Waspada! Marak Pencurian Helm di Parkiran Kampus IAIN Kendari

Kendari, Objektif.id- Dalam beberapa hari terakhir ini, telah terjadi kasus kecurian helm di parkiran Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari yang dialami oleh beberapa mahasiswa.

Salah satu korban, Hafid yang merupakan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) mengatakan bahwa dirinya mendapati helm yang dia miliki telah hilang setelah usai jam perkuliahan, dan dia pun langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak keamanan kampus.

“Jadi pas setelah jam 12 saya keluar pada saat saya mau pulang saya cek helm ku sudah hilang tidak ada, makanya saya langsung lapor ke security kalau hilang helm ku, kemudian kami sama-sama cari sampai sore tapi tidak dapat-dapat juga itu helm ku,” Katanya,(19/5/2023)

Selain itu, Hafid juga telah berusaha meminta untuk diperlihatkan hasil rekaman kamera pengawas yang ada disekitar parkiran dari pihak keamanan, namun ternyata kamera pengawas tersebut tidak ada yang berfungsi pada saat kejadian berlangsung.

“Nah saya sempat juga tanyakan untuk cek kamera pengawas siapa tahu bisa di dapat lewat CCTV ternyata saat di cek CCTV di fakultas tidak ada yang menyala,” sambungnya.

Mengetahui hal tersebut, dirinya pun berupaya mencari solusi dengan mengadap pihak pengelola Fakultas, karena hal ini menyangkut keamanan dan kenyamanan para mahasiswa.

“Nah yang paling saya kecewakan ternyata CCTV di FEBI satupun tidak ada yang aktif, dan saya bersama teman-teman untuk datang menghadap ke kabag umum untuk meminta solusi terkait CCTV demi kenyamanan mahasiswa, tapi dari pihak kabag umum katanya sudah sementara memanggil pihak teknisi dan sampai sekarang kami masih menuggu kelanjutannya,” ungkapnya.

Salah satu korban lainnya, Inal, yang merupakan mahasiswa Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) mengatakan bahwa dirinya yang biasa menyimpan helm bersama motornya di parkiran kampus, namun harus mendapati helm yang dia miliki telah hilang diambil pencuri pada hari Senin, 15 Mei 2023.

“Jadi, setiap saya berangkat ke kampus saya melihat cuaca terlebih dahulu dan kebetulan di hari Senin itu cuacanya cerah lalu saya simpan saja helm itu di motor, pas selesai matakuliah terakhir tiba-tiba sudah hilang helmku di motor,” Katanya (19/5/2023).

Dia berharap kasus pencurian helm ini bisa diatasi oleh pihak kampus agar dapat menciptakan suasana aman bagi para mahasiswa.

“Harapan saya untuk kasus ini bisa lebih dinetralisir keamanannya untuk ditingkatkan jika perlu ini diadakan tempat penyimpanan helm sudah aman baru tidak usah lagi kita bolak-balik ambil helm diparkiran jika tiba-tiba hujan” Harapnya.

Reporter: Melvi, Tesa
Editor: Redaksi

Upaya Pencegahan Praktik P2GP, IAIN Kendari Lakukan Syuting Film Dokumenter Sekaligus Edukasi dan Sosialisasi di Desa Rambu-Rambu Jaya

Kendari, Objektif.id – United Nation Fund For Population Activities (UNFPA), Pemerintah Kanada, Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI), ALIMAT, dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari membentuk program kerja sama dengan menggelar syuting untuk film dokumenter tentang Pencegahan Pelukaan Dan Pemotongan Genital Perempuan (P2GP) pada 6-8 Januari 2023. Selain itu, dilaksanakan pula edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat di Desa Rambu-Rambu Jaya.

Kegiatan syuting dan edukasi ini dilaksanakan di dua tempat berbeda, yang pertama, di IAIN Kendari sendiri dengan menginterview beberapa mahasiswa, Jaringan KUPI (Kongres Ulama Perempuan Indonesia) IAIN Kendari, Kepala Biro Administrasi Umum Akademik dan Kemahasiswaan (AUAK) IAIN Kendari, serta Rektor IAIN Kendari yang dalam hal ini diwakili oleh Warek 1 terkait responnya terhadap kegiatan Pencegahan Praktik Pelukaan dan Pemotongan Genitalia Perempuan (P2GP). Yang kedua, di Desa Rambu-Rambu Jaya, Konawe Selatan, dengan menyorot masyarakat setempat.

Irma Irayanti, selaku dosen IAIN Kendari, menuturkan bahwa kegiatan ini bertujuan mengedukasi masyarakat di Indonesia yang melakukan praktik P2GP atau biasa dikenal dengan Sunat Perempuan yang diselenggarakan sebagai tradisi keagamaan.

“Kami memastikan masyarakat yang masih mempertahankan tradisi keagamaan ini tidak melakukan pelukaan apalagi pemotongan yang dapat membahayakan perempuan baik jangka pendek maupun jangka panjang,” Tuturnya.

Beliau juga mengatakan, kegiatan ini merupakan serangkaian dari misi KUPI untuk mencegah praktik-praktik P2GP atau Female Genital Mutilation (FGM).

“FGM ini merupakan kegiatan yang dilarang oleh WHO karena sangat berbahaya, sehingga UNFPA bersinergi untuk bergerak cepat mengedukasi masyarakat dengan menggandeng Perguruan Tinggi,” Sambungnya.

Tuturnya lebih lanjut, dari kegitan ini akan diangkat menjadi film dokumenter. Film dokumenter yang juga disponsori oleh Pemerintah Kanada ini nantinya akan disebarluaskan di media sosial UNFPA, sebagai output dari kegiatan Pencegahan P2GP, diharapkan menjadi film dokumenter yang dapat mengubah pola pikir masyarakat terkait praktik-praktik keagamaan yang berdampak bahaya terutamanya pada kalangan perempuan dan anak.

“Diharapkan masyarakat merubah paradigma berfikir terkait dengan praktik-praktik keagamaan yang dapat mendatangkan bahaya bagi perempuan dan anak. Selain itu Rasulullah tidak pernah menyunat anak perempuan beliau. Jadi, semoga kegiatan ini bernilai ibadah dan diharapkan lagi tidak adanya praktik pelukaan dan pemotongan.” Pungkasnya.

18 Peserta Memperkenalkan Produknya Dalam Festival Kewirausahaan

Kendari, Objektif.id– Kegiatan festival Kewirausahaan yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kewirausahaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari diisi dengan seminar dan penampilan produk dari 18 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Sulawesi Tenggara (Sultra). Rabu, 28 Desember 2022.

Dalam penampilan produk tersebut menghadirkan dewan juri diantaranya adalah Ketua Forum UMKM-IKM SULTRA, Dr. H. Abdul Hakim S.E.,MS, Owner Toko UBFI, Irawati, serta Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PB HIPTI, Meiyanti S.IP.

Salah satu peserta yang merupakan mahasiswa IAIN Kendari, Nila Asriani menampilkan produk olahan pangan “Abon Kalandue Kendari” mengaku produk ini berasal dari kerang Kalandue kemudian diolah menjadi Abon bersama kedua temannya Andriani Tenri dan Magfira. Produk ini mulanya berawal dari sebuah tugas mata kuliah, kemudian menjadi sebuah inovasi yang sebelumnya tidak pernah ada menjadi ada.

“Saat itu saya dan kedua teman saya itu berbincang mengenai kerang-kerangan terutama Kalandue yang di masyarakat itu hanya dimasak biasa kemudian kami berfikir mengelola Kalandue ini menjadi produk yang tak pernah ada sebelumnya dan bisa tahan lama yaitu Abon,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan bahwa proses pembuatan Kerang Kalandue ini menjadi abon butuh proses yang sangat lama karena semakin lama dan kering abon itu maka semakin bagus kualitasnya. Dibalik proses yang panjang tersebut menyimpan sebuah cerita yang menarik dan seru terlebih produk tersebut dibuat oleh 3 orang.

“Kita Sebenarnya Sangat Senang karena buatnya ini kan bertiga jadi seru, mulai dari belanja semua dilakukan bersama dan tidak baiknya karena ada tiga orang jadi dalam prosesnya itu ada saja perdebatan,” Sambungnya.

Selain itu, peserta dari UMKM, Miftah Udin yang mempresentasikan proyek lembaga jasa les private, menjelaskan bahwa jasa tersebut sudah berjalan 6 bulan yang berawal dari keresahannya melihat problema dunia pendidikan di indonesia dan juga permintaan masyarakat yang semakin banyak akan jasa guru mengajar pribadi sehingga memotivasinya untuk membentuk sebuah lembaga private sendiri yang dinamai “Main Private” dan telah menghasilkan tentor sebanyak 12 orang hingga saat ini.

“Karena banyaknya permintaan yang membutuhkan guru private kemudian saya melihat banyak problem mengenai dunia pendidikan sehingga saya buat lembaga private bernama Main Private,” Jelasnya.

Dia juga berharap dengan adanya lembaga private ini dapat meningkatkan prestasi dan kualitas belajar dari para pelajar terkhususnya di Kota Kendari dan juga untuk membuka peluang kerja bagi para mahasiswa dan fresh graduate.

“Main Private punya harapan agar bisa menjadi lembaga private yang terus meningkatkan prestasi dan kualitas belajar anak-anak di kota Kendari dan terus membuka lapangan pekerjaan baik bagi mahasiswa maupun Fresh Graduate,” Harapnya.

Reporter : Tesa ASN
Editor : Asrina

Upaya Membangun Jiwa Entrepreneur, UKM Kewirausahaan IAIN Kendari Gelar Festival Kewirausahaan

Kendari, Objektif.id – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kewirausahaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari menggelar Festival Kewirausahaan dengan tema “Membangun Jiwa Entrepreneur Dengan Upaya Menciptakan Peluang Bisnis Di Era Modern” pada Rabu (28/12/2022).

Kegiatan yang diselenggarakan di Hotel Srikandi Jl. Di Panjaitan No. 339, Lepo-Lepo, Kendari, ini  menghadirkan beberapa pemateri diantaranya adalah Ketua Umum Himpunan Pengusaha Tolaki Indonesia (HIPTI), Rusmin Abdul Gani, S.E, Ketua Forum UMKM-IKM Sultra, Dr. H. Abdul Hakim S.E.,MS, serta Ketua HIPMI BPC Konawe Selatan, Dirga Mubarak.

Ketua Panitia Kegiatan, Arjun Fadrianto mengatakan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk landasan motivasi para generasi muda bangsa dalam menciptakan sebuah karya yang inovatif dan kreatif.

“Bagaimana anak-anak muda bisa menciptakan inovasi yang kreatif di era sekarang yang serba canggih dan memadai, nah dengan adanya teknologi tersebut kita sebagai anak muda bangsa inovasi apa yang harus kita buat,” Katanya.

Ketua Umum UKM Kewirausahaan IAIN Kendari, Mahda Firani menuturkan bahwa kegiatan ini adalah sebagai langkah untuk melatih dan mengembangkan jiwa berwirausaha generasi muda, tak terkecuali para mahasiswa.

“Sesuai dengan tema kita yaitu untuk melatih jiwa kewirausahawan kita supaya lebih mandiri dan dapat mengembangkan kemampuan untuk berwirausaha,” Tuturnya.

Selain itu, Pembina UKM Kewirausahaan, Ahmad Zainul berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah bagi para usahawan muda dalam upaya untuk menciptakan ruang kewirausahaan.

“Dengan event ini untuk membantu teman-teman calon usahawan muda dalam hal ini mahasiswa untuk menjembatangi terciptanya ruang-ruang didalamnya,” Pungkasnya.

Mempertanyakan Eksistensi SEMA IAIN Kendari, Aliansi Mahasiswa Gelar Aksi Demonstrasi

Kendari, Objektif.id– Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Bersatu Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari menggelar aksi demonstrasi di depan sekretariat Senat Mahasiswa (SEMA) IAIN Kendari pada Kamis, 15 Desember 2022.

Ketua Aliansi Mahasiswa Peduli Kampus, Anggi Sugiantara, yang juga merupakan partisipan dari Aliansi Mahasiswa Bersatu mengatakan bahwa aksi ini digelar untuk mempertanyakan kinerja dari SEMA IAIN Kendari yang dinilai tidak berfungsi dengan baik walaupun di tunjang fasilitas yang lengkap.

“Jadi, kita turun kemudian mempertanyakan eksistensi daripada kinerja SEMA I yang diketuai oleh Wahyudin Wahid, yang mana struktur organisasinya ada, sekretariatnya ada, kemudian fasilitasnya ada dan semua itu diberikan untuk kemudian di fungsionalkan pengembangan kepengamanan mahasiswa dalam hal ini sebagai controlling Sema-Sema Fakultas,” Katanya.

Dia juga mempertanyakan kejelasan anggaran yang diberikan pihak kampus kepada SEMA IAIN Kendari, karena mereka menilai sampai menjelang akhir masa jabatannya, kinerja SEMA masih belum jelas terlihat.

“Tidak lama lagi kita akan mendekati Pemilma, dan sampai sekarang dengan belum ada kinerjanya pertanyaan saya anggaran yang dikucurkan birokrasi kepada SEMA itu dikemanakan begitu, itu harus dipertanyakan kejelasannya kalau perlu kita tampilkan daripada RAB nya mana sini kita bicarakan,” sambungnya.

Anggi Sugiantara juga mengatakan bahwa aksi ini merupakan implementasi dari salah satu fungsi mahasiswa yaitu sebagai agent of control, dan dengan tujuan agar SEMA IAIN Kendari bisa berfungsi dan berjalan dengan baik, sehingga tidak lalai dalam menjalankan kewajibannya.

“Maka tugas kita sebagai mahasiswa agent of control, itu juga harus turun bagaimana mengingatkan saudara-saudara kita, mungkin saudara-saudara yang berada di SEMA ini khilaf atau mungkin terlena oleh jabatan, olehnya itu kepedulian kita mengingatkan agar kemudian tidak berdampak berkelanjutan dan juga untuk memberikan pelajaran kepada mereka bahwa jabatan dan uang yang dikucurkan oleh birokrasi itu memiliki pertanggung jawaban yang nanti akan dipertanggungjawabkan pada akhir periode yang disebut dengan LPJ.” Tukasnya.

Reporter: Tesa ASN
Editor: Slamet 

Dampak Kericuhan Demonstrasi Terkait Pembangunan Asrama Mahasiswa, Kini Berujung Ke Kantor Polisi

Kendari, Objektif.id – Setelah aksi demonstrasi yang dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari pada Rabu, 23 November lalu, kini berlanjut pada pelaporan di Polsek Baruga.

Presma IAIN Kendari, Hendra Setiawan mengatakan setelah kejadian tindak represif yang dilakukan keamanan kampus dan mengeluarkan perkataan yang tidak senonoh kepada para mahasiswa pada aksi tersebut yang mereka anggap sebagai penghinaan.

“Setelah kejadian tindak represif keamanan kampus dan juga mengeluarkan kata yang tak senonoh di kampus PTKIN satu-satunya di provinsi Sultra ini membuat teman-teman masa aksi dan saya sebagai pimpinan mahasiswa merasa keberatan dan kami laporkan sebagai penghinaan,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan pihak kampus harus segera memutuskan kontrak dengan pihak penyedia jasa yakni PT. Satya Perkasa Mandiri, karena mereka menilai hal ini mencoreng nama baik IAIN Kendari.

“Saya selaku presiden mahasiswa meminta kepada Ibunda Rektor tercinta untuk sesegara mungkin memutuskan kontrak dengan pihak penyedia jasa yakni PT. Satya Perkasa Mandiri, karna mencoreng nama baik kampus” tuturnya

Hendra juga mengecam kepada oknum yang terlibat dalam proses pembangunan asrama mahasiswa IAIN Kendari untuk tidak bermain-main, dan meninjau kembali dokumen yang dinilai cacat administrasi, agar bisa sesuai dengan standar prosedural yang ada.

“Dan saya juga sangat mengecam seluruh oknum yang ingin bermain-main dalam proses pembangunan Rusunawa IAIN Kendari, karna seperti yang kita ketahui bahwa tidak adanya transparansi penggelolaan bahkan dokumen yang mahasiswa dapat itu kami anggap sangat cacat. Untuk itu saya mendesak suluruh stakeholder yang berkaitan dengan pembagunan Rusunawa untuk meninjau ulang kembali dokumen dan merelevankan apa yang terjadi dilapangan,” pungkasnya.

Dia menghimbau kepada seluruh mahasiswa dan juga masyarakat yang terdampak akibat pembangunan untuk sama-sama menyuarakan permasalahan tersebut.

“Saya juga menghimbau kepada seluruh Mahasiswa dan juga Masyarakat yang terdampak akibat pembangunan untuk sama-sama nantinya menyuarakan atas kekeliruan pembangunan tersebut.” imbaunya.

Dia juga meminta kepada pihak kontraktor pembangunan yang mereka anggap sudah mengetahui kejanggalan yang terjadi untuk segera menghentikan proses pembangunan asrama mahasiswa IAIN Kendari tersebut.

“Terkhusus kontraktor pembangunan yang telah mengetahui kejanggalan pembangunan tersebut akan tetapi tetap melakukan proses pembangunan, agar segera menghentikan proses pembangunan atau akan mendapatkan kosekuensinya tersendiri.” Tukasnya.

Reporter: Fitri
Editor : Slamet 

Kala Massa Beraksi, Security Pun Bertindak

Objektif.id – Dalam sebuah aksi demonstrasi sering adanya sebutan Massa Aksi dalam peristiwa tersebut. Massa aksi disini adalah sekelompok orang yang dibawah pemandu Koordinator Lapangan (Korlap) menyerukan seruan pergerakan terhadap sebuah birokrasi institusi tertinggi yang dinilai tidak kompeten atau hal-hal kritik lainnya.

Jika ada massa maka pasti ada Aparat Keamanan/Security yang bertugas mengamankan dan mengendalikan massa agar tidak melakukan aksi anarkisme atau pengrusakan terhadap fasilitas sarana dan prasarana negara. Namun beribu sayang, banyak dari sejumlah aparat keamanan ini tega melakukan tindakan aniaya/asusila terhadap sejumlah massa hingga memicu adanya korban dalam aksi demonstrasi tersebut.

Dilansir dari beberapa Media Massa, sudah banyak kasus sebut saja “Oknum-Oknum” aparat keamanan yang melakukan tindakan represif terkhususnya dalam lingkup kampus oleh Security kampus. Paling banyaknya tindakan yang dilakukan adalah aksi pemukulan yang sampai nyaris dibawa ke Rumah Sakit (RS), dan baru-baru ini yang sedang viral meneriakkan massa aksi dengan kata-kata tak pantas.

Adapun, alasan aparat keamanan ini melakukan tindakan tersebut adalah katanya untuk membubarkan Massa Aksi yang berkerumun. Bahkan paling seringnya pada saat Massa ini melakukan aksi bakar Ban. Aksi bakar Ban selain sebagai simbolik kemarahan Massa terhadap institusi tertinggi juga aksi ini sudah biasa ditemukan dalam setiap gerakan Demonstrasi, namun kenapa para Security ini malah menghalangi massa melakukan aksi bakar Ban tersebut? Bukankah sama saja mengatakan bahwa mereka tidak mengijinkan Massa ini untuk menyuarakan aspirasinya? Aksi bakar ban sendiri, bukanlah merupakan suatu tindakan anarkisme tetapi hanya sebuah simbolik semata dalam hal demonstrasi.

Semoga untuk kedepannya para Aparat Keamanan ini selain menjalankan tugasnya, yakni mengamankan serta mengendalikan situasi dan kondisi pada saat Demonstrasi juga perlunya adanya pemahaman terkait situasi dan kondisi pada saat Demonstrasi. Hal ini perlu dilakukan agar terhindarnya sikap represif yang berlebihan oleh Aparat Keamanan begitupun sebaliknya untuk mencegah tindakan anarkisme yang dilakukan massa aksi.

Penulis : Tesa ASN
Editor: Slamet

Memperingati Hari Pahlawan, Menwa IAIN Kendari Gelar Aksi Donor Darah.

Reporter: Muh. Iqbal Ramadhan

Editor: Slamet

Kendari, Objektif.id- Resimen Mahasiswa (Menwa) Satuan 242 Jihad chakti Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari Menyelenggarakan kegiatan aksi donor darah yang dilaksanakan di gedung Aula Mini Perpustakaan IAIN Kendari, 10 November 2022.

Kegiatan ini diikuti oleh peserta yang berasal dari delegasi beberapa instansi yang ada di Sulawesi Tenggara, diantaranya TNI dan Polri, Menwa satuan lain yang ada di kota Kendari, serta lembaga intra kampus IAIN Kendari, dengan mengusung tema “Galang Jiwa Kepahlawanan Dengan Meningkatkan Jiwa Nasionalisme, Rasa Peduli Antar Sesama dan Cinta Tanah Air Sebagai Wujud Bela Negara”.

Komandan Satuan Tugas (Dansatgas), La Ode Muh. Fazril mengatakan alasan diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk memperingati hari pahlawan pada tanggal 10 November 2022.

“Latar belakang dari di adakanya Aksi donor darah ialah sebagai momentum peringatan hari pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 november,” katanya.

Dia juga mengatakan tujuan diadakannya aksi donor darah ini yaitu sebagai bentuk upaya dari penanaman jiwa peduli antar sesama.

“Adapun tujuannya untuk sebagai peringatan hari pahlawan serta menanamkan jiwa peduli antar sesama,” sambungnya.

Dia berharap dengan adanya kegiatan ini bisa menambah kekompakan di dalam internal Menwa IAIN Kendari dan juga sebagai upaya memaknai hari pahlawan nasional.

“Dengan adanya acara ini semoga dengan adanya kegiatan seperti ini semakin menambah kesolidan di dalam intra menwa sendiri serta di momentum hari pahlawan semoga mengajarkan kita agar menjadi pahlawan bagi nusa dan bangsa serta menjadi pahlawan untuk orang di sekitar kita” tukasnya.

HMPS PGMI Sukses Gelar Turnamen Esport 

Reporter : Muh Iqbal Ramadhan

Editor: Slamet 

Kendari, Objektif.id – Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (HMPS-PGMI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari sukses menyelenggarakan turnamen game online yang dilaksanakan di warkop Bamboe 3, pada 4-6 November 2022.

Kegiatan ini diikuti oleh para mahasiswa di lingkup kampus IAIN Kendari dengan mengangkat tema “Turnamen Offline Mobile Legend PGMI ESports Season 1”, dan kegiatan merupakan program kerja dari divisi minat dan bakat di HMPS PGMI.

Ketua HMPS PGMI, Muh. Hisbullah mengatakan, alasan diadakannya kegiatan ini adalah untuk memacu dan mendukung potensi dari para mahasiswa di bidang Esport, agar mereka bisa untuk berprestasi di luar bagku perkuliahan.

“Alasan dengan diselenggarakan turnamen ini karena sangat banyak mahasiswa yang minat dengan permainan game online,tetapi mereka sering dianggap sepele oleh mahasiswa karena selalu mementingkan game online. Sebaiknya mereka harus didukung agar mendapatkan prestasi non akademik,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan tujuan diadakannya kegiatan ini yaitu agar bisa menjadi wadah bagi para mahasiswa yang hobi bermain game online di lingkup kampus IAIN Kendari.

“Tujuan turnamen ini adalah diharapkan dapat merangkul teman-teman yang hobi bermain game online diruang lingkup IAIN Kendari, terkhusus dipermainan mobile legend,”

Muh. Hisbullah berharap dengan diadakannya kegiatan ini bisa menjadi awal untuk kedepannya di IAIN Kendari bisa terbentuk tim-tim Esport yang akan mewakili kampus diajang nasional dan juga internasional nantinya.

“Saya berharap suatu saat nanti lembaga di kampus bisa membentuk tim Esport, seperti Mobile Legend, Free Fire dan PUBG, sehingga nanti bisa mewakili IAIN Kendari dikancah nasional maupun internasional.” harapnya.

Pemda Konsel Dituding Tak Transparan Soal Menyalurkan Bantuan Kepada Mahasiswa

Reporter: Arnina

Editor: Slamet

Kendari, Objektif.id– Pemerintah Daerah (Pemda) kabupaten Konawe Selatan (Konsel) di tuding tak transparan soal menyerahkan bantuan biaya pendidikan non ASN kepada mahasiswa asal Konsel Tahun 2022 sebanyak 171 mahasiswa.

Salah satu mahasiswa Konsel, Salim Yusrin mengatakan, penyaluran bantuan pendidikan ini tidak tepat sasaran pasalnya tidak ada informasi yang jelas terkait bantuan ini, termasuk terkait jumlah bantuan yang diberikan.

“Bantuan ini seakan di tutupi sehingga tidak pernah di muncul kan di berita terkait pendaftaran dan lain sebagainya, serta bantuan ini juga berbeda dalam nilai yang di dapatnya, ada yang mendapat kan senilai 5 juta dan ada juga yang mendapatkan 10 juta,” kata mahasiswa asal kecamatan Angata ini.

Dia beranggapan mahasiswa yang menerima beasiswa tersebut tidak semua berasal dari kalangan orang yang kurang mampu.

“Anehnya ada mahasiswa yang mendapatkan bantuan ini sementara dia kuliah di luar Sulawesi tenggara artinya kalau sudah berbicara di perguruan tinggi diluar Sultra berarti ekonomi dari mahasiswa tersebut sudah memadai,” sambungnya.

Salim juga mengatakan bahwa tidak ada informasi yang jelas terkait adanya beasiswa ini yang dengan tiba-tiba dia melihat tersebar di grup WhatsApp.

“Saya juga kaget tiba tiba melihat informasi yang di share di via grup WhatsApp, pasalnya dia tidak pernah mendengar kabar akan adanya bantuan seperti ini,” ungkapnya.

Selain terkait beasiswa, dia juga mempertanyakan terkait janji bupati Konawe Selatan tentang pengadaan asrama yang belum jelas realisasinya sampai sekarang.

“Saya juga mempertanyakan terkait janji pak Bupati Konsel terkait asrama Konsel sampai hari ini belum ada kejelasannya.” tukasnya.

Besok, Majelis Wilayah Forhati Sultra Bakal Dilantik

Reporter : Fitri
Editor : Rizal

Kendari, Objektif.id – Pengurus Majelis Wilayah Forum Alumni HMI-Wati (MW Forhati) Sulawesi Tenggara (Sultra) masa bakti 2022 – 2027 bakal dilantik di Sekertariat HMI Cabang Kendari pada 19 Oktober 2022 mendatang.

Ketua Panitia, Irma Irayanti mengungkapkan, pelantikan tersebut merupakan tindak lanjut dari Musyawarah Wilayah (Muswil) Forhati Sultra ke – VI yang digelar pada (3/9/2022) lalu.

“Majelis Wilayah Forum Alumni HMI,-Wati Sultra periode 2022-2027 rencana akan dilantik pada tanggal 19 Oktober 2022 oleh Koordinator Majelis Nasional Forhati  Ir. Hj. Hanifah Husein,” ungkap Irma Irayanti Senin 17 Oktober 2022.

Selain pelantikan, lanjut Dosen Pendidikan Kewarga Negaraan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari itu mengaku, pada momentum tersebut juga akan dirangkaikan dengan Rapat Kerja (Raker) Kepengurusan.

“MW Forhati Sultra juga akan melaksanaka  rapat kerja. Adapun tema kegiatan adalah Bersinergi Mewujudkan Perempuan Berkarakter dan Berdaya Saing,” lanjut Irma Irayanti.

Untuk diketahui, pada Muswil Forhati Sultra pada tanggal 3 September 2022 terpilih sebagai presidium Waode Rulia,SP,  Asyriani,S.Pt,M.Si, Rahmawati Azi,S.Pd, MA, Ir. Masfarida,MT dan Yulianti D,S.Sos, MM.

 

Oasis Sultra Sukses Selenggarakan Dikdas Angkatan Ke-VI

 

Reporter: Muh. Iqbal Ramadhan

Editor: Slamet 

Konsel, Objektif.id- Organisasi Akademisi Mahasiswa Islam Sulawesi Tenggara (OASIS SULTRA) sukses menyelenggarakan Pendidikan Dasar (DIKDAS) angkatan ke-VI di wisata permandian Boro-boro, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) pada 7-9 Oktober 2022.

Dikdas ini diikuti oleh 41 peserta yang terdiri dari 18 laki-laki dan 23 perempuan, kegiatan ini juga melibatkan para pengurus dan juga anggota dari Oasis Sultra dengan mengusung tema “Menumbuhkan Kesadaran Kritis Dalam Menjawab Tantangan Era Globalisasi”.

Ketua panitia kegiatan, Muhammad Adriansyah mengatakan tujuan diangkatnya tema kegiatan tersebut adalah untuk membangkitkan nalar kritis dari mahasiswa dan kepekaan terhadap problematika kehidupan yang ada disekitarnya.

“Tujuan diangkatnya tema itu bagaimana pengembangan nalar maupun secara pengetahuan mahasiswa dalam kritisasi segala kebijakan-kebijakan publik diera-era sekarang, karena kita melihat banyaknya disrupsi atau kejanggalan, problematika, konflik yang ada ditataran nasional maupun daerah apalagi dalam lingkungan kampus yang ada di Sulawesi Tenggara, sehingga ada kesadaran kritis mahasiswa,” katanya.

Dia juga berharap agar nantinya angkatan ke-VI dari Oasis Sultra ini bisa menerapkan apa yang telah mereka dapatkan di pendidikan dasar dan nantinya mereka bisa menjadi kader yang berkualitas kedepannya.

“Harapannya agar anggota angkatan ini dapat mengaplikasikan, mengimplementasikan, dan merealisasikan apa yang mereka terima dipendidikan dasar ini. Mulai dari pembinaan secara materil, secara teoritis, secara pengalaman, secara mental, secara solidaritas, dan secara persaudaraan. Serta paling penting calon anggota Oasis ini mampu berpublik speaking, berdebat, berdialog, beretorika dan kaya akan pengetahuan.” Harapnya.

Senada dengan itu Ketua Umum Oasis Sultra, Sarman Al-Ausy juga berharap dari angkatan baru ini bisa lahir mahasiswa yang kritis dan juga bisa berkontribusi dalam pengembangan dan kemajuan organisasi.

“Harapannya kita ingin melahirkan akademisi-akademisi yang kritis, progresif, dan bisa melanjutkan serta bisa membantu dalam hal mencapai tujuan organisasi. Semoga anggota Oasis Sultra angkatan ke-VI ini loyal dan aktif dalam mengembangkan organisasi, utamanya aktif dan terlibat disetiap kegiatan Oasis.” Tukasnya.

Viral, Video Adu Mulut Junior dengan Senior Persoalan Alis

Reporter : Andi Ardian Dwi RahmatE

Editor : Redaksi

Kendari, Objektif.id – Bereder video yang berdurasi 26 detik yang mempertontonkan seorang mahasiswa senior di salah satu kampus di Kendari sedang beradu mulut dengan juniornya hanya kerena persoalan alis.

Video tersebut pertama kali diunggah oleh akun instagram @Sultra24jam dan Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun oleh objektif.id bahwa mahasiswa tersebut adalah Wanita berinisial A (18), mahasiswi semester 3 jurusan kebidanan di salah satu kampus kesehatan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Dilansir dari Kendariinfo, A membenarkan bahwa ia telah di-bully oleh seniornya pada awal Agustus 2022 lalu karena persoalan alis. Meski terjadi pada Agustus lalu, namun video tersebut baru viral hari ini, Kamis (15/9/2022).

A pun membenarkan Video Tersebut bahwa saat di-bully ia membantah seniornya. Ia melakukan hal demikian dikarenakan senior nya juga memakai pensil alis.

“Di situ (video yang beredar) memang saya akui, saya di situ salah, membantah. Tapi alasan saya membantah di situ karena saya bingung, mereka ini yang tegur saya bahkan pakai alis juga,” kata A kepada Kendariinfo melalui sambungan telepon.

A membeberkan, bahwa ia tidak mengetahui siapa nama-nama seniornya yang telah mem-bully-nya. Akan tetapi, ia hanya mengetahui kelas seniornya di kampus tersebut.

“Banyak, saya kurang tau siapa nama-namanya. Saya tidak tahu berapa pastinya tapi ada beberapa circle. Kelasnya saya tahu, seniorku,” bebernya.

Dia menyebut, teman-temannya yang lain banyak yang menggunakan pensil alis namun tidak di tegur dan di rekam. Walhasil, ia pun membantah arahan seniornya.

“Bahkan teman-temanku juga yang lain juga pakai alis tapi tidak ada itu sampai mau dimasuki sebegitunya, sampai di video-video sampai dilabrak seperti itu,” lanjutnya.

A pun kaget saat mengetahui bahwa dirinya viral di media sosial. A mengaku awalnya tak tahu siapa yang memviralkan video itu. Setelah mencari tahu, ternyata seniornya sendiri yang memviralkan video tersebut.

“Saya juga nda ada niatan mau kasih viral itu videoku, tapi tiba-tiba tadi baru bangun, saya cek ternyata viral ini video. Saya tidak tahu siapa yang viralkan. Tapi saya cari tau ternyata senior saya sendiri yang viralkan,” ungkapnya.

Para senior pun mengelak dengan membahas video A yang ada di akun TikTok. Padahal menurutnya, dia tidak pernah menyebutkan nama kampus di video yang diunggah di TikTok.

“Tapi mereka mencoba membela dirinya dengan alasan karena ada videoku yang lain, video privasiku, ada videoku yang di TikTok. Untuk alasannya lebih kuat,” kata dia.

A mengatakan, tidak pernah melapor ke kampus. Namun, pihak kampus sudah mengetahui video tersebut hari ini karena viral di media sosial.

“Baru tahu sekarang, karena selama ini saya tidak pernah melapor di kampus,” pungkasnya.

Tolak Kenaikan Harga BBM, Mahasiswa IAIN Kendari Gelar Demonstrasi

Reporter : Renaldi Rausan
Editor : Slamet Fadilah

Kendari, Objektif.id – Puluhan Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari melakukan aksi demonstrasi terkait penolakan terhadap rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada Kamis, 1 September 2022.

Aksi ini di gelar di gerbang batas kota Kendari – Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) dan aksi ini juga mengakibatkan  lalu lintas di sekitaran gerbang harus di alihkan.

Jendral lapangan, Danang Saputra mengatakan bahwa aksi yang di gelar hari ini hanya menyoal terkait kenaikan harga BBM dan tidak ada kepentingan lainnya.

“Pada dasarnya tuntutan yang kami bangun pada pagi ini hanya satu yaitu menolak kenaikan BBM, di luar pada itu tidak ada dan tuntutan ini akan kami aspiraskan ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR),”  katanya.

Dia berharap kepada pihak-pihak yang mempunyai andil dalam kenaikan harga BBM ini, agar lebih mempertimbangkan keputusan tersebut karena akan berdampak buruk bagi masyarakat.

“Menaikan harga BBM bukan solusi, bahkan cenderung menyensarakan masyarakat. jadi saya berharap kepada pihak-pihak yang berwenang terkait hal ini untuk lebih memilah lagi keputusannya,” harapnya.

Ketua Dema IAIN Kendari, Hendra Setiawan berharap bahwa rencana kenaikan harga BBM ini hanya sekedar wacana, apabila hal ini benar terjadi maka mahasiswa akan menggelar aksi yang lebih besar lagi.

“Semoga wacana ini hanya sekedar wacana, apabila pemerintah sampai melaksanakannya, yakin dan percaya seluruh mahasiswa IAIN Kendari akan menggelar unjuk rasa yang lebih besar dari pada ini,” tukasnya.

Sukses Gelar LDK Perdana, Energi Baru Untuk HIPMAL

Reporter : Dila
Editor : Rizal

Konsel, Objektif.id – Himpunan Pemuda Mahasiswa Kecamatan Laeya (HIPMAL) sukses melaksanakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) angkatan satu di berlokdi Gelora Beach, Desa Torobulu, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari (20-21 Agustus 2022) ini mengusung tema: Membentuk Sikap dan Etika Kader yang Berjiwa Pemimpin, Responsif, Kompoten, bertanggung jawab serta Sadar akan perannya sebagai pemuda-pemudi Kecamatan Laeya.

Ketua Panitia Heri Danubrata mengatakan, kegiatan ini sudah dicanangkan sejak akhir tahun 2021, dan akhirnya bisa terlaksana pada tahun 2022 dengan bantuan dan kerja sama dari semua pihak yang tergabung dalam Hipmal.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan yang dari dulu sudah kami rancang, dari akhir tahun 2021 dan alhamdulillah tahun 2022 bisa terealisasikan. Ada beberapa kendala dan lain hal, tetapi berkat bantuan dan suport dari teman-teman pengurus, senior-senior Hipmal dan stepholder yang ada di Kec. Laeya akhirnya kegiatan ini bisa berjalan dengan hikmat dan lancar,” ungkapnya, Senin 22 Agustus lalu.

Heri berharap agar kegiatan LDK yang pertama ini dapat menumbuhkan kesadaran tentang betapa pentingnya melakukan pembinaan sejak dini serta menjadikan HIPMAL sebagai wadah yang menampung aspirasi pemuda dan mahasiswa Kecamatan Laeya.

“Harapan saya mewakili teman-teman panitia, kegiatan LDK Hipmal yang pertama ini bisa menjadi contoh untuk pengurus kedepannya bahwa betapa pentingnya melakukan pembinaan sejak dini dan menjadikan Hipmal sebagai wadah yang dapat menampung aspirasi pemuda dan mahasiswa khususnya di Kec. Laeya ini” sambungnya.

Sementara itu,<span;> Khaerul Umam selaku Ketua Umum (Ketum) Hipmal juga berharap agar kegiatan LDK ini bisa menjadi ajang silaturahim sehingga dapat kembali menumbuhkan rasa kekeluargaan antara pemuda(i) Kecamatan Laeya.

“Saya harap momen LDK ini sebagai ajang silaturahim kita semua sesama pemuda mahasiswa Kec. Laeya. Mari kita meriahkan hal-hal yang belum pernah terlaksanakan sebelumnya dan semoga kekeluargaan kita bisa terawat kembali dengan hadirnya kegiatan LDK ini” harapnya.