Mandulnya Menajemen Anggaran DEMA IAIN Kendari: Bendahara Umum Hanya Jadi Nama Pajangan

Kendari, Objektif.id – Masalah transparansi dalam pengelolaan anggaran di Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari kembali menjadi sorotan.

Belum usai masalah anggaran Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) yang diduga pungli. Kali ini, beredar informasi bahwa Ketua Dema IAIN Kendari, Ibnu Qoyyim tidak memberikan kuasa kepada Bendahara Umum Irna untuk memegang anggaran.

Isu itu, mencuat dari pernyataan salah seorang pengurus DEMA-I yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan bahwa Bendahara Umum, yang seharusnya memegang kendali atas anggaran lembaga, justru tidak pernah diberikan akses untuk mengelola dana.

“Iya betul Presma (Ibnu Qoyyim) sendiri yang sampaikan kepada kami pada saat rapat pengurus pada Minggu (13/10) lalu” ujar salah satu pengurus kepada awak media, Selasa (15/10).

Ketua DEMA-I, Ibnu Qoyyim, mengakui adanya “kecacatan” dalam internal pengurus DEMA. Ia mengonfirmasi bahwa ia memang tidak memberikan wewenang kepada bendahara untuk memegang anggaran.

“Memang betul saya tidak memberikan anggaran kepada bendahara, dan ini memang salah satu kecacatan yang terjadi di internal kami,” kata Ibnu Qoyyim tanpa ragu.

Namun, Ibnu berdalih bahwa setiap proses pengeluaran anggaran selalu dilaporkan kepada bendahara. Ia juga menegaskan bahwa anggaran akan diberikan pada saat kegiatan tertentu saja.

“Setiap kegiatan, saya laporkan pengeluaran dan pemasukan kepada bendahara. Berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya, hal ini sudah biasa terjadi,” tambahnya.

Konyolnya, Ibnu membeberkan terkait anggaran yang tidak di pegang oleh bendahara akan ia berikan ketika akan di laksanakan kegiatan.

“Terkait itu akan kita berikan nanti pada saat kegiatan selanjutnya dan anggaran tersebut tidak akan saya sentuh,” pungkasnya, Minggu (13/10).

Repoter: Anggun (Anggota Muda)

Editor: Redaksi

Drama Sabotase Ala DEMA IAIN Kendari, Konflik atau Miskomunikasi?

Kendari, Objektif.id – Drama politik kampus kembali mengudara, kali ini lagi-lagi datang dari panggung DEMA IAIN Kendari.

Katanya sang aktor utamanya, Ibnu Qoyyim, Presiden Mahasiswa sekaligus Ketua Partai Integritas Mahasiswa (Pintas), dikabarkan menambah bumbu konflik dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Muhammad Arya Saputra.

Dengan jurus andalannya, Ibnu diduga “mengambil alih” peran Sekjen tanpa mengikuti prosedur baku. “Ah, ini semua cuma miskomunikasi,” kata Ibnu, seolah konflik besar hanya urusan salah kirim chat.

Yang lebih menarik, Arya Saputra mendapati dirinya terdepak dari grup WhatsApp Pengurus. Tentu saja, ini bukan grup gosip biasa, melainkan ruang diskusi formal.

Tapi Ibnu punya alasan ciamik: “Kantor DEMA disegel tanpa sepengetahuan saya.” Alasan yang mungkin bisa masuk nominasi dalih terbaik tahun ini.

Surat rapat pun katanya tiba-tiba muncul tanpa sekjen tahu-menahu. Ini yang disebut “evaluasi kinerja”, atau lebih tepatnya: evaluasi bagaimana mengelola konflik secara efektif tanpa komunikasi.

Mahasiswa IAIN Kendari kini terbelah antara dua kubu: satu kubu sibuk mencari kebenaran di balik segel misterius, yang lain menikmati drama internal ini sebagai hiburan kampus tanpa tiket masuk.

Di tengah riuh sampah ini, mungkin ada baiknya mengingat bahwa organisasi mahasiswa bukan sekadar panggung drama personal, melainkan wadah aspirasi. Atau setidaknya, begitulah teorinya.

Begitu, kawan-kawan mahasiswa, selamat menyaksikan episode berikutnya. Tetaplah waspada, karena segel kantor bisa datang kapan saja, dan tanpa pemberitahuan lebih dulu.

Penulis: Indra Rajid ( Anggota Muda)

Editor: Tim Redaksi

Potongan Anggaran HMPS IAIN Kendari: Klarifikasi Presma Dibantah Pihak Bank, Pungli Terungkap?

Kendari, Objektif.id – Presiden Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, Ibnu Qoyyim, memberikan klarifikasi terkait tudingan pungutan liar (pungli) terhadap anggaran beberapa Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS).

Dalam wawancara eksklusif, Ibnu mengakui adanya pemotongan anggaran, namun ia berdalih bahwa potongan tersebut berasal dari biaya administrasi bank.

“Benar memang ada pemotongan anggaran HMPS. Jadi terkait pemotongan anggaran HMPS itu bukan dari DEMA sendiri tetapi memang betul ada uang admin. Terkait dengan HMPS kenapa dia pemotongan anggarannya agak besar karena kemarin itu bukan satu atau dua HMPS kita tarikan tetapi banyak HMPS dan jumlahnya itu hampir Rp 200 juta,” ujar Ibnu saat ditemui di Kantor DEMA IAIN Kendari pada Minggu (13/10/2024).

Ibnu menjelaskan bahwa jumlah potongan tersebut berbeda-beda, antara SEMA-I dan HMPS, tergantung jumlah anggaran yang dicairkan.

“Jadi anggaran SEMA-I, itu terpotong Rp 80 ribu, dengan jumlah anggaranya itu Rp 50 juta sedangkan HMPS saya tarik hampir Rp 200 juta,” jelas Ibnu.

Lebih lanjut, ia juga membeberkan alasan terkait mengapa ada pemotongan anggaran yang tidak dilakukan dibeberapa HMPS lain, dikarenakan kondisi dirinya yang sedang sakit.

“Pemotongannya itu di teler Bank, jadi kenapa kemudian ada beberapa HMPS yang terpotong karena saat itu saya sedang sakit dan memang posisi oprasi mata dan saat itu didesak oleh ketua-ketua HMPS untuk dicairkan anggarannya, kemudian anggarannya saya cairkan dengan admin masing-masing Rp.183.000. dan dibulatkan menjadi Rp.200.000, atas kesepakatan ketua-ketua HMPS,” ungkapnya Ibnu.

Kendatipun demikian, dari hasil penelusuran objektif.id mengungkap fakta yang berbeda. Saat mendatangi kantor Bank BNI Cabang Lepo-lepo, tempat pencairan anggaran dilakukan, pihak bank justru membantah adanya potongan biaya administrasi seperti yang disebutkan oleh Ibnu.

“Kalau ada penarikan sebesar Rp200 juta, jumlah yang diterima pas Rp200 juta tanpa ada potongan,” jelas teller di Bank BNI, Rezki pada Senin (14/10/2024).

Pernyataan ini diperkuat oleh keterangan petugas keamanan, Aril, yang menjelaskan prosedur pencairan dana hanya memerlukan formulir kecil dan tanda tangan.

“Prosedur pencairan hanya perlu kwitansi penarikan dan tanda tangan yang cocok. Tidak ada biaya tambahan, apalagi pengecekan mata atau scanning seperti yang diklaim,” tambah Aril.

Tentunya penjelasan dari pihak bank ini memunculkan kontradiksi dengan pernyataan yang disampaikan oleh Ibnu. Jika benar tidak ada potongan biaya administrasi dari pihak bank, maka alasan yang diberikan oleh Ibnu terkait pemotongan anggaran perlu ditinjau kembali. Tuduhan pungli terhadap anggaran mahasiswa kini semakin mengemuka.

Klarifikasi dari presiden mahasiswa yang mengaitkan potongan anggaran dengan kondisi kesehatannya juga menimbulkan tanda tanya, terutama karena pihak bank menegaskan bahwa proses pencairan tidak memerlukan pemeriksaan khusus yang melibatkan kesehatan seperti yang disampaikan Ibnu.

Diberitakan sebelumnya, Minggu (13/10/2024) beberapa HMPS IAIN Kendari salah satunya HMPS Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), HMPS Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), dan HMPS lainnya, mengalami pemotongan anggaran yang diduga dilakukan oleh Presiden Mahasiswa IAIN Kendari, Ibnu Qoyyim.

Pemotongan anggaran tersebut sebesar Rp 200.000 dari total dana Rp 10.000.000 yang seharusnya mereka terima.

Ketua HMPS KPI, Fadli, menyatakan kecewa dengan pemotongan tersebut, yang ia nilai sebagai pungutan liar dengan dalih biaya administrasi.

Fadli menegaskan bahwa dana yang seharusnya diterima sebesar Rp 10.000.000, namun hanya diberikan Rp 9.800.000.

“Pada saat itu Presiden Mahasiswa Ibnu Qoyyim yang dia berikan itu sebanyak Rp. 9.800.000 saat itu saya kaget, dan saya tanya sisanya (Rp. 200.000). itu kemana lalu dia jawab ‘sisanya itu seperti HMPS lainnya uang tersebut masuk sebagai pajak atau biaya admin’,” ujar Fadli, saat dihubungi tim objektif.id, Minggu (13/10/2024).

Senada dengan itu, Ketua HMPS BPI, Mulki Alwali, juga mengkritik pemotongan dana yang ia nilai tidak wajar. Ia menegaskan bahwa pemotongan sebesar Rp 200.000 tanpa alasan yang jelas terindikasi sebagai pungli.

“Untuk alasan dipotongnya anggaran untuk biaya admin dan saya rasa untuk potongan 200.000 terlalu besar jumlahnya,” ujarnya.

Sumber lain dari HMPS PGMI, yang meminta namanya tidak disebutkan, mengungkapkan hal serupa. Dana yang diterima hanya Rp 9.800.000 dengan alasan pemotongan untuk biaya administrasi, namun tanpa penjelasan rinci.

Penulis: Faiz (Anggota Muda)

Editor: Tim Redaksi

Presma IAIN Kendari Diduga Lakukan Pungli Dana Lembaga Kemahasiswaan, Pengurus HMPS Geram

Kendari, Objektif.id – Presiden Mahasiswa (Presma) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, Ibnu Qoyyim, diduga melakukan praktik pungutan liar (pungli) dengan memotong anggaran lembaga kemahasiswaan yang dialokasikan untuk Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS).

Dugaan pungli ini memicu protes dari sejumlah pengurus HMPS yang merasa hak-hak mereka sebagai lembaga kemahasiswaan dirampas secara sepihak.

Informasi yang dihimpun tim objektif.id menyebutkan bahwa beberapa HMPS, termasuk HMPS Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), HMPS Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), dan HMPS lainnya, mengalami pemotongan anggaran sebesar Rp 200.000 dari total dana Rp 10.000.000 yang seharusnya mereka terima.

Ketua HMPS KPI, Fadli, menyatakan kecewa dengan pemotongan tersebut, yang ia nilai sebagai pungutan liar dengan dalih biaya administrasi.

Fadli menegaskan bahwa dana yang seharusnya diterima sebesar Rp 10.000.000, namun hanya diberikan Rp 9.800.000.

“Pada saat itu Presiden Mahasiswa Ibnu Qoyyim yang dia berikan itu sebanyak Rp. 9.800.000 saat itu saya kaget, dan saya tanya sisanya (Rp. 200.000). itu kemana lalu dia jawab ‘sisanya itu seperti HMPS lainnya uang tersebut masuk sebagai pajak atau biaya admin’,” ujar Fadli, saat dihubungi tim objektif.id, Minggu (13/10/2024).

Senada dengan itu, Ketua HMPS BPI, Mulki Alwali, juga mengkritik pemotongan dana yang ia nilai tidak wajar. Ia menegaskan bahwa pemotongan sebesar Rp 200.000 tanpa alasan yang jelas terindikasi sebagai pungli.

“Untuk alasan dipotongnya anggaran untuk biaya admin dan saya rasa untuk potongan 200.000 terlalu besar jumlahnya,” ujarnya.

Sumber lain dari HMPS PGMI, yang meminta namanya tidak disebutkan, mengungkapkan hal serupa. Dana yang diterima hanya Rp 9.800.000 dengan alasan pemotongan untuk biaya administrasi, namun tanpa penjelasan rinci.

Ironisnya, Wakil Presiden Mahasiswa IAIN Kendari, Jihad Alriyadi mengaku tidak mengetahui adanya pungli ini.

Jihad mengungkapkan dirinya pernah mengkonfirmasi isu tersebut dan mempertanyakan kebenarannya tetapi Ibnu Qoyyim menolak mengakui adanya pemotongan anggaran.

“Kemarin saya sudah telfon Presma dia tidak mengaku juga saya tanya siapa yang lakukan pemotongan anggaran HMPS, DEMA, SEMA dia tidak mengaku tapi malah dia suruh saya untuk cari juga siapa pelakunya,” ungkapnya.

Upaya tim Objektif.id untuk mengonfirmasi langsung kepada Presma Ibnu Qoyyim belum membuahkan hasil, karena tidak ada respons melalui telepon, WhatsApp, maupun kunjungan langsung ke kantor DEMA-I.

Dugaan pungli dalam pengelolaan dana kemahasiswaan ini menambah catatan buruk terkait transparansi dan akuntabilitas DEMA IAIN Kendari.

Aksi pungli semacam ini tidak hanya merugikan HMPS, tetapi juga mengikis kepercayaan mahasiswa terhadap lembaga tertinggi kampus yang seharusnya membela hak-hak mahasiswa.

Reporter : Faiz (anggota muda)

Editor : Redaksi

Presiden Mahasiswa Diduga Sabotase Peran Sekjen DEMA IAIN Kendari

Kendari, Objektif.id – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari tengah menjadi sorotan terkait dugaan pelanggaran administrasi dan internal organisasi.

Presiden Mahasiswa (Presma) IAIN Kendari Ibnu Qoyyim, diduga mengambil alih peran dan tugas Sekretaris Jenderal (Sekjen) DEMA tanpa prosedur yang sesuai, sehingga memicu ketegangan dalam tubuh organisasi.

DEMA, yang bertugas sebagai penyalur aspirasi mahasiswa dan koordinator kegiatan kemahasiswaan di tingkat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), seharusnya dijalankan oleh struktur organisasi yang jelas.

Namun, baru-baru ini, muncul isu bahwa dalam pengelolaan administrasi, Presma sering kali tidak melibatkan Sekjen DEMA, Muhammad Arya Saputra, yang seharusnya memiliki otoritas dalam pengeluaran surat resmi.

Saat dikonfirmasi oleh tim Objektif.id, Arya Saputra membenarkan adanya pelanggaran tersebut. Ia menyatakan bahwa sering kali terjadi pengeluaran surat tanpa sepengetahuannya sebagai Sekjen, sebuah tindakan yang dianggap menyalahi prosedur.

“Tugas dan wewenang saya sebagai Sekjen sering diambil alih oleh Presma tanpa adanya konfirmasi. Seharusnya saya yang bertanggung jawab untuk hal tersebut, namun Presma justru langsung mengambil keputusan sepihak,” ungkap Arya pada Sabtu (12/10/2024).

Selain pelanggaran administratif, Arya juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap tindakan Presma yang ia sebut sebagai sabotase terhadap tugas dan fungsinya sebagai Sekjen. Ia merasa perannya dirampas tanpa ada alasan yang jelas, yang berujung pada menurunnya efektivitas kinerja DEMA IAIN Kendari secara keseluruhan.

“Ini bukan hanya tentang saya, tetapi juga tentang etika dan profesionalisme dalam menjalankan organisasi. Seharusnya setiap keputusan diambil secara kolektif, bukan berdasarkan keinginan satu orang saja,” tegas Arya.

Ketegangan semakin memuncak setelah Arya dikeluarkan dari grup komunikasi internal DEMA oleh Presma, tanpa ada penjelasan atau diskusi terlebih dahulu. Arya mengaku telah mencoba menghubungi Presma untuk meminta klarifikasi, namun tidak mendapatkan tanggapan.

“Saya dikeluarkan dari grup DEMA secara sepihak, tanpa konfirmasi. Ketika saya meminta penjelasan, justru saya disuruh menghadap Presma tanpa ada penjelasan aturan apa yang saya langgar,” ungkap Arya dengan nada kecewa.

Menurut Arya, tindakan sepihak ini juga melanggar kesepakatan koalisi yang telah dibuat sebelumnya. Koalisi yang seharusnya mengedepankan komunikasi dan kerja sama justru terabaikan, menciptakan ketidakpercayaan di antara pengurus DEMA.

“Ini jelas melanggar kesepakatan koalisi. Saya dikeluarkan dari grup tanpa alasan yang jelas, dan tindakan ini tidak hanya menyangkut saya pribadi, tetapi juga integritas organisasi,” tutup Arya.

Hingga berita ini diterbitkan, tim Objektif.id masih berusaha menghubungi Presma IAIN Kendari Ibnu Qoyyim, untuk mendapatkan klarifikasi lebih lanjut, namun belum ada tanggapan resmi yang diberikan.

 

Reporter: Indra Rajid  (Anggota Muda) 

Editor: Redaksi

 

Seminar Kewirausahaan, UKM KWU IAIN Kendari Berhasil Gaet Peserta Lebihi Kuota

Kendari, Objektif.id – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kewirausahaan IAIN Kendari sukses menggelar Seminar Kewirausahaan bertema Skin Beauty dan Demo Make Up, Jumat (11/10/2024).

Acara ini awalnya dibatasi untuk 100 peserta, namun antusiasme tinggi dari mahasiswa membuat lebih dari 100 orang hadir.

Seminar ini bertujuan mendorong semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa, terutama dengan mengedepankan potensi bisnis di industri kecantikan yang sedang berkembang pesat. Tren skin beauty dan makeup menjadi sorotan utama dalam diskusi ini.

Bidang kecantikan dinilai sangat menjanjikan sebagai peluang usaha, seiring dengan meningkatnya minat kaum muda, khususnya perempuan, terhadap produk dan layanan kecantikan. Seminar ini membuka wawasan tentang bagaimana tren tersebut dapat dimanfaatkan dalam berbisnis.

Meskipun mayoritas peserta seminar adalah perempuan, sejumlah pria juga turut hadir, menunjukkan bahwa minat terhadap wirausaha di bidang kecantikan semakin meluas.

“Kami sangat bersyukur, meskipun kuota peserta kami batasi hingga 100 orang, jumlah yang hadir justru melampaui ekspektasi. Ini menunjukkan besarnya minat masyarakat, khususnya mahasiswa dalam menekuni bisnis kecantikan”, ujar Ketua Umum UKM Kewirausahaan, Andi Lailatul Qoderia, saat diwawancarai oleh tim Objektif.id.

Kegiatan seminar ini awalnya merencanakan untuk melibatkan empat instansi dari luar kampus, namun karena beberapa acara lain yang berlangsung bersamaan, hanya satu instansi yang akhirnya bisa berpartisipasi. Meskipun demikian, hal ini tidak mengurangi semangat dan antusiasme para peserta maupun penyelenggara.

Selain itu, acara ini didukung oleh tiga perusahaan sponsor, yaitu Saraskin, Wardah, dan PT Selaras Satu Saudara (SBB), yang memberikan kontribusi penting terhadap keberhasilan seminar. Dukungan ini juga diperkuat oleh empat media partner, yaitu Objektif.id, Kabar Konawe, Sultra News, dan Hijau News.

“Dukungan ini menunjukkan besarnya perhatian dari berbagai pihak terhadap upaya pengembangan bisnis di kalangan mahasiswa”, sambung Qoderia.

Sementara itu, salah satu mahasiswi Program Studi Manajemen Bisnis Syariah semester 5 dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Kendari, Ulfa Nur Fadilah, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini tidak hanya memberikan wawasan baru tentang bisnis kecantikan, tetapi juga menjadi ajang untuk menjalin jaringan yang bermanfaat dengan sesama peserta dan para narasumber.

“Saya juga berharap dapat menjalin jaringan yang bermanfaat dengan sesama peserta dan para narasumber sehingga kita dapat saling mendukung dalam berusaha dengan semangat kolaborasi dan inovasi ini, mari kita wujudkan impian kita menjadi pengusaha”, pungkasnya.

Penulis: Muh. Ardiansyah ( Anggota Muda)

Editor: Andi Tendri

Mahasiswa KKN Desa Balambano Gelar Pelatihan Pupuk Organik: Wujudkan Pertanian Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan

Luwu Timur, Objektif.Id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kerjasama posko 90 melakukan pelatihan pembuatan pupuk organik di kantor Desa Balambano, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur, Senin (7/10/2024).

Kegiatan yang mengusung tema “Mengurangi Penggunaan Pupuk Kimia: Manfaat Jangka Panjang Pupuk Organik” merupakan program kerja kolaborasi mahasiswa KKN IAIN Palopo, IAIN Kendari, dan IAIN Parepare.

Kegiatan dilakukan selama 2 hari, yaitu pada hari Kamis, 3/10/2024, dan pada hari Senin, 7/10/2024, yang diikuti oleh beberapa masyarakat yang terdiri dari kelompok tani, aparat desa, dan karang taruna Desa Balambano.

Koordinator Desa, Aswar, mengungkapkan bahwa tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk mengurangi beban masyarakat terhadap pupuk kimia yang sulit didapat.

“Tujuan kami adakan kegiatan ialah untuk mengurangi beban masyarakat terhadap pupuk kimia yang dimana saat ini sangat sulit di temukan dan apalagi harganya sangat mahal dan kami adakan kegiatan ini untuk memberikan pelajaran bagi masyarakat bagaimana cara mengelola sumber daya alam untuk menjadikan pupuk organik yang bermanfaat”, paparnya.

Kepala Pertanian Desa Balambano, Amri Abdul Halim, S.P., sekaligus pemateri, menjelaskan bahwa pupuk organik mempunyai beberapa manfaat, di antaranya memperbaiki unsur hara tanah, memanfaatkan segala sesuatu yang ada di alam, mengurangi risiko pemakaian pupuk kimia secara terus-menerus, dan lain-lain.

Kemudian, Kepala Desa Balambano, Muhamat Ronal M., mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada mahasiswa KKN atas kontribusi mereka dalam membantu masyarakat.

“Kegiatan KKN IAIN Palopo, IAIN Kendari, IAIN Parepare khususnya di desa balambano sangat membantu masyarakat khususnya di Proker pupuk organik karena dimana masyarakat menggunakan bahan- bahan yang ada di sekitar mereka yang sangat mudah di dapatkan sehingga bisa mengurangi biaya tanpa mengurangi hasil daripada pupuk itu sendiri”, pungkasnya.

Ia juga menambahkan harapannya agar kegiatan pelatihan ini dapat membantu meningkatkan hasil pertanian dan kesejahteraan masyarakat.

“Harapannya kami selaku pemerintah Desa Balambano bahwa kegiatan-kegiatan seperti ini sangat bermanfaat khususnya di masyarakat untuk meningkatkan hasil pertanian daripada masyarakat itu sendiri, sehingga bisa sangat membantu masyarakat. Untuk kedepannya kami mengharapkan selaku pemerintah Desa Balambano agar mahasiswa-mahasiswa adik-adik KKN kita ini ide-idenya bisa mengangkat kesejahteraan masyarakat khususnya di desa-desa”, sambungnya.

Reporter: Nita Aprilia
Editor: Andi Tendri

Kerja Sama Dengan PT Vale, Mahasiswa KKN Tanam 100 Pohon di Luwu Timur 

Luwu Timur, Objektif.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang berasal dari UIN Alauddin Makassar, IAIN Kendari, dan IAIN Bone telah melaksanakan program penanaman pohon di Desa Baruga, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Rabu, (9/10/2024).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kerja (Proker) yang melibatkan berbagai pihak, termasuk Kepala Dinas Lingkungan, PT Vale, Camat Kabupaten Malili, aparat TNI Angkatan Laut dan Darat, serta perangkat desa setempat.

Dalam kegiatan ini, tiga jenis pohon ditanam: pohon cemara, pohon minyak kayu putih, dan pohon dengeng. PT Vale turut berkontribusi dengan menyumbangkan 100 bibit pohon kepada mahasiswa KKN.

Salah satu anggota kelompok KKN, Resti Dewi Lestari, menekankan bahwa kegiatan penanaman pohon ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi program kerja, tetapi juga untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat setempat melalui upaya penghijauan dan pelestarian lingkungan.

PT Vale, melalui External Relation Officer Abdul Rauf Deang, mengapresiasi kegiatan kolaborasi ini dengan IAIN Kendari dan institusi lainnya sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam.

“Tentunya kita mengapresiasi yah teman-teman adik-adik mahasiswa dari IAIN Kendari jauh-jauh datang ke bumi batara guru terkhusus di wilayah pemberdayaan PT vale dan berkolaborasi dengan beberapa kampus yang ada Sulawesi Selatan seperti IAIN Palopo, UIN Alaudin Makassar, IAIN Bone. Kemudian agenda penanaman pohon atau agenda hijau seperti ini luar biasa”, pungkasnya.

Abdul Rauf Deang juga menegaskan bahwa kerja sama ini akan terus berlanjut selama orientasinya tetap fokus pada lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam.

“Tentu kita akan selalu membuka diri apalagi hal-hal kebaikan seperti ini, hal-hal yang orientasinya kepada lingkungan, sumber daya alam, karena memang visi misi PT Vale bagaimana kehidupan yang berkelanjutan”, sambungnya.

Reporter: Nita Aprilia 

Editor: Andi Tendri

Mahasiswa KKN Posko 80 Gelar Pelatihan Digital Marketing, Dorong Peningkatan Penjualan Lewat Media Sosial

Luwu Timur, Objektif.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kerjasama Posko 80 mengadakan pelatihan digital marketing di Kantor Desa Wawondula, Kecamatan Towutii, Kabupaten Luwu Timur, Selasa (1/10/2024).

Kegiatan yang mengusung tema “Strategi Kreatif untuk Meningkatkan Penjualan Melalui Media Sosial” merupakan kolaborasi Mahasiswa IAIN Palopo, UIN Alauddin Makassar, dan IAIN Kendari, serta bekerja sama dengan Pemuda Karang Taruna Desa Wawondula.

Pelatihan ini diikuti oleh 24 peserta yang terdiri dari beberapa UMKM dan disaksikan langsung oleh Kepala Desa Wawondula, Ketua BPD, Ibu-ibu PKK, Karang Taruna Desa Wawondula, serta menghadirkan pemateri dari kampus IAIN Palopo, yaitu Dr. Adzan Noor Bakhri, M.A. Ek.

Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan penjualan produk pelaku UMKM di Desa Wawondula, khususnya melalui media sosial.

Kordes posko 80, Farid Rahman Ladong, berharap kegiatan ini bisa menjadi pemantik semangat pelaku UMKM di Desa Wawondula.

“Saya selaku kordes sangat berharap agar kegiatan yang kami buat bisa menjadi pemantik semangat pelaku UMKM di desa wawondula dan tertarik dengan digital marketing itu sendiri, dan harapan saya juga kegiatan ini dapat berjalan secara terus menerus”, pungkasnya.

Selain itu, Kepala Desa Wawondula, H. Alamsyah, juga berharap agar kegiatan ini terus berlanjut secara berkesinambungan demi pengembangan UMKM desa.

“Saya berharap melalui pelatihan ini, para pelaku UMKM bisa meningkatkan kapasitas ilmu digital marketing, sehingga dapat memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan usaha. Semoga pelatihan ini bermanfaat dan bisa berjalan secara berkesinambungan”, tuturnya.

Sebagai tindak lanjut dari pelatihan ini, akan dibentuk perkumpulan UMKM di Desa Wawondula dan dilakukan pendampingan terhadap kebutuhan produk mereka untuk memastikan keberlanjutan pengembangan usaha.

Reporter: Nita Aprilia
Editor: Andi Tendri

Laksanakan Diklatsar Ke-XXIV UKM Pers IAIN Kendari Bentuk Kader Siap Kawal Gerakan Sosial

Objektif.id, Kendari – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pers Institut Agama Islam (IAIN) Kendari sukses menggelar pembukaan kegiatan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Jurnalistik Ke-XXIV pada Senin, 30 September 2024, di gedung PKM lantai 2 IAIN Kendari.

Kegiatan yang mengusung tema “Media dan Perlawanan: Peran Pers Mahasiswa dalam Gerakan Sosial” ini akan berlangsung selama 6 hari, terhitung dari tanggal 30 September sampai 6 Oktober 2024.

Ketua Panitia, Maharani Saaban, mengungkapkan bahwa tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk menciptakan anggota baru yang memiliki potensi untuk membuat perubahan sosial.

“Tujuan dari kegiatan diklatsar ini yaitu untuk menghasilkan anggota anggota baru yang dapat membantu perubahan sosial menuju hal yang lebih baik lagi”, tuturnya.

Selain itu, ia juga berharap Diklatsar tahun ini dapat menciptakan insan-insan pers yang dapat membela penindasan ke depannya.

“Harapan saya semoga dengan diadakannya Diklatsar ini bisa lebih banyak lagi menghasilkan manusia-manusia yang peka dan tidak diam saja ketika penindasan itu hadir dan semoga perlawanan pers mahasiswa akan terus digelorakan”, sambungnya.

Selaras dengan itu, Ketua Umum UKM Pers IAIN Kendari, Alfi Yorifal, juga mengungkapkan harapannya mengenai Diklatsar ini, di mana dia berharap kegiatan ini dapat mencetak anggota UKM Pers yang berbakat di bidang jurnalistik.

“Harapan saya dari diklatsar tahun ini yaitu, bagaimana kegiatan ini bisa mencetak para calon anggota ukm pers, yang lebih berbakat lagi di bidangnya karena kita tahu sendiri eksistensi Ukm Pers hari ini sudah sangat cukup baik dan jelas kita membutuhkan calon-calon anggota yang mempunyai suplai bakat di bidang jurnalistik”, ungkapnya.

Reporter : Rin

Editor : Andi Tendri

Pengadilan Negeri Andoolo Vonis Lepas Dua warga Torobulu Yang Dikriminalisasi PT. WIN

Kendari, Objektif.id– Selasa 01 Oktober 2024, Pengadilan Negeri (PN) Andoolo memvonis lepas 2 warga Torobulu yang sebelumnya didakwa dan dikriminalisasi oleh perusahaan PT. WIN. Keputusan ini menjadi kemenangan bagi masyarakat Torobulu yang selama 1 tahun melakukan upaya perlawanan melalui jalur-jalur hukum akibat tindakan kesewenang-wenangan dari pihak perusahaan.

Setelah mendengarkan keterangan saksi-saksi dan bukti-bukti yang dihadirkan, Nursinah, Ketua Hakim yang memimpin persidangan berkesimpulan bahwa perbuatan terdakwa tidak dapat dikategorikan sebagai tindak pidana. Oleh karena itu, terdakwa dinyatakan tidak bersalah dan dibebaskan dari segala tuntutan hukum.

“Terdakwa telah dinyatakan terbukti melakukan perbuatan sebagaimana dakwaan jaksa penuntut umum, akan tetapi perbuatan tersebut tidak dapat dipidana karna secara hukum memiliki alasan yang benar dan oleh karnanya terdakwa harus dilepas dari segala tuntutan hukum”, tutur Majelis Hakim.

Lanjut, Majelis Hakim juga secara tegas mengatakan bahwa perbuatan bapak Andi Firmansyah dan ibu Haslilin bukanlah tindak pidana, Majelis Hakim kemudian dengan tegas memutuskan melepaskan terdakwa bapak Andi Firmansyah dan Ibu Haslilin dari segala tuntutan hukum.

“Menyatakan terdakwa Andi Firmansyah bin Marhaban Daeng Pasele alias bapanya Sahra dan ibu Haslilin, tersebut di atas terbukti melakukan perbuatan yang didakwakan tetapi bukan merupakan perbuatan pidana, oleh karena itu melepaskan terdakwa dari segala tuntutan hukum, memulihkan hak terdakwa dengan kemampuan kedudukan harkat dan martabatnya”, sambung Majelis Hakim.

Di tempat yang sama kuasa hukum Andi Firmansyah dan Haslilin menegaskan, bahwa secara konstitusional apa yang dilakukan masyarakat Torobulu telah tertuang dalam Undang-Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Nomor 32 Tahun 2009, yang menjamin hak atas lingkungan hidup yang bersih dan sehat, dan warga berhak memperjuangkan hak tersebut.

Selain itu, selaku kuasa hukum terdakwa, Muh. Ansar menyampaikan bahwa ketika jaksa penuntut umum melakukan upaya kasasi maka dia akan tetap bersama rakyat untuk melakukan perlawanan hukum.

“Terkait dengan ini kan putusannya, putusan lepas, jadi prosesnya menurut hukum itu jaksa kemungkinan akan melakukan upaya kasasi tetapi perlu kami tegaskan bahwa kami siap kembali untuk bersama masyrakat melakukan perlawanan hukum terhadap upaya kasasi yang dilakukan oleh jaksa penuntut umum, dan sampai dimanapun kami akan tetap melindungi serta membela hak-hak dari warga”, ungkapnya.

Reporter: Kusma
Editor: Maharani. S

Persiapan Tak Cukup Sebulan, Kontingen IAIN Kendari Sukses Meraih Medali Platinum di Ajang SeiBa 2024

Objektif.id, Kendari – Baru-baru ini, Kontingen IAIN Kendari kembali mengharumkan nama Kampus Biru karena berhasil memborong lima medali emas pada bidang seni pertunjukan dan medali platinum sebagai peserta terbaik pada ajang The 2nd Sungai Bangek International Festival (SeiBa) tahun 2024.

Adapun lima medali emas tersebut diperoleh dari semua cabang lomba yang diikuti, yaitu Pertunjukan Musik, Pop Solo Islami, Puitisasi Terjemahan Al-Qur’an, Musabaqah Tilawatil Qur’an, dan Musabaqah Hifzhil Qur’an 20 Juz.

Prestasi tersebut diraih setelah mengalahkan peserta dari enam negara di Asia Tenggara, yaitu Indonesia, Thailand, Filipina, Malaysia, Vietnam, dan Kamboja, yang mengikuti pertunjukan dan kompetisi internasional bertempat di UIN Imam Bonjol Padang pada 23-29 September 2024.

Wakil Rektor III IAIN Kendari, Dr. Sitti Fauziah M. M.Pd., mengungkapkan bahwa perolehan medali ini berkat kegigihan para peserta dalam mempersiapkan diri menghadapi event internasional tersebut.

“Kami melakukan persiapan kurang dari sebulan sebelum mengikuti event bergengsi ini namun berkat support dan arahan dari pimpinan serta pendampingan dari dosen pembimbing, mereka termotivasi untuk mempersiapkan diri semaksimal mungkin menghadapi para peserta dari berbagai negara. Alhamdulillah perjuangan mereka memberi hasil yang sangat membanggakan,” jelas pimpinan kontingen IAIN Kendari pada kegiatan SeiBa.

Di sisi lain, Rektor IAIN Kendari, Prof. Dr. Husain Insawan, M.Ag, mengungkapkan rasa bangganya serta apresiasi atas prestasi mahasiswa IAIN Kendari, baik secara langsung maupun melalui media sosial pribadinya.

“Prestasi ini akan menambah rekognisi internasional serta mendorong capaian predikat akreditasi unggul bagi IAIN Kendari. Selaku pimpinan, kami akan terus membuka ruang kreasi dan inovasi bagi mahasiswa untuk mengembangkan minat dan bakatnya dan membuka kesempatan kompetisi untuk meraih prestasi baik pada tingkat nasional maupun internasional”, tuturnya.

Para peserta yang berhasil memperoleh Medali Platinum dan Emas dari Cabang Pertunjukan Musik (Gambus) antara lain Moh. Amirullah (Prodi PBS – FEBI), Muhammad Rifai (Prodi PBS – FEBI), dan Rahayu Rezkiana (Prodi PBS – FEBI) yang sekaligus meraih medali emas pada cabang Pop Solo Islami. Pada cabang Puitisasi Al-Qur’an, Andi Nurcahayati Ami (Prodi MPI – FTIK); pada cabang Musabaqah Tilawatil Qur’an, Syahrul Mubaraq (Prodi IAT – FUAD) dan Muh. Faisal (Prodi AS – FASYA).

Reporter : Rina

Editor : Andi Tendri

Kolaborasi Pengembangan Jurnalistik Kampus: MoU UKM Pers IAIN Kendari dengan Sultrademo

Objektif.id, Kendari – Demi melahirkan jurnalis yang berkualitas, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pers IAIN Kendari menjalin kerja sama dengan PT Sultrademo Media Online.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan bersama Memorandum of Understanding (MoU) di aula gedung PKM IAIN Kendari, Senin, 30 September 2024.

Kegiatan ini disaksikan langsung oleh Direktur Utama PT Sultrademo Media Online, Wakil Rektor III IAIN Kendari, Pembina UKM Pers IAIN Kendari, Pengurus Harian UKM Pers IAIN Kendari, UKK/UKM lingkup IAIN Kendari, serta calon anggota UKM Pers IAIN Kendari angkatan XXIV.

Ketua Umum Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pers, Alfi Yorifal, mengatakan bahwa tujuan dari adanya kerja sama ini adalah agar UKM Pers mendapat wadah yang lebih luas dalam pemberitaan dan memiliki perlindungan hukum di bawah naungan PT Sultrademo Media Online.

“Adapun tujuan UKM Pers dan Sultrademo menjalin kerjasama agar teman-teman UKM Pers mendapatkan wadah yang lebih luas bukan hanya sekitaran kampus saja, dan ketika sudah menjalin kerjasama maka secara tidak langsung UKM Pers akan lebih terupgrade lagi serta memiliki payung hukum yang siap menaungi teman-teman UKM Pers itu sendiri” ungkapnya.

Kemudian, Direktur Utama PT Sultrademo Media Online, Suprin, S.IKom., menjelaskan dua aspek yang menjadi dasar ketertarikan menjalin kerja sama dengan UKM Pers, yaitu untuk mendorong pers yang berkualitas dan memperkuat pondasi dasar bagi calon-calon jurnalis.

“Yang pertama kami di Sultrademo berkomitmen untuk mendorong pers yang berkualitas mulai dari kampus dan UKM Pers adalah salah satu wadah yang bisa mendukung terlaksananya pers yang berkualitas, kedua bahwa UKM Pers adalah pondasi dasar bagi seorang calon jurnalis, sehingga harus diperkuat pondasinya agar ketika memasuk dunia jurnalis yang sebenarnya mereka sudah mapan secara keilmuan”, tuturnya.

Ia juga berharap dengan adanya kerja sama ini bisa menjadi tonggak sejarah bagi UKM Pers dalam meningkatkan kualitasnya.

“Harapan kami dari Sultrademo adalah semoga kerjasama ini menjadi tonggak sejarah dan langkah-langkah yang bisa membuat UKM Pers semakin maju, semakin meningkat kualitasnya dan kedepannya semakin jaya” sambungnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III IAIN Kendari, Dr. Sitti Fauziah M, S.Pd.I., M.Pd., mengapresiasi adanya kerja sama antara UKM Pers IAIN Kendari dan PT Sultrademo Media Online, sebab kerja sama ini adalah bentuk kerja nyata UKM Pers untuk menyalurkan kemampuan dalam pemberitaan.

“Salah satu gebrakan yang luar biasa dari UKM Pers berani melakukan kerjasama dengan salah satu media pers di Sultra yaitu Sultrademo dan tentu ini menjadi salah satu kerja nyata dari anak-anak UKM Pers untuk menyalurkan kemampuan mereka dalam mengemas berita dan dibantu serta difasilitasi oleh Sultrademo yang nanti insyaallah bisa dikembangkan lagi berita yang akan dirilis” pungkasnya.

Reporter : Andi Tendri

GENBI IAIN Kendari Gelar Seminar literasi Keuangan

Kendari, Objektif.id – Generasi Baru Indonesia (GenBI) Komisariat IAIN Kendari gelar seminar Literasi Keuangan di Aula Mini Perpustakaan IAIN Kendari, Kamis (26/09/2024).

Seminar literasi keuangan dengan tema “Meraih Kemerdekaan Finansial di Usia Muda” tersebut menghadirkan lima narasumber, yaitu Ricky S.E., M.M., Imam Adicipta Nursantoso, Rama Sumanta, Rajak Shadiqin S.AK, dan Kolonel Inf. Dr. Singgih Pambudi S.IP., M.M., M.Han.

Dalam seminar ini, para pemateri tidak hanya membahas cara mengelola finansial, tetapi juga cara mempertahankan, mendapatkan, dan mengatasi kendala-kendala yang membuat finansial kita menurun, serta mengajarkan tentang kepemimpinan.

Ketua Panitia, Haikal, mengatakan tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman Gen Z, khususnya di wilayah Sulawesi Tenggara, mengenai literasi keuangan.

“Dari data yang kami dapatkan di wilayah Sulawesi Tenggara ternyata pemahaman Gen Z mengenai keuangan kurang, sehingga ini menjadi opsi kami untuk mengadakan seminar” ungkap Haikal.

Dirinya berharap, dengan diadakannya seminar ini, dapat bermanfaat bagi kita semua, terutama anak muda yang masih kesulitan mengatur keuangan.

“Kami dari GenBi menaruh harapan yang tinggi dengan adanya kegiatan ini dapat berdampak baik terhadap pengelolaan keuangan terutama anak muda Sulawesi Tenggara terutama dalam membedakan Kebutuhan dan Keinginan.” tuturnya.

Reporter: Maharani
Editor: Andi Tendri

UKM Pers IAIN Kendari Gelar Dialog Publik Bahas Dampak Pertambangan Nikel Terhadap Suku Bajo

Kendari, objektif.id – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pers IAIN Kendari gelar dialog publik dengan tema “Masa Depan Masyarakat Pulau Kabaena dan Suku Bajo Akibat dari Pertambangan Nikel” di Radar Coffee, Lepo-Lepo, pada Sabtu (21/09/2024).

Acara ini menghadirkan Wa Ode Anisa dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Nursadah, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari, sebagai narasumber utama. Dialog yang dimulai pukul 19.30 tersebut membahas dampak signifikan dari aktivitas pertambangan nikel di Pulau Kabaena, khususnya terhadap masyarakat Suku Bajo.

Wa Ode Anisa memaparkan bahwa regulasi yang ada sebenarnya tidak mendukung kegiatan pertambangan di Pulau Kabaena, yang memiliki luas hanya 891 km². Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, pulau dengan luas kurang dari 2000 km² seharusnya tidak boleh dijadikan area tambang. Namun, kenyataannya, lebih dari 73% wilayah Pulau Kabaena telah dikuasai oleh perusahaan tambang nikel.

“Pulau Kabaena hanya memiliki luas 891 km², tetapi 73% wilayahnya sudah dikuasai oleh perusahaan tambang. Bahkan, sekitar 40% dari wilayah tersebut telah beroperasi sejak tahun 2023,” ungkap Wa Ode Anisa.

Ia menambahkan bahwa eksploitasi tambang ini telah menyebabkan kerusakan lingkungan yang serius, mengancam keberlangsungan hidup masyarakat lokal, terutama Suku Bajo yang sangat bergantung pada laut sebagai sumber penghidupan.

Suku Bajo, yang merupakan penduduk asli Pulau Kabaena, dikenal sebagai pelaut dan nelayan tradisional. Mereka sangat mengandalkan laut untuk mencari nafkah. Namun, pencemaran laut akibat aktivitas tambang telah menyulitkan mereka untuk melanjutkan tradisi menangkap ikan dengan panah tradisional. Selain itu, perubahan warna laut dari biru jernih menjadi kecoklatan akibat sedimen lumpur turut merusak ekosistem laut.

“Air laut yang dulunya biru jernih kini berubah menjadi kecoklatan dan berlumpur, membuat masyarakat sulit mencari ikan. Situasi ini sangat memprihatinkan,” tambah Wa Ode Anisa dengan nada prihatin.

Nursadah,selaku Ketua AJI Kendari, menyoroti pentingnya peran media dalam mengawal isu lingkungan dan pertambangan. Menurutnya, pemberitaan terkait dampak negatif pertambangan nikel di Pulau Kabaena perlu ditingkatkan agar masyarakat lebih menyadari permasalahan yang dihadapi oleh penduduk pesisir dan pulau kecil.

“Media memiliki peran penting dalam menyuarakan ketidakadilan dan memperjuangkan hak-hak masyarakat yang terdampak oleh aktivitas tambang ini,” kata Nursadah.

Ia juga menekankan bahwa tekanan yang sering diterima jurnalis dalam meliput isu-isu lingkungan dan pertambangan tidak boleh menjadi penghalang dalam mengungkapkan kebenaran. Menurutnya, tugas jurnalis adalah mengawasi praktik-praktik yang melanggar regulasi dan merugikan masyarakat kecil.

“Sebagai jurnalis, kita harus berani melaporkan fakta, meskipun sering kali menghadapi berbagai tantangan dan tekanan,” tegasnya.

Dalam dialog ini, para peserta turut menyuarakan kegelisahan mereka terkait masa depan Suku Bajo yang kian terancam oleh aktivitas tambang. Beberapa peserta menekankan pentingnya tindakan tegas dari pemerintah untuk menegakkan hukum dan melindungi lingkungan di Pulau Kabaena.

Dialog publik ini diakhiri dengan seruan kepada seluruh pihak, terutama pemerintah dan perusahaan tambang, untuk segera menghentikan eksploitasi berlebihan yang melanggar regulasi. Diharapkan, Pulau Kabaena dan masyarakat Suku Bajo dapat kembali hidup harmonis dengan lingkungannya tanpa terus-menerus menghadapi dampak buruk dari tambang nikel.

Penulis: Rachman Alya Ramhadan
Editor: Febry