Kala Massa Beraksi, Security Pun Bertindak

Objektif.id – Dalam sebuah aksi demonstrasi sering adanya sebutan Massa Aksi dalam peristiwa tersebut. Massa aksi disini adalah sekelompok orang yang dibawah pemandu Koordinator Lapangan (Korlap) menyerukan seruan pergerakan terhadap sebuah birokrasi institusi tertinggi yang dinilai tidak kompeten atau hal-hal kritik lainnya.

Jika ada massa maka pasti ada Aparat Keamanan/Security yang bertugas mengamankan dan mengendalikan massa agar tidak melakukan aksi anarkisme atau pengrusakan terhadap fasilitas sarana dan prasarana negara. Namun beribu sayang, banyak dari sejumlah aparat keamanan ini tega melakukan tindakan aniaya/asusila terhadap sejumlah massa hingga memicu adanya korban dalam aksi demonstrasi tersebut.

Dilansir dari beberapa Media Massa, sudah banyak kasus sebut saja “Oknum-Oknum” aparat keamanan yang melakukan tindakan represif terkhususnya dalam lingkup kampus oleh Security kampus. Paling banyaknya tindakan yang dilakukan adalah aksi pemukulan yang sampai nyaris dibawa ke Rumah Sakit (RS), dan baru-baru ini yang sedang viral meneriakkan massa aksi dengan kata-kata tak pantas.

Adapun, alasan aparat keamanan ini melakukan tindakan tersebut adalah katanya untuk membubarkan Massa Aksi yang berkerumun. Bahkan paling seringnya pada saat Massa ini melakukan aksi bakar Ban. Aksi bakar Ban selain sebagai simbolik kemarahan Massa terhadap institusi tertinggi juga aksi ini sudah biasa ditemukan dalam setiap gerakan Demonstrasi, namun kenapa para Security ini malah menghalangi massa melakukan aksi bakar Ban tersebut? Bukankah sama saja mengatakan bahwa mereka tidak mengijinkan Massa ini untuk menyuarakan aspirasinya? Aksi bakar ban sendiri, bukanlah merupakan suatu tindakan anarkisme tetapi hanya sebuah simbolik semata dalam hal demonstrasi.

Semoga untuk kedepannya para Aparat Keamanan ini selain menjalankan tugasnya, yakni mengamankan serta mengendalikan situasi dan kondisi pada saat Demonstrasi juga perlunya adanya pemahaman terkait situasi dan kondisi pada saat Demonstrasi. Hal ini perlu dilakukan agar terhindarnya sikap represif yang berlebihan oleh Aparat Keamanan begitupun sebaliknya untuk mencegah tindakan anarkisme yang dilakukan massa aksi.

Penulis : Tesa ASN
Editor: Slamet

HMPS PAI IAIN Kendari Gelar Liga Futsal Antar Angkatan

Kendari, Objektif.id -Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Agama Islam (PAI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari menyelenggarakan Liga Futsal yang diikuti oleh tim-tim yang berasal dari seluruh angkatan di program studi PAI IAIN Kendari pada Rabu, 23 November 2022.

Kegiatan ini diselenggarakan di Gedung Olah Raga (GOR) IAIN Kendari dan diikuti oleh tim-tim yang berasal dari PAI angkatan 2017 sampai 2022.

Ketua HMPS PAI IAIN Kendari, Alfin Khoir mengatakan tujuan diadakannya kegiatan ini yaitu untuk membantu pengumpulan dana dalam kegiatan pengabdian masyarakat HMPS PAI di bulan Desember.

“Jadi sebenarnya tujuannya adalah untuk membantu pendanaan dikegiatan pengabdian masyarakat yang insyaallah akan diagendakan pada bulan Desember nanti,” katanya.

Selain itu dia juga mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan antar seluruh angkatan di prodi PAI IAIN Kendari.

“Tujuan lainnya juga untuk menjaga rasa kekeluargaan mahasiswa PAI antar Angkatan atau senior dan junior,” sambungnya.

Alfin juga berharap selain menjadi tempat untuk bersilaturahmi, kegiatan ini juga bisa menjadi wadah untuk pengembangan bakat mahasiswa di prodi PAI IAIN Kendari.

“Saya sangat berharap output dari kegiatan ini bisa menjadi contoh di HMPS-HMPS lain misal terjalinnya ukhuwah sesama prodi dan menjadi agenda yg dapat mengembangkan potensi-potensi yang ada di Prodi PAI.“ Tukasnya.

Reporter: Tesa ASN
Editor: Slamet

Bentrok Dalam Aksi Demonstrasi, Presma IAIN Kendari Kecewa Terhadap Sikap Represif Keamanan Kampus

Kendari, Objektif.id Aksi demonstrasi yang digelar oleh mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari terkait proses pembangunan asrama mahasiswa putra, memicu tindakan represif dari pihak keamanan kampus.

Dari pantauan Tim Objektif.id, dalam aksi demonstrasi ini terjadi saling pukul antara masa aksi dan pihak keamanan kampus IAIN Kendari.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Mahasiswa IAIN Kendari, Hendra Setiawan menyatakan kekecewaannya terhadap pihak kampus karena terkesan lambat dalam menangani penyelesaian masalah ini.

“Saya juga sangat kecewa terhadap pihak birokrasi, jika pihak birokrasi cepat  dalam menangani setiap kasus permasalahan pasti tidak akan bentrok antara pihak keamanan dengan pihak aspiras” katanya.

Dia juga mengatakan berdasarkan bukti yang ada, dia melihat bahwa pihak keamanan kampus bertindak keras terhadap para masa aksi sampai terjadinya kontak fisik yang berlebihan.

“Setelah saya melihat beberapa bukti teman-teman mahasiswa dan juga maupun dari pihak keamanan, yang saya lihat mereka tidak memporsikan kekuatan mereka dengan objeknya, seperti yang  terjadi tadi, ada mahasiswa semester satu mereka mengeluarkan sekuat tenaga untuk mendorong akhirnya sampai jatuh, padahal mereka sampaikan tidak main tangan tetapi sikunya sampai mengenai pelipis mata sampai hampir pecah pelipis matanya saya lihat,” sambungnya.

Aksi ini digelar sebagai bentuk tuntutan para mahasiswa terkait pembangunan asrama mahasiswa putra yang dinilai cacat secara administrasi.

“Untuk aksi yang hari ini teman-teman gelar adalah karena adanya problematika administrasi yang di nilai cacat, itulah teman-teman yang diaspirasikan,” ungkapnya.

Hendra juga mengatakan awalnya pihak kontraktor bersedia untuk berdiskusi dan menemui para masa aksi, namun hal itu akhirnya tidak terealisasikan.

“Katanya juga kontraktornya disana siap untuk hearing bersama teman-teman, tapi ternyata pas ditunggu sama pihak kampus dan juga pihak teman-teman demonstrasi mahasiswa tersebut pihak kontraktor tidak berani datang,” tambahnya.

Dia juga berpendapat bahwa tidak munculnya pihak kontraktorlah yang menjadi salah satu pemicu terjadinya bentrok antara masa aksi dan pihak keamanan kampus.

“Dari itulah mungkin awal percikan-percikannya itu, baru lucunya pihak kampus juga tidak tahu menahu mengenai persoalan itu, kan sekarang pelaksananya itu pak warek III, seharusnya kan juga lucu seorang pimpinan tidak tahu permasalahan itu” tukasnya.

Reporter : Andi Roihan
Editor: Slamet

Demo Pembangunan Asrama IAIN Kendari Ricuh, Oknum Security Teriaki Mahasiswa Anjing

Kendari, Objektif.id – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, menggelar aksi demonstrasi terkait pembangunan asrama mahasiswa putra yang dinilai cacat secara administrasi, Rabu 23 November 2022.

Koordinator lapangan (Korlap), Harpan Pajar mengatakan ini adalah kali kedua mereka melakukan aksi tersebut, dikarenakan mereka menilai proses pembangunan asrama putra ini cacat secara prosedural.

“Data yang mereka berikan kepada teman-teman masa aksi ternyata itu sudah tidak sesuai apa yang tercantum dalam dokumen administratif dan yang terjadi di lapangan, sehingga itulah yang menjadi tujuan sehingga memantik gerakan kami pada hari ini,” ungkap Harpan, Rabu, 23 November 2022.

Awalnya aksi hendak dilaksanakan depan gedung rektorat IAIN Kendari, namun dikarenakan tidak ingin ada aksi demonstrasi, pihak kampus meminta untuk langsung melakukan hearing dengan janji akan menghadirkan pelaksana pembangunan asrama dari pihak Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Kami terima namun sampai kami menunggu 30 menit yang katanya pihak kampus akan menghadirkan pihak PUPR sebagai pelaksana terkait dengan proses pembangunan asrama putra itu tidak kunjung dihadirkan,” tutur Harpan.

Harpan juga mengatakan bahwa dirinya menyayangkan terkait sikap pihak keamanan yang melakukan tindakan-tindakan represif terhadap masa aksi yang menimbulkan terjadinya gesekan antara mereka dan pihak keamanan.

“Yang kami sangat sayangkan adalah mengapa kemudian dari pengamanan pihak kampus IAIN Kendari melakukan tindakan-tindakan represif terhadap teman-teman masa aksi. Ketika kami melakukan aksi bakar ban ada tindakan represif didorong ada yang dipiting sehingga terjadi cekcok antara teman-teman masa aksi dan teman-teman security,” terang Harpan.

Dia juga mengatakan selama masa aksi tidak melakukan tindakan yang anarkis, seharusnya pihak keamanan tidak melakukan tindakan-tindakan agresif dalam proses pengamanannya.

“Selama tidak ada hal-hal anarkis yang kami lakukan maka tidak boleh ada tindakan-tindakan agresif yg di lakukan oleh pihak keamanan, tetapi pihak keamanan seakan-akan melakukan tindakan-tindakan intimidasi terhadap teman-teman mahasiswa,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, penanggung jawab keamanan, Susi Rosanti mengatakan bahwa pihak keamanan hanya menjalankan tugasnya dalam demonstrasi tersebut, terkait insiden yang terjadi itu dikarenakan mereka sudah terprovokasi oleh masa aksi.

“Yah namanya kita sebagai satuan keamanan, kami datang disini untuk mengamankan semuanya, maupun dari pihak pegawai ataupun dari pihak mahasiswa wajib kami lindungi mereka, tapi terkadang saat demo mereka sudah tidak bisa mengontrol emosi mereka seperti kasus tadi, ya seperti apapun mereka ini kan sama-sama bertugas, yah namanya kalau kita sudah dipukul sudah tidak bisa menahan seperti itu,” ungkap Susi Rosanti.

Dia juga menambahkan bahwa dalam melakukan aksi demonstrasi, para mahasiswa harus menahan diri dengan tidak melakukan tindakan-tindakan yang anarkis yang tidak dibenarkan.

“Ya mahasiswa harus sadar bahwa itu tidak di benarkan tidak boleh memukul. Terkait mediasi yang dijanjikan oleh pihak birokrasi kami juga dari pihak keamanan tidak tahu menahu dengan hal itu dan sudah bukan ranahnya kami.” Tutupnya.

Selain itu, beredar video berdurasi 24 detik yang memperlihatkan salah satu security menyebut masa aksi dengan sebutan anjing saat kerusuhan berlangsung.

Dalam video yang viral itu, oknum security berinisial B itu mengatakan “Anjing” kepada para mahasiswa.

“Orang mengamangkan da pepukul. Anj*ng kau, siniko,” ucapnya sambil menunjuk kepada mahasiswa yang melakukan aksi demo.

Sontak, mahasiswa pun tidak terima dengan kata-kata kasar yang dilontarkan oleh oknum security tersebut.

“Bisanya kita bilang anj*ng, ko sadar je,” tanya seorang mahasiswa kepada oknum security.

Reporter : Muh.Arfan Sangga

Editor : Slamet

Usai Mengikuti Benchmark Kota Kreatif di Bali, Tujuh Pelaku Usaha di Sultra Prodaknya Masuk Katalog Unggulan Tahun 2022

Kendari, Objektif.id Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Dinas Pariwisata memberikan apresiasi kepada tujuh orang pelaku usaha ekonomi kreatif di Sulawesi Tenggara dengan memasukan usaha mereka kedalam katalog prodak unggulan tahun 2022.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Parawisata Sultra, Syamsinar disalah satu hotel di Kendari usai membuka kegiatan.

Syamsinar menerangkan apresiasi itu bukan tanpa alasan, pasalnya ketujuh para pelaku usaha ekonomi kreatif tersebut telah mengikuti kegiatan Benchmark Kota Kreatif di Provinsi Bali pada tanggal 6-10 November 2022 lalu.

Kegiatan itu merupakan study tiru terhadap pengembangan ekonomi kreatif di Pulau Dewata Tersebut. Dengan tujuan mampu dikembangkan usai pulang ke daerah.

“Seperti kita meniru orang yang telah sukses lebih dulu, jadi kita study tiru orang yang lebih sukses namun ketika kita kembali kedaerah kita aplikasikan berdasarkan kemampuan dan potensi yang kita miliki,” ujar Syamsinar, pada Jumat (18/11/2022).

Dalam momentum tersebut, terdapat lima lokasi khusus yang menjadi rujukan study tiru, dan itu berdasarkan fokus usaha dari para pelaku usaha yang terlibat.

“Jadi lokusnya ada lima tempat, karena kita membawa pelaku usaha yang punya potensi unggulan coklat, potensi unggulan bambu, potensi unggulan kain tenun, potensi unggulan seni pertunjukan, dan desa wisata,” tutur Syamsinar.

Adapun usai dari kegiatan tersebut, kata Syamsinar, Dinas Pariwisata tidak melepas begitu saja. Pihaknya terus melakukan proses pembinaan kepada para pelaku usaha sehingga mampu menghasilkan prodak yang berkualitas.

“Pembinaanya seperti kita mengikut sertakan mereka di Sosialisasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan juga Sosialisasi Akses Permodalan,” bebernya.

Dirinya berharap para pelaku usaha bisa belajar agar dapat meningkatkan kualitas seperti prodak Bali, terisi pengetahuan HKI nya dan kemudian terfasilitasi akses terhadap permodalan.

“Kita harapkan mereka juga menjadi agen penting dan agen perubahan ekonomi kreatif di mereka punya daerah masing-masing,” pungkasnya.

Reporter: Muh. Sulhijah

Mahasiswa PAI IAIN Kendari Gelar Bazar Sedekah

Reporter: Ani

Editor: Slamet

Kendari, Objektif.id– Mahasiswa dari Progam Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari menggelar kegiatan Bazar Sedekah pada Jum’at, 18 November 2022.

Kegiatan bertemakan “Kedai PAI Ceria” ini menjual nasi kuning dengan tidak mematok harga atau mempersilahkan pembeli membayar seikhlasnya yang mereka mau.

Kegiatan ini dilaksanakan disekitar kampus IAIN Kendari dengan menyasar masyarakat sekitar, mahasiswa dan juga para driver ojek online.

Salah satu mahasiswa PAI angkatan 2021, Ikhsan Arrijal mengatakan kegiatan ini melibatkan para pedagang di sekitar IAIN Kendari, yaitu dengan membeli dagangan mereka untuk nantinya dijual kembali.

“Kegiatan ini bagian dari kerja sama dengan beberapa pedagang yang ada disekitar kampus dengan cara dagangannya kami beli untuk kemudian dijual lagi, kita tidak berharap ada keuntungan karena makanan tidak dipatok harga melainkan dihargai yang seikhlasnya,” katanya.

Dia juga berharap kegiatan ini bisa menjadi wadah untuk orang lain ikut berpartisipasi dalam membantu sesama dan bisa rutin untuk dilakukan agar terus bisa membantu banyak orang.

“Saya berharap bisa menjadi penyalur bagi orang-orang yang ingin ikut berpartisipasi dalam hal ini mereka orang-orang yang ingin jadi donatur dan mudah-mudahan bisa berjalan dengan rutin, dan bisa membantu lebih banyak orang lain,” sambungnya.

Salah satu Mahasiswi PAI lainnya, Husnul Aisyah juga berharap agar kegiatan ini bisa terus dilakukan secara berkelanjutan karena bisa cukup membantu masyarakat sekitar.

“Antusias para pengunjung sangat ramai dan mereka sangat senang dan harapannya, semoga kegiatan ini bisa berlanjut, agar teman-teman dapat merasakan pembelian harga nasi kuning yang terjangkau.” Tukasnya.

Menyambut Hari Guru, UKM Bahasa IAIN Kendari Gelar Talkshow Inspiratif

Kendari, Objektif.id – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bahasa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari menyelenggarakan kegiatan Talk Show Inspiratif di Gedung Auditorium IAIN Kendari pada Kamis, 17 November 2022.

Kegiatan ini di gelar dalam rangka memperingati perayaan hari guru yang jatuh pada tanggal 25 November dan sebagai salah satu dari rangkaian milad UKM Bahasa yang ke 5 tahun.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh anggota dari UKM Bahasa IAIN Kendari dan dengan mengangkat tema “Guru, Keren Tau”.

Ketua panitia kegiatan, Muhammad Ubaidillah mengatakan tujuan diadakannya kegiatan ini yaitu untuk menyuarakan kepada publik bahwa profesi guru merupakan pekerjaan yang mulia dan tidak kalah dengan pekerjaan lainnya.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah mengkampanyekan bahwa pekerjaan Guru adalah pekerjaan yang mulia. Tak kalah bergengsi dari pegawai-pegawai lainnya,” katanya kepada Objektif.id

Dia juga mengatakan bahwa kegiatan ini diharapkan bisa menjadi pendorong motivasi bagi para mahasiswa untuk bangga menjadi seorang guru dimasa depan nantinya.

“Atmosfir dari Talkshow Inspiratif diharapkan mampu menjadi pemantik motivasi juga inspirasi agar mahasiswa jauh lebih senang dan bangga menjadi guru di masa depan nanti,” sambungnya.

Ubaidillah juga berharap bahwa kegiatan seperti ini bisa lebih banyak digelar oleh para mahasiswa sebagai upaya untuk terus mengobarkan semangat kepada para calon guru untuk lebih percaya diri dengan profesi yang akan digelutinya.

“Kami, UKM-Bahasa berhapap berdoa agar kegiatan ini semakin banyak ditiru dan diteruskan oleh mahasiswa lainnya. Dengan demikian, semangat dan motivasi untuk menjadi guru masa depan bisa terjaga.” Harapnya.

Reporter : Muh Iqbal Ramadhan
Editor: Slamet 

Meningkatkan Edukasi Tentang Ekonomi dan Bisnis, FEBI IAIN Kendari Gelar Seminar Nasional 

Reporter: Melvi Widya

Editor: Slamet 

Kendari, Objektif.id – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari menyelenggarakan seminar nasional di gedung Auditorium IAIN Kendari pada Sabtu, 12 November 2021.

Seminar nasional ini bertemakan “Kointegrasi Etika Bisnis Dunia dan Ekonomi Bisnis Islam”, dengan menghadirkan pemateri Prof. Nurul Huda yang berasal dari Universitas Yarsi Jakarta dan Prof. August Pradetto yang merupakan tenaga ahli dari Senior Expert Service (SES) Jerman, bidang Riset dan Hubungan Internasional.

Peserta pada kegiatan ini berjumlah 300 orang yang berasal dari internal IAIN Kendari dan beberapa peserta dari eksternal IAIN Kendari, seperti Universitas Halu Oleo (UHO) dan Universitas Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara (Unusra).

Sekretaris panitia kegiatan, Randi Alyadi Saputra mengatakan tujuan diselenggarakannya kegiatan ini yaitu untuk memberi edukasi kepada peserta terkait pemahaman ilmu ekonomi dari perspektif Islam dan ekonomi secara umum.

“Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk para peserta bisa memahami etika bisnis dan juga kaitannya dengan ekonomi Islam dan ekonomi konvensional,” katanya.

Dia juga berharap kegiatan ini bisa memberikan pemahaman kepada para peserta yang mengikutinya terkait ilmu ekonomi Islam dan ekonomi konvensional.

“Harapan saya dalam kegiatan ini adalah di harapkan para peserta dapat memahami tentang etika bisnis yang ada dalam perspektif konvensional dan juga dalam perspektif Islam.” Harapnya

Memperingati Hari Pahlawan, Menwa IAIN Kendari Gelar Aksi Donor Darah.

Reporter: Muh. Iqbal Ramadhan

Editor: Slamet

Kendari, Objektif.id- Resimen Mahasiswa (Menwa) Satuan 242 Jihad chakti Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari Menyelenggarakan kegiatan aksi donor darah yang dilaksanakan di gedung Aula Mini Perpustakaan IAIN Kendari, 10 November 2022.

Kegiatan ini diikuti oleh peserta yang berasal dari delegasi beberapa instansi yang ada di Sulawesi Tenggara, diantaranya TNI dan Polri, Menwa satuan lain yang ada di kota Kendari, serta lembaga intra kampus IAIN Kendari, dengan mengusung tema “Galang Jiwa Kepahlawanan Dengan Meningkatkan Jiwa Nasionalisme, Rasa Peduli Antar Sesama dan Cinta Tanah Air Sebagai Wujud Bela Negara”.

Komandan Satuan Tugas (Dansatgas), La Ode Muh. Fazril mengatakan alasan diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk memperingati hari pahlawan pada tanggal 10 November 2022.

“Latar belakang dari di adakanya Aksi donor darah ialah sebagai momentum peringatan hari pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 november,” katanya.

Dia juga mengatakan tujuan diadakannya aksi donor darah ini yaitu sebagai bentuk upaya dari penanaman jiwa peduli antar sesama.

“Adapun tujuannya untuk sebagai peringatan hari pahlawan serta menanamkan jiwa peduli antar sesama,” sambungnya.

Dia berharap dengan adanya kegiatan ini bisa menambah kekompakan di dalam internal Menwa IAIN Kendari dan juga sebagai upaya memaknai hari pahlawan nasional.

“Dengan adanya acara ini semoga dengan adanya kegiatan seperti ini semakin menambah kesolidan di dalam intra menwa sendiri serta di momentum hari pahlawan semoga mengajarkan kita agar menjadi pahlawan bagi nusa dan bangsa serta menjadi pahlawan untuk orang di sekitar kita” tukasnya.

Mengenang Perjuangan Mahasiswa, Aliansi BEM Se-Sultra Adakan Kegiatan Bedah Buku

Reporter : Muhammad Arya

Editor : Asrina

Kendari, objektif.id – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) seluruh Sulawesi Tenggara (Sultra) Menggelar bedah Buku yang berjudul “Aldera, Potret Gerakan Politik Kaum Muda 1993-1998”.

Kegiatan ini mengusung tema “Menggali Inspirasi Perjuangan dan Gerakan Politik Kaum Muda” dan diselenggarakan di gedung Auditorium Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari pada Jum’at, 11 November 2022.

Ketua panitia kegiatan, Al Faijal menjelaskan bahwa tujuan dari diadakannya kegiatan bedah buku ini adalah untuk menambah wawasan dan pengetahuan para mahasiswa melalui histori-histori perjuangan.

“Tujuan dari kegiatan bedah buku ini tentu banyak, kemudian perjalanan atau histori histori tentang perjuangan mahasiswa yang saya rasa itu bisa menambah wawasan bisa menambah pengetahuan terhadap mahasiswa ketika ia akan turun ke jalan dengan mengambil referensi dari buku ini.” Katanya.

Sementara itu, Koordinator Pusat BEM Sulawesi Tenggara, Yusril Hamzaril mejelaskan kegiatan tersebut bertujuan untuk memberi semangat baru bagi para mahasiswa yang merupakan generasi milenial.

“Makanya penting untuk saat ini melakukan bedah buku ini supaya rekan-rekan tidak lupa bahwa sejarah panjang reformasi itu masih ada dan kemudian menjadi semangat-semangat baru untuk teman mahasiswa saat ini, ” ujarnya.

Selanjutnya, dia juga mengatakan terdapat sisi positif didalam buku tersebut karena ada semangat dan komitmen para aktivis terdahulu dalam menyampaikan suara-suara masyarakat.

“Semangat dan komitmen senior-senior pada saat itu yang di mana masa mencekam dan kemudian masih konsisten untuk memperjuangkan kepentingan-kepentingan masyarakat, ” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I IAIN Kendari, Dr. Husain Insawan, M.Ag. mengatakan kegiatan bedah buku maupun kegiatan akademik di kalangan mahasiswa harus lebih ditingkatkan sehingga akan menambah pengetahuan.

“Saya kira itu harus menjadi kebiasaan mahasiswa untuk di lakukan dalam rangka memperluas wawasan pengalaman pengetahuan mereka tentang berbagai macam informasi baik itu yang bersifat politik, ekonomi, budaya, pendidikan agama dan seterusnya begitubegitu, ” Ujarnya

Dia juga berharap agar kegiatan-kegiatan yang bersifat ilmiah dan akademik kedepannya lebih intens lagi di lakukan di kalangan mahasiswa.

“Kedepan kami berharap kegiatan-kegiatan kemahasiswaan yang bersifat ilmiah dan akademik itu bisa lebih intens lagi di lakukan supaya mahasiswa tidak buta terhadap informasi mereka memiliki literasi yang baik dan itu menjadi bekal untuk mereka memahami keadaan.” Tukasnya.

HMPS PGMI Sukses Gelar Turnamen Esport 

Reporter : Muh Iqbal Ramadhan

Editor: Slamet 

Kendari, Objektif.id – Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (HMPS-PGMI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari sukses menyelenggarakan turnamen game online yang dilaksanakan di warkop Bamboe 3, pada 4-6 November 2022.

Kegiatan ini diikuti oleh para mahasiswa di lingkup kampus IAIN Kendari dengan mengangkat tema “Turnamen Offline Mobile Legend PGMI ESports Season 1”, dan kegiatan merupakan program kerja dari divisi minat dan bakat di HMPS PGMI.

Ketua HMPS PGMI, Muh. Hisbullah mengatakan, alasan diadakannya kegiatan ini adalah untuk memacu dan mendukung potensi dari para mahasiswa di bidang Esport, agar mereka bisa untuk berprestasi di luar bagku perkuliahan.

“Alasan dengan diselenggarakan turnamen ini karena sangat banyak mahasiswa yang minat dengan permainan game online,tetapi mereka sering dianggap sepele oleh mahasiswa karena selalu mementingkan game online. Sebaiknya mereka harus didukung agar mendapatkan prestasi non akademik,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan tujuan diadakannya kegiatan ini yaitu agar bisa menjadi wadah bagi para mahasiswa yang hobi bermain game online di lingkup kampus IAIN Kendari.

“Tujuan turnamen ini adalah diharapkan dapat merangkul teman-teman yang hobi bermain game online diruang lingkup IAIN Kendari, terkhusus dipermainan mobile legend,”

Muh. Hisbullah berharap dengan diadakannya kegiatan ini bisa menjadi awal untuk kedepannya di IAIN Kendari bisa terbentuk tim-tim Esport yang akan mewakili kampus diajang nasional dan juga internasional nantinya.

“Saya berharap suatu saat nanti lembaga di kampus bisa membentuk tim Esport, seperti Mobile Legend, Free Fire dan PUBG, sehingga nanti bisa mewakili IAIN Kendari dikancah nasional maupun internasional.” harapnya.

Pemda Konsel Dituding Tak Transparan Soal Menyalurkan Bantuan Kepada Mahasiswa

Reporter: Arnina

Editor: Slamet

Kendari, Objektif.id– Pemerintah Daerah (Pemda) kabupaten Konawe Selatan (Konsel) di tuding tak transparan soal menyerahkan bantuan biaya pendidikan non ASN kepada mahasiswa asal Konsel Tahun 2022 sebanyak 171 mahasiswa.

Salah satu mahasiswa Konsel, Salim Yusrin mengatakan, penyaluran bantuan pendidikan ini tidak tepat sasaran pasalnya tidak ada informasi yang jelas terkait bantuan ini, termasuk terkait jumlah bantuan yang diberikan.

“Bantuan ini seakan di tutupi sehingga tidak pernah di muncul kan di berita terkait pendaftaran dan lain sebagainya, serta bantuan ini juga berbeda dalam nilai yang di dapatnya, ada yang mendapat kan senilai 5 juta dan ada juga yang mendapatkan 10 juta,” kata mahasiswa asal kecamatan Angata ini.

Dia beranggapan mahasiswa yang menerima beasiswa tersebut tidak semua berasal dari kalangan orang yang kurang mampu.

“Anehnya ada mahasiswa yang mendapatkan bantuan ini sementara dia kuliah di luar Sulawesi tenggara artinya kalau sudah berbicara di perguruan tinggi diluar Sultra berarti ekonomi dari mahasiswa tersebut sudah memadai,” sambungnya.

Salim juga mengatakan bahwa tidak ada informasi yang jelas terkait adanya beasiswa ini yang dengan tiba-tiba dia melihat tersebar di grup WhatsApp.

“Saya juga kaget tiba tiba melihat informasi yang di share di via grup WhatsApp, pasalnya dia tidak pernah mendengar kabar akan adanya bantuan seperti ini,” ungkapnya.

Selain terkait beasiswa, dia juga mempertanyakan terkait janji bupati Konawe Selatan tentang pengadaan asrama yang belum jelas realisasinya sampai sekarang.

“Saya juga mempertanyakan terkait janji pak Bupati Konsel terkait asrama Konsel sampai hari ini belum ada kejelasannya.” tukasnya.

HMPS BPI Sukses Gelar Pekan Ta’aruf

Reporter : Mulki Alwali

Editor : Syafira Damayanty 

Konsel, Objektif.id – Himpunan Mahasiswa Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam (HMPS BPI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, sukses menyelenggarakan pekan ta’aruf di wisata Permandian sungai Boro-boro, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, 29- 30 Oktober 2022.

Kegiatan ini diikuti oleh 14 peserta, yang terdiri dari lima laki-laki dan sembilan perempuan, dengan mengusung tema “Mengukuhkan tali ukhuwah dan mempererat tali solidaritas menuju mahasiswa BPI yang kompetitif dan berkarakter”.

Ketua HMPS BPI, Muhammad Adriansyah mengatakan latar belakang diadakannya kegiatan ini agar dapat membina karakter mahasiswa Bimbingan Penyuluhan Islam angkatan 2022 dan membina keakraban serta solidaritas antar sesama mahasiswa untuk menanamkan dan mengasah nilai-nilai intelektual.

“Latar belakang di buat kegiatan ini yang pertama pembinaan karakter untuk mahasiswa baru angkatan 2022 terkhusus BPI, kemudian yang kedua Pembinaan keakraban antar sesama mahasiswa BPI dari senior senior, serta menanamkan jiwa-jiwa literatur dan mengasah nilai nilai intelektual mereka agar dapat tertanam secara signifikan dan terorganisir”.

Muhammad Adriansyah, juga mengataman ouput dari kegiatan ini adalah intelektual mahasiswa BPI harus berkembang dalam ilmu biologi agar bisa memiliki pengetahuan yang baru dan tidak berpatok pada hedonisme dimana lebih mementingkan fashion.

Output yang di tuju dari kegiatan ini adalah Outputnya pasti intelektual dimana mahasiswa BPI harus berkembang, Kalau bisa di katakan dalam ilmu biologi, harus berkembang biak, sehingga mahasiswa BPI bisa memiliki pengetahuan baru,tidak berpatok pada hedonisme dimana dia mementingkan fasion dan gaya saja,” jelasnya.

Ketua HMPS BPI juga berharap kedepannya mahasiswa BPI lebih mengedepankan intelektualnya serta dapat berakhlakul karimah kepada dosen, senior-senior dan sesama mahasiswa seangkatannya.

“Harapan kedepannya mahasiswa BPI pasti yang paling urjen itu lebih mengedepankan intelektualnya, mereka juga harus pintar, kemudian dapat berakhlakul karimah kepada dosen, senior-senior, dan sama sesama mahasiswaseangkatannya,” harapnya.

Upaya Meningkatkan Kesadaran Lingkungan, HMPS MD Adakan Pengabdian Masyarakat

Reporter : Alfi Yorifal 

Editor : Asrina

Kendari, Objektif.id – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Manajemen Dakwah (MD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, menyelenggarakan pengabdian masyarakat tahap tiga di kelurahan Petoaha, kecamatan Nambo, kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Kegiatan yang mengusung tema “Kembangkan Diri Tumbuh Bersama” ini berlangsung selama delapan hari, mulai 23-30 Oktober 2022.

Ketua panitia kegiatan, Yusuf menuturkan bahwa diadakannya kegitan pengabdian ini agar mahasiswa baru prodi manajemen dakwah dapat menjalin keakraban terhadap senior dan teman seangkatannya, Serta mengajarkan kepada maba bagaimana cara membaur dan belajar terhadap lingkungan sosial.

“dilaksanakannya kegiatan ini sebagai suatu tempat untuk mengakrabkan mahasiswa baru dengan senior-seniornya serta bagaimana kita mengajarkan meraka bagaimana cara untuk berinteraksi di lingkungan sosial,” tuturnya.

Yusuf juga mengatakan dalam pengabdian masyarakat ini mereka mengadakan beberapa kegiatan, seperti sosialisasi pengolahan sampah dan pembelajaran intelektual terhadap anak-anak lokal serta mengajak pelaku UMKM yang berasal dari masyarakat sekitar untuk membuka stand di lokasi kegitan.

“kami melakukan pendekatan sosialisasi terhadap masyarakat baik itu mengenai edukasi sampah dan juga pembelajaran terhadap anak-anak juga kami melakukan yang namanya bergerak di bidang perekonomian seperti pada malam penutupan kami mengundang beberapa UMKM dari masyarakat setempat untuk memasang stand atau memasang jualannya mereka di sini,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua HMPS MD, Muh. Rafi Arrasyid Nursyah mengungkapkan kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan yang cukup besar dan berkesan di masa jabatannya saat ini.

“Kegiatan PM chapter tiga kali ini sejujurnya sangat berkesan karena PM ketiga ini merupakan pertama kali saya sebagai ketua HMPS melakukan kegiatan yang cukup besar dan ini sangat berkesan,” ungkapnya.

Ketua Program Studi (Kaprodi) MD, Aminudin S.Ag, MA berharap kegiatan pengabdian ini mampu memberikan manfaat untuk masyarakat sekitar dan peserta mampu memahami problema yang ada di masyarakat sekaligus dapat memberikan solusi.

“Dengan kegiatan seperti ini adalah Mengapa mereka atau melatih mereka agar mereka tahu bagaimana kondisi masyarakat, bagaimana problem-problem yang terjadi di masyarakat mereka bisa memberikan solusi” tukasnya.

Tarbiyah Elit, Fasilitas Sulit

Penulis : Muh Iqbal Ramadhan

Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) adalah salah satu fakultas terbesar di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari. Selalu banyak peminat setiap tahunnya disaat proses penerimaan mahasiswa baru di fakultas ini. Hal ini tidak terlepas dari prospek kerja yang menjanjikan di fakultas ini.

Terlepas dari populernya fakultas tersebut banyak menyisakan berbagai keluh kesah dari mahasiswa FTIK ini, dan itu selalu dirasakan setiap adanya mahasiswa baru di setiap tahunnya.

Salah satu masalah terbesar yang didapatkan adalah tidak berfungsinya pendingin ruangan atau AC, banyak mahasiswa yang merasakan ketidaknyamanan mereka saat proses perkuliahan didalam ruangan kelas akibat kepanasan. Padahal, saat kita lihat dari kejauhan fakultas ini dipenuhi oleh berbagai macam merek AC, tetapi tidak semua berfungsi dengan baik.

“Hu panas sekali itu ruangan di FTIK,kaya di neraka saya rasakan pa” Ucap salah satu mahasiswa baru pada salah satu program studi di FTIK. Hal ini mencerminkan bahwasannya pengelola birokrasi dikampus semacam tidak adil dalam menjamin kenyamanan mahasiswa.

Dapat kita lihat kondisi di fakultas lain, seperti Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) yang memilki fasilitasi yang memadai.

“Jauh beda sekali kasian hawanya kalau kita pergi di FEBI sama di FTIK,serasa dingin sekali” Ucap salah satu mahasiswa baru di FTIK.

Ini terbukti bahwa terjadi kesenjangan dan memang harus diselesaikan oleh pihak dari fakultas tarbiyah ini. Saya sebagai penulis sudah berapa kali mendengarkan bahwa AC yang berada diruangan FTIK ini akan dibenahi secepatnya, tetapi sampai saat ini belum semua ruangan dapat kita rasakan perubahannya.

Mirisnya, hampir semua mahasiswa baru memberi tanggapan buruk perkara AC ini. Seyogyanya, pihak fakultas malu akan hal ini, mahasiswa datang menuntut ilmu tetapi tidak ada kenyamanan yang diberikan.

Sudah berapa kali masalah fasilitas ini didemo oleh berbagai aktivis kampus, namun belum ada penyelesaian dan titik temu yang didapatkan. Jika masalah ini tidak dapat diatasi, akan banyak mahasiswa yang tidak bersemangat dan berkonsentrasi dalam proses perkuliahan.

“Itu ditarbiyah banyak sekali AC nya, tetapi tidak berfungsi kayak semacam pajangan saja” Ucap mahasiswa angkatan 21 mahasiswa FTIK.

Selain itu ada persoalan lainnya, seperti mengenai layar Infocus yang tidak berfungsi. Banyak mahasiswa mengeluh akan hal ini, terutama saat akan melakukan presentasi menggunakan power point (PPT) yang akan ditampilkan didepan kelas.

Tentunya jika hal itu mendukung, maka mahasiswa akan efektif proses perkuliahannya. Tetapi, dapat kita rasakan tidak semua ruangan berfungsi infocusnya.

Hal yang paling nyeleneh pasa salah satu mahasiswa yang mengatakan
“Terangpi masa depanku daripada ini infocus, puh silau sekali”

Dapat kita ambil kesimpulan bahwa kita ini sedang dipermainkan oleh kampus, bayar UKT lancar tetapi tidak kita nikmati fasilitas sepenuhnya.

Perkara lain adalah masalah WC dan kamar mandi. Sebaiknya dan seharusnya disetiap kamar mandi disediakan sabun atau alat pembersih untuk membersihkan tangan kita saat selesai membuang air. Tetapi yang dirasakan di FTIK tidak ada satupun sabun mandi atau alat kebersihan yang ditemukan. Alhasil, jambannya sudah mulai menguning dan sangat menyengat.

Oleh karena itu, marilah seluruh mahasiswa FTIK IAIN Kendari kita kuatkan tekad untuk membawa perubahan terhadap fasilitas fakultas kita. Memang kita patut iri kepada fakultas lain yang memiliki fasilitas yang memadai. Semoga pihak birokrasi dan pengurus FTIK dapat melihat opini dan merealisasikan semua keluhan mahasiswa.

Penulis adalah salah satu mahasiswa aktif Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, yang juga anggota aktif dari Unit Kegiatan Mahasiswa Pers (UKM-Pers) IAIN Kendari.