Di tengah kesibukan sehari-hari, mencuci pakaian bisa menjadi pekerjaan yang melelahkan. Belum lagi jika cuaca tidak mendukung, pakaian bisa bau apek dan sulit kering. Jangan khawatir! Sahabat Laundry hadir sebagai solusi terbaik untuk Anda yang ingin pakaian selalu bersih, wangi, dan segar tanpa repot.
Mengapa Harus Sahabat Laundry?
✅ Bersih & Wangi – Menggunakan deterjen berkualitas tinggi yang mampu menghilangkan noda membandel serta memberikan aroma segar pada pakaian.
✅ Cepat & Tepat Waktu – Kami mengutamakan kecepatan tanpa mengurangi kualitas, sehingga pakaian Anda siap dalam waktu yang singkat.
✅ Ekonomis & Terjangkau – Hanya dengan Rp 5.000/kg, Anda sudah bisa menikmati layanan laundry profesional.
✅ Gratis Jemput & Antar – Tak perlu keluar rumah, cukup hubungi kami dan pakaian Anda akan kami jemput dan antar kembali dalam kondisi bersih dan rapi.
✅ Privasi Terjamin – 1 pelanggan 1 mesin cuci, sehingga pakaian Anda tidak akan tercampur dengan milik orang lain.
Layanan yang Tersedia
Laundry Kiloan – Cocok untuk Anda yang ingin mencuci pakaian sehari-hari dengan cepat dan hemat.
Laundry Satuan – Untuk pakaian khusus seperti jas, kebaya, bed cover, dan lainnya.
Kami buka setiap hari mulai 08.00 – 22.00, sehingga Anda bisa kapan saja mengandalkan layanan kami.
Alamat: Jalan Pasar Baruga, Samping Terminal Baruga, Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari.
Morowali, Objektif.id – Wisata Permandian Danau Rebi-Rebi di Desa Terebino, Kecamatan Menui Kepulauan, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, telah menjadi salah satu destinasi wisata alam yang menarik perhatian banyak pelancong. Keindahan dan keasrian alam di sekitar danau ini menawarkan pengalaman tak terlupakan bagi para pengunjung yang mencari ketenangan dan keindahan alam.
Danau Rebi-Rebi dikenal dengan pesonanya yang menakjubkan, dikelilingi oleh lingkungan yang masih alami dan terjaga. Keduanya menciptakan suasana damai yang sangat cocok bagi mereka yang ingin melarikan diri dari hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari. Dengan kedalaman sekitar lima belas meter di bagian tengah, air danau yang jernih berwarna kebiruan semakin menambah daya tarik tempat ini.
Salah satu daya tarik utama Danau Rebi-Rebi adalah mata air besar yang berasal dari dasar danau, yang membuatnya semakin unik. Keberadaan mata air ini memberikan kesegaran dan kejernihan air yang membuat siapa pun yang berkunjung ingin merasakan sensasinya. Selain itu, pengunjung tidak perlu khawatir tentang biaya masuk, karena tempat ini tidak memungut tarif bagi setiap wisatawan yang datang.
Wisatawan akan dimanjakan dengan pemandangan alam yang memukau, yang terdiri dari bukit batu karang, pepohonan hijau yang rimbun, serta kicauan burung yang menambah suasana. Kombinasi keindahan ini menciptakan latar belakang yang sempurna untuk berfoto dan berbagi momen indah di media sosial.
Bagi para pencari tantangan, Danau Rebi-Rebi juga menawarkan aktivitas menarik, seperti melompat dari bukit batu karang yang mengelilingi danau. Ini menjadi pengalaman yang menegangkan sekaligus menyenangkan bagi para wisatawan yang berani mencoba.
Fasilitas di kawasan wisata ini pun cukup memadai, dengan adanya gazebo yang disediakan sebagai tempat beristirahat bagi para pengunjung. Hal ini memungkinkan wisatawan untuk bersantai sambil menikmati keindahan sekitar danau, menciptakan suasana yang nyaman bagi semua orang.
Para pengunjung juga berkesempatan untuk menikmati waktu berkualitas bersama keluarga dan teman-teman, menjadikan Danau Rebi-Rebi sebagai tempat yang ideal untuk piknik atau berkumpul. Suasana yang tenang dan damai membuatnya menjadi pilihan yang tepat untuk relaksasi.
Dengan berbagai daya tarik yang ditawarkan, Danau Rebi-Rebi semakin dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Morowali. Keindahan alamnya yang masih alami dan beragam aktivitas yang bisa dilakukan menjadikannya sebagai tempat yang wajib dikunjungi.
Bagi Anda yang ingin merasakan keindahan dan kesegaran alam, Danau Rebi-Rebi di Morowali adalah pilihan yang tepat. Jangan lewatkan kesempatan untuk menjelajahi keindahan alam yang ditawarkan oleh salah satu permata tersembunyi di Sulawesi Tengah ini.
Penulis: Faiz Al Habsyi Editor : Rachma Alya Ramadhan
Konsel, Objektif.id – Sulawesi Tenggara memiliki segudang potensi wisata, salah satunya adalah Desa Wisata Namu, yang terletak di Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan. Desa ini telah menjadi destinasi favorit bagi wisatawan lokal maupun luar daerah berkat keindahan alamnya yang memukau. Laut biru nan jernih, pasir putih yang menawan, hingga fasilitas yang terus ditingkatkan menjadi daya tarik tersendiri dari desa wisata ini.
Keindahan Desa Wisata Namu tak hanya terletak pada panoramanya, tetapi juga pada taman yang berada di bibir pantai. Taman ini merupakan hasil kerja sama masyarakat setempat dengan pemerintah, sebagai bentuk pelestarian lingkungan sekaligus penyambutan bagi para wisatawan. Hasilnya, suasana pantai di Namu terasa lebih rapi, terawat, dan nyaman untuk dinikmati.
Perjalanan untuk mencapai Desa Wisata Namu, pengunjung memiliki dua pilihan jalur, yakni darat dan laut. Namun, perjalanan ke sana sangat bergantung pada kondisi cuaca. Ketika musim hujan, jalan darat cenderung sulit dilalui karena menjadi licin dan berlumpur.
Melalui jalur darat, perjalanan dimulai dari Kendari menuju Namu, dengan waktu tempuh sekitar dua jam. Kendaraan roda dua maupun roda empat bisa digunakan, meski pengemudi harus berhati-hati melewati beberapa medan yang cukup menantang. Alternatif lain adalah jalur laut, yang jauh lebih singkat, hanya membutuhkan waktu sekitar tiga menit menggunakan kapal atau perahu.
Setiba di Desa Wisata Namu, wisatawan akan diminta membayar tarif masuk. Untuk kendaraan roda empat dikenakan biaya sebesar Rp 50.000 per mobil, sementara roda dua dikenakan Rp 15.000. Jalur laut juga memiliki sistem pembayaran dan pengunjung diwajibkan mengisi buku tamu sebelum masuk ke desa.
Bibir pantai tempat parkir perahu para nelayan. Foto: Hajar/Objektif
Seiring berkembangnya potensi wisata Desa Namu, fasilitas di tempat ini pun semakin lengkap. Pada tahun 2019, pemerintah setempat membangun sentra kuliner yang menjadi tempat bagi masyarakat menjual berbagai makanan dan minuman. Kehadiran sentra ini tidak hanya mempermudah pengunjung mendapatkan kebutuhan, tetapi juga mendukung ekonomi warga setempat.
Bagi pengunjung yang ingin menginap, tersedia fasilitas homestay dengan tarif Rp 200.000 per malam, sudah termasuk sarapan. Setiap homestay dilengkapi dua kamar, cocok untuk keluarga maupun rombongan kecil. Selain itu, terdapat mushola, balai desa untuk pertemuan, dan tempat makan yang menunjang kenyamanan wisatawan.
Desa Wisata Namu menawarkan berbagai atraksi yang mampu memikat hati setiap pengunjung. Pantai pasir timbul dengan hamparan pasir putihnya menjadi salah satu daya tarik utama. Selain itu, wisatawan dapat menikmati keindahan air terjun Pitu Ndengga, penangkaran penyu, hingga taman di pinggir laut yang menghadirkan suasana asri nan menenangkan.
Para wisatawan sedang mencari kerang saat mengunjungi salah satu spot wisata yang ada di Desa Wisata Namu, Foto: Alfi/Objektif
Bagi pecinta aktivitas bawah laut, Namu adalah surga kecil yang wajib dikunjungi. Spot diving dan snorkeling di sini menawarkan pemandangan terumbu karang yang terjaga keasriannya. Wisatawan dapat menyaksikan beragam jenis ikan berenang di laut jernih, menciptakan pengalaman tak terlupakan. Ada pula atraksi unik seperti menombak ikan, yang menjadi salah satu kegiatan favorit wisatawan.
Pemandangan spot wisata untuk mencari kerang. Foto: Alfi/Objektif
Keindahan Desa Wisata Namu juga semakin terasa saat matahari terbit. Pemandangan mentari yang perlahan menyapa horizon memberikan kesan magis yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Seorang pengunjung, Renra Mulyawan, mengatakan, “Saya sangat menikmati setiap momen di sini, terutama saat menyaksikan matahari terbit. Jalannya memang sedikit ekstrem, tetapi semuanya terbayar dengan keindahan alamnya.”
Meski menyimpan keindahan luar biasa, Desa Wisata Namu masih memiliki beberapa tantangan yang perlu diperbaiki. Beberapa pengunjung mengeluhkan biaya masuk yang dianggap cukup mahal, terutama tambahan biaya seperti Rp 10.000 untuk setiap tenda yang didirikan. “Pengelolaan ini harus lebih tertata agar tidak menjadi pertanyaan bagi pengunjung,” ujar Muh. Ardiansyah Rahman.
Namun, hal ini tidak menyurutkan antusiasme wisatawan untuk berkunjung. Bahkan, banyak dari mereka yang mengetahui destinasi ini melalui media sosial seperti TikTok dan Instagram. “Awalnya saya ragu karena melihat dari media sosial, tetapi setelah sampai di sini, saya benar-benar takjub. Pemandangannya jauh lebih indah dari yang saya bayangkan,” cerita Arsan, salah seorang pengunjung.
Dengan demikian, patut kita klaim bahwa Desa Wisata Namu merupakan salah satu surga destinasi yang tersembunyi di Sulawesi Tenggara yang menawarkan keindahan alam, keramah-tamahan masyarakat, dan berbagai hal menarik lainnya. Meski akses jalan masih menjadi kendala, pengalaman yang ditawarkan desa ini mampu menghapus segala kelelahan perjalanan.
Pantai Namu yang dipadati pepohonan kelapa, yang menjadi salah satu ikon wisata bagi para pengunjung. Foto: Hajar/Objektif
Bagi siapa pun yang mencari tempat untuk berlibur, bersantai, atau sekadar menikmati keindahan alam, Desa Wisata Namu layak menjadi pilihan utama. Dengan segala keunikannya, desa ini bukan hanya sekadar tempat wisata, tetapi juga destinasi yang memberikan kenangan tak terlupakan.
Objektif.id – Di zaman yang serba sibuk ini, begadang kerap menjadi pilihan untuk menyelesaikan berbagai tugas. Namun, begadang tidak selalu harus menjadi beban. Dengan beberapa strategi yang tepat, begadang bisa menjadi cara menjalani hidup yang produktif dan menyenangkan. Berikut ini beberapa tips & trik untuk menikmati larut malam:
1. Jadwalkan dengan bijak: Identifikasi prioritas dan buat jadwal kegiatan yang realistis. Jangan terlalu memaksakan diri untuk menyelesaikan semuanya dalam satu malam.
2. Tetap Sehat: Pastikan anda tetap waspada dan segar dengan menjaga asupan nutrisi seimbang, minum air putih yang cukup, dan melakukan peregangan saat larut malam.
3. Ciptakan Suasana Nyaman: Siapkan lingkungan kerja yang kondusif dengan pencahayaan yang memadai, musik yang menenangkan, dan sediakan camilan sehat untuk menemani anda.
4. Memanfaatkan Teknologi: Gunakan aplikasi atau perangkat yang dapat membantu anda tetap fokus, seperti pengatur waktu, pengelola tugas, atau pemutar musik.
5. Jangan Lupa Istirahat: Gabungkan kerja dan istirahat. Beristirahat sejenak untuk bersantai, seperti berjalan-jalan atau melakukan aktivitas menyenangkan.
6. Latih Disiplin Diri: Hindari godaan yang mungkin mengalihkan perhatian anda, seperti media sosial atau acara TV. Berkomitmen pada apa yang ingin anda capai.
Dengan mengikuti tips & trik di atas, begadang tidak lagi menjadi beban, melainkan cara menjalani hidup yang produktif dan menyenangkan. Semoga beruntung!
Objektif.id – Remaja merupakan fase dimana kamu sudah tidak bersifat kekanak-kanakan lagi, pahit dan manisnya kehidupan sudah harus kamu rasakan. Kehidupan pada masa remaja juga adalah masa-masa dimana rasa ingin mengetahui dan menjelajahi banyak hal.
Masa muda harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin untuk bisa menggali potensi diri dan tentunya agar masa remaja kamu lebih bermakna. Karena apa yang kamu lakukan hari ini, akan menentukan apa yang terjadi pada masa yang akan datang. Tapi, kira-kira dengan cara apa yah? Yuk, simak enam tips yang bisa kamu lakukan agar masa remaja kamu lebih bermakna!
1. Perbanyak Relasi
Sebagai makhluk sosial, tentunya kita saling membutuhkan satu sama lain untuk menjalani berbagai macam hal. Manusia tidak akan bisa jika hidup tanpa manusia lainnya. Maka dari itu, diperlukannya sosialisasi. Dengan bersosialisasi tentunya kamu akan memiliki banyak relasi pertemanan. Oleh karena itu, memiliki banyak teman dan sahabat tentunya akan membuat hari harimu terasa senang dan bahagia tentunya.
Dengan berteman, kamu juga bisa bertukar cerita dan bertukar pikiran, sehingga menjadi hal yang menyenangkan bukan? apalagi mempunyai banyak relasi pertemanan dan satu frekuensi. Namun, kita harus selektif dalam memilih teman. Bertemanlah dengan orang-orang yang membawamu ke hal-hal positif. Carilah teman yang baik dan terus mendukungmu untuk hal-hal yang baik.
2. Atur Waktu Sebaik Mungkin
Di usia mudah sekarang agak cenderung lebih banyak memilih menghabiskan waktu luang. Maka dari itu, untuk mengisi waktu luang harus diisi dengan hal-hal yang positif dan bermanfaat yang nantinya akan berdampak baik bagi masa depan. Misalnya dengan belajar berjualan sambil kuliah, mengosongkan waktu luang untuk membaca buku, atau melakukan hal-hal positif lainnya.
3. Belajar Sebaik Mungkin
Meskipun pada saat proses belajar kamu terasa membosankan, namun kamu harus terus menjalani pendidikan agar bisa menjadi seseorang yang akan sukses dimasa yang akan mendatang. Jadilah mahasiswa yang produktif, aktif, dan berprestasi di kampus dengan menaati aturan yang berlaku, serta belajar bersungguh-sungguh, rajin mengerjakan tugas, serta aktif dikelas maupun aktif dalam berorganisasi. Dengan melakukan hal tersebut, maka kabar baik akan menghampirimu.
4. Menabung
Menabung merupakan hal yang harus dimulai sedini mungkin. kita harus membiasakan diri agar dapat menyisihkan uang secara rutin, dengan cara menyisihkan uang kemudian ditabung untuk mengantisipasi kebutuhan yang terjadi dimasa yang akan datang. Dengan menabung, akan lebih menempatkan dirimu selangkah lebih maju untuk keamanan finansial.
5. Kembangkan Hobi
Hobi merupakan suatu kegiatan yang bisa dilakukan untuk mengisi waktu luang kamu loh, yang dapat memberikan kebahagiaan kepada setiap orang yang mendalaminya. Daripada waktu luang kamu terbuang sia-sia, maka gunakanlah hobi mu, maka itu akan memberikan pengalaman yang berkesan. Jenis-jenis hobi yang bisa kamu lakukan, misalnya menulis artikel, membaca majalah, menari, menggambar, dan masi banyak lainnya.
6. Berani Coba Hal Baru
Dengan kamu mencoba hal baru, kamu akan menjadi tahu tentang hal-hal apa yang bisa membawamu menuju kesuksesan. Maka dari itu, janganlah takut untuk mencoba, jika kamu gagal maka itu akan menjadi pengalaman dan pembelajaran. Karena pada dasarnya, menjadi orang yang sukses tidak segampang membalikkan telapak tangan, maka dari semangat lah untuk menggapai kesuksesan.
Maka dari itu, untuk para remaja manfaatkanlah masa muda mu dengan mengisi hal-hal yang bernilai positif dan bermakna. Sehingga akan mengantarkan ke masa depan yang lebih cerah.
Objektif.id – Pada masa pertumbuhan pentingnya menjaga kesehatan mental adalah satu hal yang harus menjadi bahan perhatian. Mengapa?
Karena, lingkungan yang semakin kompleks dan penuh tekanan cenderung menggiring seseorang mengalami gangguan kesehatan mental atau akrab disebut sebagai stres. Penyebab stres bisa sangat beragam dan dapat menimpa siapapun mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Berbagai reaksi yang terjadi pada tubuh saat kita mengalami stres bisa bersifat jangka pendek dan jangka panjang. Keadaan ini, dapat kita kendalikan dengan menjaga mental kita tetap stabil.
Lantas apa sih sebenarnya stres itu?
Stres adalah suatu bentuk tekanan fisik dan psikologis yang muncul saat menghadapi kondisi yang terasa berbahaya. Mudahnya, stres adalah cara tubuh memberikan tanggapan atas ancaman, tekanan, dan tuntutan yang muncul. Saat merasakan adanya ancaman, sistem saraf akan memberikan respons dengan cara merilis aliran hormon kortisol dan adrenalin. Kedua jenis hormon ini bisa memicu munculnya reaksi pada tubuh, misalnya jantung yang berdetak lebih cepat, otot tubuh terasa menegang, nafas memburu, dan tekanan darah yang mengalami peningkatan.
Istilah stress ini semakin akrab di kalangan masyarakat. Sebab, munculnya fenomena kasus bunuh diri terutama pada kalangan anak muda, karena mengalami gangguan kesehatan mental atau stres yang tidak mendapatkan penanganan dengan baik. Berikut ini faktor-faktor yang menyebabkan stres:
Tuntutan Pekerjaan
Beban kerja yang berat dan deadline yang padat adalah salah satu penyebab munculnya stres. Sebab, tuntutan pekerjaan yang harus selesai tepat waktu menyebabkan seseorang kurang tidur atau insomnia. Kehilangan pekerjaan atau mengalami pemotongan gaji dapat mengganggu stabilitas tubuh, hal itulah kadangkala menimbulkan masalah psikis karena tidak memperhatikan kondisi fisik yang kelelahan sehingga menimbulkan gejala awal penyebab stres.
Masalah Finansial
Di zaman modern seperti sekarang, kesulitan keuangan atau ketidakpastian ekonomi dapat menyebabkan tingkat stres yang tinggi. Sebab, kemajuan pertumbuhan ekonomi yang kian meningkat pesat, sehingga masyarakat yang ekonominya menengah ke bawah terkadang kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar, seperti makanan, tempat tinggal dan perawatan kesehatan.
Peningkatan harga barang dan layanan, dapat membuat biaya hidup meningkat dan menimbulkan finansial stres.
Hubungan Percintaan
Salah satu penyebab yang paling banyak adalah hubungan asmara yang dapat memicu masalah mental seperti stres. Sebab, di zaman sekarang hubungan asmara juga telah menjangkiti anak dibawah umur, yang mana mereka belum tau mana benar dan mana salah, sehingga berpotensi menyebabkan hubungan yang tidak sehat seperti, hubungan toxic, putus cinta, kekerasan, terjerat pergaulan seks bebas dan paling parah adalah munculnya keinginan untuk bunuh diri.
Tuntutan keluarga
Keluarga adalah rumah pertama yang seharusnya melindungi anak dari kejamnya dunia. Namun, seringkali tuntutan dan harapan keluarga yang menyebabkan gangguan mental pada anak karena mengharapkan kesuksesan karir, akademik bahkan pasangan sesuai dengan apa yang mereka mau, tanpa memahami keinginan dan pilihan apa yang mereka harapkan. Maka dari itu, pentingnya pendekatan orang tua dan anak membangun komunikasi yang sehat agar dapat mencegah stress yang disebabkan oleh tuntutan yang berlebihan.
Lingkungan sosial
Sebagai makhluk sosial, tentunya sebagian waktu kita akan habis untuk bersosialisasi. Namun, lingkungan yang kurang baik dapat meningkatkan resiko terjadinya stres. Kehidupan sosial yang relatif maju memicu adanya perbedaan strata sosial. Sehingga, orang bersikap hanya kepada kelompoknya masing-masing.
Seseorang yang bermental sehat dapat menggunakan kemampuannya secara maksimal dalam menghadapi tantangan hidup, serta menjalin hubungan positif dengan orang lain. Sebaliknya, orang yang kesehatan mentalnya terganggu akan susah mengendalikan diri dan pada akhirnya bisa mengarah pada perilaku buruk. Kesehatan mental sangat penting karena akan mempengaruhi bagaimana kita berperilaku. Oleh karena itu, jagalah kesehatan mental karena dalam tubuh yang sehat terdapat Jiwa yang kuat.
Objektif.id – Datangnya musim panas membuat sebagian masyarakat merasa kesulitan dalam menjalankan aktivitasnya, karena kurangnya stok air di musim panas membuat banyak masyarakat mengeluh mengenai hal tersebut. Pastinya setiap individu perlu banget dong adanya air.
Nah, untuk mengantisipasi hal tersebut tidak perlu terburu-buru membeli peralatan baru, coba lakukan dulu tips sederhana ini, supaya bisa menghemat air kamu dengan baik.
1. Kurangi Mandi yang Cukup Lama
Siapa nih kalau mandi lama banget, merasakan kenikmatan guyuran air di gayung memang enak tapi jangan berlebihan. Cobalah kurangi durasi mandi kamu, supaya airnya tidak cepat habis dengan menghemat kamu bisa menggunakan air tersebut dengan hal yang lain.
2. Matikan Keran Saat Tidak Terpakai
Tips selanjutnya adalah matikan keran saat tidak terpakai. Nah, untuk kamu yang suka lupa matiin keran sebaiknya kurangi deh kebiasaan itu karena hal tersebut dapat mengurangi air kamu, jadi hentikan air kamu kalau sudah tidak terpakai.
3. Simpan Air untuk Melakukan Hal-Hal yang lain
Tips yang ini bagus kamu lakukan supaya tidak kesulitan dalam mencari air apabila kamu lagi kehabisan air, kamu bisa menyimpannya di tempat-tempat wadah seperti baskom, ember dan lain sebagainya. Selain itu, kamu juga bisa menampung air hujan yang banyak dengan memakai tempat air yang besar (tong).
4. Pakailah Air Secukupnya Ketika Memasak
Nah, teman-teman yang suka masak jangan sampe air kamu habis hanya gara-gara untuk memasak. Cobalah gunakan air secukupnya pada saat memasak, dan apabila sedang merebus sesuatu jangan lupa tutup panci kamu supaya cepat masak, selain cepat masak ini juga bisa membantu kamu dalam penghematan air.
5. Siram tanaman di Waktu yang Tepat
Teruntuk pencinta bunga, sering-sering merhatiin bunga kamu. Cobalah biasakan siram bunga tepat waktu sehingga tidak mudah layu ataupun kering. Hal tersebut bisa membuat bunga kamu tahan lama. Saat melakukan penyiraman usahakan fokus ke akar tanaman, lakukan hal ini berulang agar semua akar bunga bisa kena air secukupnya.
Inilah 5 tips menghemat air saat musim panas semoga kamu bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Objektif. id – Konawe Kepulauan (Konkep) merupakan salah satu daerah di sulawesi tenggara (Sultra) yang dianugerahi berbagai objek wisata. Salah satunya adalah wisata di desa Wungkolo Raya kecamatan wawonii selatan.
Desa Wungkolo merupakan salah satu desa yang mempunyai wisata beragam, mulai dari wisata mangrove, persawahan, bukit, puncak penyesalan (camping area), pohon pinus, air terjun pendek, goa, air panas serta danau. Sehingga layak jika dikatakan Wungkolo Raya diciptakan ketika Tuhan sedang tersenyum.
Di air panas Desa Wungkolo terdapat sebuah kawasan belerang yang masih aktif. Sungai dan sumur yang terdapat di tempat ini semua mengeluarkan hawa panas dan bau belerang.
Sepanjang perjalanan Anda akan melihat lingkar Pulau Wawonii, karena posisi air panas ini berada ditengah tengah Pulau Wawonii.
Untuk mencapai tempat ini, Anda harus dipandu warga setempat, posisinya yang berada ditengah hutan menjadikan lokasi ini sulit ditemukan.
Menurut ketua Himpunan Pemuda Pelajar Wungkolo Raya, Irwansyah sekaligus pengurus dewan pimpinan daerah Explore Sultra Konkep menjelaskan bahwa potensi wisata yang terletak di desa Wungkolo merupakan wisata yang sangat indah, jarak yang harus di tempuh para wisatawan dari pusat desa kurang lebih 8 kilometer dan membutuhkan waktu 2-3 jam jika berjalan kaki.
“Apalagi jika para wisatawan melakukan kunjungan di air panas yang di mana bingkai wisata air panas ini membentuk hati, dan harus menempuh perjalanan kurang lebih 8 kilo meter”, ucapnya saat di wawancarai secara online, Minggu (12/11/2023).
Irwan juga mengharapkan dukungan dari berbagai macam stakeholder khususnya pemerintah daerah, untuk bersama sama dalam memanfaatkan potensi wisata yang ada di Desa Wungkolo Raya.
“Apabila wisata ini dapat di manfaatkan dengan baik maka kedepannya Pulau Wawonii dikenal dengan keindahan akan potensi wisatanya”, sambungnya.
Sementara itu salah satu pengunjung wisata air panas Desa Wungkolo Hendrawan, mengatakan bahwa wisata air panas ini memiliki pemandangan yang indah dan lokasi yang masih cukup asri.
“Menurut saya, pemandangan air panas sangat bagus, lokasinya masih asri, sehingga membuat setiap pengunjung merasa sejuk ketika berada di sana, rasanya sangat tidak puas kalau tidak melakukan camping di puncak, sangat banyak yang perlu disaksikan keindahan alam Konawe Kepulauan ini, contohnya kita juga dapat menikmati air terjun, dan danau yang belum bisa di ukur kedalamannya yang berada di tengah gunung”, ungkapnya saat di wawancarai secara online, Rabu (15/11/2023).
Hendra juga mengharapkan dukungan dari pihak pemerintah daerah maupun pemerintah desa, agar kiranya memperhatikan kondisi wisata tersebut.
“Melihat kondisi air panas saat ini sangat perlu di perhatikan oleh pemerintah daerah maupun pemerintah desa untuk menjadikan air panas menjadi bagus, sehingga warga Konkep bangga untuk mempromosikan wisata tersebut. Adapun kekurangan dari wisata air panas itu adalah akses menuju kesana masih belum bisa dilalui oleh kendaraan baik roda dua maupun roda empat”, tutupnya.
Objektif.id– Sekarang ini gaya hidup hedonisme kian menjamur di kalangan anak muda. Terutama dikalangan mahasiswa yang identik dengan foya-foya, membeli barang-barang mewah, dan selalu ingin jadi pusat perhatian. Kebiasaan ini muncul karena tuntutan pergaulan dan semakin pesatnya perkembangan teknologi. Sehingga, semakin berkembang pula penerapan gaya hidup hedonisme dikalangan mahasiswa.
Apabila mereka tidak memiliki kendali yang baik terhadap diri sendiri, itulah yang menyebabkan mahasiswa cenderung mengalami krisis pencarian jati diri, sehingga sering merasa cemas dan tidak puas terhadap apa yang dimilikinya apabila tidak mengikuti trend perkembangan zaman dan akhirnya masuk dalam pergaulan hedonisme.
Menurut KBBI gaya hidup hedonisme merupakan pandangan yang menganggap kesenangan dan kenikmatan materi sebagai tujuan utama dalam hidup. Berbicara tentang gaya hidup, pasti semua orang menganut hal tersebut, tetapi yang membedakan adalah tingkatannya, di mana masalah inilah yang banyak meracuni mahasiswa sekarang, gaya hidup hedonisme yang terkadang melampaui batas dengan dalih mencari kesenangan hidup, tanpa di sadari sifat tersebut dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.
Berkaitan dengan gaya hedonisme mahasiswa, cenderung mengarah ke sesuatu yang bersifat negatif seperti:
Membeli Barang-Barang Mewah
Anak muda sekarang cenderung membeli barang-barang mewah yang disenangi tanpa peduli harga dan kegunaannya seperti pakaian, perhiasan, makanan hingga alat elektronik yang terkadang barang-barang tersebut hanya untuk mengikuti trend milenial dan dalih supaya mereka mendapat pengakuan dari lingkungan sekitarnya.
Senang Menghabiskan Waktu di Luar Rumah
Anak muda bergaya hidup hedonisme lebih senang menghabiskan waktunya di luar rumah, hura-hura, menggemari dunia malam dan terjebak pergaulan bebas, yang dapat membawa dampak buruk jangka panjang seperti; jarang mengikuti proses perkuliahan, berkurangnya minat belajar, kemerosotan moral, dan tidak menghargai orang tua.
Berusaha Untuk Menjadi Pusat Perhatian
Anak muda bergaya hidup hedonisme seringkali lebih senang menjadi pusat perhatian, mereka ingin diakui keberadaannya dan tidak pernah puas dengan apa yang dimilikinya, tidak peduli butuh atau tidak, penting atau tidak asalkan nafsunya terpenuhi.
Menjadi Sosok Yang Tidak Bertanggung Jawab
Anak muda bergaya hidup hedonisme cenderung hanya mementingkan kesenangan pribadinya mengabaikan hal hal lain yang ada disekitarnya dan tidak terlibat aksi sosialisasi yang ada di masyarakat.
Menjadi Sosok Yang Jauh dari Agama
Mereka lebih mengutamakan kesenangan duniawi dari pada hal-hal rohani. Sebab gaya hidup hedonisme sering kali bertentangan dengan ajaran agama misalnya mengumbar aurat, berfoya-foya hingga berzina.
Namun, apakah hedonisme selalu berdampak negatif? Tidak juga, hedonisme sebenarnya kadang kala juga membawa dampak positif, seperti mengajak kita untuk menikmati kehidupan dengan bersenang-senang, agar kita tidak selalu dalam keadaan sedih bahkan tertekan, tapi tidak dapat dipungkiri hedonisme menjadi salah satu gaya hidup paling tidak sehat baik bagi mental maupun finansial.
Memilih gaya hidup memang hak setiap individu, tetapi alangkah lebih baik apabila kita menjalani hidup dengan sederhana memprioritaskan hal-hal penting dan berarti membentuk kehidupan yang lebih bermakna dan membawa manfaat. Memperoleh kebahagiaan dari hal-hal kecil yang sederhana. Kebahagiaan bukan melulu tentang harta dan kemewahan, tapi berasal dari sesuatu yang kecil dan disyukuri dengan sepenuh hati.
Objektif.id – Bagi para generasi muda yang aktif saat ini, pastinya tidak terlepas dari berbagai aktivitas dan kesibukan sehari-hari. Seperti yang kita ketahui bahwa Kegiatan mahasiswa tergolong padat, sehingga kita sebagai mahasiswa terkadang kewalahan dalam mengatur jadwal.
Nah untuk itu, penulis kasih 7 tips nih biar kamu bisa mengatur waktu kamu dengan baik.
1. Mengatur Jadwal
Mengatur jadwal juga salah satu kunci mengatur waktu kita dengan baik. Karena dengan itu kita bisa melihat jadwal-jadwal apa saja yang akan dilaksanakan besok. Nah, kamu juga bisa loh menulis jadwal kamu di buku ataupun kalender.
2. Prioritaskan Tugas
Kita sebagai mahasiswa pastinya tidak jauh-jauh dari tugas. Olehnya itu, kamu harus memperhatikan tugas-tugas kamu sehingga tidak tertinggal, terutama yang terlebih dahulu deadline.
3. Hindari Penundaan Tugas
Sebagian besar mahasiswa sering menunda-nunda tugas, sehingga tugas tersebut tidak menumpuk dan banyak, apalagi sudah deadline kamu akan keteteran nantinya. Jadi, usahakan tugas tersebut jadi secepatnya supaya kamu bisa melakukan aktivitas yang lainnya teman-teman.
4. Buat Perkiraan Waktu
Target waktu kamu nih sobat ngampus, perkirakan waktu-waktu kamu untuk menyelesaikan tugas, hal ini bisa membantu kamu dalam penyelesaian tugas serta tidak memperlambat tugas dan bisa selesai dengan tepat waktu.
5. Jangan Mengerjakan Sekaligus
Tips yang satu ini lebih menarik, usahakan dalam penyelesaian tugas tersebut fokus pada tugas yang ingin di kerjakan terlebih dahulu, karena bekerja sekaligus dapat membuat kamu tidak fokus dan pusing pastinya.
6. Istirahat yang Cukup
Padatnya kegiatan mahasiswa sehingga lupa untuk beristirahat serta secara tak sadar bahwa yang kamu lakukan tersebut bisa membuat diri kamu gampang lelah dan drop. Cobalah berikan tubuhmu istirahat yang cukup meskipun hanya sejenak, hal ini bisa membantu kamu meningkatkan energi dan bisa semangat lagi.
7. Jauhi yang Bisa Menggangu Kamu Dalam Belajar
Tips yang selanjutnya adalah jauhi yang Menggangu kamu. Jauhkan alat-alat yang bisa membuat kamu tidak konsentrasi dalam belajar dengan mematikan ponsel atau menonaktifkan notifikasi dan lain sebagainya. Ini akan membantu kita agar tetap fokus dalam mengefisiensikan waktu.
Itulah 7 tips mengatur waktu ala anak kampus. Jangan sia-siakan waktu kamu pergunakan dengan baik. Semoga bermanfaat have a nice day.
Objektif.id – Stres merupakan beban mental pada seseorang yang menyebabkan rasa cemas dan tegang. Stres merupakan ancaman bagi kesehatan mental dan fisik yang menyebabkan gangguan psikologis pada seseorang.
Sarafino (2008) mendefinisikan stres adalah kondisi yang disebabkan oleh interaksi antara individu dengan lingkungan, menimbulkan persepsi jarak antara tuntutan-tuntutan yang berasal dari situasi yang bersumber pada sistem biologis, psikologis dan sosial dari seseorang. Veena dan Shastri (2016) juga menjelaskan terlalu stres juga berdampak buruk pada kesehatan mental maupun psikologis dan fisik seseorang, terlalu banyak tekanan stres dapat berpengaruh pada lingkungan sosial, keluarga, kemampuan belajar dan kinerja akademik.
Mahasiswa semester akhir sering merasa tertekan karena dituntut agar lebih cepat menyelesaikan studinya dan memperoleh gelar sarjananya. Oleh karena itu, mahasiswa semester akhir akan mulai terbebani dan seringkali merasa cemas yang berlebihan hingga membuat mereka menjadi stres bahkan sampai depresi dalam menyelesaikan tugas akhirnya. Dalam penyusunan skripsi yang dilakukan oleh mahasiswa semester akhir, biasanya sering mendapatkan kendala antara lain: (1) Mencari judul dan tema skripsi; (2) Proses yang lama dalam mengumpulkan data dan mencari literatur; (3) Kesulitan menuangkan ide pikiran dalam bentuk tulisan; (4) Kesulitan membagi waktu antara mengerjakan skripsi dengan kegiatan lainnnya misalnya bekerja; (5) Takut menemui dosen pembimbing (Mutadin, 2002). Hal tersebutlah yang sering menjadi hambatan bagi mereka dalam penyusunan skripsinya. Terdapat hal lain juga yang sering kali menjadikan mahasiswa semakin tertekan yaitu tuntutan dari keluarga yang mengharapkan mereka dengan segara menyelesaikan studinya. Hal-hal inilah yang sering membuat mahasiswa menjadi tertekan dan merasa khawatir yang berlebihan yang biasanya membuat mereka menjadi stres.
Gangguan yang sering terjadi pada mahasiswa semester akhir yang disebabkan oleh stres adalah insomnia. Insomnia sendiri merupakan gangguan pada seseorang yang membuat orang tersebut kesulitan tertidur dan membuat tidur mejadi tidak nyenyak. Hal ini pasti sering terjadi pada mahasiswa semester akhir pada masa penyusunan skripsi. Kecemasan yang tinggi akan membuat mahasiswa selalu berpikir tentang skripsi yang mereka susun, hal tersebutlah yang membuat mereka menjadi stres dan sulit tertidur atau mengalami Insomnia.
Ada beberapa tips dari penulis untuk menjaga kesehatan mental bagi mahasiswa akhir :
1. Kurangi OVT (Overthingking)
Tentunya mahasiswa pasti mengenal bahasa gaul ini yang sering kali Gen-Z istilahkan dengan OVT. Overthingking adalah kebiasaan memikirkan sesuatu, adapun Overthinking ini juga bisa didefinisikan sebagai sikap berfikir yang terlalu berlebih karena memikirkan sebuah masalah terlalu dalam. Maka dari itu, untuk menjaga pola pikir kita harus menjauhi kebiasaan ini. Biasakanlah berpikir optimis dalam meraih masa depan.
2. Kurangi Insecure, Perbanyak Bersyukur
Kerap kali kita sebagai mahasiswa selalu tidak bersyukur apa yang telah diraih. Ada yang sudah ujian proposal mengeluh, ada yang sudah ujian hasil mengeluh, ada yang sudah selesai skripsi bahkan mengeluh. Hal inilah yang menjadikan mahasiswa selalu stres ketika menghadapi sesuatu, seakan-akan masalah yang mereka miliki hanya terdapat padanya, padahal semua orang memiliki masalah juga.
3. Stop Membandingkan Dirimu Pada Orang Lain
Semua mahasiswa pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Artinya, sebagai mahasiswa memiliki proses yang berbeda-beda dalam proses penyelesaian. Jangan kita berpikir, teman kita sudah duluan ujian tetapi kita berhenti untuk berjuang karena merasa tersaingi. Hal ini sering penulis lihat di kampus-kampus.
4. Membiasakan Self Reward Pada Diri
Self Reward ini adalah bentuk penghargaan pada diri sendiri terhadap keberhasilan yang diraih. Contohnya jika kita berhasil mendapat tanda tangan persetujuan dari pembimbing, kita harus memberikan penghargaan pada diri, seperti membelanjakan diri terhadap makanan, barang, maupun keinginan yang belum terpenuhi.
5. Cari Teman Yang Betul-Betul Mensupport
Semakin tinggi tingkatan kita menjadi mahasiswa, teman kita pasti akan berkurang. Karena semua sudah berada di jalannya masing-masing. Carilah teman yang selalu ada membantu kita dalam setiap kondisi maupun duka, jangan karena ada kebutuhannya baru datang hubungi kita.
Objektif.id – Siapa yang pusing duluan saat lihat tanggal di kalender ternyata sudah kepala 2 alias tanggal tua. Anak kos pasti merasakannya tiap bulan, iya kan? ditanggal kritis seperti ini berbagai tips dan trik berhemat dikerahkan demi cukupnya uang yang tersisa hingga tanggal gajian tiba.
Untuk itu, ada beberapa tips yang bisa kamu gunakan. Barangkali tips ini belum pernah kamu coba. Berikut tips menghadapi tanggal tua ala anak kos.
1. Stok Makanan
Stok makanan sebelum tanggal tua bisa jadi solusi saat keuanganmu sedang menipis. Makanan seperti telur, ikan kaleng, kornet, mie instan, dan lainnya. cocok disimpan sekitar 10 hari sebelum kamu menerima gaji di bulan berikutnya.
2. Masak Sendiri
Yang hobi masak, bisa banget nih ngirit dengan masak sendiri. Nyatanya, masak sendiri memang lebih hemat daripada beli, ya kan? Satu kali beli sayuran bisa untuk dua atau tiga kali makan, nah kalau beli lauk matang mungkin hanya untuk sekali makan.
3. Cuci Pakaian Sendiri
Tips menghadapi tanggal tua ala anak kos lainnya yaitu mencuci pakaian sendiri. Terlihat sepele namun nyatanya, mencuci pakaian sendiri adalah salah satu solusi untuk menghemat. Dibandingkan dengan menggunakan jasa Laundry, mencuci pakaian lebih hemat. Tak hanya hemat, pakaian yang dicuci sendiri juga relatif lebih bersih dan meninggalkan resiko hilang ataupun rusak.
4. Sisihkan Dana Di Awal Bulan
Cara efektif yang lainnya adalah dengan menyisihkan sebagian uang yang dikhususkan untuk akhir bulan. Dana ini biasa disebut dana darurat atau dana akhir bulan. Sehingga kamu tidak perlu was-was kehabisan uang jika telah menginjak tanggal tua.
5. Tidak Bepergian Jika Tidak Perlu
Hindari bepergian jika tidak perlu, yang pasti tujuannya adalah untuk menghemat bensin serta uang transportasi kamu. Sadar atau tidak kedua hal tersebut ternyata juga membutuhkan dana yang lumayan besar. Bukan hanya biaya transportasinya, bayangkan kalau kamu pergi dan menemukan sesuatu yang tiba-tiba ingin kamu beli. Maka, gagal lah kamu dalam program mengirit uang.
6. Puasa
Trik ini biasanya dilakukan oleh anak kos yang mulai kehabisan uang untuk makan, memang hal seperti ini kalau bisa jangan sampai terjadi. Namun, jika sudah terlanjur maka puasa bisa dijadikan solusi untuk menghemat pengeluaranmu. Bagi yang memiliki hutang puasa, saat seperti ini biasanya dimanfaatkan untuk membayar hutang puasa.
Itulah 6 tips menghadapi tanggal tua ala anak kos. Meskipun keuangan menipis, kamu tetap bisa menyiasatinya dengan beberapa cara diatas. Selamat mencoba!
Objektif.id – Dalam dunia perkuliahan mahasiswa dan dosen harus memiliki hubungan yang erat, karena dengan adanya hubungan yang terjalin tentunya akan menguntungkan bagi kedua bela pihak.
Dosen memiliki peranan penting bagi setiap mahasiswa, karena seorang dosen memiliki tugas untuk mengembangkan ilmu yang nantinya akan diberikan kepada setiap mahasiswa yang diajarnya.
Dalam memberikan pelajaran, mahasiswa juga bisa menilai apakah dosen tersebut mampu untuk menyampaikan materi perkuliahan secara baik atau tidak. Lalu, dosen seperti apa yang banyak disenangi oleh mahasiswa.
Berikut 8 Kebiasaan dosen yang di senangi oleh mahasiswa.
1. Santai, tenang dan tidak terlalu kaku
Julia Indah Karina, salah satu mahasiswa Fakultas Usluhudin Adab dan Dakwah mengatakan, dosen yang santai, tenang dan tidak terlalu kaku dapat menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman dan menginspirasi bagi mahasiswa.
Dosen dengan kebiasaan seperti ini, dapat membantu mahasiswa merasa lebih nyaman berbicara dan berdiskusi dalam kelas, serta mengurangi tekanan yang mungkin dirasakan oleh mahasiswa.
Selain itu, dosen seperti ini biasanya lebih terbuka terhadap beragam cara belajar dan memberikan ruang bagi kreativitas dalam pembelajaran sehingga mahasiswa cepat memahami materi yang diterimanya.
2. Tepat waktu
Ikram Salah satu mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Kendari mengatakan, dosen yang selalu tepat waktu adalah dosen yang sangat disiplin dalam menjalankan jadwal perkuliahan dan pertemuan dengan mahasiswa.
Mereka hadir sesuai jadwal yang telah ditentukan, memberikan pengajaran dengan baik dan memberikan mahasiswa kesempatan untuk belajar dengan baik.
Kebiasaan dosen seperti ini banyak disukai oleh mahasiswa. Selain itu, hal ini juga sangat dihargai dalam lingkungan pendidikan.
3. Humoris
Ahmad Andrean salah satu mahasiswa Fakultas Usluhudin Adab dan Dakwah mengatakan, dosen humoris adalah dosen yang memiliki kemampuan untuk membuat suasana kelas menjadi lebih menyenangkan dengan candaan, anekdot, atau humor yang sesuai.
Mereka dapat mengambil pendekatan yang lebih santai dalam mengajar, membuat mahasiswa lebih terlibat, dan membantu meredakan ketegangan di kelas. Namun, humor yang digunakan haruslah pantas dan tidak merendahkan mahasiswa, dan tetap menjaga profesionalisme dalam pembelajaran.
4. Menjelaskan dengan jelas
Maulyani salah satu mahasiswa Fakultas Usluhudin Adab dan Dakwah mengatakan dosen yang menjelaskan dengan jelas adalah dosen yang memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Mereka mampu menyampaikan materi pelajaran dengan cara yang mudah dipahami oleh mahasiswa, menggunakan contoh yang relevan, dan memberikan penjelasan yang lengkap.
Dosen semacam ini membantu mahasiswa untuk memahami konsep-konsep dengan lebih baik dan memberikan dasar yang kuat untuk pembelajaran selanjutnya. Keterampilan menjelaskan dengan jelas adalah salah satu aspek penting dalam menjadi dosen yang efektif.
5. Dekat dengan mahasiswa
Mega Rahmawati salah satu mahasiswa Fakultas Usluhudin Adab dan Dakwah mengatakan, dosen yang dekat dengan mahasiswa adalah dosen yang berusaha membangun hubungan yang baik dengan mahasiswa mereka. Mereka mungkin memberikan waktu untuk berbicara dengan mahasiswa di luar kelas, memberikan bimbingan akademik, atau menjalani peran sebagai pembimbing tugas akhir.
Dosen semacam ini juga dapat menciptakan suasana kelas yang lebih inklusif, merespons pertanyaan dan masukan mahasiswa, serta peduli terhadap perkembangan mahasiswa secara keseluruhan. Hubungan dekat ini dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan mahasiswa dalam pembelajaran.
6. Tidak menyusahkan mahasiswa
Yunus salah satu mahasiswa Fakultas Usluhudin Adab dan Dakwah mengatakan, dosen yang tidak menyusahkan mahasiswa adalah dosen yang memahami kebutuhan dan keterbatasan mahasiswa. Mereka memberikan panduan yang jelas, penilaian yang adil, dan ketersediaan untuk membantu mahasiswa yang mengalami kesulitan.
Dalam proses pembinaan, mereka juga mempertimbangkan beban kerja mahasiswa dan berusaha untuk tidak memberikan tugas atau ujian yang berlebihan. Dosen semacam ini menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung dan memotivasi mahasiswa untuk sukses.
7. Tidak pelit nilai
Rahma salah satu mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan mengatakan, dosen yang tidak pelit dalam memberikan nilai dapat menciptakan lingkungan akademik yang lebih adil dan transparan. Mahasiswa akan merasa lebih termotivasi untuk belajar dan berusaha keras ketika mereka tahu bahwa nilai mereka akan diberikan berdasarkan pencapaian dan usaha mereka, bukan kebijakan ketat yang bersifat pelit.
8. Tidak memberi deadline tugas terlalu cepat
Akmal salah satu mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam mengatakan, Memberikan deadline tugas yang wajar dan cukup waktu bagi mahasiswa untuk menyelesaikan pekerjaan adalah tindakan yang bijaksana.
Hal ini memungkinkan mahasiswa untuk mengatasi tugas dengan lebih baik dan menghasilkan kualitas pekerjaan yang lebih baik daripada jika mereka diberikan deadline yang terlalu cepat. Dosen yang memahami kebutuhan waktu mahasiswa dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih seimbang dan produktif.
Objektif.id – Vape alias rokok elektrik banyak digunakan oleh kalangan remaja. Mereka menganggap bahwa vape lebih aman daripada rokok tembakau. Padahal, antara vape dan rokok tembakau sama-sama berbahaya bagi kesehatan tubuh.
Vape awalnya dipasarkan sebagai alternatif yang lebih aman ketimbang rokok tembakau, karena vape tidak melibatkan pembakaran tembakau. Tetapi tetap mengandung nikotin.
Dilansir dari kumparan yang mengutip buku Johns Hopkins Nursing Professional Practice Model karya Johns Hopkins Medicine, mengatakan bahwa vape bukanlah pilihan sehat pengganti rokok. Karena itu, setiap orang perlu mengenal tentang bahaya dampak dari vape sesungguhnya.
Bikin Ketagihan
Vape mengandung nikotin yang merupakan salah satu zat adiktif yang juga terdapat dalam rokok tembakau. Zat ini bisa menyebabkan penggunanya merasakan ketergantungan.
Nikotin yang terkandung di vape dapat merangsang otak melepaskan hormon dopamin dalam jumlah banyak, itulah mengapa penggunanya dapat merasakan efek ketergantungan.
Selain itu, bagi remaja senyawa nikotin sangat berbahaya karena mempunyai pengaruh negatif bagi kinerja otak.
Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung
Meskipun vape tidak mengandung tembakau, kandungan nikotin yang tinggi di dalamnya dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.
Nikotin termasuk dalam kategori obat stimulan yang memiliki efek membuat jantung berdetak lebih cepat. Kondisi ini dapat mempengaruhi fungsi kerja jantung dan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.
Menyebabkan Penyakit Paru
Kandungan glikol pada vape akan mengiritasi paru-paru yang dapat menimbulkan gangguan saluran pernapasan seperti asma dan sesak nafas.
Pada kasus yang lebih parah seperti Penyakit Paru Obstruksi Kronis atau PPOK. Penyakit ini menghalangi aliran udara sehingga menyebabkan penderita mengalami kesulitan bernafas.
Selain itu, vitamin E asetat yang terdapat dalam vape dicurigai sebagai pemicu kerusakan paru-paru yang berujung kematian. Dalam penelitian sudah ada yang meninggal akibat penggunaan vape.
Berpotensi Menyebabkan Kanker
Vape mengandung bahan kimia seperti diacetyl, formaldehyde, dan acrolein. Zat-zat ini serupa dengan karsinogen. Karsinogen adalah zat pemicu kanker.
Cara kerja zat ini dengan merusak DNA secara langsung dalam tubuh pengguna vape. Dampaknya, sel dalam paru-paru akan bermutasi dan tumbuh secara tak terkontrol.
Rawan Meledak
Selain memiliki bahaya untuk kesehatan, vape juga nyatanya dapat meledak. Karena, segala sesuatu yang elektrik pasti memerlukan listrik untuk mengoperasikannya.
Penyebabnya biasanya diakibatkan oleh baterai, entah karena terlalu panas atau kegagalan baterai itu sendiri. Meski tampak langka, ledakan akibat baterai ini tidak bisa dianggap remeh.
Kendari objektif.id – Beberapa mahasiswi merasa tidak percaya diri untuk ke kampus dengan style yang tidak mengikuti trend sekarang. Gaya penampilan yang dipilih seorang mahasiswi juga dapat dikatakan sebagai cerminan tentang sifat, karakteristik, kepribadian dan juga selera dari mahaiswi tersebut.
Style sexy alluring, misalnya, style yang identik dengan kesan agresif dan juga sensual ini banyak diikuti oleh para mahasiswi. Mahasiswi yang menyukai gaya berpakaian ini cenderung orang yang senang menjadikan dirinya sebagai pusat perhatian.
Oleh karena itu, busana dengan tipe stretch dan press bodi biasanya lebih dipilih oleh mereka yang menyukai style sexy alluring. Untuk itu jangan heran jika anda menemukan model berbapakaian seperti ini di kampus.
Untuk pemilihan warnanya, penyuka gaya berpakaian tersebut biasanya menggunakan tipe warna yang gelap dan mewah. Misalnya warna-warna seperti gold, hitam, ungu, merah dan lain sebagainya.
Di Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, Sulawesi Tenggara, style sexy alluring yang mengarah pada style ala kebarat-baratan ini sudah menjadi pemandangan sehari-hari.
Gaya berpakaian ala kebarat-baratan itu menarik banyak perhatian oleh mahasiswi lainya. Ada yang pro namun tidak sedikit yang kontra.
“Kita dianjurkan untuk menutup bukan membungkus,” kata Santi (nama disamarkan) salah satu mahasiswi Program Studi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam kepada objektif.id pada Senin (2/10/2023).
Kata Santi, beberapa mahasiswi yang di kampus yang saat ini tempat ia menimba ilmu agama sudah tidak memperlakukan budaya Indonesia, melainkan sudah mengadopsi budaya kebarat-baratan yang diperlihatkan dengan cara mereka berpakaian.
Padahal jika ditelisik kampus IAIN Kendari ini merupakan kampus agama. Kampus yang memberikan pemahaman tentang nilai-nilai moral serta, kampus yang menekankan pembinaan kepribadian muslim yakni pembinaan akhlak al karimah.
“Inikan kampus agama tidak bisa pake rok terbela apalagi ketat. Hal itu tidak mencerminkan kampus institut, dan itu termasuk kode etik karena kita ini datang bukan fashion show, kita datang menuntut ilmu yang berkah, untuk mendapat keberkahan tersebut harus dengan cara yang sopan,” ujarnya.
Menurut Santi, seharusnya para mahasiswi yang kerap mengenakan style sexy alluring itu, bisa menempatkan dirinya saat memakai pakaian ketat itu.
“Seharusnya mereka tau menempatkan diri, di mana mereka harus berpakaian ketat, dan di mana mereka harus berpakaian tertutup,” tuturnya.
Nurlia mahasiswi Hukum Ekonomi Syariah hal tersebut tidak mencerminkan mahasiswi IAIN Kendari, seharusnya kampus Islam itu pakaiannya lebih sopan dan tidak ketat ,dan mereka seharusnya tau menepatkan diri mereka di mana harus berpakaian seperti itu.
“Untuk itu kalau belum bisa berpakaian yang bagus mulai sekarang harus di ubah dan biasakan karena ini sudah menjadi pilihan mereka,” ucap Nurlia.
Dwi Nurhalimah mahasiswi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah mengatakan gaya berpakaian ketat, mengumbar lekuk tubuh dan memamerkan aurat itu tidak mencerminkan mahasiswi IAIN Kendari.
“Saya pribadi tidak sepakat, karena kita itu kuliah di Institut Agama Islam Negeri Kendari. Tentunya kita sebagai mahasiswa islam, kita kan sudah diajari untuk menutup aurat,” ujar Dwi Nurhalimah, Selasa (3/10/2023).
“Apa yang kita pakai atau apa yang kita gunakan itu mencerminkan bagaimana diri kita. jadi selayaknya kita sebagai wanita muslimah bagaimanalah kita berpakaian sesuai dengan aturan,” sambungnya.
Rektor IAIN Kendari Husain Insawan saat dikonfirmasi awak media mengenai cara berpakaian style yang identik dengan kesan agresif itu, dirinya mengatakan bahwa itu tergantung cara pandang saja.
Beliau melanjutkan bahwa dalam mazhab fiqih ada juga banyak pandangan yang berbeda-beda mengenai cara berpakaian. Beda cara pandang mazhab Maliki demikian pula cara pandang mazhab Hanafi.
“Hanafi jauh lebih berat ketimbang maliki, sehingga kalaupun mereka menggunakan pakaian perspektif Maliki itu kurang pas, jadi dia (mahasiswi) mungkin dia menggunakan mazhab Hanafi.
Saat ditanya soal aturan kode etik mahasiswa mengenai larangan menggunakan pakaian ketat hingga lekuk tubuhnya menonjol, dirinya mengatakan itu fungsi lembaga kemahasiswaan yang sering berinteraksi dengan para mahasiswi.
“Harusnya mensosialisasikan peraturan tata tertib kemahasiswaan yang berlaku bagi mahasiswa IAIN. Itu sudah menjadi tugas dan tanggung jawab mereka untuk melakukan sosialisasi itu dan menjadi tanggung jawab bersama,” bebernya.