HMI Cabang Tanjung Selor Desak Timsel KPU Jaga Independensi Selama Tahapan Seleksi

Kendari, Objektif.id – HMI Cabang Tanjung Selor soroti Integritas dan Independensi Tim Seleksi KPU Provinsi Kalimantan Utara periode 2024-2029.

Menurut Aswan selaku Sekretaris HMI Cabang Tanjung Selor Periode 2023-2024, Tim Seleksi sebagai badan adhoc yang dibentuk oleh KPU harus menjalankan tugas sesuai dengan aturan yang ada.

” Timsel inikan ditunjuk untuk menjalankan tugas, melahirkan calon komisioner yang akan menjalankan agenda pemilu 2024, sehingga timsel harus menjaga integritas dan Independensi serta harus transparan selama proses tahapan seleksi,” ucap Aswan.

Integritas dan Independensi Timsel menjadi penting, karena proses tahapan seleksi ini bagian dari agenda demokrasi. Aswan mengungkapkan dalam melakukan penilaian harus mengedepankan objektifitas.

” Jangan sampai ada calon komisioner yang mendaftar, pada saat CAT nilai nya tinggi namun saat wawancara nilainya itu nol, meskipun wawancara itu subjektifitas dari timsel. Jangan sampai timsel bermain,” ungkap Aswan.

Selain itu, ia mengajak kepada seluruh masyarakat untuk terlibat dalam proses pengawasan tahapan seleksi.

” Kita juga mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk mengawasi bersama,” tuntasnya.

Penulis: Ai

Editor: Melvi Widya

Kisah Haru, Sepasang Suami-Istri Lansia Mengais Sesuap Nasi Melalui Usaha Laundry

Kendari, Objektif.id – Di tengah maraknya para pemuda-pemudi yang membuka jasa usaha laundry, dibalik itu semua terdapat sepasang suami-istri yang sudah lanjut usia (Lansia) yang masih bertahan menekuni jasa laundry yang bertempat di jln. Kompleks Pasar Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Sepasang suami-istri ini bernama Marsuki (81) dan iimrohana (80). Mereka telah membuka jasa usaha laundry ini sejak berdirinya pasar baruga yakni, sejak tahun 2001 hingga sekarang.

Ketgam: Kakek marsuki dan istrinya iimrohana. Foto: Siti Maharani/Objektif.id

Marsuki, atau kerap dipanggil pakde oleh orang-orang sekitar, sementara sang istri dikenal dengan sebutan neneknya Lia. Sebelum menekuni usaha laundry ini ia dulunya bekerja sebagai sopir angkutan barang berat hingga menjadi tukang sapu jalanan di pasar baruga. Namun, karena kelelahan akhirnya, ia memilih untuk berhenti dari pekerjaan yang telah dilakoninya sejak tahun 1962 tersebut.

Tidak lama setelah itu, terbitlah sebuah ide dalam pikirannya untuk membuat jasa laundry di kediamannya. Istrinya saat ditemui oleh wartawan Objektif.id mengatakan saat kali pertama membuka jasa laundry tersebut, orang-orang yang menggunakan jasanya hanya membayar dengan sebungkus mie instan.

“Pertama kali buka, kita masih dibayar pakai 1 bungkus Indomie kadang yang paling tinggi Rp5.000 dulu, karena memang niat kita itu membantu mereka yang kesusahan,” kata wanita kelahiran Bandung tersebut, pada Kamis (19/10/2023).

Untuk diketahui, Selama menjalankan usahanya yang telah beroperasi 22 tahun itu. Dulunya, dibantu oleh sang cicit. Namun, setelah si cicit menikah usaha tersebut kini hanya dijalankan oleh mereka berdua dengan mengandalkan 2 mesin cuci yang tersisa.

Mereka juga tidak mengandalkan yang namanya karyawan karena mereka takut jika ada campur tangan orang lain maka cucian tersebut dapat tercecer.

“Jika ada yang pesan yang cuci dan jemur pakaian itu kakek, sedangkan nenek bagian melipat karena saat ini nenek sudah sakit-sakitan,” ungkapnya.

Ketgam: Tampak depan rumah yang ditinggali oleh kakek Marsuki dengan istrinya. Foto: Siti Maharani/Objektif.id

Meskipun, telah menginjak usia yang terbilang sudah tidak muda lagi tidak membuat sepasang suami-istri itu untuk berhenti bekerja, bahkan terkadang untuk memenuhi kebutuhan hariannya hanya berasal dari pendapatan laundry. Sekalipun mereka memiliki anak 4, cucu 3, serta cicit 4 yang siap membantu kapan saja.

“Kita itu meskipun sudah tua harus kreatif jangan hanya mengharapkan anak, saya selalu bilang kepada anak saya bahwa selama bapak masih bisa merayap nak biarkan kecuali bapak sudah lumpuh itu baru tanggungan kalian,” tutur pria kelahiran Sumatera tersebut.

Biasanya, setiap usaha laundry pasti dihitung per-kilogram. Namun, hal itu tidak berlaku untuk usaha laundry kakek Marsuki dan istrinya yang hanya mengandalkan banyak ataupun sedikitnya cucian yang diterima dengan dibandrol harga mulai dari Rp20.000 – Rp50.000.

Kakek Marsuki juga mengungkapkan bahwa selama mereka menjalani usaha tersebut pernah sekali terjadi kerusakan pada mesin cucinya. Namun, semua itu bisa diatasi cepat olehnya dengan memperbaikinya kembali.

Selain itu, hubungan yang terjalin dengan pelanggan terbilang baik. Kakek Marsuki bisa dibilang orang yang tidak hanya mementingkan urusan duniawi. Melalui usaha laundry-nya ia menyempatkan diri untuk beramal dengan cara mencuci sajadah, mukena, dan gorden yang ada di mushola-mushola pasar baruga.

“Insyaallah hubungan terjalin baik meskipun terdapat beberapa pelanggan yang terlambat bayar tapi itukan hal yang lumrah namanya juga orang jualan tidak boleh kita bersikeras sabar saja jika dia ada uang pasti bayar,” bebernya.

Lanjutnya, kakek Marsuki tidak merasa menyesal telah membuka jasa laundry ini meskipun pendapatan yang diterima tidak seberapa.

“Ya saya tidak menyesal, karena saya meyakini bahwa seenak-enaknya hidup sama orang, lebih enak usaha sendiri walaupun kecil-kecilan daripada besar tapi usahanya orang,” pungkasnya.

Penulis: Siti Maharani

Editor: Muh. Akmal Firdaus Ridwan

Karakter Mahasiswa yang Tidak Disukai Dosen

Objektif.id – Pendidikan merupakan aktivitas yang berlangsung sepanjang hidup manusia. Peran dan tugas menjadi mahasiswa pastinya berbeda dengan ketika menjadi siswa di sekolah.

Ketika menjadi seorang mahasiswa perlunya mampu beradaptasi terhadap budaya dan lingkungan kampus yang jauh berbeda dengan sekolah. Apalagi soal sikap dan kebiasaan, karena ada beberapa mahasiswa masih membawa kebiasaan-kebiasaan nya ketika sewaktu sekolah. Namun, tidak semua kebiasaan itu buruk serta alangkah baiknya jika hal-hal tersebut tidak dilakukan di lingkungan kampus.

Salah satu dosen IAIN Kendari yang tidak ingin di sebutkan namanya mengatakan ada beberapa tipe mahasiswa yang tidak disenangi oleh dosen.

“Telat masuk, mereka masuk tidak sesuai jadwal. Kemudian mahasiswa yang izin tetapi tidak ada konfirmasi dari keting, terkadang keting tidak mengonfirmasikan jadwal matakuliah yang di ampuh oleh dosen, bahkan ini terjadi di matakuliah ibu minggu lalu,” ungkapnya saat di temui oleh objektif.id pada Senin, (16/10/2023).

Dia juga mengatakan, selama ia mengajar tidak pernah menemukan mahasiswa yang berperilaku buruk.

“Alhamdulillah mahasiswa IAIN beradab, lucu-lucu, baik, MasyaAllah pintar-pintar dan bisa menyesuaikan, tidak ada yang nakal tidak ada yang kurang ajar dalam kelas. Selama ibu mengajar ibu belum mendapatkan itu,” pungkasnya.

Penulis: Suci Rahmadani 

Editor: Muh. Akmal Firdaus Ridwan

Kedudukan Perempuan dalam Hukum

Objektif.id – Perempuan adalah makhluk tuhan yang diciptakan dengan sebab kegelisahan seorang lelaki untuk memiliki pasangan. Kegelisahan ini memulai interaksi pertama antar manusia dimuka bumi. Sebab-sebab tersebut membuat kita mengetahui fitrah atau dasar adanya seorang perempuan. Secara spesifik sebab atau alasan diciptakannya perempuan itu ada tiga antara lain sebagai pasangan biologis, sebagai pasangan psikologis dan sebagai pasangan dalam sudut pandang sosiologis.

Dalam sudut pandang biologis perempuan memiliki sesuatu yang tidak dimiliki laki-laki begitu pun sebaliknya, maka dari itu dapat kita katakan bahwasanya kedudukan antara laki-laki dan perempuan dalam sudut pandang biologis adalah sama atau setara. Adapun laki-laki yang diciptakan lebih kuat dari perempuan secara fisik merupakan kecenderungan laki-laki sebagai pelindung begitupun perempuan yang memiliki kecenderungan dalam menyusui anak karena bentuk fisik dari perempuan itu sendiri.

Kencenderungan-kecenderungan yang ada diantara keduanya dalam hal ini laki-laki dan perempuan, kurang tepat apabila dikatakan sebagai hal untuk saling mengungguli karena dalam kehidupan sehari-hari yang terlihat keharmonisan antara keduanya di dapatkan lewat tanggung jawab dan kerja sama serta saling melengkapi.

Apabila perempuan ditinjau dari sudut pandang psikologis, perempuan hadir sebagai pasangan yang memberikan ketentaraman bagi laki-laki namun dalam waktu dan kondisi tertentu laki-laki juga berfungsi demikian. _Psiche_ merupakan akar kata psikologi yang berarti jiwa yang berkaitan langsung dengan kata tentram. Penjelasan diatas memberikan kita keterangan bahwa kedudukan laki-laki dan perempuan dalam sudut pandang psikoligis.

Jika makna sosial disepadankan dengan makna kata masyarakat. Maka, sosial sendiru dapat diartikan sebagai interaksi antar individu dalam suatu wilayah tertentu dengan tanggung jawab yang berbeda-beda pula sesuai dengan kemampuan dan skil yang dimilikinya masing-masing. Penjelasan kata sosial diatas meberikan keterangan bahwa laki-laki ataupun perempuan memiliki kedudukan setara (hak untuk memberikan kontribusi) dalam kehidupan bermasyarakat, keduanya sepatutnya dibenarkan dan diberi peluang untuk memberikan kontribusi, baik itu dalam bidang politik, hukum, ekonomi dan pendidikan serta bidang-bidang yang lain terkait dengan kehidupan bermasyarakat.

Dalam sudut pandang sosiologis ini dimaksudkan penjelasan terkait kedudukan perempuan dan laki-laki untuk saling bekerja sama dan bertanggung jawab untuk berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam pandangan penulis ilmu hukum merupakan turunan atau spesifikasi dari ilmu sosial yang dimaksudkan untuk melahirkan ketertiban dalam masyarakat. ketertiban itu sendiri adalah terpenuhinya hak dan kewajiban dalam kehidupan bermasyarakat. Termasuk hak perempuan sebagai subjek hukum (untuk berkontribusi) ataupun sebagai objek hukum dalam kehidupan bermasyarakat sebab tolak ukur seseorang untuk bisa berkontribusi dalam masyarakat bukanlah jenis kelamin tetapi kemampuan atau skil yang dimiliki seseorang.

Penulis: Madiarto

Editor: Muh. Akmal Firdaus Ridwan

Aku Merindukanmu Ibu

Objektif.id – Kurang lebih tiga bulan sudah kita tidak bertemu. Rasa hati ini sangat merindukanmu, ingin rasanya aku memelukmu dengan erat. Aku sangat merindukan kasih sayangmu ibu, semoga engkau selalu dalam keadaan sehat walafiat Aamiin.

Ibu, jadilah support system versi terbaik untuk anak perempuan pertamamu, karena rasa kesepian, kesendirian, dan kerinduan adalah hal yang akrab di rasakan oleh anak perempuan yang berada di tanah rantau yang jauh dari orang tua. Saat jauh darimu anakmu ini menyimpan kerinduan yang mendalam tanpa harus bicara langsung kepadamu ibu.

Merantau bukanlah perkara sederhana, jauh dari orang tua adalah hal yang paling sulit dijalani di mana suasana sangat berbeda. Namun, percayalah anak perempuanmu ini yang sedang berjuang di tanah rantau, semakin jauh diriku maka akan semakin dekat dengan ridho mu, namun percayalah kelak anakmu ini akan membahagiakan mu ibu.

Selain ibu yang melahirkan, ibu juga punya frekuensi batin yang kuat dengan anaknya, ibu bisa merasakan apa yang anaknya rasakan. Tiada kesuksesan yang dicapai tanpa pengorbanan, karena aku yakin tidak ada hasil yang menghianati proses. Mandiri adalah pilihan!

Teruntuk ibuku, terimakasih telah mengizinkan anakmu menjadi seorang yang kuat menghadapi dunia. Hanya ibu yang hebat yang merelakan anak perempuannya pergi merantau. Ibuku tahu bahwa sangat berat melepaskan anaknya pergi ke tanah orang. Tapi, disitulah kehebatan ibuku melepas anaknya untuk mendapatkan pengalaman yang lebih banyak guna untuk masa depan anaknya. Aku menyadari bahwa ibuku yang hebat memberi sebuah kepercayaan yang besar kepadaku untuk meraih kesuksesan diluar zona nyaman.

Untuk anak perempuan yang sedang ditanah rantau segala sesuatu yang runtuh mungkin bisa ditata kembali, tapi tidak dengan kepercayaan. Jadi, selama ibu masih ada tolong jangan sia siakan!

Penulis: Nurhawati
Editor: Muh. Akmal Firdaus Ridwan

Tanamkan Pemahaman Regulasi, Sema IAIN Kendari Gelar Upgreading dan Sosialisasi KBM

Kendari, Objektif.id – Senat Mahasiswa IAIN Kendari menggelar kegoatan upgrading sekaligus sosialisasi KBM di gedung PKM lantai 2 pada Kamis (19/10/2023).

Ketua Sema IAIN Kendari Harpan Pajar, mengatakan tujuan kegiatan ini sebagai langkah menyolidkan lembaga kemahasiswaan terkait regulasi KBM yang tidak tersosialisasikan.

“Kami dari Senat Mahasiswa mengadakan kegiatan ini salah satu faktornya supaya teman-teman lembaga kahasiswaan di periode tahun ini bisa betul-betul mengetahui aturan-aturan yang ada di KBM,” tuturnya pada Objektif.id.

Semantara itu, wakil rektor III IAIN Kendari Sitti Fauziah mengharapkan kegiatan ini dapat di jadikan acuan oleh pengurus lembaga kemahasiswaan dalam menjalankan hak dan kewajibannya masing-masing.

“Regulasi ini saya lihat di tetapkan sejak tahun 2021 olehnya itu saya harapkan seluruh pengurus lembaga sudah hafal dan sudah tahu apa yang menjadi hak dan kewajiban masing masing pengurus lembaga yakni UKK dan UKM IAIN Kendari,” pungkasnya.

Penulis: Muh. Aidul Saputra
Editor: Muh. Akmal Firdaus Ridwan

Minim Sosialisasi Sebabkan Jumlah Mahasiswa Fisika IAIN Kendari Sedikit

Kendari, Objektif.id – Program Studi Fisika Institut Agama Islam Negeri Kendari merupakan salah satu jurusan dengan peminat paling sedikit hal tersebut disebabkan karena minimnya sosialisasi yang dilakukan.

“Tidak ada anggaran khusus yang dialokasikan untuk prodi fisika dan masih kurang sosialisasi tapi dari prodi sudah berusaha,” kata Zainuddin selaku kaprodi fisika.

Menanggapi hal tersebut, Wakil dekan ll FTIK Erdiyanti menyampaikan bahwa fakultas mengakomodir semua program dari setiap prodi dalam pembagian anggaran.

“Saya tidak mengatakan bahwa prodi fisika memiliki sedikit mahasiswa, dan anggarannya pun sedikit. Namun, anggaran sudah dibagi setiap fakultas,” ungkap Erdiyanti pada Senin, (2/10/23).

Ia juga berharap semoga ada kerja sama yang lebih erat antara dosen dan mahasiswa untuk meningkatkan efektivitas sosialisasi terutama di daerah pelosok guna membantu upaya dalam meningkatkan jumlah mahasiswa program studi fisika.

Dilain sisi salah satu mahasiswa program studi fisika, Arif mengungkapkan bahwa ia lebih merasa nyaman dengan jumlah mahasiswa yang sedikit.

“Dengan hanya 2-3 orang di kelas, belajar jadi lebih menyenangkan dan kita mendapatkan perhatian lebih dari dosen. Dan Alhamdulillah, saya belum pernah mendapatkan kesulitan dijurusan yang saya pilih,” pungkasnya.

Penulis: Winarti
Editor: Melvi Widya

Dinilai Tak Sosialisasikan UKT 400, ini Penjelasan Staff Akademik IAIN Kendari

Kendari, Objektif.id – Dinilai tidak sosialisasikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) Rp 400 ribu, Staff Akademik dan Kemahasiswaan IAIN Kendari berikan tanggapan. Bahwa pihak kampus menetapkan UKT dengan nominal Rp400.000 saat pengumuman kelulusan mahasiswa baru.

Hal ini disampaikan oleh salah satu staff Akademik dan Kemahasiswaan IAIN Kendari yang enggan disebutkan namanya. Dia menjelaskan, bahwa para mahasiswa baru yang dinyatakan lulus diarahkan untuk melakukan registrasi ke Sistem Informasi Akademik (SIA), data registrasi ini selanjutnya akan dijadikan rujukan untuk menetapkan UKT setiap mahasiswa.

“Mahasiswa ketika sudah dinyatakan lulus, kemudian diumumkan untuk melakukan registrasi melalui SIA, ada form yang harus mereka isi yang menjadi alat ukur untuk penetapan UKT, juga melalui rumus yang sudah ditetapkan dalam juknis,” tuturnya saat di temui wartawan Objektif.id, pada kamis (12/10/2023).

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa alat ukur instrumen ialah kondisi ekonomi orang tua yang UKTnya dapat ditetapkan melalui sistem kelas. Kelas I bagi ekonomi rendah, kelas II ekonomi standar, dan kelas III ekonomi keatas.

Selain itu, dia juga menuturkan bahwa mulai dari tahun 2023 sudah tidak ada lagi penurunan UKT seperti tahun sebelumnya.

“Pada tahun sebelumnya ditujukannya penerimaan kita itu selalu mengambil kelompok II setelah itu, di survei siapa yang layak di kelompok I, mulai 2023 penurunan, semua UKT ditetapkan berdasarkan ekonomi orang tua yang mereka isi,” Pungkasnya

Reporter: Muh. Ali mufti
Editor: Melvi Widya

6 Tips Menghadapi Tanggal Tua Ala Anak Kos

Objektif.id – Siapa yang pusing duluan saat lihat tanggal di kalender ternyata sudah kepala 2 alias tanggal tua. Anak kos pasti merasakannya tiap bulan, iya kan? ditanggal kritis seperti ini berbagai tips dan trik berhemat dikerahkan demi cukupnya uang yang tersisa hingga tanggal gajian tiba.

Untuk itu, ada beberapa tips yang bisa kamu gunakan. Barangkali tips ini belum pernah kamu coba. Berikut tips menghadapi tanggal tua ala anak kos.

1. Stok Makanan

Stok makanan sebelum tanggal tua bisa jadi solusi saat keuanganmu sedang menipis. Makanan seperti telur, ikan kaleng, kornet, mie instan, dan lainnya. cocok disimpan sekitar 10 hari sebelum kamu menerima gaji di bulan berikutnya.

2. Masak Sendiri

Yang hobi masak, bisa banget nih ngirit dengan masak sendiri. Nyatanya, masak sendiri memang lebih hemat daripada beli, ya kan? Satu kali beli sayuran bisa untuk dua atau tiga kali makan, nah kalau beli lauk matang mungkin hanya untuk sekali makan.

3. Cuci Pakaian Sendiri

Tips menghadapi tanggal tua ala anak kos lainnya yaitu mencuci pakaian sendiri. Terlihat sepele namun nyatanya, mencuci pakaian sendiri adalah salah satu solusi untuk menghemat. Dibandingkan dengan menggunakan jasa Laundry, mencuci pakaian lebih hemat. Tak hanya hemat, pakaian yang dicuci sendiri juga relatif lebih bersih dan meninggalkan resiko hilang ataupun rusak.

4. Sisihkan Dana Di Awal Bulan

Cara efektif yang lainnya adalah dengan menyisihkan sebagian uang yang dikhususkan untuk akhir bulan. Dana ini biasa disebut dana darurat atau dana akhir bulan. Sehingga kamu tidak perlu was-was kehabisan uang jika telah menginjak tanggal tua.

5. Tidak Bepergian Jika Tidak Perlu

Hindari bepergian jika tidak perlu, yang pasti tujuannya adalah untuk menghemat bensin serta uang transportasi kamu. Sadar atau tidak kedua hal tersebut ternyata juga membutuhkan dana yang lumayan besar. Bukan hanya biaya transportasinya, bayangkan kalau kamu pergi dan menemukan sesuatu yang tiba-tiba ingin kamu beli. Maka, gagal lah kamu dalam program mengirit uang.

6. Puasa

Trik ini biasanya dilakukan oleh anak kos yang mulai kehabisan uang untuk makan, memang hal seperti ini kalau bisa jangan sampai terjadi. Namun, jika sudah terlanjur maka puasa bisa dijadikan solusi untuk menghemat pengeluaranmu. Bagi yang memiliki hutang puasa, saat seperti ini biasanya dimanfaatkan untuk membayar hutang puasa.

Itulah 6 tips menghadapi tanggal tua ala anak kos. Meskipun keuangan menipis, kamu tetap bisa menyiasatinya dengan beberapa cara diatas. Selamat mencoba!

Penulis: Nurhawati
Editor: Melvi Widya

HIPMAKAP Meminta Pemda Konawe Jangan Anak Tirikan Kecamatan Kapoiala

Konawe, Objektif.id – Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Kecamatan Kapoiala (HIPMAKAP) meminta Pemda Kabupaten Konawe melalui Pj. Bupati Konawe Harmin Ramba untuk tidak menganaktirikan Kecamatan Kapoiala.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Madan Kurniawan selaku Ketua Umum HIPMAKAP bukan tanpa alasan, Pasalnya Kecamatan Kapoiala yang telah terbentuk selama 16 tahun lamanya tidak ada kemajuan signifikan dari segi pembangunan infrastruktur.

“Kurang lebih 16 Tahun Kecamatan Kapoiala di terlantarkan oleh Pemda Kabupaten Konawe. Hal itu ditandai dengan tidak adanya pembangunan infrastruktur yang signifikan, sehingga menjadikan kualitas pembangunannya di bawah rata-rata,” kata Madan dalam keterangannya, pada Sabtu (14/10/2023)

Dia juga menambahkan, Kecamatan Kapoiala merupakan salah satu wilayah yang berada di kawasan mega proyek PT VDNI dan PT OSS yang diharapkan mampu memberikan dampak yang positif.

Namun pada kenyataannya, perusahaan yang nyaris satu dekade beroperasi itu tidak mampu meningkatkan kesejahteraan hidup pada masyarakat Kapoiala. Hal itu, ditandai dengan banyaknya masyarakat yang terdampak penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas) akibat polusi udara.

“Bukannya pembangunan infrastruktur yang meningkat, melainkan sumber penyakit yang kian meningkat setiap tahunnya akibat aktivitas dari perusahaan pertambangan tersebut,” Pungkasnya.

Hingga saat ini, belum ada solusi yang diberikan dari perusahaan dan Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe.

Penulis: Ijah

Editor: Tesa ASN

Dampak Vape yang Kadang Diacuhkan

Objektif.id – Vape alias rokok elektrik banyak digunakan oleh kalangan remaja. Mereka menganggap bahwa vape lebih aman daripada rokok tembakau. Padahal, antara vape dan rokok tembakau sama-sama berbahaya bagi kesehatan tubuh.

Vape awalnya dipasarkan sebagai alternatif yang lebih aman ketimbang rokok tembakau, karena vape tidak melibatkan pembakaran tembakau. Tetapi tetap mengandung nikotin.

Dilansir dari kumparan yang mengutip buku Johns Hopkins Nursing Professional Practice Model karya Johns Hopkins Medicine, mengatakan bahwa vape bukanlah pilihan sehat pengganti rokok. Karena itu, setiap orang perlu mengenal tentang bahaya dampak dari vape sesungguhnya.

Bikin Ketagihan

Vape mengandung nikotin yang merupakan salah satu zat adiktif yang juga terdapat dalam rokok tembakau. Zat ini bisa menyebabkan penggunanya merasakan ketergantungan.

Nikotin yang terkandung di vape dapat merangsang otak melepaskan hormon dopamin dalam jumlah banyak, itulah mengapa penggunanya dapat merasakan efek ketergantungan.

Selain itu, bagi remaja senyawa nikotin sangat berbahaya karena mempunyai pengaruh negatif bagi kinerja otak.

Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Meskipun vape tidak mengandung tembakau, kandungan nikotin yang tinggi di dalamnya dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Nikotin termasuk dalam kategori obat stimulan yang memiliki efek membuat jantung berdetak lebih cepat. Kondisi ini dapat mempengaruhi fungsi kerja jantung dan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Menyebabkan Penyakit Paru

Kandungan glikol pada vape akan mengiritasi paru-paru yang dapat menimbulkan gangguan saluran pernapasan seperti asma dan sesak nafas.

Pada kasus yang lebih parah seperti Penyakit Paru Obstruksi Kronis atau PPOK. Penyakit ini menghalangi aliran udara sehingga menyebabkan penderita mengalami kesulitan bernafas.

Selain itu, vitamin E asetat yang terdapat dalam vape dicurigai sebagai pemicu kerusakan paru-paru yang berujung kematian. Dalam penelitian sudah ada yang meninggal akibat penggunaan vape.

Berpotensi Menyebabkan Kanker

Vape mengandung bahan kimia seperti diacetyl, formaldehyde, dan acrolein. Zat-zat ini serupa dengan karsinogen. Karsinogen adalah zat pemicu kanker.

Cara kerja zat ini dengan merusak DNA secara langsung dalam tubuh pengguna vape. Dampaknya, sel dalam paru-paru akan bermutasi dan tumbuh secara tak terkontrol.

Rawan Meledak

Selain memiliki bahaya untuk kesehatan, vape juga nyatanya dapat meledak. Karena, segala sesuatu yang elektrik pasti memerlukan listrik untuk mengoperasikannya.

Penyebabnya biasanya diakibatkan oleh baterai, entah karena terlalu panas atau kegagalan baterai itu sendiri. Meski tampak langka, ledakan akibat baterai ini tidak bisa dianggap remeh.

Penulis: Muh. Akmal Firdaus Ridwan
Editor: Melvi Widya

IAIN Kendari Menetapkan 250 Mahasiswa Sebagai Penerima KIP

Kendari, Objektif.id– Sebanyak 250 Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari telah ditetapkan sebagai penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Sebelumnya, para Mahasiswa ini telah mengikuti serangkaian seleksi kelulusan seperti, seleksi wawancara terkait wawasan kebangsaan, keislaman, akademik, dan BTQ.

Sedangkan untuk seleksi Administrasi, pihak Kampus melakukan survey faktual ke rumah orang tua calon penerima KIP. Diketahui juga dana yang diterima sebesar Rp.6,6 juta tiap semester.

Salah satu mahasiswa penerima KIP, Wahida mengatakan bahwa perasaannya sangat senang, karena beasiswa KIP ini sangat membantu meringankan bagi mahasiswa yang kekurangan dari segi ekonomi.

“Perasaan saya senang tentunya karena beasiswa ini sangat membantu meringankan bagi mahasiswa yang berkekurangan dalam bidang perekonomian,” katanya. Saat ditemui oleh Objektif.id pada Jumat, (13/10/2023)

Warek III IAIN Kendari, Sitti Fauziah mengharapkan penerima beasiswa KIP menggunakan fasilitas dengan sebaik-baiknya, dan menaati segala ketentuan yang berlaku.

“Penerima KIP ini merupakan mahasiswa pilihan, dan harus menggunakan fasilitas KIP dengan sebaik-baiknya, mengikuti kegiatan proses pembelajaran dengan baik, berprestasi, menjaga nilainya agar tidak turun, kemudian menaati ketentuan yang berlaku sesuai dengan kesepakatan pada pakta integritas yang sudah ditandatangani,” pungkasnya.

Reporter: Nurhawati
Editor: Melvi Widya

Mahasiswa Penerima KIP IAIN Kendari Dilarang Demo Melalui Penandatanganan Pakta Integritas

Kendari, Objektif.id – Sejumlah mahasiswa penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari dilarang untuk berpartisipasi dalam aksi demontrasi karena terikat dengan pakta integritas.

Diketahui, para mahasiswa penerima beasiswa KIP  yang mengikuti aksi demonstrasi di kampus, pihak birokrasi akan memberikan SP1, SP2, dan SP3.

Hal ini terungkap saat salah satu mahasiswa penerima KIP Kuliah, Erlan membeberkan fakta bahwa mahasiswa penerima bantuan tersebut memang terikat oleh pakta integritas yang ditandatangani pada saat mereka dinyatakan lulus sebagai penerima bantuan tersebut.

“Saya lulus sebagai penerima beasiswa itu, dan ada pakta integritas yang ditandatangani,” beber Erlan kepada Objektif.id pada Selasa (10/10/2023).

Tidak hanya itu lanjut Erlan, mahasiswa penerima bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) akan diberikan surat peringatan melalui Kepala Program Studi (Kaprodi) ketika kedapatan melakukan aksi demonstrasi di dalam kampus.

“Konsekuensinya, jika kedapatan demo di kampus akan diberikan surat peringatan lewat Kaprodi dipanggil ditanya kenapa ikut demo,” ujar Erlan.

Pimpinan kampus melalui Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama IAIN Kendari, Sitti Fauziah mengatakan bahwa meraka berhak menyampaikan pendapat, namun alangkah baiknya mereka harus mengesampingkan demonstrasi.

“Kewajiban penerima KIP sebaiknya mengesampingkan demo, ketika ada pendapat sebaiknya langsung kepada yang bersangkutan, misalnya langsung ke Warek dan disampaikan dengan cara yang baik,” tutur Fauziah kepada Objektif.id.

Warek III perempuan pertama di IAIN Kendari ini juga menyampaikan bahwa mahasiswa yang menerima bantuan KIP Kuliah itu sebagai mahasiswa percontohan yang nilainya tidak bisa turun.

“Mahasiswa KIP itu sebagai mahasiswa percontohan yang nilainya tidak bisa turun,” pungkasnya.

Reporter : Nurhawati
Editor : Melvi Widya

IAIN Kendari Tetapkan UKT Rp 400 Ribu, Informasi ‘Tidak Merata’

Kendari, Objektif.id – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari memberikan keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) kepada mahasiswa baru Sebesar Rp 400.000.

Diketahui, keringanan UKT ini diberikan kepada maba yang secara ekonomi kurang mampu.

Salah satu penerima keringanan UKT, Wati (Nama samaran) mengungkapkan, bahwa sebelumnya dia dibebankan UKT sebesar Rp1,4 juta. Namun, setelah melampirkan beberapa data pada saat registrasi ulang pendaftaran mahasiswa baru, dia hanya dibebankan membayar UKT sebesar Rp 400.000.

“Saya mengira mendapatkan beasiswa dalam bentuk tunai dengan melampirkan data-data yang diperlukan, sebagai tanda tidak mampu, seperti mengisi status ekonomi keluarga dan saya menambahkan foto sertifikat atau piagam yang diperlakukan dalam registrasi ulang pada saat pembayaran UKT pertama ternyata turun menjadi Rp 400.000 dari normalnya Rp1,4 juta. yah Alhamdulillah,” Ungkapnya.

Sama halnya Iwan (Nama yang di samarkan) awalnya ia mengisi keterangan tidak mampu serta menyertakan beberapa keperluan administrasinya.

“saya mengetahui mendapatkan UKT Rp400. 000 ketika pembayaran pertama awalnya saya mengisi data tanda tidak mampu salah satu pengisian data itu diminta untuk memfoto rumah orang tua,” Paparnya.

dia juga tidak menyangka bahwa akan mendapatkan keringanan UKT dan hal ini sangat membantu melihat statusnya adalah anak yatim dengan empat saudara.

Sementara itu, banyak mahasiswa yang tidak mengetahui adanya keringanan UKT Rp 400.000 dari kampus padahal kondisi ekonomi mahasiswa tersebut terbilang tidak mampu juga.

Seperti Awal (Nama samaran) yang tidak mengetahui adanya program UKT Rp400.000. Ia juga merasa tidak adil karena kurangnya informasi mengenai keringanan UKT tersebut.

“Saya tidak mengetahui program kampus mengadakan keringanan UKT hingga Rp400.000 coba saya tahu dari dulu pasti saya daftar karena orang tua saya termasuk tidak mampu,” Pungkasnya.

Sampai berita ini di terbitkan warek II masih belum bisa di temui untuk memberikan keterangan.

Reporter : Ali
Editor : Tesa ASN