoco dan Nata Desagu.

“Hal ini sesuai dengan permintaan masyarakat disana yang disampaikan kepada kami untuk kiranya masyarakat diberikan semacam pelatihan untuk mengolah salah satu sumber daya alam yang ada disana berupa pohon sagu yang banyak. selain itu, hal tersebut juga dapat menjadi sumbangsih mahasiswa untuk kepentingan akreditasi prodi.” ungkap Wakil Dekan Satu Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan Dr. Jumardin La Fua S.Si., M.Si dalam sambutannya.

Ketgam: Penyampaian materi oleh Kaprodi Tadris Biologi, Rosmini S.Si., M.pd., dan Wadek-I, Dr. Jumardin La Fua S.Si., M.Si

Hal tersebut selaras dengan tujuan kegiatan yang dihadiri 45 peserta yang terdiri dari perwakilan mahasiswa dan alumni ini dilaksanakan, yaitu untuk menjalin silaturahmi mahasiswa dan para alumni agar dapat berkontribusi terhadap kemajuan program studi kedepannya.

“Kami melibatkan seluruh mahasiswa aktif dan juga alumni mulai dari angkatan 2015 hingga 2020, yang tujuannya adalah untuk menjalin silaturahmi dan memberikan pemahaman-pemahaman terhadap mahasiswa maupun alumni tentang bagaimana peran mereka untuk akreditasi prodi.” Jelas Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Biologi yang akrab disapa Miftah saat diwawancarai (Minggu, 28 Februari 2021).

Ketgam: Ketua HMPS biologi, Miftahurrizqo saat membawakan sambutannya. 

Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi Biologi, Miftah kepada perskampusbiru.com menambahkan bahwa untuk menjawab tantangan dari Wadek I tersebut maka kami akan membentuk kepanitiaan dalam satu minggu kedepan untuk eksekusi kegiatan tersebut. Hal ini sebagaimana yang disepakati oleh forum saat sesi diskusi dalam kegiatan tersebut. Selanjutnya panitia yang akan melakukan komunikasi dan juga koordinasi dengan dosen bahkan masayarakat disana untuk skema kegiatan yang akan dilaksanakan.

Kegiatan yang bertemakan Peran Alumni dan Mahasiswa Tadris Biologi Dalam Memajukan Program Studi Yang Unggul, Inovatif, Berwawasan Global Dan Berkarakter Islami ini dimulai pada pukul 08.00 WITA dan dibuka langsung oleh Ketua Prodi Tadris Biologi, Rosmini S.Si., M.Pd., dilanjutkan penyampaian materi  dan diskusi hingga pukul 15.30 WITA.

Tanggapi Memorandum I, Buyung: Kami Telah Menjalankan Tugas Dan Fungsi Sebagai Lembaga Eksekutif

Reporter : Muh. Hisbullah 

Editor : Cut Tari 

Kendari, perskampusbiru.com – Presiden Mahasiswa (Presma) Insitut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari akhirnya memberikan tanggapan terkait Memorandum I yang dikeluarkan Senat Mahasiswa (SEMA) terhadap dirinya. 

Buyung Muh. Rantau selaku, Presiden Mahasiswa (Presma) mengatakan, bahwa  yang menjadi tuntutan dari UK-Kopma terkait penganggaran dan indikasi pelemahan gerakan penyelesaian kasus dugaan pelecehan di IAIN Kendari yang membuat dirinya mendapat memorandum I hanyalah persoalan miskomunikasi.

“Menanggapi memorandum, ini hanyalah miskomunikasi dan kami rasa perlu ketua UK-Kopma dan SEMA untuk kita sama-sama audiensi kepada WAREK III agar mendapatkan penjelasan yang lebih jelas,” kata Buyung saat  ditemui di kantor Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA). Selasa, (29/12/2020). 

Buyung juga mengatakan, bahwa pihak DEMA bukannya tidak mengawal penganggaran UK-Kopma yang tertahan. 

“Kalau berbicara tentang proses, kami sudah berusaha agar dana UK-Kopma dicairkan. Akan tetapi, lagi-lagi karena alasan SK yang dikumpul terlambat akhirnya membuat penganggaran itu tidak menemui titik terang,” tambah Buyung. 

Adapun terkait indikasi pelemahan gerakan, Buyung menerangkan, bahwa mereka memilih melakukan Audiensi untuk mengevaluasi kinerja dari dewan kode etik dan itu membuahkan hasil yang dirasa cukup memuaskan. 

“Melihat kinerja dari dewan kode etik yang masih fokus dalam hal penyelesaiannya kasus dugaan pelecehan, kami akhirnya memilih untuk melakukan audiensi dan kami rasa jawaban dari dewan kode etik itu cukup memuaskan, dalam hal ini pemutusan hubungan kerja dosen yang bersangkutan,” terang Buyung. 

Lanjutnya, Buyung mengungkapkan,  bahwa langkah selanjutnya yang akan DEMA ambil terkait memorandum adalah  dengan memediasikan bersama Warek III yang akan diikuti oleh DEMA-I bersama UK-Kopma dan SEMA-I. Sementara itu, waktu mediasi tersebut masih didiskusikan. 

“Kita akan memediasikan bersama Warek III yang akan diikuti oleh DEMA-I, UK-Kopma dan SEMA-I,” ungkap Buyung. 

Sebelum menutup wawancara, Buyung  menegaskan bahwa semenjak dilantik, DEMA IAIN Kendari merasa telah melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai lembaga Eksekutif. 

“Semenjak habis dilantik, kami dari DEMA telah menjalankan tugas dan fungsi kami sebagai lembaga eksekutif dengan sebaik-baiknya dan ketika ada hambatan seperti ini, tolong jangan katakan DEMA tidak menjalankan fungsinya. Mari kita sama-sama mengambil pelajaran dan saling melengkapi,” tutupnya, Buyung.

(Gambar: Buyung Muh. Rantau) 

Senator Mahasiswa Layangkan Surat Teguran Untuk Presma

 

(Gambar : Surat Momerandum I)

Reproter : Ilham

Editor : Hisbullah 

Kendari, perskampusbiru.com— Presiden Mahasiswa (Presma) atau Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari menerima surat teguran (Memorandum I) dari lembaga legislatif mahasiswa, dalam hal ini Senat Mahasiswa (SEMA) IAIN KENDARI pada hari Minggu, (27/12/2020). 

Memorandum I tersebut dilayangkan sebagai peringatan agar Presiden Mahasiswa (Presma)  tidak lalai dalam menjalankan tupoksinya sebagai Lembaga Eksekutif Mahasiswa.

Sarman Al Ausy selaku ketua SEMA mengatakan, bahwa ada beberapa poin yang telah dilanggar oleh Presiden Mahasiswa (Presma). 

“Terkait pemberian Memorandum I, ada beberapa poin yang kami nilai Presiden Mahasiswa telah melanggar tugas dan fungsinya sebagai lembaga eksekutif,” ujar Sarman ketika ditemui dikantor Senat,  Senin (28/12/2020). 

Lanjutnya, Sarman membeberkan  poin pelanggaran yang dilakukan Presiden Mahasiswa . Adapun poin yang dimaksud adalah KBM-IAIN Kendari Bab VI pasal 46 ayat 4 dan 8, tentang hak dan kewajiban DEMA I. 

“Dalam KBM, jelas dia melanggar BAB VI pasal 46 ayat 4 dan 8, tentang hak dan kewajiban DEMA I. Dia tidak mampu menaungi lembaga UKM yang di mana kita tahu itu adalah tugasnya.  Bahkan,  kasus dugaan pelecehan yang ada di IAIN Kendari  kami menilai ada upaya pelemahan gerakan ataupun proses penyelesaian,” beber Sarman. 

Sebelum SEMA IAIN Kendari melayangkan surat teguran (Memorandum I), UK-Kopma telah lebih dulu melayangkan surat aduan kepada SEMA IAIN Kendari terkait penganggaran dengan nomor surat 03/KB/PH-SK/UK-KOPMA/IAIN/XII/2020. Akan tetapi, Riska selaku Ketua Kopma mengatakan, bahwa DEMA tidak ada tanggapan lebih lanjut serta tidak ada respon terkait hal tersebut. 

“Setelah saya naik ke Rektorat dan mengurus, tapi tidak ditanggapi lebih lanjut oleh DEMA dan respon mereka tidak ada. Bahkan, saya telfon-telfon terus tidak diangkat dan mereka tidak kasih solusi apapun,” kata Riska. 

Sementara itu, sampai berita ini diterbitkan belum ada konfirmasi dari Presiden Mahasiswa (Presma)  terkait surat teguran (Memorandum I) dari SEMA IAIN Kendari.

Tagih Janji, Mahasiswa Demo Presma

Reporter : Al-Izhar 

Editor : M. Akhsan

Kendari, perskampusbiru.com— Beberapa mahasiswa melakukan aksi demonstrasi untuk menagih janji di depan kantor Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari. Senin, (28/12/2020).

Aksi yang dilakukan oleh mahasiswa yang berjumlah 7 orang itu merupakan upaya menagih janji terhadap Dewan Eksekutif Mahasiswa Institut (DEMA-I)  sebagai lembaga eksekutor tertinggi di lingkup IAIN kendari yang sebelumnya telah berjanji akan mengawal kasus pelecehan yang melibatkan oknum dosen dan mahasiswi hingga tuntas. 

Salah satu masa aksi Arfan mengungkapkan, bahwa Dewan Eksekutif Mahasiswa seharusnya mengawal pergerakan teman-teman mahasiswa dalam menyelesaikan kasus pelecehan yang melibatkan oknum dosen dan juga mahasiswi yang terjadi sejak satu bulan yang lalu. 

“Dalam prosesnya, selama ini kami turun tanpa dikawal oleh DEMA I, kami sudah koordinasi kepada DEMA I namun jawabnya silahkan saja kalau mau demo,” ungkap Arfan.

Arfan juga mengungkapkan, bahwa Dewan Eksekutif Mahasiswa Institut (DEMA–I)  yang sebelumnya berada di garis terdepan dalam mengawal kasus pelecehan kini seperti tidak ada tindakan lebih lanjut. 

“Sebelumnya kami solid, banyak yang turun aksi termasuk Dewan Eksekutif Mahasiswa Institut juga berada digaris terdepan. Namun makin ke sini makin tenggelam seperti tidak ada tindak lanjutnya,” tambah Arfan. 

Sementara itu, ketika ditemui oleh masa aksi Buyung sebagai Presiden Mahasiswa menyampaikan, bahwa selama ini pihaknya presure kasus ini melalui jalur mediasi bersama beberapa pihak terkait yang menangani kasus tersebut. 

“Dari hasil mediasi itu kita mendapatkan informasi dari keputusan Dewan Kode Etik yang dibentuk di Fakultas, bahwa oknum terduga telah diberikan sanksi berupa pemberhentian. Namun hasil kerja Dewan Kode Etik tersebut selanjutnya diserahkan kepada pimpinan di Institut untuk ditindak lanjuti,” jelas Buyung saat audiensi  bersama masa aksi.

Selanjutnya, Herman selaku, Warek III mengatakan, bahwa sampai hari ini tidak ada permohonan untuk melakukan banding dari oknum terduga. Sementara kesempatan untuk melakukan banding telah berakhir pada hari Jumat, 25 Desember 2020. 

“Hal ini menunjukan bahwa tidak ada keberatan dari oknum yang terduga atas keputusan dewan kode etik di fakultas,” kata Warek III saat ditemui di ruangannya.

Herman juga mengatakan, bahwa ketika yang bersangkutan tidak ada banding, maka perkara telah selesai. 

“Ketika ini tidak ada banding dari yang bersangkutan, maka perkara selesai karena yang bersangkutan tidak keberatan dengan keputusan dewan kode etik di fakultas,” tambah Warek III yang akrab disapa ustadz Herman itu.

Sementara itu sampai berita ini diterbitkan belum ada konfirmasi dari Dekan Fakultas Tarbiyyah dan Ilmu Keguruan terkait dengan keputusan yang dikeluarkan melalui Dewan Kode Etik.

(gambar: audiensi bersama Warek III)

Sebanyak 204 Mahasiswa IAIN Kendari, Lulus Berkas Penerimaan Beasiswa KIP Kuliah

 
(Gambar: KIP Kuliah. Sumber: quipper.com)

Reporter : Rhytna 
Editor : Cut Tari 
KENDARI, SKB — Sebanyak 204 mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari lulus berkas penerimaan beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah.
Diketahui bahwa berdasarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020, maka di tahun ini  Biaya Pendidikan Mahasiswa Miskin Berprestasi (Bidikmisi) resmi berganti nama menjadi  Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. 
Hal ini pula ikut berdampak pada sistem seleksi dan juga persyaratan penerima beasiswa KIP kuliah. Adapun salah-satu perubahan sistem seleksi tersebut adalah bahwa penerima KIP kuliah rupanya, harus merupakan penerima KIP saat siswa masih duduk di bangku MA/SMA sederajat. 
Sementara itu, diketahui bahwa pendaftar calon beasiswa KIP kuliah IAIN Kendari adalah sebanyak 256 mahasiswa (i) akan tetapi, pada tahap seleksi berkas hanya terdapat 204 mahasiswa (i) yang dapat maju ke tahap selanjutnya yaitu, tahap wawancara yang akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 24 Oktober 2020 pukul 07:30 sampai selesai. 
Herman, selaku Warek III mengatakan, bahwa kuota yang akan diambil untuk penerima beasiswa KIP kuliah tahun ini adalah sebanyak 175 orang. 
“175 orang,” kata Herman. Saat diwawancarai awak suarakampusbiru via Whatsapp. Selasa, (20/10/2020). 
Sementara itu, Tommy Patra yang merupakan bagian akademik mengungkapkan, bahwa proses wawancara yang akan dilakukan nanti adalah secara virtual. Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisir terjadinya penularan Covid-19. 
“Berhubung dengan keadaan yang tidak kondusif yaitu, adanya wabah virus covid-19. Semua peserta tidak berasal dari Kendari dan sangat disayangkan kepada semua maba, didatangkan ke kampus IAIN Kendari,  hanya untuk wawancara dan setelah itu kembali lagi ke daerah masing-masing. Belum resiko bertemu banyak orang sewaktu perjalanan di kapal atau pada angkutan umum,” ungkap Tommy. 
Firdani yang merupakan mahasiswi asal SMAN 1 Kontunaga, jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah IAIN Kendari menuturkan bahwa dirinya sangat bersyukur, karena satu tahap berhasil dirinya lewati. 
“Alhamdulillah saya bersyukur sekali, karena satu tahap sudah berhasil saya lewati, tetapi masih ada lagi tahap selanjutnya yang harus saya lewati yaitu, wawancara,” tuturnya. 
Firdani berharap, bahwa semoga tahap wawancara berjalan dengan lancar dan dirinya pula sangat berharap besar bisa lulus KIP kuliah. 
“Dan yang paling penting saya berharap bisa lulus KIP kuliah, agar saya dapat kuliah tanpa membebankan orang tua saya, karena saya termasuk mahasiswa yang  kurang mampu apalagi saat ini orang tua saya yakni, Ayah saya sering sakit-sakitan,” harapnya, Firdani.

Menangkan Pemilma Dema IAIN Kendari, Ini Kata Buyung

(Gambar : Buyung M. Rantau, Ketua Dema IAIN kendari) 

Reporter : Rizal
Editor : Etos
KENDARISKB – Buyung M. Rantau terpilih sebagai Ketua Dewan Mahasiswa (Dema) Institut Agama Islam Negeri (IAIN)  Kendari periode 2020/2021.
Diketahui bahwa Buyung M. Rantau merupakan ketua Partai Persatuan Lintas Mahasiswa (Pelita) bersama Partai Amanat Mahasiswa melakukan koalisi di arena Pemilihan Umum Mahasiswa (Pemilma) pada tanggal 15 Oktober 2020. 
Saat diwawancarai awak Suarakampusbiru via telepon, Buyung M. Rantau, selaku Ketua Dema IAIN Kendari mengatakan, bahwa dirinya merasa lega karena dirinya tak hanya bekerja sendiri namun, ada teman-teman tim di baliknya. 
“Begitupun dengan pendukung partai Pelita yang berkoalisi dengan Partai Amanat Mahasiswa (Pantas) yang di sebut koalisi pentas akal sehat, karena masih banyak pendukung yang masih setia mendukung dan memilih kami,” jelas Buyung. Sabtu, (17/10/2020).
Buyung juga mengatakan, bahwa langkah pertama yang akan dirinya lakukan bersama pihak Dema adalah membuat tim kerja untuk bisa membangun komunikasi yang baik dan dapat merembukan program kerja untuk ke depannya. 
“Dan juga berhubung sekarang masih dalam masa pandemi, maka kita akan melakukan prosesnya dalam webinar-webinar dan membuat kegiatan yang sifatnya solid untuk seluruh mahasiswa IAIN Kendari,” tambah Buyung. 
Buyung mengungkapkan, bahwa progres yang akan dilakukan ke depannya adalah menjadi garda terdepan. 
“Progres untuk ke depannya yaitu, kami harus menjadi garda terdepan untuk merangkul dan bekerja sama dengan koalisi agar sama-sama merangkul untuk membangun lembaga kemahasiswaan dan membangun IAIN Kendari menjadi lebih baik lagi ke depannya,” ungkap Buyung. 
Selain itu, Buyung menuturkan visi misi utama dirinya menjadi Ketua Dema IAIN Kendari adalah menjadikan lembaga kemahasiswaan baik Dema Institut maupun di Dema Fakultas dan maupun semua lembaga-lembaga kemahasiswaan. 
“Agar menjadi pemimpin yang kompak, menjadi wadah aspirasi, menjadi penyambung lidah bagi seluruh mahasiswa IAIN Kendari dan juga menjadi wadah yang menciptakan pemimpin-pemimpin yang bisa berproses yang baik dan menjadi pemimpin yang Sidiq dan Fatanah,” tutur Buyung. 
Selanjutnya, Buyung berharap besar di periode dirinya menjabat sebagai Ketua Dema IAIN Kendari adalah untuk ke depannya bisa saling merangkul dan tetap solid. 
“Karena dalam kepemimpinan itu tidak selamanya, seorang pemimpin yang bekerja sendiri,  tapi setiap pekerjaan pemimpin itu harus ada bantuan dari rakyatnya.  Kedua, sebagai wadah aspirasi seluruh mahasiswa kemudian menjadikan lembaga kemahasiswaan ini menjadi penyambung lidah dari mahasiswa yang lainnya, karena kami adalah perwakilan dari semua suara mahasiswa IAIN Kendari,” tutupnya. Buyung.

Jelang Dua Bulan Perkuliahan, IAIN Kendari Tak Kunjung Distribusikan Bantuan Paket Data Internet Mahasiswa

Reporter : Aprilia 
Editor : Cut Tari 
KENDARI, SKB — Menjelang dua bulan perkuliahan daring, sampai saat ini Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari belum juga mendistribusikan paket data internet bagi seluruh mahasiswa(i).  
Pada tanggal 28 September 2020 lalu, pihak kampus IAIN Kendari mengumumkan akan memberikan bantuan paket data internet kepada mahasiswa. Akan tetapi, sampai saat ini paket data belum juga terealisasi. 
Warek II IAIN Kendari, Batmang mengatakan bahwa pemberian paket data untuk mahasiswa masih dalam proses.
“Sudah dalam proses,” ungkap Batmang saat diwawancarai oleh awak suarakampusbiru. Rabu, (14/10/2020) 
Hal ini cukup disayangkan oleh sekian banyak mahasiswa karena seyogyanya paket data internet tersebut telah didistribusikan sejak perkuliahan dimulai, pasca PBAK Daring tanggal 7 s/d 8 September 2020. Namun hingga hari ini paket data internet tersebut belum juga diterima oleh mahasiswa. 
Salah-satu keluhan muncul dari mahasiswi jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), NU mengatakan bahwa seharusnya penyaluran paket data telah di realisasikan sejak bulan september lalu sesuai apa yang dikatakan oleh Kemendikbud. 
“Sesuai yang dikatakan oleh kemendikbud mengenai penyaluran paket data seharusnya sudah dilakukan sejak september dan berlaku hingga desember. Namun, hari ini sudah masuk pertengahan bulan Oktober, tapi tidak ada info mengenai kapan disalurkan paket data tersebut dari kampus,” ucapnya. 
NU berharap paket data internet segera direalisasikan bulan oktober ini sebab perkuliahan yang dilangsungkan banyak menguras paket data internet mahasiswa.
“Bagi mahasiswa termasuk saya sendiri, sangat berharap agar paket data segera di realisasikan oktober ini juga, sebab banyak mahasiswa yang mengeluh dengan kuliah online terkait paket data. Terlebih kuliah online kebanyakan menggunakan via zoom yang bisa menguras banyak paket data,” ungkapnya. 
NU juga menginginkan agar pihak institut lebih peka terhadap keluhan mahasiswanya. 
“Semoga kedepannya lebih cepat tanggap respon terkait info atau hal-hal apapun itu,” tutupnya, NU.
(Ilustrasi. Sumber : Cyberthreat.id)

Sarman Al Ausy Terpilih Sebagai Ketua Senat Mahasiswa IAIN Kendari

 

(Sarman) 

 

Editor : Cut Tari

KENDARI, SKB — Sarman Al Ausy terpilih sebagai Ketua SEMA  Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari periode 2020/2021.

Penetapan Ketua SEMA I tersebut digelar oleh Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) pada saat Kongres Senat Mahasiswa Institut (SEMA I) di Aula FEBI IAIN Kendari.

Saat diwawancarai awak suarakampusbiru via Whatsapp, Sarman Al Ausy, selaku Ketua SEMA I mengatakan bahwa dirinya merasa amanah dan tanggung jawabnya bertambah dan merupakan suatu kebanggan bagi dirinya sebagai anak kampung yang dianggap kecil bahkan, tidak tahu apa-apa bisa memimpin ribuan mahasiswa.

“Tetapi dengan terpilihnya saya sebagai ketua SEMA adalah berkat dukungan dan kepercayaan teman-teman mahasiswa, intinya saya sangat bangga atas pencapaian ini, tapi ini bukan akhir dari perjuangan saya tetapi awal di mana saya harus berjuang dan menjalankan amanah,” jelas Sarman. Selasa, (6/10/2020).

Sarman juga mengatakan, bahwa langkah pertama yang akan ia ambil adalah rancangan terkait pembahasan KBM IAIN Kendari.

“Kalau langkah pertama untuk masih rancangan terkait pembahasan KBM IAIN Kendari,” tambahnya.

Sarman mengungkapkan, bahwa progres yang akan ia lakukan kedepannya adalah akan memperbaiki kelembagaan yang ada di IAIN Kendari.

“Insya allah saya akan memperbaiki kelembagaan yang ada di IAIN kendari terkhusus AD/ART KBM IAIN kendari dan beberapa lembaga yang sampai hari masih ngambang dan belum jelas legalitasnya,  akan menonaktifkan kembali rutinitas dalam lembaga kemahasiswaan yang sempat vakum,” ungkapnya.

Selain itu, Sarman menuturkan visi utama dirinya menjadi ketua Senat Mahasiswa adalah mewujudkan Senat Mahasiswa IAIN Kendari sebagai  organisasi mahasiswa yang profesional dalam membangun dan mengayomi.

“Serta dapat melaksanakan fungsinya sebagai aspiratif yang kritis guna membentuk generasi muda yang unggul. Dan merangkul lembaga UKK dan UKM dalam pengembangan lembaga kemahasiswaan yang lebih baik,” tutur Sarman.

Selanjutnya, Sarman berharap besar di periode dirinya menjabat sebagai Ketua Sema IAIN Kendari adalah mengembalikan marwah lembaga kemahasiswaan IAIN Kendari.

“Harapan terbesar di periode saya tidak lain dan tidak bukan kembalinya marwah lembaga kemahasiswaan IAIN kendari dan saya akan usahakan memgadakan kongres dalam pembahasan dan penetapan beberapa aturan serta pegalutas beberapa lembaga,” tutupnya, Sarman.