Pamerkan Kerajinan Tangan Dari Kerang, Mahasiswa KKN Kerjasama Desa Labengki Raih Juara 1

Kendari, Objektif.id – Mahasiswa KKN Kerjasama Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Se-Sulawesi di Desa Labengki, Kecamatan Lasolo Kepulauan, Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara sukses meraih juara pertama pada kegiatan KKN Expo yang diselenggarakan oleh Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, pada Minggu, 3 September 2023.

Kerajinan yang berasal dari kerang yang hanya terdapat di Desa Labengki ini  merupakan inovasi baru yang di buat oleh Mahasiswa KKN Kerjasama Desa labengki yang direncanakan akan terus dikembangkan hingga menjadi ciri khas dari Desa tersebut sehingga dapat menjadi cendramata bagi wisatawan yang berkunjung ke Desa Labengki.

Fitri, salah satu mahasiswa KKN Kerjasama asal IAIN Kendari mengatakan dalam pembuatan kerajinan tersebut, dibutuhkan waktu selama lima hari untuk satu kerajinan, mulai dari awal hingga tahap akhir kerajinan ini. Hal itu disebabkan karena tiap sisi dari kerajinan tersebut harus dikerjakan secara bertahap.

“Dalam proses pembuatan butuh  waktu selama lima hari untuk satu kerajinan, karena melalui begitu banyak proses mulai dari proses  susun kerangnya di satu sisi terlebih dahulu. Setelah kering, disusun pasir yang sudah dicampur dengan lem, Terus dikeringkan lagi. Setelah itu, lanjut ke sisi yang lain,” kata Fitri saat ditemui Objektif.id

Selaras dengan itu, Sulfikar salah satu dewan juri dari perwakilan asesor manajemen mutu industri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Kendari mengaku terpukau dengan kerajinan yang di tampilkan oleh KKN Kerjasama dan mengharapkan produk tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut dan dapat di pasarkan.

“Terkait dari hasil karya mahasiswa ini mereka sangat luar biasa tidak kalah bersaing dari produk UMKM yang ada makanya tadi saya sampaikan itu supaya ada komunikasi lebih lanjut dengan pihak-pihak yang bisa membantu mereka dalam hal ini bisa dijual ke toko-toko ataupun ke pusat oleh-oleh,” ungkapnya.

Penulis : Tessa ASN

UKM-Pers IAIN Kendari Ajak Para Maba Berjuang dan Berkarya Melalui Tulisan

Objektif.id – Teriknya sengatan matahari bukan alasan untuk tidak hadir merayakan momentum suka cita tersebut. Sebanyak 1.379 mahasiswa baru IAIN Kendari tahun 2023 yang mengikuti Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) harus disambut dengan semangat persaudaran yang penuh cinta dan kasih.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, PBAK wajib disambut dengan pengenalan Lembaga Kemahasiswaan. Momentum itu segala rupa kemewahan dan kehebatan harus dipertontonkan dihadapan para Maba dan tidak terkecuali bagi UKM-Pers IAIN Kendari.

Berbagai konsep dan kratifitas dipersiapan agar tampil eksaitet dihadapan para junior. Sebab, momentum tersebut di nilai sakral untuk merebut hati mahasiwa baru bergabung di dalam organisasi.

Pada hari Minggu, 20 Agustus 2023 sekitar pukul 14.00 WITA. Para pengurus dan anggota UKM-Pers IAIN Kendari didampingi oleh Dosen Pembina Irma Irayanti, SH.I., M.Pd, tepat dipelataran gedung kuliah terpadu berlater U menyambut ribuan mahasiswa baru IAIN Kendari.

“UKM-Pers adalah sebuah wadah yang terus mengawal dan menyampaikan aspirasi teman-teman mahasiswa yang berada di lingkup IAIN Kendari,” kata Ketua Umum UKM-Pers IAIN Kendari, Andika.

Antusias mahasiswa baru menyambut penampilan tersebut, sorotan mata yang penuh dengan kegembiraan seakan menyimpan harapan besar dibalik proses-proses juang yang sedang dijalani.

Seolah-olah hadir sebagai solusi jalan juang dimasa depan, Andika dengan mantap menuturkan bahwa UKM-Pers IAIN Kendari memiliki prospek kerja yang menjajikan di masa depan.

“Kalau masalah prospek kerja ketika adik-adik mahasiswa baru bergabung dalam UKM-Pers maka sudah tidak di ragukan lagi ketika ingin menekuni dalam bidang jurnalistik,” ucapnya menyakinkan.

Ia mencontohkan telah banyak senior-senior UKM-Pers IAIN Kendari yang telah memiki perusahaan media sendiri, sehingga itu adalah salah satu peluang besar ketika mereka menekuni bidan jurnalistik.

“Jurnalis adalah kerja-kerja kenabian. Menyampaikan kebenaran dan mengkritisi penguasa yang ugal-ugalan melalui tulisan,” tutur Andika.

Pada akhirnya, Andika mengajak kepada seluruh mahasiswa baru IAIN Kendari untuk bergabung bersama keluarga besar UKM-Pers IAIN Kendari, berkarya dan berjuang bersama.

“Mari adik-adik. Bergabung bersama kami. Kita berjuang dan berkarya bersama. Melakukan kontrol sosial atas setiap penindasan yang terjadi,” pungkasnya.

Penulis : Muh. Arya

UKM-Pers IAIN Kendari Menyapa Maba 2023

Kendari, Objektif.id – Unit Kegiatan Mahasiswa Pers (UKM-Pers) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari menyapa mahasiswa baru pada Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) IAIN Kendari tahun 2023 yang diselenggarakan di pelataran gedung terpadu. Minggu, (20/9/23).

Ketua Umum UKM-Pers IAIN Kendari, Andika dalam sambutannya mengatakan bahwa UKM-Pers IAIN Kendari merupakan salah satu organisasi tertua yang ada di Lingkup kampus IAIN Kendari.

“UKM-Pers IAIN Kendari merupakan salah satu organisasi tertua yang ada di lingkup kampus IAIN Kendari yaitu berdiri pada 12 Mei 1998,” katanya.

Ia juga mengatakan bahwa ketika adik-adik mahasiswa baru bergabung dalam keluarga besar UKM-Pers maka untuk prospek kerjanya nanti ketika lulus kuliah sudah tidak diragukan lagi karna banyak alumni jebolan dari UKM-Pers itu sendiri yang sudah memiliki perusahaan media sendiri.

Dia juga menyampaikan kepada para mahasiswa baru tentang manfaat yang akan didapatkan jika nantinya mereka bersedia untuk bergabung menjadi keluarga besar UKM-Pers IAIN Kendari untuk bisa mengenal lebih dalam terkait dunia jurnalistik.

“Kalau masalah prospek kerja ketika adik-adik mahasiswa baru bergabung dalam UKM-Pers maka sudah tidak diragukan lagi ketika mereka ingin menekuni dalam bidang jurnalistik karna ada banyak  alumni jebolan UKM-Pers yang sudah mempunyai perusahaan media sendiri jadi itu adalah salah satu peluang besar ketika mereka menekuni bidang jurnalistik,” Sambungnya.

Andika juga ia juga mengatakan bahwa UKM-Pers IAIN Kendari adalah sebuah wadah yang terus mengawal dan menyampaikan aspirasi teman-teman mahasiswa yang berada di lingkup kampus IAIN Kendari.

“UKM-Pers akan selalu ada di garda terdepan dalam hal mengawal dan menyampaikan aspirasi teman-teman mahasiswa baik yang berada dalam lingkungan IAIN Kendari maupun di luar dari IAIN Kendari itu sendiri,” pungkasnya.

Reporter : Arya Saputra

Dalam Rangka Mencegah Pernikahan Dini, Mahasiswa KKN, bersama KUA dan Puskesmas Andoolo Gelar Sosialisasi

Konawe Selatan,Objektif.id– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari se-Kecamatan Andoolo berkolaborasi dengan kepala Kantor Urusan Agama (KUA) dan Puskesmas Andoolo, menggelar sosialisasi Upaya dan Strategi Pencegahan Pernikahan Usia Dini, Desa Lalobao, Kecamatan Andoolo, Kabupaten Konawe Selatan. Senin, (14/08/2023)

Kegiatan yang dilaksanakan di masjid Al-akbar Desa Lalobao ini di hadiri oleh siswa-siswi SMP 23 konsel, SMAN 6 Konsel, dan ibu-ibu majlis ta’lim se-kecamatan Andoolo yang berjumlah 60 orang.

Koordinator kecamatan (Korcam) Abdul Rahmat mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mereka terhadap generasi bangsa, agar dapat tercipta masyarakat yang berkualitas dan harmonis

“kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap generasi bangsa sehingga perlu adanya sosialisasi pencegahan pernikahan usia dini demi terciptanya masyarakat yang berkualitas dan harmonis” katanya

Ia juga berharap agar kegiatan ini dapat menambah pengetahuan masyarakat mengenai dampak dari pernikahan dini

” jika menilik dari tema semoga kegiatan ini dapat menambah wawasan pengetahuan mengenai dampak dari pernikahan usia dini” harapnya

Selaras dengan itu, Kepala KUA, Saryono S.pd mengatakan bahwa melalui kegiatan ini semoga masyarakat dapat mengetahui tentang beberapa hukum mengenai pernikahan.

“Ada beberapa hukum terkait hukum pernikahan. Ada hukum adat, hukum agama, dan hukum negara. Hukum agama mengatakan seseorang boleh menikah ketika menginjak Akil baligh. Kemudian hukum negara bahwa usia menikah 19 tahun. Untuk menikah harus siap jasmani maupun rohani”. Katanya

Kepala UPTD Puskesmas Andoolo, Sulkarnain SKM., M.kes menjelaskan mengenai dampak buruk dari pernikahan dini yaitu dapat menyebabkan terjadinya stunting di antaranya gizi buruk, sakit, maupun tubuh pendek.

“Saat menikah dini perempuan pada usia remaja umumnya memiliki tingkat psikologi dan organ reproduksi yang belum matang”.

Selain itu, Penyuluh keluarga berencana kecamatan andoolo, Sabar Supriyadin Amd., Komp mengatakan bahwa menurut BKKBN usia ideal untuk menikah bagi perempuan adalah minimal 21 tahun sementara laki-laki minimal 25 tahun

Reporter: melvi widya

KKN IAIN Kendari Sukses Gelar Lomba Seni Keagamaan Tingkat Kecamatan Motui

Motui.Objektif.Id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari posko 45 Kelurahan Bende, Kecamatan Motui, Kabupaten Konawe Utara (Konut), menggelar Lomba Seni Keagamaan Tingkat Kecamatan Motui yang diselenggarakan selama tiga hari, mulai dari tanggal 10-12 Agustus 2023.

Kegiatan yang digelar di Mesjid Al-Ikhlas Kelurahan Bende ini dihiasi dengan begitu banyak jenis lomba, mulai dari lomba Adzan,Tartil, Tahfiz, dan juga Lomba Kultum yang diikuti oleh para pelajar dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di desa tersebut.

Humas Kecamatan, Yahya mengatakan tujuan dari kegiatan ini jika di tilik dari tema kegiatan yaitu untuk membangun negeri melalui generasi islami yang sesuai dengan potensi yang dimiliki anak-anak yang berada di kecamatan Motui.

“Tujuan kegiatan ini berdasarkan tema kegiatan yang kami buat membangun negeri melalui generasi islami. Melalui kegiatan ini kami berharap akan terwujudnya generasi islami yang sesuai dengan potensi yang di miliki oleh anak di kecamatan motui.” Katanya

Ia juga mengatakan bahwa jumlah peserta yang mengikuti Lomba Seni Keagaaman ini sebanyak 130 orang pelajar.

“Pesertanya itu sekitaran 130  orang peserta yang terdiri dari siswa SD dan SMP se kecamatan Motui.”

Selanjutnya Ia juga berharap setelah di adakan kegiatan ini dapat memunculkan bibit-bibit unggul di kecamatan Motui dalam hal keislaman.

“Harapan kami setelah di adakan kegiatan seni keagamaan agar munculnya para bibit-bibit yang unggul dalam hal keislaman untuk melanjutkan nilai-nilai keislamaan setelah kami meninggalkan lokasi KKN.”Tutupnya.

Reporter : Muhammad Arya

Upaya Menciptakan Kepengurusan Kampus Yang Lebih Baik, SEMA dan DEMA IAIN Kendari Menggelar Dialog Publik

Kendari, Objektif.id – Senat Mahasiswa (SEMA) dan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari menyelenggarakan kegiatan Dialog Publik yang digelar di depan gedung rektorat IAIN Kendari. Jum’at (21/7/2023).

Kegiatan tersebut diikuti oleh para mahasiswa dan pengurus lembaga di IAIN Kendari serta menghadirkan dua narasumber yakni Asman Budiman dan Ahmad Nur Cholis, dengan mengangkat tema “Clean and Good University Governance”.

Ketua DEMA IAIN Kendari, Ashabul Arkam mengatakan tujuan diangkatnya tema tersebut pada kegiatan ini adalah sebagai upaya untuk membantu Rektor dalam menentukan struktur akademik di IAIN Kendari agar bisa diisi oleh orang-orang yang berkompeten di bidangnya.

“Maksud kami untuk mengangkat tema ini adalah lembaga mahasiswa ingin berupaya membantu pimpinan tertinggi dalam hal ini Rektor baru IAIN Kendari dalam memilih dan mengisi struktur akademik IAIN kendari secara efektif. Artinya orang-orang yang diamanahkan sebagai sivitas akademik kampus adalah orang yang mempuyai rekam jejak yang beringritas dan memiliki etos kerja yang baik serta mampu berintegrasi dan beradaptasi kepada masyarakat mahasiswa,” Katanya.

Dia juga mengatakan tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk mempengaruhi serta menghadirkan pikiran kritis dari para mahasiswa IAIN Kendari.

“Adapun tujuan dari kegiatan dialog tersebut adalah merangsang dan menghadirkan kembali pikiran-pikiran mahasiswa yang sekian lama semakin memudar terutama dalam segi intelektual begitupun akademis,” sambungnya.

Ashabul Arkam berharap, dengan adanya kegiatan ini dapat menguatkan silaturahmi antara mahasiswa dan sivitas akademika IAIN Kendari serta dapat menjadi ruang yang baik untuk menyalurkan aspirasi para mahasiswa.

“Harapan saya selaku ketua DEMA dengan membuat kegiatan dialog publik ini agar kemudian silaturahim sesama mahasiswa dan sivitas akademik kampus terjalin dengan baik serta aspirasi mahasiswa yang selama ini tidak dapat di sampaikan secara langsung dapat terakomodir dan terselesaikan,” pungkasnya.

Reporter : Fitri
Editor: Melvi Widya

Peduli Lingkungan, Mahasiswa KKN IAIN Kendari Gandeng Masyarakat Bersikan Sampah di Pasar Desa Wawoluri

Konawe Utara, Objektif.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari posko 44 Desa Wawoluri, Kecamatan Motui, Kabupaten Konawe Utara gandeng masyarakat gelar bakti sosial di Pasar Desa Wawoluri Rabu (19/7/2023) pagi.

Koordinator Desa (Kordes) Posko 44 N. W. Al – Ghifari Kadar mengatakan, bakti sosial ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan pasar sekaligus menjalin silaturahmi antara mahasiswa KKN  bersama masyarakat setempat.

“Kegiatan kerja bakti ini adalah salah satu program kerja kami di Desa Wawoluri yang bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar sesama. Selain itu, untuk menumbuhkan rasa dan sikap saling tolong menolong, sukarela, saling membantu, dan mempunyai sifat kekeluargaan baik antar mahasiswa IAIN Kendari dengan masyarakat Desa Wawoluri” Ungkap N.W. Al-Ghifari Kadar.

Di tempat yang sama, Masnur salah warga Wawoluri mengakui, hadirnya mahasiswa KKN yang berasal dari Kampus IAIN Kendari banyak memberikan kontribusi positif baik di bidang pendidikan, keagamaan maupun dibidang lingkungan.

“Intinya adanya anak-anak KKN IAIN Kendari ini sangat bersinergi dengan masyarakat baik di bidang pendidikan formal maupun keagamaan serta terjalin hubungan baik antara masyarakat dan mahasiswa” Ucapnya.

Reporter : Azliza
Editor : Omo

SMAN 6 Kendari Secara Resmi Menerima Mahasiswa PLP 1 IAIN Kendari

Kendari, Objektif.id – Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari melaksanakan kegiatan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) tahap pertama di SMAN 6 Kendari pada Selasa, (18/07/2023).

Kegiatan ini dimulai sejak tanggal 17 Juli – 4 Agustus 2023, dengan diikuti oleh 21 mahasiswa yang berasal dari tiga program studi yang ada di FTIK, yaitu Pendidikan Agama Islam, Tadris Bahasa Inggris dan Tadris Biologi.

Proses penyerahan mahasiswa FTIK IAIN Kendari yang akan melakukan PLP 1 ini diterima langsung oleh wakil kepala SMAN 6 Kendari, Drs. Nurdin Jalil.

Dalam sambutannya, dia mengucapkan rasa terima kasihnya kepada pihak kampus IAIN Kendari karena masih mempercayai SMAN 6 Kendari sebagai tempat pelaksanaan PLP mahasiswa pada tahun ini.

“Terimakasih kepada IAIN kendari karena selama ini masih mempercayai kami SMAN 6 Kendari untuk di jadikan tempat untuk menimba ilmu walaupun sekolah kami masih penuh keterbatasan tetapi kepercayaan itu tetap ada mudah-mudahan dengan segala kekurangan itu tidak menjadi penghambat kegiatan PLP I,” katanya.

Selain itu, dia juga berharap mahasiswa IAIN Kendari yang melaksanakan PLP di Sekolah ini bisa mendapat pengalaman serta ilmu yang bermanfaat untuk peningkatan skil mengajar.

“Mudah-mudahan keberadaan para mahasiswa yang mengikuti PLP 1 ini bukan hanya sekedar mencari pengalaman tetapi juga bagaimana cara melaksanakan kegiatan-kegiatan persekolahan yang ada, bukan hanya di dalam kelas, lingkungan kelas mulai dari pagi hari sampai siang hari. Serta bisa mengetahui bagaimana persiapan yang di lakukan oleh guru dalam mempersiapkan kelengkapan perangkat pembelajaran,” harapnya.

Di samping itu, perwakilan pembimbing mahasiswa PLP IAIN Kendari, Suhartini Syukri mengatakan bahwa sangat berterima kasih kepada pihak SMAN 6 Kendari atas kerja samanya yang sudah berlangsung dengan baik selama ini.

“Kami sangat mengucapkan terimakasih banyak kepada pihak sekolah karena kami benar-benar diterima sejak sudah beberapa lama bermitra dengan IAIN Kendari khususnya untuk Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan,” Ucapnya.

Selain itu dia juga berpesan kepada para mahasiswa PLP agar tetap menjaga nama baik kampus IAIN Kendari serta berproses dengan baik sebagai seorang calon guru.

“Kemudian pesan dari kami untuk adik-adik mahasiswa tetap menjaga nama baik kampus, disini kalian sebegai pembelajaran untuk kalian sebagai calon guru,” tutupnya.

Reporter : Fitriani
Editor: Redaksi

KKN di Tanah Toraja, Mahasiswa IAIN Kendari Bangun Toleransi Antara Umat Beragama 

Toraja, Objektif.id – Bangun toleransi antara umat beragama, mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari yang sedang menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nusantara di Lembang Pakala Kecamatan Mangkendek Kabupaten Tanah Toraja Sulawesi Selatan gandeng Umat Kristen bumingkan toleransi dalam beragama.

Koordinator Desa (Kordes) posko 17 Nafar Saputra mengatakan, hal ini dilakukan untuk merangkul masyarakat guna merawat persatuan dalam kebhinekaan Negara Kesatuan Republik Indonesi (NKRI) ini.

“Kami lakukan itu sebagai wujud toleransi kami terhadap teman-teman yang beragama Nasrani,” ucap Nafar Saputra saat menyampaikan pidato di Gereja Jemat Tando-tando, Minggu (16/7/2023).

Sebagai langkah awal, kata Nafar Saputra, pihaknya sudah menyiapkan beberapa program kerja (proker) yang bisa diterima oleh semua masyarakat baik itu yang muslim maupun yang non muslim yang ada di wilayah tersebut.

“Progres kami kedepan itu kami akan melakukan berbagai kegiatan yang bisa merangkul semua pihak baik itu yang beragama Islam maupun mereka yang tidak beragama Islam yang ada di Toraja terkhusus di Lembang Pakala” terangnya.

Dirinya berharap, kehadiran mahasiswa KKN IAIN Kendari selama 45 hari di Desa Lembaga Pakala bisa memberikan manfaat dan menjadi penguat diantara banyak perbedaan di tanah Toraja.

“Harapan saya  terkhusus kepada teman-teman saya yang sedang mengikuti program KKN  marilah kita memberikan pengabdian yang terbaik tehadap tanah Toraja. Jangan sampai kita menjadi pemicu terjadinya perselisihan disini” harapnya.

Untuk diketahui, mayoritas masyarakat suku Toraja menganut agama Kristen namun sebagian masih ada yang memegang agama asli mereka yang disebut Aluk Tadolo dan ada juga yang menganut agama Islam.

Repoter : Ismail

Editor : Omo

Tiba di Lokasi KKN, Mahasiswa IAIN Kendari Posko 124 Pantau Potensi SDA Desa Moramo

Konsel, Objektif.id – Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah bentuk kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan seluruh mahasiswa di suatu perguruan tinggi. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat secara lansung serta sebagai salah satu persyaratan menyelesaikan pendidikan di suatu kampus.

Pengabdian kepada masyarakat juga dilaksanakan oleh kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari. Pada 7 Juli 2023 lalu telah melepaskan 1116 mahasiswa di beberapa lokasi yakni Kabupaten Konawe Utara (Konut) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) dan Kabupaten Bombana mahasiswa untuk melaksanakan program pengabdian tersebut.

Kegiatan pengabdian itu sendiri dilaksanakan oleh Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LP2M). KKN yang dilaksanakan ada 3 macam, yaitu ada KKN Reguler, KKN Nusantara Moderasi Beragama, dan KKN Kolabarasi, seluruh kegiatan yang dilaksanakan mulai pemberangkatan tanggal 7 juli hingga penarikan 30 Agustus 2023 mendatang.

Seperti halnya yang dilakukan mahasiswa KKN Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari posko 124 yang ada di Desa Moramo Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Senin, (10/7/2023).

Muh Iqbal Ramadhan, selaku Koordinator Desa (Kordes) mengatakan tindakan pengabdian yang dilakukan di Moramo akan dilaksanakan secara baik dan diawali dengan kegiatan observasi desa kurang lebih selama seminggu.

“In syaa allah kami akan melaksanakan tindakan pengabdian masyarakat ini dengan nawaitu yang baik dan kami akan melakukan observasi desa dulu selama seminggu, setelah itu merancang proker” Katanya, Senin (10/07/2023).

Rahman, selaku Kepala Desa Moramo, menuturkan bahwa di desa yang beliau pimpin memiliki berbagai macam potensi yang dimiliki antara lain persawahan, perkebunan, dan potensi kelapa yang banyak.

“Aset desa kami ini ada beberapa yang menjadi potensi, yaitu ada persawahan, perkebunan, dan kelapa yang melimpah ruah, saya juga memiliki lahan untuk di lestarikan menjadi olahan, tentunya bisa kalian maksimalkan menjadi proker yang akan diselesaikan” Katanya, Senin (10/07/2023).

Reporter : Muh. Iqbal Ramadhan
Editor: Redaksi

Rektor IAIN Kendari Pantau Pelaksanaan UM-PTKIN Jalur Mandiri Lokal Tahap I

Kendari, Objektif.id – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, Dr. Husain Insawan, M.Ag memantau langsung pelaksanaan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) jalur mandiri lokal tahap satu di Gedung Lab Komputer IAIN Kendari pada Senin, (10/7/2023).

Dalam pantauannya, Rektor IAIN Kendari meninjau langsung ruangan tempat lokasi pelaksanan ujian dan juga berinteraksi dengan beberapa peserta ujian dan juga menyapa panitia pengawas ujian.

“Perhatikan baik-baik soalnya sebelum menjawab,” pesannya saat menyapa salah satu peserta ujian.

Selain itu ia juga mengatakan, pelaksanaan UM-PTKIN jalur mandiri tahap satu ini digelar selama dua hari yang diikuti sebanyak 459 calon mahasiswa baru yang telah dinyatakan lulus pada tahap seleksi berkas.

“Ujian penerimaan mahasiswa baru untuk jalur mandiri ini, kita laksanakan mulai hari tanggal 10 sampai 11 Juli 2023. Setelah itu akan diumumkan  hasilnya pada 12 Juli 2023 lalu dilakukan pendaftaran ulang oleh calon mahasiswa yang dinyatakan lulus,” ungkapnya.

Orang nomor satu di IAIN Kendari itu berharap, usaha serta doa dari para calon mahasiswa baru yang mengikuti UM-PTKIN jalur mandiri ini bisa membuahkan hasil yang maksimal.

“Saya berharap peserta yang mengikuti tes ini pasingretnya terpenuhi supaya bisa lulus semua,” harapnya.

Salah satu peserta ujian, Nova Sari juga berharap bisa diterima menjadi salah satu mahasiswa di Kampus IAIN Kendari.

“Mudah-mudahan dari 45 nomor bisa benar semua supaya saya diterima jadi mahasiswa di kampus Ini,” harapnya.

Untuk diketahui, setelah pelaksanaan Ujian Mandiri Lokal Tahap I, IAIN Kendari akan membuka pendaftaran Ujian Mandiri tahap II mulai tanggal 13 Juli 2023 mendatang.

Reporter: Rizal
Editor: Redaksi

SEMA dan DEMA IAIN Kendari Periode 2023-2024 Resmi Dilantik

Kendari, Objektif.id – Senat Mahasiswa (SEMA) dan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari Periode 2023-2024 secara resmi dilantik langsung oleh Rektor IAIN Kendari, Dr. Husain Insawan, M.Ag, pada Senin, (10/7/2023).

Dalam Sambutannya, Rektor IAIN Kendari Ini  berpesan kepada pengurus SEMA dan DEMA IAIN Kendari yang baru saja terlantik agar melakukan upgrading terhadap para anggotanya sebagai upaya peningkatan pemahaman terhadap tugas dan tanggung jawab yang mereka miliki.

“Sehubungan dengan pelantikan ini kami dari jajaran Rektor IAIN Kendari berharap bahwa selesai pelantikan ini, para pengurus lembaga bisa melakukan upgrading pelatihan pengawalan agar bisa mengetahui fungsi dan tanggung jawab pengurus kelembagaan baik itu Senat Mahasiswa maupun Dewan Eksekutif mahasiswa,” katanya.

Selain itu dia juga berharap kepada para pengurus lembaga kemahasiswaan yang baru ini untuk bisa terus belajar terhadap aturan-aturan lembaga dan bisa berkolaborasi dengan pihak birokrasi IAIN Kendari untuk menciptakan lembaga kemahasiswaan yang lebih baik lagi.

“Jangan malu untuk belajar jangan malu untuk mempelajari terkait dengan aturan-aturan lembaga kemahasiswaan,
oleh karena itu kami selaku pimpinan Rektor IAIN Kendari berharap bahwa kedepan nanti kita akan berkolaborasi mewujudkan lembaga kemahasiswaan yang maju dan keren,” harapnya.

Ketua DEMA IAIN Kendari terpilih, Ashabul Akram mengatakan dirinya akan memprioritaskan hak-hak mahasiswa serta pengawalan terhadap aspirasi para mahasiswa dan peningkatan partisipasi mahasiswa terhadap kelembagaan dan oraganisasi di kampus IAIN Kendari.

“Yang menjadi target saya itu pertama memperjuangkan kepentingan mahasiswa yang nantinya kalau ada aspirasi mahasiswa yang ingin di sampaikan bahwasanya kita akan mengawal adanya aspirasi tersebut sampai pada Rektor IAIN Kendari, yang kedua meningkatkan partisipasi mahasiswa artinya sekarang banyak mahasiswa yang apatis terhadap organisasi atau lembaga maka dari itu setelah ini dibarengi dengan kawan-kawan kita bersinergi membangun iklim bermahasiswa yang baik serta meningkatkan transparansi artinya didalam semua kegiatan DEMA terkait anggaran semua harus jelas,” jelasnya.

Selain itu, dirinya juga berharap agar lembaga kemahasiswaan dan pihak birokrasi IAIN Kendari bisa bersama-sama bersinergi dalam membangun kampus IAIN Kendari untuk berkembang lebih baik.

“Harapan saya ingin bahwa semua pengurus lembaga dan pimpinan Institut bersama-sama membangun kampus tercinta kita untuk menuju IAIN yang transdisipliner,” pungkasnya.

Reporter : Fitri
Editor: Redaksi

Perpisahan Sekolah dan Kehidupan Hedonis: Mengapa Kita Harus Berubah?

Objektif.id – Acara perpisahan dan penamatan sekolah telah menjadi fenomena baru saat ini mulai dari tingkatan TK hingga SMA, anak-anak dikondisikan merasakan momen wisuda. Namun, di balik perayaan ini, sekolah-sekolah tanpa disadari mengajarkan anak-anak untuk hidup hedonis dan memberatkan orang tua.

Banyak orang tua yang mengeluhkan kesulitan dalam mengikuti kegiatan perpisahan ini. Keterbatasan dana menjadi alasan utama, karena mereka memiliki kebutuhan mendesak lain yang harus dipenuhi. Ironisnya, ada cerita tentang orang tua yang bahkan tidak mendapatkan bagian makanan dalam acara perpisahan setelah membayar mahal. Fenomena ini mengungkap pergeseran pola pikir dan pola hidup di sekolah-sekolah kita.

Bukankah karakter itu juga berasal dari keteladanan yang bukan hanya di dapat di rumah namun juga di sekolah dan masyarakat. Jangan sampai tanpa disadari kita lah yang merubah anak-anak kita menjadi tidak lebih baik.

Colby dan Damon (1992) mengungkap bahwa komitmen terhadap nilai dan prinsip moral, mampu menginspirasi orang lain untuk melakukan tindakan moral. Hal ini akan berbahaya jika berlangsung secara terus menerus dan konsisten sehingga menjadi budaya.

Sekolah-sekolah tampaknya berlomba-lomba untuk tampil lebih hebat dan lebih baik daripada sekolah lainnya dengan menjadikan perpisahan dan penamatan sebagai ajang kehebohan dan kemewahan. Namun, apakah tidak lebih baik jika anggaran yang dikumpulkan oleh pihak sekolah digunakan untuk melatih kebajikan bagi anak-anak, terutama mereka yang masih berada di tingkat PAUD dan sekolah dasar, untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan orang-orang di sekitarnya?

Menanam pohon, memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan, atau melakukan kegiatan bersih-bersih lingkungan akan membentuk karakter anak-anak sedari dini. Pilihan ini jauh lebih bermanfaat daripada menyuguhkan gaya hidup hedonis yang tidak menguntungkan bagi perkembangan psikologis dan mental mereka.

Meskipun hal ini terlihat sederhana, namun jika dilakukan secara berkelanjutan dan menjadi keharusan, akan menambah beban bagi orang tua yang seharusnya mendapatkan pendidikan gratis, yang hanyalah sebuah harapan tanpa kenyataan.

Lebih lanjut, gaya hidup perpisahan yang membutuhkan kemampuan finansial juga akan menciptakan kesenjangan di antara siswa-siswa, baik dari segi ekonomi maupun rasa percaya diri. Anak-anak yang tidak mampu secara ekonomi akan merasa rendah diri karena tidak dapat membeli atau menyewa pakaian sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh sekolah.

Upaya maksimal yang dilakukan oleh orang tua untuk memenuhi tuntutan ini, bahkan dengan berhutang, jauh dari prinsip hidup sederhana yang seharusnya diajarkan dan diterapkan.

Sekolah seharusnya menjadi salah satu tiang pembentuk karakter moral siswa. Karakter moral tidak hanya ditentukan oleh keluarga dan masyarakat, tetapi juga oleh sekolah. Jika sekolah mengajarkan anak-anak untuk hidup mewah dan hedonis, maka perilaku siswa di masa depan akan terbentuk sesuai dengan nilai-nilai tersebut. Oleh karena itu, perlu ada refleksi terhadap fenomena perpisahan yang terjadi saat ini.

Pada masa lalu, perpisahan sekolah dilakukan secara sederhana, dengan membawa makanan yang dimasak oleh ibunda tercinta atau nasi kuning yang dibeli pada tetangga ke sekolah, atau bahkan diadakan di tempat wisata sebagai ajang silaturahmi antara orang tua, anak, dan guru. Namun, saat ini, fenomena baru muncul, terutama di Kota Kendari, di mana perpisahan dilakukan di hotel dengan nuansa glamor dan hedonis.

Lain lagi dengan acara di tingkat SMP dan SMA yang diadakan dalam bentuk Promp Night yang jelas di adopsi dari budaya luar, hal ini memberikan nostalgia bagi mereka yang mampu, tetapi menjadi nostalgila bagi mereka yang tidak memiliki dana cukup untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Sekaranglah saatnya kita mengubah paradigma. Kita perlu lebih empati terhadap mereka yang jauh dari gaya hidup hedonis. Pendidikan harus menjadi landasan dalam membentuk karakter moral anak-anak kita. Biaya yang dikeluarkan untuk perpisahan sebaiknya digunakan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat, seperti membantu siswa-siswa yang membutuhkan seragam sekolah atau perlengkapan lainnya, atau bahkan membantu mereka dalam memasuki sekolah baru.

Kita harus mengajarkan anak-anak untuk hidup sederhana, menghargai lingkungan, dan memiliki rasa kepedulian sosial serta semangat gotong royong.

Dalam menghadapi perkembangan zaman, kita harus menjadi penentu arah yang akan dibawa anak-anak kita dan menentukan masa depan karakter mereka. Saatnya menghentikan tren gaya hidup hedonis dalam perpisahan sekolah, dan memprioritaskan nilai-nilai yang lebih penting bagi pembentukan karakter moral yang kuat dan berdaya.

Melalui tulisan ini, saya berharap fenomena perpisahan dan penamatan sekolah saat ini dapat menjadi bahan refleksi bagi kita semua. Mari kita perbaiki arah pendidikan di Indonesia dan menumbuhkan anak-anak yang memiliki karakter moral yang kokoh, peduli terhadap lingkungan, dan mampu berempati terhadap sesama.

Penulis adalah salah satu Dosen Iinstitut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari dan Cand. Doctor PKN.

Penulis: Irma Irayanti, S.HI., M. Pd
Editor: Redaksi

Demo Dua Parpolma Akibatkan Pintu Rektorat IAIN Kendari Pecah

Kendari, Objektif.id – Anggota Partai Serikat Mahasiswa Islam (Pasmi) dan Partai Persatuan Lintas Mahasiswa (Pelita) yang tergabung dalam aliansi menggugat melakukan aksi demonstrasi di pelataran gedung rektorat IAIN Kendari.

Aksi yang berjalan sejak pagi hingga sore hari mengakibatkan pintu rektorat pecah yang disebabkan karena masa aksi mencoba memaksa masuk untuk menemui Rektor dan Wakil Rektor III. Senin, 29 mei 2023.

Demonstrasi yang kembali terjadi pada hari ini tidak lain ialah persoalan pemilma yang mereka anggap bahwa Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) IAIN Kendari sebagai penyelenggara gagal melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik.

Namun seharusnya unjuk rasa yang digelar teman-teman mahasiswa musti tetap mengedepankan nilai-nilai moralitas dan tidak anarkis merusak fasilitas umum yang ada di dalam kampus.

Ketua Senat Mahasiswa (SEMA) IAIN Kendari, Wahyuddin Wahid mengecam perbuatan oknum-oknum tidak bertanggungjawab yang berujung pada pecahnya pintu rektorat.

“Birokrasi harus segera melakukan penyelidikan dan memberikan sanksi akademik kepada mahasiswa ataupun masa aksi yang terlibat terhadap pecahnya pintu rektorat,” Tegasnya.

Selain itu dia juga menyayangkan mengapa ada pihak luar yang bukan mahasiswa IAIN Kendari tetapi tergabung dalam aksi aliansi tersebut. Ia menduga jangan sampai gerakan yang dibangun memang sengaja dipersiapkan untuk merusak fasilitas karena sudah melibatkan mahasiswa luar kampus.

“Saya curiga aksi ini sengaja diskema untuk membuat kekacauan sehingga kondusifitas kampus terganggu. Dan tidak mungkin orang luar akan Langsung datang begitu saja, pasti ada yang mengajak atau memanggil untuk bergabung pada aksi tersebut,” Tambahnya.

Ditempat yang sama, birokrasi kampus melalui warek 2, Batmang, menyampaikan bahwa kerusakan pintu rektorat tetap akan diselidiki siapa-siapa yang terlibat dalam proses pengrusakan yang terjadi.

“Kasus pecahnya pintu rektorat tetap akan kami proses,” Katanya.

Sampai berita ini terbit pihak masa aksi dari dua partai politik mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi enggan dimintai keterangan.

Reporter: Hajar
Editor: Redaksi

Waspada! Marak Pencurian Helm di Parkiran Kampus IAIN Kendari

Kendari, Objektif.id- Dalam beberapa hari terakhir ini, telah terjadi kasus kecurian helm di parkiran Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari yang dialami oleh beberapa mahasiswa.

Salah satu korban, Hafid yang merupakan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) mengatakan bahwa dirinya mendapati helm yang dia miliki telah hilang setelah usai jam perkuliahan, dan dia pun langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak keamanan kampus.

“Jadi pas setelah jam 12 saya keluar pada saat saya mau pulang saya cek helm ku sudah hilang tidak ada, makanya saya langsung lapor ke security kalau hilang helm ku, kemudian kami sama-sama cari sampai sore tapi tidak dapat-dapat juga itu helm ku,” Katanya,(19/5/2023)

Selain itu, Hafid juga telah berusaha meminta untuk diperlihatkan hasil rekaman kamera pengawas yang ada disekitar parkiran dari pihak keamanan, namun ternyata kamera pengawas tersebut tidak ada yang berfungsi pada saat kejadian berlangsung.

“Nah saya sempat juga tanyakan untuk cek kamera pengawas siapa tahu bisa di dapat lewat CCTV ternyata saat di cek CCTV di fakultas tidak ada yang menyala,” sambungnya.

Mengetahui hal tersebut, dirinya pun berupaya mencari solusi dengan mengadap pihak pengelola Fakultas, karena hal ini menyangkut keamanan dan kenyamanan para mahasiswa.

“Nah yang paling saya kecewakan ternyata CCTV di FEBI satupun tidak ada yang aktif, dan saya bersama teman-teman untuk datang menghadap ke kabag umum untuk meminta solusi terkait CCTV demi kenyamanan mahasiswa, tapi dari pihak kabag umum katanya sudah sementara memanggil pihak teknisi dan sampai sekarang kami masih menuggu kelanjutannya,” ungkapnya.

Salah satu korban lainnya, Inal, yang merupakan mahasiswa Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) mengatakan bahwa dirinya yang biasa menyimpan helm bersama motornya di parkiran kampus, namun harus mendapati helm yang dia miliki telah hilang diambil pencuri pada hari Senin, 15 Mei 2023.

“Jadi, setiap saya berangkat ke kampus saya melihat cuaca terlebih dahulu dan kebetulan di hari Senin itu cuacanya cerah lalu saya simpan saja helm itu di motor, pas selesai matakuliah terakhir tiba-tiba sudah hilang helmku di motor,” Katanya (19/5/2023).

Dia berharap kasus pencurian helm ini bisa diatasi oleh pihak kampus agar dapat menciptakan suasana aman bagi para mahasiswa.

“Harapan saya untuk kasus ini bisa lebih dinetralisir keamanannya untuk ditingkatkan jika perlu ini diadakan tempat penyimpanan helm sudah aman baru tidak usah lagi kita bolak-balik ambil helm diparkiran jika tiba-tiba hujan” Harapnya.

Reporter: Melvi, Tesa
Editor: Redaksi