Objektif.id, WAKATOBI – Pantai Matahora bisa menjadi salah satu pilihan destinasi wisata saat berkunjung di Kabupaten Wakatobi. Pantai ini terletak di Desa Matahora, Kecamatan Wangi-wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Sebagai salah satu destinsai wisata di Waktobi, Pantai ini juga menawarkan keindahan tersendiri yang tentunya tidak akan mengecewakan.
Selain memiliki hamparan pasir putih, di tempat wisata ini dapat melakukan diving, dengan spot pemandangan bawah laut yang sangat menawan.
Tidak hanya memiliki pasir putih dan keindahan bawah laut yang menawan, di Pantai Matohara juga tersedia spot Tebing Batu Karang, jika berada di atas tebing serasa tenang dan damai.
Pantai Matohara ini sangat cocok untuk mandi dan berenang di laut, selain itu kamu juga bisa bersantai menikmati sejuknya anging, bermain pasir, bermain voli serta belari-lari disekitaran pantai.
Pulau Matahora yang terpisah dengan pulau Wangi-Wangi. Untuk sampai di pulau ini, menggunakan tranportasi laut (Perahu) hanya membutuhkan waktu 10-15 menit.
Salah satu pengunjung yang merupakan warga Desa Pongo, Jida mengatakan waktu yang dibutuhkan untuk bisa sampai ke Jembatan Pelangi Matahora, yang merupakan tempat sandar perahu untuk mengantar para pengunjung tersebut memerlukan waktu kurang lebih sekitar 30 menit dari tempat tinggalnya dengan menggunakan kendaraan roda dua.
“Kemudian waktu yang saya dan teman-teman saya butuhkan dari Jembatan Pelangi menuju Pantai Matahora kurang lebih 10 menit, dengan menggunakan perahu, ongkosnya juga relatif murah,” uangkapnya, Kamis 13 Januari 2022
Sementara itu, Agus salah satu pengunjung lokal yang berdomisili di Kecamatan Wangi-wangi, mengatakan bahwa dirinya tidak pernah merasa bosan untuk selalu datang mengunjungi Pantai Matahora.
“Matahora Pulaunya keren, pasirnya menggunung, pulaunya juga keren, sebelah timur dikelilingi tebing karang di sebelah barat pulau dipenuhi pasir putih, itu pulau unik menurutku saking uniknya mi itu saya tidak pernah bosan ke sana, daya tariknya luar biasa,” ucapnya.
Lebih lanjut, Agus menambahkan Pantai Matahora ini akan lebih keren lagi jika di kelola dengan baik oleh Pemerintah Daerah.
“Keren lagi kalo Pemerintah Daerah bisa turun tangan untuk mengelola dengan baik Pantai yang indah itu,” lanjutnya.
Objektif.id, KENDARI – Kabupaten Wakatobi di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dikenal hingga ke mancanegara, bagaimana tidak, Wakatobi memiliki banyak keindahan terutama dibawah laut yang terdapat ratusan jenis terumbu karang dan ribuan spesies ikan.
Selain wisata bawah laut di Wakatobi, terdapat juga wisata yang sangat bersejarah tepatnya di desa Liya Togo, Kecamatan Wangi-wangi Selatan yang memiliki pesona kebudayaan dan situs peninggalan bersejarah.
Untuk mengunjungi desa Liya Togo yang menjadi Peninggalan Kerajaan Buton, dimana hanya memerlukan waktu kurang lebih 30 menit dari pusat kota.
Pada saat memasuki gerbang masuk kita akan melihat rumah-rumah penduduk dan masyarakat yang sedang beraktivitas disana.
Desa Liya Togo merupakan salah satu desa wisata yang di dalamnya terdapat benteng yang bersejarah peninggalan kerajaan Buton di Wakatobi.
“Daya tarik wisata yang ditawarkan desa wisata Liya Togo yaitu wisata sejarah berupa benteng peninggalan Kesultanan Buton yang terdiri dari 3 lapis antara lain Baruga, Masjid Tua, serta kuburan tokoh adat,” jelas Pemandu Wisata Liya Togo, Samlia (26), Sabtu, (21/8/2021).
Didalam kawasan benteng tersebut, pengunjung bisa melihat sebuah masjid tua bernama Masjid Mubarok yang dibangun pada tahun 1546.
Namanya juga dikenal masyarakat sebagai Masjid Keraton Liya. Dibagian kiri masjid ini terdapat pemakaman yang cukup lebar dan ciri khasnya adalah barisan batu karang yang ditanam ke tanah.
Area disekitar keraton dikelilingi pagar batu dan bunga kamboja. Selain keberadaan masjid, di kawasan desa juga ada baruga yang menjadi tempat berkumpulnya masyarakat untuk bermusyawarah.
Objektif.id, KENDARI – Gelora Beach menjadi salah satu destinasi favorite masyarakat Konawe Selatan (Konsel), khususnya masyarakat Kecamatan Laeya. Pantai ini terletak di Desa Torobulu, Kecamatan Laeya, Kabupaten (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra).
Sebelumnya, distinasi pantai tersebut, bernama Pantai Torobulu, hingga memasuki Tahun 2022, telah berganti menjadi Gelora Beach yang diresmikan langsung Bupati Konsel, Surunuddin Dangga.Lebih lanjut, untuk mengunjungi pantai tersebut, hanya perlu menempuh jarak 23,8 kilometer dari Kelurahan Punggaluku dengan waktu sekitar 41 menit menggunakan mobil dan 38 menit menggunakan sepeda motor.
Sepanjang perjalanan menuju Desa Torobulu, pengunjung akan melewati beberapa desa dengan jalan yang berkelok-kelok namun disuguhi pemandangan hutan, bukit dan padang rumput yang indah.
Saat memasuki Desa Torobulu, pemandangan pertama yang terlihat adalah gunung bekas galian tambang, rumah-rumah warga, sekolah serta kantor-kantor desa. Warga desa yang berprofesi sebagai nelayan dan pedagang juga akan mudah ditemukan disini.
Semakin mendekati pantai, pengunjung akan melihat rumah-rumah warga yang kebanyakan model loteng karena berada di pinggiran pantai, serta pemandangan pohon bakau di pinggir jalan.
Untuk masuk ke dalam wisata pantai, pengunjung harus kembali menempuh perjalanan melewati lorong di dalam hutan. Biasanya pengunjung harus membayar biaya masuk sebesar Rp.10.000 untuk motor dan Rp.25.000 untuk mobil di hari libur. Sedangkan hari biasa tidak di kenakan biaya masuk.
Warga yang bertugas untuk mengambil upah akan berjaga didepan gerbang atau lorong menuju pantai. Pengunjung bisa memilih memarkirkan kendaraannya di area parkiran pelabuhan atau tetap membawa masuk menuju area pantai. Selain itu akan banyak penjual makanan ringan yang menawarkan jualannya didepan lorong.
Saat memasuki lorong, pengunjung akan menemukan beberapa rumah warga dan warung-warung kecil. Lalu saat sudah semakin menyusuri lorong, pengunjung akan melewati hutan dengan jalan yang kecil, yang mana jika musim hujan tiba, lorong itu akan sangat becek dan susah untuk dilewati kendaraan.
Saat sampai di area pantai, kelelahan pengunjung selama perjalanan akan terbayarkan saat melihat pemandangan pantai yang indah, gazebo yang berjejer rapi, pepohonan, dan beberapa bukit.
Untuk gazebo sendiri, fasilitas itu belum lama dibangun. Pemerintah sengaja menambah fasilitas berupa gazebo agar semakin menarik minat pengunjung. Selain itu agar pengunjung bisa lebih nyaman beristirahat saat berlibur di pantai Torobulu.
Banyaknya pepohonan yang tumbuh disekitaran pantai, menjadi nilai tambah bagi pantai itu sendiri. Karena selain menjadi rindang, pohon-pohon itu membuat pantai tidak terlalu panas dan bisa menjadi tempat berlindung bagi pengunjung dari panas terik matahari.
Disana juga disediakan penyewaan ban. Salah satu warga Desa Torobulu, Ardi mengatakan bahwa ketika pantai sedang ramai biasanya akan disediakan juga penyewaan perahu. Selain itu penjual makanan juga akan memenuhi area pantai.
“Kalau hari libur atau pantai lagi ramai, biasanya pengunjung bisa menyewa perahu,” ucapnya, Minggu, 9 Januari 2022.
Ardi juga mengungkapkan bahwa baru-baru ini telah disediakan fasilitas banana boat dan tentu saja ini menjadi daya tarik baru bagi wisatawan untuk berkunjung di Pantai Torobulu.
Dalam beberapa waktu ini, Pemerintah setempat kian giat dalam membenahi pantai. Buktinya pantai Gelora Beach semakin bersih, wargapun semakin paham akan pentingnya kebersihan pantai.
Tentu saja semua itu akan berefek baik bagi pantai utamanya dalam menarik minat wisatawan.
Bisa dilihat saat hari libur, pantai ini akan dibanjiri pengunjung dari berbagai daerah di Kabupaten Konawe Selatan. Biasanya pengunjung yang datang adalah satu keluarga, mereka kadang membawa makanan dari rumah, tikar, serta peralatan lainnya untuk menunjang liburan mereka.
Selah satu pengunjung di Pantai Gelora Beach, Elsa Alfionita salah mengatakan bahwa jarak pantai yang lumayan dekat dan mudah dijangkau, serta adanya penambahan fasilitas gazebo menjadi alasan ia dan keluarga memilih Pantai Gelora Beach sebagai destinasi liburan.
“Jaraknya lumayan dekat dengan rumah saya, makanya saya sekeluarga memilih pantai ini untuk liburan. Selain itu, sudah ada penambahan gazebo jadi saya ingin melihat sekaligus menikmati fasilitasnya,” ungkapnya.
Selain itu, di area pantai ini terdapat dua bukit yang tidak terlalu tinggi yang tepat berada dipinggiran pantai. Pengunjung biasanya akan naik di bukit itu, untuk sekedar menikmati pemandangan atau untuk mengambil foto. Ada juga gunung yang berada disisi lain pantai dan terdapat goa di atasnya.
Warga Desa Torobulu berharap, dengan daya tarik pantai Torobulu dan penambahan beberapa fasilitas serta kebersihan pantai yang terjaga, dapat semakin menarik minta wisatawan di luar Desa Torobulu untuk datang berkunjung dan hal ini diharapkan bisa menjadi pendapatan tambaham bagi warga setempat.
Pemerintah setempat juga akan semakin giat dalam mempromosikan wisata pantai ini, dan kedepannya akan semakin banyak dibangun dan disediakan berbagai fasilitas yang bisa membuat pantai ini menjadi semakin menarik.
Objektif.id, KENDARI – Banyak kafe kekinian yang muncul dengan konsep yang unik, contohnya wisata kuliner yang hanya dipisahkan oleh jembatan kayu dengan Pulau Wangi-Wangi.
Ada satu tempat wisata yang sudah cukup lama. Dimana kafe tersebut diberikan nama Nua Indah yang mengkolaborasikan wisata kuliner dan wisata alam, yang berada di Jalan Poros Sombu Bandara, Desa Sombu, Kecamatan Wangi-wangi, Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sultra.
Nua Indah merupakan salah satu resto yang paling banyak diminati para pengunjung dari berbagai daerah. Bagaimana tidak, letaknya yang strategis dan unik, sehingga mudah dijangkau.
Pengelola Nua Indah, Halmi mengatakan sebelum diberi nama Nua Indah, tempat ini sering berganti-ganti nama. Dan telah berdiri dari tahun 2005.
“Nua Indah awal berdirinya tahun 2005 kurang lebih terus pada tahun 2015 dikontrak oleh Wasabi, san mengganti nama Wasabi Nya, nah pada tahun 2019 Wasabi telah melepas kontrak sejak awal tahun 2019, dan sejak 2020 Januari kembali menjadi Nua Indah,” kata Halmi, Minggu, 9 Januari 2022.
Tempat ini juga menyediakan berbagai macam makanan khas Wakatobi, seperti Sup Ikan Parende, Ikan Bakar colo-colo, Tuna steak dan Tuna Sashimi. Rasanya yang enak membuat para pengunjung tidak bosan datang ke tempat ini.
Selain makanan, Nua Indah ini juga menyediakan berbagai fasilitas lengkap, seperti villa, tempat khusus untuk berfoto, dan tempat duduk khusus untuk menikmati senja. Sehingga membuat para pengunjung merasa nyaman selama berada di tempat tersebut.
“Harapan kedepannya Nua Indah smoga Pemerintah Daerah khususnya dispar mensupport dari segi promosi agar Nua Indah menjadi prioritas wisatawan Lokal, Nusantara maupun Mancanegara nantinya. Terhadap Pengelolaan dan pengembangan Nua Indah pun harus ditingkatkan lagi dari segi Management Pelayanan,” kata halmi.
Kafe yang begitu Indah sekilas tampak seperti pulau karang kecil berada di tengah lautan. Namun jika kita lihat dengan lebih teliti lagi, sebenarnya Nua Indah ini adalah sebuah restoran dan rumah makan yang berdiri diatas pulau karang kecil.
Salah satu pengunjung Nua Indah, Jida yang merupakan warga dari desa Pongo, menjelaskan untuk mencapai kafe tersebut, waktu yang ditempuh kurang lebih 10 menit.
“Waktu yang bisa saya tempuh menuju Nua Indah kurang lebih 10 menit dengan jarak 4 km, dengan menggunakan kendaraan bermotor,” ujarnya.
Selain itu, para pengunjung Nua Indah selalu menjadikan tempat ini sebagai objek untuk menikmati pemandangan sunset di sore hari. Dengan menikmati hidangan yang disediakan di tempat ini.
Salah satu pengunjung diluar desa Sombu, Yoan mengatakan, pihaknya merekomendasikan tempat ini bagi para remaja atau kalangan orang tua yang suka dengan pemandangan senja.
“Jadi kalau untuk saya. Saya sangat merekomendasikan Nua Indah, bagi remaja atau kalangan orang tua yang suka sekali dengan pemandangan senja itu kita bisa dapatkan di Nua itu sendiri karena kita bisa langsung berpapasan dengan senja dan tempatnya juga strategis, kita bisa melihat bibir karang atau pun pantai dan Lumba-lumba juga kadang sering bermunculan di perbatasan karang yang ada di Nua Indah,” ungkapnya.
Objektif.id, Kendari – Provinsi Maluku Utara, Kabupaten Pulau Taliabu memiliki keindahan pantai yang sungguh menakjubkan.
Nah, ada lokasi wisata baru bernama Kramat Beach yang berada di Desa Kramat, Kecamatan Taliabu Barat, kini ramai dikunjungi warga. Wisata yang tergolong belum lama itu dibuka oleh salah satu warga Desa Kramat,
Dimana tempat wisata yang satu ini lebih tepatnya terletak di ujung Desa, di Dusun IV atau masyarakat biasa menyebutnya dengan Dusun Kelapa I dikarenakan di dusun itu terdapat banyak kelapa yang tumbuh.
Tak kurang dari 20 menit perjalanan darat, anda akan tiba dilokasi ini. Keindahan pantai dan laut yang terpadu dalam satu pandangan yang bisa membuat suasana hati menjadi lebih tenang terkadang menjadi target pelepas penat di kala lelah bekerja.
Air laut yang jernih dan di tembah dengan kilauan pasir putih yang jika terkena paparan sinar matahari menjadi terlihat begitu segar untuk menyebur.
Salah satu pengunjung pantai Keramat Beach, Putri yang merupakan warga asli desa Keramat, dimana waktu yang ditempuh untuk sampai pada pantai kurang lebih 20 menit.
“Lama waktu yang saya tempuh kurang lebih 10 menit dari Pelabuhan Feri. Dengan jarak 2 km dengan jalan yang poros,” ucapnya, Minggu, 8 Januari 2022.
Sementra salah satu pengunjung diluar desa, Andi mengatakan waktu tempuh yang dia lalui dengan juga jarak 12 Kilometer dengan waktu 30 menit.
“Kalau mulai start dari Gedung Hemung Sia-sia dulu atau biasa di sebut gendung kuning oleh masyarakat setempat bisa di tempuh dengan jarak 12 Km. Dengan waktu 30 menit,” ujarnya.
Terlebih Ketika sampai di pantai tersebut, anda telah disambut dengan pasir putih yang sangat menarik. Selain pantai anda juga dapat menikmati berbagai menu-menu makanan yang di sajikan oleh berbagai kedai seperti bakso, soto, gorengan dengan minuman air kelapa.
Terdapat beberapa sarana yang di sediakan oleh pemilikkedai seperti Ayunan dan beberapa tempat yang cocok untuk mengambil gambar. Terkadang terlihat air pasang menjadikan kramat beach menjadi lebih menarik.
Objektif.id, Kendari – Fakultas Syariah (FASYA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari melaksanakan kegiatan pembekalan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) tahun 2022 di hotel Zahra, Jum’at (7/1/2022).
Kegiatan pembekalan itu mengangkat tema “Pengembangan Kompetensi Mahasiswa Fakultas Syari’ah IAIN Melalui Transformasi Pelayanan Umat Menuju Indonesia Emas Tahun 2045”.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Rektor 1 IAIN Kendari Dr, Husain Insawan M.Ag, Dekan Fakultas Syari’ah Dr. Hj. Ipandang, M.Ag, Kanwil Kemenkuham, Pengadilan Agama, Pengadilan Negeri, Polda serta para dosen pembimbing lapangan dan para peserta pembekalan dari kelompok mahasiswa.
Wakil Rektor I, Husain Insawan mengatakan, bahwa dalam melaksanakan magang atau PPl ini ada dua komponen besar yang harus diperhatikan yaitu, hard skill dan soft skill.
“Berbicara tentang hard skill itu berarti, kita bicara mengenai kompetisi. Baik itu pengetahuan, maupun keterampilan yang berjalan dan diberlakukan pada instansi tersebut kemudian dipadukan dengan kompetensi yang telah kita miliki,” katanya.
Lanjutnya, ia juga mengatakan, agar kreativitas mahasiswa yang mengikuti PPL ini harus senantiasa dibangun.
“Soft skill ini terkait dengan kreativitas mahasiswa yang melaksanakan praktek pengalaman lapangan, kreativitas harus senantiasa di bangun, harus ada inisiatif kretivitas dari mahasiswa kita,” tambahnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Syariah, Ipandang, memberi pesan kepada mahasiswa(i) yang mengikuti PPL tersebut agar disiplin ketika di lokasi PPL masing-masing.
“Jangan menyusahkan di tempat yang dituju nanti, di Pengadilan Agama, Pengadilan Tinggi, Pengadilan Negeri dan lain sebagainya. Kenapa harus seperti itu, karena ada konsekuensi nilai di situ bagaimana kedisiplinan para mahasiswa yang mengikuti PPL,” ucapnya saat menyampaikan sambutan.
Ia juga berharap kepada seluruh mahasiswa(i) Fakultas Syari’ah agar dapat memberikan yang terbaik.
“Berikan yang terbaik dimana anda ditempatkan,” harapnya.
Bicara “Islam” Tidak dapat dipungkiri masih ada stigma yang berkembang pada masyarakat dalam memahaminya secara parsial yang diwujudkan dalam bentuk ritualisme kendaraan untuk mendekatkan diri kepada Allah semata dan mengasumsikan Islam tidak ada kaitannya dengan dunia perbankan, pasar modal, asuraanisi dan deposito, giro, transaksi export-impor, dan sebagainya.
Bahkan ada anggapan Islam dengan sistem nilai dan tatanan normatifnya dana ketentuan syariah. Ini bentuk pandangan sempit karena tidak memahami islam secara kaffah.
Menurut penulis, agama Islam bukan hanya agama yang memberikan ajaran-ajaran untuk mempersiapkan manusia bagi kehidupan akhirat atau kehidupan kerohanian belaka, melainkan ajaran Islam juga bagaimana mengimplementasikan hubungan manusia dengan manusia (Muamalah) serta mendorong manusia optimis dengan hidupnya sekarang yang bersifat material dan positif.
Islam adalah suatu cara hidup yang bernuansa universal jika dipahami secara utuh dan totalitas mengamalkan ajarannya, sehingga sadar atau tidak sistem ekonomi akan tumbuh dan berkembang dengan baik bila landasannya bertumpu pada nilai dan prinsip syariah. Ketika diimplementasikan dalam aspek bisnis dan transaksi ekonomi.
Namun kenyataanya dan disayangkan perkembangan bank syariah di Indonesia terkesan agak lambat karena kurang dikelola secara profesional. Kurang berkembangnya bank syariah terletak pada umatnya sendiri karena masih ada umat Islam belum paham ekonomi Islam atau pun tidak mempraktikkannya dalam bertransaksi bisnis dan keuangan sehari-hari, merasa takut menjadi miskin.
Artinya bahwa, paradigma itulah yang membuat bangsa ini mengalami degdradasi baik itu dari sisi kelembagaan, keilmuan, serta kemajuan pola pikir masyarakat itu sendiri.
Oleh karena itu, saatnya masyarakat untuk membuka mata dan merubah cara pandang terhadap bank syariah sebagai alternatif untuk ditumbuh kembangkan dalam dunia perbankan Indonesia saat ini.
Hukum Perbankan Syariah
Dilansir dari, bantuan hukum-sbm.com hukum perbankan syariah adalah segala sesuatu yang menyangkut tentang bank yang memenuhi prinsip-prinsip syariah dan memiliki peraturan-peraturan yang harus dilaksanakan.
Prinsip-prinsip syariah itulah yang kemudian menjadi pijakan awal dalam bermuamalah, baik pada hubungan secara inividu, kelompok, ataupun hubungan secara kelembagaan.
Peran Mahasiswa
Salah satu sumber daya manusia yang cukup besar potensinya yaitu mahasiswa,
dimana mahasiswa punya tanggung jawab besar sebagai pembawa perubahan.
Mahasiswa yang memiliki beberapa karakter khas dalam berbagai bidangnya tentu menjadi salah satu hal yang berpeluang besar untuk dapat berperan aktif dalam membawa perubahan salah satunya di lembaga perbankan syariah di Indonesia.
Pertama, mahasiswa memiliki jiwa kreativitas dan inovasi yang sangat tinggi khususnya familiar dalam mengakses teknologi atau sosial media. Kemudahan tersebut dapat menjadi salah satu peluang peran mahasiswa dalam mempromosikan produk-produk bank syariah sampai ke penjuru negeri dan mendorong pertumbuhan perbankan syariah baik dari sisi digitalnya.
Kedua, peranan mahaswa dalam meningkatkan literasi ekonomi dan keuangan syariah juga dapat dilakukan melalui seminar-seminar ekonomi syariah yang mana pemahaman ekonomi syariah terhadap mahasiswa. Adanya mahasiswa yang teredukasi ekonomi syariah akan memberikan dampak yang besar dalam berbagai bidang sektor ekonomi syariah, khususnya perbankan. Sehingga mahasiswa dapat mensosialisasikan hal ini ke keluarga, masyarakat atau komunitas-komunitas yang ada di lingkungan di sekitar.
Ketiga, penyelarasan produk-produk perbankan syariah dengan mahasiswa sehingga masyarakat dapat melek dengan ekonomi syariah. Misalnya, model tabungan syariah untuk milenial yang lebih mengedepankan pemahaman pelarangan riba atau tidak ada bunga tetapi bagi hasil.
Mahasiswa dapat menjadi pelopor untuk perkebangan perbankan syariah di masa depan, hal ini harus dibarengi dengan pemahaman literasi ekonomi syariah sejak dini yang akan memberikan efek yang besar bagi masyarakat. Sehingga perbankan syariah di Indonesia dapat bersaing di taraf internasional.
Penulis adalah salahsatu mahasiswa aktif Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, Program Studi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi Ekonomi dan Bisnis Islam.
Objektif.id, Kendari – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Agama Islam (PAI) gelar bakti sosial bersih-bersih di Pantai Nambo, Kelurahan Nambo, Kecamatan Abeli, Kabupaten Kendari, Rabu (5/1/2022).
Dari pantauan objekjif.id dilokasi, aksi bersih-bersih pantai itu diikuti oleh mahasiswa semester satu dipimpin lansung oleh Irma Irayanti S.HI., M.Pd serta beberapa anggota Dinas Pariwisata.
Pembina Kegiatan, Irma Irayanti mangatakan, aksi bersih-bersih pantai ini merupakan bagian kecil dari nasionalisme mahasiswa atau implementasi dari mata kuliah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.
“Bersih-bersih pantai ini sebenarnya kita sedang mengajarkan kepada mahasiswa secara tidak langsung bagaimana Sustainable Development Goals (SDGs) dan bagaimana itu nilai-nilai nasionalisme, bagaimana mencintai negeri kemudian menghargai linkungan serta sadar untuk menjaganya,” kata Irma Irayanti.
Irma Irayanti, menambahkan, bahaya dari sampah jenis plastik ini antara lain pencemaran air laut yang dapat mengganggu rantai makanan dan membunuh hewan laut, pencemaran air tanah karena sampah plastik tidak mudah terurai, sehimgga target utama dari kegiatan ini adalah sampah plastic.
“Target kegiatan ini adalah sampah plastic,” tambahnya.
Dikutip dari icctf.or.id, Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan dasar pijakan Pemerintah Indonesia dalam melakukan pembangunan berkelanjutan. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menetapkan target mendesak terkait SDGs urusan ekosistem laut tersebut.
Targetnya, pada 2020 ini ada upaya mengatasi dampak merugikan tersebut guna tercipta laut yang sehat dan produktif. Serta melakukan konservasi setidaknya 10% wilayah pesisir. Sementara pada 2025 targetnya adalah mengurangi polutan laut termasuk sampah plastik.
Sementara itu, Ketua Panitia, Wahyu Dias Ramadan berharap, aksi bersih-bersih tidak hanya dilakukan pada tempat ini, akan tetapi di lingkungan masing-masing.
“Harapan saya kepada seluruh masyarakat dan mahasiswa, bukan saja kebersihan itu kita lakukan di satu tempat dalam rangka tertentu. Akan tetapi,kebersihan itu harus kita jaga dalam rangka kebersamaan dan kebersihan lingkungan kita,” tuturnya.
Objektif.id, Kendari – Kabar Ketua Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) Amirulah, telah mengilang heboh di jejaring media sosial, terutama di berbagai grub WhatsApp.
“Dicari Ketua KPUM yang telah mengilang sejak pemilma ditutup……
“Dia kemana kah ini Ketua KPUM bela…?” tulis Nandar digrub WhatsApp yang diterima objektif.id, Kamis (30/12/2021).
Salah satu mahasiswa yang enggan disebutkan namanya, mengeluhkan hingga saat ini belum ada hasil dari pemilihan kemarin.
“Padahal, itu pemilihan sudah selesaimi tapi belum ada hasilnya,” ucapnya saat diwawancarai.
Untuk diketahui, saat dikonfirmasih terpisah melalui via seluler, Ketua KPUM tidak dapat dihubungi, hingga berita ini diterbitkan.
Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang sebuah film terbaru yang akan dirilis beberapa bulan kedepan, yaitu film yang berjudul “Mencuri Raden Saleh”.
Film Mencuri Raden Saleh ini merupakan film garapan rumah produksi Visinema Pictures, yang di sutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko, dan film ini juga di isi oleh sederet aktor-aktor muda dan berbakat Indonesia.
Film ini bergenre Acrion Crime dan memiliki jalan cerita yang anti mainstream dari kebanyakan film lainnya. Film ini menceritakan tentang 6 anak muda yang akan melakukan sebuah aksi pencurian di istana negara, dan barang yang akan mereka curi di istana tersebut adalah sebuah lukisan yang memiliki nilai yang sangat mahal, yaitu lukisan karya Raden Saleh.
Lukisan karya Raden Saleh yang dimaksud dalam film ini adalah lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro yang dibuat pada tahun 1857.
Adapun aktor-aktor yang terdapat di film ini diantaranya adalah Iqbaal Ramadhan yang berperan sebagai Piko (The Forger), Angga Yunanda sebagai Ucup (The Hacker), Aghniny Haque sebagai Sarah (The Brute), Umay Shahab sebagai Gofar (The Handyman), Ari Irham sebagai Tuktuk (The Driver), dan Rachel Amanda sebagai Fella (The Negotiator). Keenam anak muda ini didalam film ini merupakan satu tim yang masing-masing mempunyai peran penting dalam misi untuk mencuri lukisan berharga tersebut.
Angga Dwimas Sasongko selaku sutradara mengatakan alasan munculnya ide membuat film ini adalah pada saat dia berdiskusi dengan seseorang pada tahun 2018 di Jogja kala itu. Hingga akhirnya setelah melewati proses yang panjang, mulai digarap lah film Mencuri Raden Saleh pada tahun 2021 dan melibatkan 6 orang aktor muda di dalamnya.
Film ini merupakan karya produksi terbesar dari Visinema Pictures, dan tentunya film ini akan banyak dipenuhi dengan adegan aksi yang menarik, mulai dari aksi pencurian hingga kejar-kejaran. Film ini kabarnya akan dirilis pada akhir tahun 2022 di bioskop-bioskop seluruh Indonesia.
Sedikit informasi tentang Raden Saleh, dia terkenal sebagai seorang pelukis modern pertama di Indonesia, dengan nama lengkap Raden Saleh Sjarif Boestaman.
Dia dianugerahi sebagai pahlawan nasional karena berhasil memberikan gambaran baru terkait peristiwa penghianatan pihak Belanda terhadap pangeran Diponegoro yang mengakhiri perang Jawa pada tahun 1830.
Pemerintahan Hindia Belanda menarasikan peristiwa tersebut didalam lukisan karya Nicolaas Pieneman (1835) yang berjudul Penyerahan Diri Diponegoro dan didalam lukisan tersebut, Pienam Menggambarkan pangeran Diponegoro dengan wajah lesu dan pasrah.
Dan pada tahun 1957, Raden Saleh melukis kembali peristiwa ini yang diberi judul “Penangkapan Pangeran Diponegoro” dan dia menggambarkan Pangeran Diponegoro dengan raut wajah tegas dan menahan amarah.
Objektif.id, Kendari – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) menggelar seminar Milenial Mental Health dengan tema In Mental Health Means, di Gedung Aulamini Perpustakaan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, Selasa (28/12/2021).
Ketua Program Studi PBI, Ni’matuz Zuhrah mengatakan, tujuan dari seminar ini, untuk memberikan pemahaman serta selalu berpikir posistif dalam mejalankan peran dan fungsinya sebagai mahasiswa.
“Kegiatan ini juga bertujuan bagaimana nanti mahasiswa selalu berpikiran positif disetiap menjalankan perannya, apalagi ini sebagai mahasiswa yang kemudian sedang berada dimasa pandemi, pasca pandemi ya, masih banyak permasalahan-permasalahan yang dihadapi,” ucapnya saat menyampaikan sambutan.
Tidak hanya itu, ia berpesan untuk mahasiswa yang mengikuti seminar ini, dapat memberikan gambaran kepada masyarakat sekekilingnya khususnya mahasiswa lainnya yang tidak sempat mengikuti seminar ini.
Bahwa, setiap manusia selalu diuji dengan permasalaha, baik itu masalah dalam kehidupan maupun masalah dalam menjalankan fungsi dan perannya sebagai mahasiswa. Namun perlu dingat setiap masalah pasti punya sisi baik dan buruk.
“Caranya kita supaya bisa menerima keadaan diri kita dengan baik, supaya bisa mengintropeksi diri kita dengan baik dan bisa merubah itu dengan baik dengan mengambil selalu sisi positif bukan negatif,” ujarnya.
Wakil Dekan III Fakultas Ushuliddi Adab dan Dakwah (FUAD) Dr. H Iksan berpesan kepada mahasiswa yang mengikuti seminar Milenial Mental Health ini, agar menyimak baik-baik apa yang disampaikan pemateri.
“Dengarkan baik-baik apa yang disampaikan, kemudian anda merauk sebanyak-banyaknya ilmu dari ibu Nurhaerani Haebah,” ucapnya saat menyampaikan sambutan.
Sementara itu, Ketua Panitia, Wahyudi Jisaid mengungkapkan, perencanaaan kegiatan ini sudah sejak lama diperbincangkan pada tatanan pengurus. Namun hari ini baru bisa diselenggarakan.
“Persiapan untuk Kegiatan ini sebenarnya sudah lama di rencanakan tapi karena satu dan lain hal,” ungkapnya.
Lanjut Wahyudi, Besar harapannya kepada mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini, dapat mengetahui bagaimana cara kita mengatasi masalah yang terjadi dalam diri kita.
“Setelah mengikuti kegiatan mental health ini, mahasiswa jadi tau, bagaimana sih sebenarnya cara kita mengatasi masalah dalam diri kita,” harapnya.
Sedangkan Rahma, selaku Ketua Hmps BPI, mengatakan bahwa harapan kedepannya kepada Hmps BPI agar bisa menciptakan kegiatan-kegiatan yang bisa bermanfaat bagi seluruh mahasiswa.
” Untuk harapan hmps kedepannya lagi semoga bisa menciptkaan lagi kegiatan – kegiatan yang bisa bermanfaat lagi kepada seluruh mahasiswa, bisa menjadi terobosan baru lagi kedepannya menjadi lebih baik lagi,” ungkapnya.
Objektif.id., Kendari — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pers Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari adakan Kelas Literasi bagi Anggota Muda UKM-Pers Angkatan XXI.
Kelas literasi adalah kegiatan mengenal dunia literasi sebagai upaya menarik minat dan menumbuhkan budaya baca dan tulis bagi anggota muda UKM Pers IAIN Kendari.
Kelas literasi tersebut akan berlangsung selama tiga minggu di mana kelasnya terbagi menjadi literasi fiksi, literasi jurnalistik, dan literasi ilmiah. Setidaknya, terdapat delapan sub materi dalam kelas literasi itu. Beberapa materi tersebut di diantaranya ; Teknik Penulisan Cerpen, Teknik Penulisan Novel, Teknik Penulisan Artikel, Teknik Penulisan Jurnal, Teknik Penulisan Essay, Teknik Penulisan Berita, Teknik Penulisan Opini, dan Teknik Penulisan Picture.
Ketua Umum UKM-Pers, M. Ilham Pranata mengatakan, bahwa kegiatan tersebut diadakan untuk mengenalkan dunia literasi kepada anggota muda sebagai upaya untuk menumbuhkan ketertarikan dan minat baca dan tulis.
“Iya, jadi kegiatan ini kami adakan agar adik-adik bisa lebih mengenal tentang dunia literasi dan juga menumbuhkan minat baca dan tulis mereka. Juga sekaligus untuk melihat kemampuan adik-adik ini di mana letak ketertarikan dan juga kemampuan mereka agar kami bisa memfokuskan mereka di bidang literasi yang mereka tekuni, ” jelasnya. Minggu, (26/12/2001).
Kelas literasi ini sudah berlangsung dua hari dan akan diadakan setiap sabtu dan minggu selama tiga minggu berturut-turut.
Menariknya, pemateri yang dihadirkan dalam kelas literasi fiksi “Teknik Penulisan Novel” tersebut adalah Yusuf Idris Wilo seorang penulis sekaligus Stand Up Comedian.
Beberapa karyanya telah diterbitkan, berikut ini karya-karya Yusuf diantaranya ; Is This Love? (Novel), Lembah Lelaki (Kumpulan Puisi), Lantai 2 (Kumpulan Cerpen), Cinta Yang Candu (Novelet), dan Latihan Melupakan (Life Style).
Yusuf mengungkapkan, bahwa ia juga tak hanya sibuk menulis akan tetapi, ia juga aktif mengisi kelas-kelas kepenulisan di kota Kendari.
“Iya, selain menjadi Penulis dan Stand-Up Comedian saya juga aktif mengisi kelas-kelas kepenulisan di kota Kendari,” ungkap Yusuf.
Ia juga mengungkapkan, bahwa akan menggelar sebuah projek diberi nama Writer Laboratory.
“Jadi, projeknya itu Writer Laboratory yang rencananya akan diadakan bulan Januari nanti dan projek ini akan terbuka untuk umum,” ungkap Yusuf.
Sebagai informasi, Writer Laboratory adalah sebuah kelas kepenulisan yang nantinya akan digelar bulan Januari nanti. Namun, Projek Writer Laboratory ini akan berbeda dengan kelas-kelas kepenulisan pada umumnya. Karena konsep yang akan digunakan Yusuf jauh berbeda dan tentunya menarik diikuti. Projek baru Yusuf ini sangat menarik untuk diikuti bagi teman-teman yang tertarik dan ingin terjun di dunia tulis-menulis.
Objektif.id, Konawe – Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (HMPS MPI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari menggelar bina akrab.
Kegiatan yang tema Management Running Maze itu digelar di Permandian Toronipa Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, pada tanggal 26 Desember 2021.
Ketua Panitia, Alya Lidya Zahira menjelaskan, tujuan dari kegiatan Bina Akrab dengan tema Management Running Maze ini adalah untuk mempererat tali persaudaraan antara mahasiswa dengan alumni MPI yang ada di IAIN Kendari.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mempererat tali persaudaraan, tali rasa kekeluargaan antara program studi manajemen pendidikan Islam mulai dari alumni, senior angkatan 2017 sampai 2021 dan kalau bisa ya dengan dosen juga,” ungkapnya.
Di tempat yang sama salah satu peserta, Meri Patmawati menuturkan, setelah mengikuti kegiatan bina akrab tersebut dia lebih mengenal yang mana senior dan mana yang junior.
“Dengan adanya kegiatan ini, saya lebih mengenal teman-teman seangkatan saya, kemudian saya dapat mengenal mana yang senior mana yg junior, karena pepatah mengatakan tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta.” tutupnya.
Objektif.Id, Kendari – Mahasiswa Islam Pencinta Alam (Mahiscita) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari menggelar Musyawarah Besar (Mubes) ke XXIV di Gedung Auditorium IAIN Kendari, pada 25-26 Desember 2021.
Ketua Panitia, Abdul Rahmat mengatakan, Mubes kali ini mengangkat tema Mewujudkan Regeneritas Kepemimpinan Yang Berintegritas Demi Kejayaan Mahiscita IAIN Kendari.
Menurutnya, tema yang diusung pada mubes ke-24 ini adalah langkah untuk mendorong UKK Mahiscita agar lebih baik lagi.
“Tema ini akan lebih mendorong MAHISCITA kedepannya selalu memenuhi standar-standar yang diharapkan,” Tutur Rahmat saat menyampaikan laporan Ketua Panitia.
Ditempat yang sama, Wakil Rektor III, Herman, berpesan pada calon ketua mahiscita, agar menerima hasil keputusan dari Mubes ini.
“Saya berpesan bahwa silahkan melakukan musyawarah yang tentunya para kandidat ini mencalonkan diri pasti yang namanya siap kalah dan siap menang, oleh karena itu siapapun dia kalau menang mari kita dukung bersama-sama. Jangan terjadi bentrok, jangan terjadi saling singgung menyinggung,” ujarnya saat menyampaikan sambutan.
Sementara itu, Atas nama Ketua Mahiscita, Intan Nurmainah, berharap siapapun peminpin yang akan terpilih nantinya mampu menciptakan generasi-generasi yang bertanggung jawab mewujudkan cita-cita Mahiscita IAIN Kendari.
“Mampu menciptakan generasi-generasi yang hebat berintegritas dan berkualitas dalam segala bidang, mampu melahirkan pemimpin yang mampu bertanggung jawab sehingga dapat mewujudkan cita-cita MAHISCITA IAIN Kendari,” Harap Intan Nurmainah.
Objektif.id, Kendari – Diduga salah satu oknum Dosen terindikasi ikut bermain kotor pada proses Pemilihan Mahasiswa (Pemilma) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, Kamis (24/12/2021).
Hal itu dikatakan oleh Ketua Sema I, Sarman, pada pemilihan yang baru saja dilaksanakan, banyak masalah-masalah pada saat pemilihan.
“Bagaimana tidak, pada saat akses sia mahasiswa baru. Sementer Satu khusus satu tidak bisa masuk dan memilih,” ucap sarman.
Anehnya, sehari sebelum dilaksanakannya pemilihan, untuk mahasiwa baru angkatan 2021, tidak bisa login di akun sia mereka.
Menurutnya, hal tersebut adalah ulah salah oknum dosen yang sedang mencoba memenangkan salah satu Parpolma.
“Kenapa timbul kecurigaan dan indikasi ada yang bermain karena posisinya hanya semester satu dan satu hari sebelum pemilihan sia semester satu tidak bisa di akses nanti tadi sekitar jam 8 baru bisa,” tuturnya.
Hal itu menuai tanggapan dari Wakil Rektor III, Herman, iya mengatakan, hal tersebut belum tentu betul benar adanya.
“Itukan sebenarnya tidak faktual, itu hanya opini apa bukti apabila ada dosen yang terlibat seperti itu, itu hanya dugaan-dugaan,” ungkapnya.