FEBI IAIN Kendari, Latih Mahasiswa Tingkatkan Kualitas Penelitian

Reporter: Renaldi Rausan
Editor: Slamet F.

Kendari, Objektif.id- Program Studi (Prodi) Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari menyelenggarakan kegiatan pelatihan Enumerator dan Model Cibest, sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas penelitian mahasiswa, pada Kamis, 15 September 2022.

Kegiatan ini di laksanakan di Gedung Aula Mini IAIN Kendari dengan menghadirkan narasumber Irfan Syauqi Beik, M.Sc., Ph.D, yang merupakan dosen Ilmu Ekonomi Syariah di Institut Pertanian Bogor (IPB).

Pantauan di lokasi, kegiatan ini diikuti oleh seluruh civitas akademika  di lingkup Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Kendari, dengan rincian 10 dosen dan 60 mahasiswa.

Kepala Program Studi (Kaprodi) Ekonomi Syariah, Abdul Wahid Mongkito mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan program kerja dari prodi Ekonomi Syariah, dan bertujuan untuk menambah pengetahuan baru dari berbagai aspek di bidang ilmu penelitian.

“Kegiatan ini adalah program kerja dari Prodi  Ekonomi Syariah  FEBI IAIN Kendari dalam hal menambah keilmuan khususnya dalam ilmu Ekonomi Syariah dan mau memperbanyak ilmu penelitian baru, baik dari judul dan tema nya,” katanya.

Dia juga berharap bahwa setelah kegiatan ini, dosen-dosen Febi bisa menguasai ilmu penelitian ini dengan baik dan materi ini bisa di terapkan terhadap mahasiswa dengan baik juga nantinya.

“Sebagimana tujuan kegiatan, saya berharap dosen-dosen bisa menguasai ilmu penelitian yang di berikan hari ini dan bisa membimbing mahasiswa dengan baik menggunakan materi ilmu penelitian ini” harapnya.

Pemateri kegiatan, Irfan Syauqi juga berharap para peserta di kegiatan ini bisa memahami konsep ilmu yang telah di paparkan dan dapat mempraktikkannya di berbagai lini.

“Saya berharap agar teman – teman  peserta dapat memahami konsep Model Cibest dan bisa juga bisa mempraktikan dalam berbagai lini, misalnya dalam riset-riset, dalam advokasi kebijakan.” tukasnya.

Sebanyak 35 Peserta Ikuti Diklat Jurnalistik UKM Pers IAIN Kendari

Reporter : Andi Ardian Dwi Rahmat
Editor : Slamet F.

Kendari, Objektif.id- Unit Kegiatan Mahasiswa Pers (UKM-Pers) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari menyelenggarakan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Jurnalistik ke-22 pada tanggal 15-18 September 2022.

Kegiatan ini akan di laksanakan di dua tempat, yaitu di auditorium IAIN Kendari dan wisata permandian Boro-Boro, dengan diikuti oleh 35 peserta yang berasal dari berbagai macam jurusan yang ada di IAIN Kendari.

Adapun tema yang diangkat pada kegiatan ini yaitu “Membumikan Gerakan Sehat Nalar Persma, Menjawab Fragilisasi Literatur di Era Disrupsi”, dengan optimisme akan melahirkan kader jurnalis mahasiswa yang milenial.

Ketua Umum UKM-Pers IAIN Kendari, Arini Triana Suci Rahmadani mengatakan semoga nantinya para calon kader baru bisa mengambil ilmu dari pendidikan ini dan dapat di terapkan di waktu yang akan datang sebagai pers mahasiswa.

“Ditargetkan calon anggota baru UKM-Pers ini bisa terima ilmu yang bermanfaat yang nantinya bisa diaktualisasikan,” katanya, Kamis 15 September 2022.

Selain itu dia juga berharap diklatsar ini bisa menjadi wadah perkenalan dan silaturahmi untuk mempererat tali persaudaraan antar mahasiswa, baik mahasiswa baru angkatan 2022 maupun angkatan yang diatasnya.

“Semoga kegiatan yang kita lakukan ini bisa jadi ajang silaturahmi antar sesama mahasiswa IAIN Kendari, baik itu teman-teman angkatan 2020 hingga mahasiswa yang baru memasuki dunia kampus,” harapnya.

Perwakilan Dewan Pembina Organisasi, Supriyadin Tungga berharap agar para pengurus UKM-Pers IAIN Kendari agar bisa terus berbenah dan bisa untuk memperbaiki kekurangan yang ada pada kegiatan kali ini supaya lebih baik kedepannya.

“Harapannya apa yang menjadi kekurangan hari ini jika kita menilai masih ada yang kurang dan bisa menjadi pembelajaran pengurus siapapun ketua umumnya, semangat kepada ukk ukm agar terus melakukan yang terbaik begitupun sebaliknya.” tukasnya.

Bentuk Karakter Mahasiswa, Dema Fuad Siap Laksanakan LKM

Reporter : Nining Astuti

Editor      : Al-izar

Kendari, Objektif.id – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, melaksanakan kegiatan Sosialisasi Latihan Kepemimpinan Mahasiswa (LKM) bagi Mahasiswa Bara (MABA). Senin, 12/09/2022.

Kegiatan itu dilaksanakan di Aula mini Fuad dengan mengangkat tema ” Lead Your Self To Be A Great Leader (yang muda yang memimpin).

Ketua panitia, Laode Muh. Fasril saat diwawancarai melalui via WhatsApp mengatakan, Bahwa tujuan diadakannya kegiatan itu sebagaimana untuk membentuk karakter Mahasiswa, sehingga mempunyai jiwa kepemimpinan.

“Karena mereka adalah generasi yang akan memimpin kedepannya, jadi kami adakan kegiatan semacam ini untuk wadah mereka bisa berproses, Tuturnya.

Lanjut, dia mengatakan, Adapun yang berpartisipasi dalam kegiatan ini, yakni seluruh pengurus Dema karena ini merupakan program kerja dari Dema Fuad sendiri, kemudian seluruh Maba Fuad 2022.

Dia juga menambahkan, meski ada beberapa kendala dalam sosialisasi tersebut nampak para peserta tetap antusias dalam mengikuti sosialisasi itu, dan siap untuk mengikuti kegiatan.

“nampak mereka sangat antusias dalam menyambut kegiatan, karena setelah dilaksanakan sosialisasi pada sore dini hari tadi. Ada seputar tanya jawab mengenai keluhan dan kendala mereka, tetapi sudah selesai dan mereka siap mengikuti kegiatan”. Lanjutnya.

Ia pun berharap kegiatan seperti tetap untuk terus berjalan, dan bisa dilanjutkan pengurus Dema berikutnya.

“semoga dengan adanya kegiatan ini dapat terus berkelanjutan sampai kedepannya, dan diteruskan oleh pengurus berikutnya”. Harapnya.

Edukasi Peran Pers Mahasiswa, UKM-Pers IAIN Kendari Gelar Diskusi Publik

Reporter : Slamet
Editor : Redaksi

Kendari, Objektif.id – Unit Kegiatan Mahasiswa Pers (UKM Pers) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari menggelar Diskusi Publik dengan tema “Analisis Kritis : Pers Mahasiswa dalam Membangun Karakter Publik” yang di laksanakan di warung kopi (warkop) Bamboe Tiga yang terletak di kota Kendari pada Sabtu, 10 September 2022.

Selain anggota Ukm-Pers sendiri, diskusi ini juga di hadiri oleh organisasi internal dan eksternal di lingkup kampus IAIN Kendari dengan menghadirkan Jurnalis sultrademo.co, Muh. Sulhijah sebagai pemantiknya.

Ketua Umum UKM-Pers IAIN Kendari, Arini Triana Suci Rahmadani mengatakan bahwa pemberitaan yang di buat oleh pers mahasiswa juga cukup berpengaruh dalam menggiring opini di masyarakat umum.

“Peran Pers Mahasiswa sangatlah fatal dalam memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat, Sebab setiap pemberitaan yang disampaikan teman teman Pers Mahasiswa sedikit banyaknya pasti akan mempengaruhi opini publik,” katanya.

Menurutnya opini publik akan membentuk stigma publik dan stigma publik akan menjadi ideologi publik sehingga pelan pelan itu akan menjadi karakter publik.

Dia juga mengatakan bahwa karena pengaruh pemberitaan dari pers mahasiswa yang begitu signifikan, jadi baik atau buruknya kualitas masyarakat bisa tergantung dari pemberitaan yang di sampaikan.

“Kalau informasi yang kita sampaikan itu berkualitas maka publik juga akan berkualitas begitupun juga sebaliknya,” sambungnya.

Di tempat yang sama, Muh. Sulhijah mengatakan bahwa pers mahasiswa merupakan sebuah instrumen perjuangan, jadi mereka akan memberitakan kampus secara netral, yaitu dari sisi baik maupun sisi buruknya, karena itu merupakan ideologi dari pers mahasiswa sendiri.

“Pers Mahasiswa itu bukan humasnya kampus, tetapi Pers Mahasiswa merupakan alat perjuangan mahasiswa, Ideologi Pers Mahasiswa adalah idealismenya, sebab Infomasi yang diberikan Pers Mahasiswa adalah wujud perjuangan,” tukasnya.

Tingkatkan Penguatan Mahasiswa KIP, IAIN Kendari Gelar Workshop Moderasi Beragama 

 

Reporter : La Ode Sultan Mahmud

Editor : Andika

 

Kendari, Objektif.Id – Pengelola penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari mengadakan kegiatan Workshop bertema “Penguatan moderasi beragama” yang dilaksanakan di Gedung Auditorium IAIN Kendari, Kamis 8 September 2022.

 

Dalam kegiatan ini, dihadiri oleh Rektor IAIN Kendari, Wakil Rektor III, serta tiga pemateri hebat yakni H. Akhmad Al Jufri (Pimpinan wilayah Muhammadiyah Sultra), Drs. KH. muslim, M. Si (Ketua PW NU Sultra), dan AKBP Dr. Sutadi M.Pd (Polda Sultra).

 

Amin Nasir selaku Ketua Panitia mengatakan, tujuan dalam mengadakan kegiatan Workshop ini adalah memberikan penguatan moderasi beragama bagi penerima KIP angkatan 2020 dan 2021.

 

“Kegiatan ini bukan hanya sekedar mendapatkan KIP, tapi tetap kami kawal juga dengan pembinaan-pembinaan, baik itu pembinaan terkait dengan penguatan moderasi beragama, pembinaan keterampilan, ilmu pengetahuan dan lain-lain,” Ucapnya.

 

Dirinya berharap seminar penguatan moderasi beragama yang digelar sekali dalam setahun ini bisa ditingkatkan agar kedepannya lebih baik lagi.

 

“Kegiatan-kegiatan yang seperti ini harus perlu dilaksanakan malah kalau perlu di tingkatkan, bisa dalam setahun sekali atau kedepannya kita bisa tingkatkan dua kali setahun”.Harapnya.

 

Rektor IAIN Kendari, Faizah Binti Awad, berharap mahasiswa penerima KIP Kuliah dalam moderasi beragama kita harus saling menghargai terhadap sesama.

 

Orang nomor satu di IAIN Kendari mengajak mahasiswa agar menjadi corong moderasi beragama di Indonesia terkushusnya di Sulawesi Tenggara (Sultra) terutama di lingkup IAIN Kendari.

 

“Mari kita sama-sama menjadi corong sebagai orang-orang yang memiliki moderasi beragama di Indonesia terkushusnya di Sulawesi Tenggara (Sultra) terutama di lingkup IAIN Kendari “. Tukasnya

Tolak Kenaikan Harga BBM, Mahasiswa IAIN Kendari Gelar Demonstrasi

Reporter : Renaldi Rausan
Editor : Slamet Fadilah

Kendari, Objektif.id – Puluhan Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari melakukan aksi demonstrasi terkait penolakan terhadap rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada Kamis, 1 September 2022.

Aksi ini di gelar di gerbang batas kota Kendari – Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) dan aksi ini juga mengakibatkan  lalu lintas di sekitaran gerbang harus di alihkan.

Jendral lapangan, Danang Saputra mengatakan bahwa aksi yang di gelar hari ini hanya menyoal terkait kenaikan harga BBM dan tidak ada kepentingan lainnya.

“Pada dasarnya tuntutan yang kami bangun pada pagi ini hanya satu yaitu menolak kenaikan BBM, di luar pada itu tidak ada dan tuntutan ini akan kami aspiraskan ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR),”  katanya.

Dia berharap kepada pihak-pihak yang mempunyai andil dalam kenaikan harga BBM ini, agar lebih mempertimbangkan keputusan tersebut karena akan berdampak buruk bagi masyarakat.

“Menaikan harga BBM bukan solusi, bahkan cenderung menyensarakan masyarakat. jadi saya berharap kepada pihak-pihak yang berwenang terkait hal ini untuk lebih memilah lagi keputusannya,” harapnya.

Ketua Dema IAIN Kendari, Hendra Setiawan berharap bahwa rencana kenaikan harga BBM ini hanya sekedar wacana, apabila hal ini benar terjadi maka mahasiswa akan menggelar aksi yang lebih besar lagi.

“Semoga wacana ini hanya sekedar wacana, apabila pemerintah sampai melaksanakannya, yakin dan percaya seluruh mahasiswa IAIN Kendari akan menggelar unjuk rasa yang lebih besar dari pada ini,” tukasnya.

Pamerkan 60 Produk Unggulan, IAIN Kendari Adakan Expo Hasil KKN

 

Reporter : Andi Ardian Dwi Rahmat

Editor : Al-izar

 

Kendari, Objektif.id – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari melaksanakan EXPO, guna memamerkan sejumlah produk mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN). Rabu, 31 Agustus 2022.

 

KKN EXPO itu mengangkat tema “Mengabdi dan Berkarya dari Desa, Wujudkan Indonesia Maju” kegiatan bertempat di gedung Auditorium IAIN kendari itu langsung oleh Warek I IAIN kendari, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Ketua Lembaga Pusat Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Kendari, Kepala LP2M IAIN Pare-pare, Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) provinsi Sulawesi Tenggara, Dosen Pembimbing KKN, Dan Seluruh Mahasiswa KKN 2022.

 

Kepala LP2M, Abdul Gaffar Mengatakan, Kegiatan ini bertujuan untuk Memperlihatkan dan mempresentasikan hasil produk KKN juga menjadi penghargaan Bagi mereka yang telah Melaksanakan KKN 2022.

 

“Kegiatan KKN EXPO ini nantinya Mahasiswa yang telah melakukan KKN dapat Memperlihatkan dan mempresentasikan hasil produknya baik itu melalui video juga berupa bahan jadi serta dapat menjadi penghargaan bagi mereka supaya terlihat oleh masyarakat, “ungkapnya.

 

Abdul Gaffar Menambahkan, produk yang dinilai paling inovatif dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi sumber pendapatan masyarakat akan diberikan bantuan dana pengembangan produk melalui program pengabdian oleh LP2M IAIN Kendari.

 

“Jadi ada penilaian dari Dispenda dan nanti kita ingin sekali produk-produk yang memang memungkinkan untuk di tindak lanjuti dalam bentuk bantuan pengabdian, maka kami akan memberikan kesempatan untuk mengajukan proposal supaya mendapatkan bantuan dana pengabdian tersebut, ” lanjutnya.

 

Dia berharap dengan diadakannya KKN Expo ini maka dapat meningkatkan kreativitas mahasiswa baik itu dari sisi inovasinya dan memiliki prospek yang bagus untuk kedepannya juga muncul Keterlibatan masyarakat dalam pengolahan nya.

 

“Jadi harapannya itu agar terbangun kreativitas dari sisi inovasinya, memiliki prospek yang bagus untuk kedepannya nanti dan hadir berbagai keterlibatan masyarakat dalam pengolahan nya, ” harapnya.

 

Warek I IAIN Kendari, Husain Insawan, menyebutkan bahwa terdapat 60 produk Usaha Mikro dan Kecil yang dikembangkan oleh peserta KKN. Contoh nya ada kripik kulit pisang, kripik pohon pisang, gula-gula dari kelapa, abon ikan, Teh daun kelor, produk kecantikan dan masih banyak lagi. Pengembangan produk ini terbagi secara merata pada empat kabupaten di Sulawesi Tenggara yang menjadi tempat lokasi KKN yaitu Konawe Kepulauan, Wakatobi, Bombana dan Konawe Utara.

 

“Saya sangat mengapresiasi Kegiatan ini yang mana sangat bagus untuk pengembangan mahasiswa dan baru pertama kali ini diadakan, Nah sempat saya survai tadi ada sekitar 60 produk yg di sajikan, ada kuliner, jamu, produk kecantikan, pupuk organik dan lain sebagainya yang pengembangannya terbagi secara merata pada empat kabupaten di Sulawesi Tenggara yang menjadi tempat lokasi KKN tahun 2022”, tutupnya.

Renovasi Ruangan Telat, Ini Tanggapan Pihak Fakultas!

Reporter : Hajar
Editor : Redaksi

Kendari, Objektif.id – Renovasi ruang perkuliahan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari yang terlambat menjadikan proses perkuliahan menjadi tidak efektif.

Pasalnya banyak dari pihak civitas akademika FEBI terhambat dalam menjalankan proses perkuliahan karena tidak adanya ruangan.

Dari informasi yang didapatkan awak media objektif.id awalnya pihak kontraktor menyanggupi untuk menyelesaikan proyek sebelum waktu perkuliahan semester ganjil tahun 2022 dimulai.

Menanggapi hal tersebut, pihak FEBI telah melakukan antisipasi agar civitas akademika FEBI IAIN Kendari tetap dapat menjalankan perkuliahan.

“Pihak FEBI telah menyurat ke Pascasarjana untuk meminjam gedung perkuliahan sementara waktu, selama satu bulan sambil menunggu selesainya proses renovasi”, ucap Dekan FEBI, Rusding Mohaling, Selasa, 30 Agustus 2022.

Keterlambatan pembangunan ini disebabkan juga oleh tukang yang menangani pekerjaan sangat minim serta pengelolaan penganggaran infrastruktur masih terpusat sepenuhnya dipihak rektorat IAIN Kendari.

“Dari hasil pantauan kami di fakultas pengerjaan ruang kelas ini hanya dikerjakan beberapa tukang, dan idealnya angggaran pembangunan itu dikelola langsung saja oleh pihak fakultas supaya bisa menentukan sendiri kapan harus melakukan penataan infrastruktur agar tidak terjadi hal seperti sekarang, dimana mahasiswa menumpuk sedang ruang perkuliahannya belum tersedia,” tambahnya.

Untuk diketahui, renovasi gedung perkuliahan Febi berlangsung sejak akhir juli hingga sekarang. Padahal perbaikan gedung sudah disodorkan ke rektorat sebelum mahasiswa baru tahun 2022 masuk, bahkan jauh sebelum itu.

Maba Keluhkan Fasilitas Infrastruktur dan Critical Thinking Lembaga Kemahasiswaan

Reporter : Hajar
Editor : Redaksi

Kendari, Objektif.id – Polemik terlambatnya renovasi ruang perkuliahan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari mengundang sejumlah reaksi dari berbagai kalangan. Tanggapan itu salah satunya datang dari seorang Mahasiswa Baru (Maba).

“Setelah dikukuhkan sebagai mahasiswa pasca Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) IAIN Kendari 2022, tentu saya berharap pemenuhan hak akademik mahasiswa bisa terwujud,” ucap MT, Selasa, 30 Agustus 2022.

Proses renovasi ruang perkuliahan FEBI IAIN Kendari.

Seyogyanya kampus harus memenuhi segala fasilitas perkuliahan sebab orientasi pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) salah satunya diperuntukkan juga untuk menunjang ketersediaan kebutuhan mahasiswa dalam proses belajarnya.

“Kami sudah bayar UKT pas mau masuk kampus, tiba kita ingin kuliah, gedungnya belum disediakan,” lanjutnya.

Ia juga sempat mempertanyakan tentang fungsi Senat Mahasiswa (Sema) dan Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema)  FEBI Maupun Institut terkait fungsi pengawasan dan critical thinking terhadap seluruh aktivitas kegiatan birokrasi kampus.

“Sangat disesalkan ketika ada keluhan mahasiswa seperti ini tidak ada lembaga kemahasiswaan yang kawal, masa didepannya ji maba jago bicara baru dibirokrasi takut,” tutupnya.

Sebagai tambahan informasi bahwa renovasi tersebut tidak memiliki papan proyek yang menjelaskan secara gamblang masa pengerjaan hingga rincian penganggaran.

Sampai berita ini terbit, masing-masing lembaga kemahasiswaan  FEBI ataupun Institut sedang tidak ada di kantornya untuk dimintai keterangan terkait anomali pembangunan gedung perkuliahan.

Tingkatkan Skill Mahasiswa, Lab Mini Bank Syariah FEBI Adakan Workshop SBDP

Reporter : Andi Ardian Dwi Rahmat

Editor      : Objektif

Kendari, Objektif.id – Lab Mini Bank Syariah Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari gelar Workshop Students Banking Development Program (SBDP) yang dilaksanakan di Aula Mini IAIN Kendari, Senin 29 Agustus 2022.

Workshop ini akan berlangsung selama dua hari 29-30 Agustus 2022 yang diisi oleh narasumber asal UIN Alauddin Makassar dan Micro Staff BSI cabang Kendari.

Kepala Lab Mini Bank Syariah, Muljibir Rahman mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menjadikan mahasiswa Sebagai Officers Development Program (ODP) Yang memiliki kemampuan dan Skill yang bagus.

“Di dalam workshop ini menambah Kemampuan dan skill mahasiswa yang nantinya dapat menjadi ODP,” ungkapnya.

Dia berharap dengan diadakannya workshop ini mahasiswa nantinya bisa menjadi pemimpin di cabang-cabang perbankan.

“Diharapkan dengan bertambahnya wawasan dan skill mahasiswa ini nantinya dapat menjadi pemimpin di cabang-cabang perbankan di kemudian hari,” harapnya.

Dekan FEBI, Rusdin Muhalling, juga mengatakan bahwa pelaksanaan workshop SBDP ini sangat berguna untuk melatih kemampuan dan skill mahasiswa untuk menghadapi era digitalisasi yang sekarang ini.

“Iya, kegiatan workshop ini sangat bagus, karena kemampuan dan skill mahasiswa bisa bertambah yang mana sekarang ini kita sedang berada di era digitalisasi”, tutup nya.

Menunda Kenaikan Harga BBM adalah Langkah yang Tepat

Penulis : Muhamad Ifan Permana

Akhir-akhir ini masyarakat Indonesia di sibukkan dengan isu rencana kenaikan bahan bakar minyak (BBM) yang di prediksi kenaikan harga BBM ini akan berlaku pekan depan. Rencana kenaikan BBM ini dinilai dapat meningkatkan APBN karena beban APBN berkurang yang selama ini menanggung BBM bersubsidi jenis pertalite dan solar yang mengakitbatkan beban subsidi dan kompensansi mengalami obesitas pada tahun 2022 menembus angka Rp. 502,4 Triliun. Anggaran tersebut merupakan total anggaran subsidi untuk BBM, LPG dan Listrik.

Presiden Jokowi Dodo mengatakan, semua harus diputuskan dengan hati-hati, dikalkulasikan dampaknya yang dapat menyebabkan kurangnya daya beli masyarakat, mengurangi konsumsi masyarakat, kenaikan inflasi dan bisa menurunkan  perekonomian. Sebelumnya Menteri koordinator dan investasi luhut binsar panjaitan memberi signal bahwa masyarakat harus siap-siap dengan kenaikan bbm bersubsidi jenis pertalite dan solar dan menunggu keputusan presiden pekan depan karena sudah tidak dapat ditanggung oleh APBN.

Sedangkan menurut Menteri keungan sri mulyani mengatakan bahwa anggaran Rp. 502. 4 triliun yang dipersiapkan untuk alokasi anggaran subsidi minyak dan kompensasi energi pada tahun 2022 telah habis. Nilai tersebut sudah membengkak dari anggaran semula yaitu hanya sebesar Rp. 152, 1 Triliun. Diimana anggaran tersebut akan terus bertambah hingga akhir tahun. Karena mulanya pemerintah mengasumsikan rata-rata harga minyak mentah indonesia (ICP/Indonesian Crude Price) sebesar 100 dollar AS/Barel. Namun realisisnya sudah mencapai di level 105 dollar AS/ barel.

Sri mulyani juga menuturkan BBM subsidi jenis pertalite anggaran subsidi sebesar Rp. 93,5 Trilun dimana anggaran tersebut 86 % dinikmati oleh rumah tangga mampu atau orang kaya sedangkan orang miskin atau kendaraan bermotor hanya dikisaran 20 %. Jadi hampir 60 triliun anggaran subsidi dihabiskan oleh orang mampu sisanya untuk golongan tidak mampu. Lanjut, Menurut Menteri keuangan Alokasi anggaran subsibdi BBM jenis Solar sebesar Rp. 149 Triliun dimana 89 % di pakai dunia usaha dan 11 % oleh rumah tangga. Dan dari 11 % rumah tangga yang menggunakan  bahan bakar Minyak (BBM) jenis solar bersubsidi sebanyak 95 % adalah orang mampu. Dari anggaran Sebesar Rp. 149 Trilun hanya 5% yang digunakan untuk rumah tangga kurang mampu.

Jadi dari data dan pernayatan  diatas APBN yang anggarannya mencapai ratusan triliun rupiah guna subsidi energi  bahan bakar minyak faktanya cenderung dinikmati mayoritas masyarakat kalangan menengah keatas dan hanya sebagian kecil di dinikmati langsung oleh masyarakat menengah kebawah.

Adapun alasan utama pemerintah rencana menaikan bahan bakar minyak (BBM) disebabkan  karena 1. Distribusi bbm bersubdi jenis pertalite dan solar tidak tepat sasaran 2. Harga minyak dunia yang mengalami Fluktuatif 3. Kurs Rupiah yang mengalami Depresiasi terhadap Dollar AS.

Perlukah BBM Naik ?

Menyoal  rencana kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis pertalite dan solar saat ini belum tepat karena melihat situasi dan kondisi pasca covid 19 seharusnya pemerintah berfokus terhadap pemulihan perekonomian tanpa memberi opsi dengan menaikan harga BBM bersubsidi atau mencari solusi lain dengan berbagai alternatif. Entah, dengan mengeluarkan regulasi pembatasan volume untuk kendaraan roda empat atau bahan bakar minyak jenis pertalite hanya diperuntukkan untuk kendaraan bermotor dan angkutan umum ketimbang menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis pertalite. Sedangkan untuk BBM Subsidi jenis Solar pemerintah mengevaluasi pertamina mengapa sebanyak 95% solar dinikmati orang kaya. Apakah ada kerjasama sepihak atau ada oknum yang bermain sehingga alokasi bbm Subsidi jenis solar bisa tepat sasaran.

Ketidakmampuan pemerintah menelaah masyarakat yang layak dan tidak layak mendapatkan bbm bersubsidi  menyebabkan  APBN subsidi energi mengalami obesitas karena menanggung beban subsudi  Bahan bakar yang tidak tepat sasaran. Selanjutnya skema sasaran subsidi tidak tepat karena kurangnya pengawasan terhadap bahan bakar minyak jenis pertalite dan Rentannya kebocoran bahan bakar jenis solar skala besar, seperti pada sektor Perkebunan, Pertambangan maupun Industri Nikel.

Rencana menaikan harga BBM bersubsidi yang di canangkan pada pekan depan. Maka Sudah sangat jelas akan berdampak terhadap daya beli masyarakat berkurang. Tidak menuntut kemungkinan akan megakibatkan Inflasi dalam kurun waktu yang cukup lama dan juga akan mengakibatkan  harga bahan pokok lain melonjak. Sehingga gejolak ekonomi di kalangan masyarakat tak terbendung. dan juga, jika ini terjadi maka penolakan tentang kenaikan bahan bakar minyak bersubsidi tak terhindarkan. Karena pemerintah dinilai tidak kafabel mengelolah keuangan Negara.

Selain itu, dalih fluktuasi harga minyak mentah dunia terus melonjak dan juga depresiasi nilai KURS Rupiah Terhadap Dollar AS. Alasan pemerintah ini sangat Absurd sebab alasan utama pemerintah ini dinilai tidak tepat jika opsinya harus menaikan harga BBM bersubsidi Sedangkan Masih banyak mega proyek infrastruktur yang sedang berjalan bahkan akan berjalan seperti Ibukota Negara Baru (IKN) mengapa agenda ini tidak ditunda dulu.

Oleh Karena itu, Kebijakan pemerintah ini wajar mendapat banyak reaksi dari masyakarakat. Karena tidak adanya sosilasiasi dan keputusan ini dianggap final. Sisa menunggu Perpres dan Keputusan Presiden. Sehingga usulan menaikan harga BBM dipastikan akan mendapatkan penolakan dari berbagai kalangan, Karena tidak adanya alternatif lain dan juga tidak adanya proses redistribusi yang dilakukan pemerintah. Oleh karena itu pemerintah seharusnya menunda terlebih dahulu sembari mengkaji lebih dalam tentang kebijakan yang akan di buat dan resiko apa yang akan ditimbulkan  Sembari menemukan formula yang tepat.

Senioritas dan Kebebasan Berekspresi

Dunia kampus adalah dunia yang tidak hanya diperhadapkan dengan gedung-gedung mewah dan tinggi, tenaga pendidik yang berkompeten di bidangnya dan berbagai aksi demonstrasi yang turut meramaikan kampusnya, diluar dari itu kampus adalah ruang imajinasi, ekspresi diri dan tempat melatih diri karena nantinya mahasiswa diperhadapkan dengan wacana-wacana sosial untuk dipertanggung jawabkan ke masyarakat kelak.

Senior, banyak berpandangan Senior adalah orang yang mendahului kita, orang yang merasakan manis pahitnya dunia kampus, dan lazimnya senior dengan penokohanya dikenal memiliki tingkat keilmuan yang lebih tinggi.

Bak reinkarnasi Majelis Ulama Indonesia setiap perkataan senior adalah fatwa yang harus dijalankan dan diikuti, momen Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) kita melihat realitas senior menampakan wajah garang dari selongsong peluru eksistensi dan ketampanan yang dipertontonkan dihadapan kami para mahasiswa baru melalui pendekatan pendekatan yang humanis ekstrimis, mereka dengan gamblang mengatakan bahwa senior tidak pernah salah.

Dalam proses masuk Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) masih saja mencampuri keputusan junior dengan mengikuti standarisasi Kelayakanya, belum lagi wacana wacana sosial yang bermanfaat untuk dirinya sendiri dibangun melibatkan juniornya sebagai bahan bakar yang bisa tersulut api kapan saja, dapat kita pahami bersama bahwa senior yang baik adalah mereka yang memberi bebas tapi terbatas, bukan terbatas dan tidak memberi bebas.

Akhir kata dari penulis, untuk kita yang merdeka, merdeka sebagaimana kita adalah kata yang bebas bertebaran dimana-mana.

Ditulis Oleh :
Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
Program Studi Perbankan Syariah

Kenali Potensi Mahasiswa, Fuad IAIN Kendari Gelar Klinik Mahasiswa

Reporter: Farid Ahmad
Editor : Slamet

Kendari, Objektif.id – Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari gelar klinik mahasiswa bertajuk “Penelusuran Minat dan Bakat Mahasiswa” yang dilaksanakan di Aula Mini IAIN Kendari, Rabu, 24 Agustus 2022.

Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan, Wakil Dekan, Kepala Program Studi (Kaprodi), dosen dan seluruh mahasiswa baru di lingkup Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah.

Ketua panitia, Aminudin mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menelusuri minat dan bakat mahasiswa sekaligus pengenalan program studi.

Ketua Panitia Aminudin S.Ag, MA,

“Di dalam klinik akademik mengidentifikasi atau penelusuran minat bakat mahasiswa dan pengenalan tentang Keprodian,” ungkapnya.

Dia berharap dengan diadakannya kegiatan ini, mahasiswa nantinya bisa memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan pihak kampus untuk mengembangkan minat dan bakat yang mereka miliki.

“Diharapkan agar mahasiswa dapat menggunakan dan memanfaatkan fasilitas yang dapat menunjang minat bakat mahasiswa yang telah di siapkan oleh fakultas dan institut,” harapnya.

Dekan Fuad, Nurdin juga mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan klinik mahasiswa ini berguna untuk pemetaan minat dan bakat yang dimiliki oleh mahasiswa Fuad.

Saat Dekan FUAD IAIN Kendari Dr. Nurdin, S.ag, M.Pd, menyampaikan sambutan.

“Klinik mahasiswa ini dilaksanakan untuk pemetaan bakat minat daripada anak-anak sekalian yang selama ini belum ada yang melihat,” tukasnya.

Cegah Abrasi, Mahasiswa KKN Tiga PTIN di Morowali Tanam 400 Pohon Mangrove

Reporter : Azizah
Editor : Andika

Morowali, Obejktif.id – Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, IAIN Parepare dan Universitas Islam Negeri (UIN) KH Acmad Siddiq yang sedang menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Pulau Tengah, Kecamatan Menui Kepulauan, Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah (Sulteng) tanam 400 pohon mangrove.

Pantauan Objektif.id, Senin (22/8/2022) 400 bibit mangrove ini ditaman di pesisir pantai Desa Pulau Tengan ini adalah salah satu upaya mencegah terjadinya pengikisan pantai yang diakibatkan oleh tenaga gelombang laut dan pasang surut air laut yang bersifat merusak.

Kordinator Desa (Kordes) Asrullah mengatakan, penanaman mangrove ini menjadi salah satu program kerja KKN Kerjasama Tiga PTIN sebagai bentuk pelestarian lingkungan dan menjaga lingkungan pesisir pantai dari abrasi serta mencegah bencana alam.

“Ini perencanaan dari awal saat pemaparan program kerja bersama aparat Desa, karena melihat pemukiman warga yang selalu mengalami abrasi,” ucap Asrullah, Senin 22 Agustus 2022.

Ia mengaku, sebelum melakukan penanaman bibit mangrove, masyarakat diberikan edukasi pemahaman seputar mangrove, manfaat, proses penanaman, pemeliharaan dan dampak yang diberikan jika pelestarian mangrove dilakukan.

“Dalam kegiatan ini Masyarakat sangat mendukung dan  ikut berpartisipasi menanam ratusan bibit pohon mangrove, sehingga membanjiri pesisir pantai sampai selesai penanaman,” bebernya.

Dirinya berharap, usai terlaksanannya program ini masyarakat mahami pentingnya menjaga ekosistem hanya dengan menanam dan merawat pohon mangrove, selain itu dapat menciptakan rasa aman bagi masyarakat setempat.

“Dengan terlaksananya program penanaman bibit mangrove oleh mahasiswa KKN kerjasama, dapat melestarikan lingkungan pesisir  dari abrasi serta mencegah bencana alam”. Tutup nya.

Semantara itu, Kepala Dusun Desa Pulau Tengah Asdin berharap, dengan adanyan program penanaman pohon mangrove yang digenjot oleh mahasiswa dari tiga perguruan tinggi Islam bisa memberikan hasil maksimal sesuai dengan harapan.

“Mudamudahan bisa berhasil, supaya bisa dia tahan ombak. Karna disini abrasinya cukup parah apalagi musim Selatan (Angin Selatan),” ucap Asdin.

Sukses Gelar LDK Perdana, Energi Baru Untuk HIPMAL

Reporter : Dila
Editor : Rizal

Konsel, Objektif.id – Himpunan Pemuda Mahasiswa Kecamatan Laeya (HIPMAL) sukses melaksanakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) angkatan satu di berlokdi Gelora Beach, Desa Torobulu, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari (20-21 Agustus 2022) ini mengusung tema: Membentuk Sikap dan Etika Kader yang Berjiwa Pemimpin, Responsif, Kompoten, bertanggung jawab serta Sadar akan perannya sebagai pemuda-pemudi Kecamatan Laeya.

Ketua Panitia Heri Danubrata mengatakan, kegiatan ini sudah dicanangkan sejak akhir tahun 2021, dan akhirnya bisa terlaksana pada tahun 2022 dengan bantuan dan kerja sama dari semua pihak yang tergabung dalam Hipmal.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan yang dari dulu sudah kami rancang, dari akhir tahun 2021 dan alhamdulillah tahun 2022 bisa terealisasikan. Ada beberapa kendala dan lain hal, tetapi berkat bantuan dan suport dari teman-teman pengurus, senior-senior Hipmal dan stepholder yang ada di Kec. Laeya akhirnya kegiatan ini bisa berjalan dengan hikmat dan lancar,” ungkapnya, Senin 22 Agustus lalu.

Heri berharap agar kegiatan LDK yang pertama ini dapat menumbuhkan kesadaran tentang betapa pentingnya melakukan pembinaan sejak dini serta menjadikan HIPMAL sebagai wadah yang menampung aspirasi pemuda dan mahasiswa Kecamatan Laeya.

“Harapan saya mewakili teman-teman panitia, kegiatan LDK Hipmal yang pertama ini bisa menjadi contoh untuk pengurus kedepannya bahwa betapa pentingnya melakukan pembinaan sejak dini dan menjadikan Hipmal sebagai wadah yang dapat menampung aspirasi pemuda dan mahasiswa khususnya di Kec. Laeya ini” sambungnya.

Sementara itu,<span;> Khaerul Umam selaku Ketua Umum (Ketum) Hipmal juga berharap agar kegiatan LDK ini bisa menjadi ajang silaturahim sehingga dapat kembali menumbuhkan rasa kekeluargaan antara pemuda(i) Kecamatan Laeya.

“Saya harap momen LDK ini sebagai ajang silaturahim kita semua sesama pemuda mahasiswa Kec. Laeya. Mari kita meriahkan hal-hal yang belum pernah terlaksanakan sebelumnya dan semoga kekeluargaan kita bisa terawat kembali dengan hadirnya kegiatan LDK ini” harapnya.